
Dengan menggunakan kuda, Yan Lan dan putri Bilqis menerobos lebatnya hutan dan semak belukar, dan mereka akhirnya sampai di sebuah sungai kecil yang berair jernih.
"Kak Yan Lan, untuk mempercepat kita sampai ke tujuan, kita harus mengambil jalan pintas, sementara jalan pintas itu dipenuhi dengan para perampok yang sering berkeliaran di sekitar 4 kota kerajaan di benua semesta biru," ucap putri Bilqis sambil membasuh mukanya dengan air sungai yang jernih itu.
"Apa kau takut putri?" tanya Yan Lan.
"Aku tak pernah takut dengan apa pun juga, asalkan kau bersamaku," jawab putri Bilqis mantap, sambil menatap ke arah yan Lan.
Yan Lan tak bisa berkata apa-apa, lidahnya terasa kelu untuk mengucap satu katapun juga, karena mendengar jawaban putri Bilqis yang membuatnya terdiam.
Melihat tingkah Yan Lan yang hanya diam, Putri Bilqis berinisiatif untuk mengerjai nya.
"Kak Yan Lan aku gerah dan ingin mandi, apakah kau ingin ikut mandi bersamaku?" tantang putri Bilqis.
"Ha...a...!!" hanya itu kata yang keluar dari mulut Yan Lan, sambil melotot melihat kearah putri Bilqis.
"Aku sungguh sungguh dengan perkataanku," ucap putri Bilqis sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Kau saja yang mandi, aku belum ingin mandi," jawab Yan Lan sambil membalikkan badannya.
Ya udah..!!
Cebur..r..!!
Terdengar suara air sungai yang muncrat ke atas, dan tak lama kemudian terdengar suara putri Bilqis yang bersenandung di dalam air sungai.
Yan Lan hanya menggeleng gelengkan kepalanya, melihat tingkah putri Bilqis yang sengaja memancingnya untuk melakukan hal gila.
"Aku akan mencari buah buahan hutan, kalau ada apa apa berteriak lah, aku pasti akan mendengarnya," ucap Yan Lan sambil berlalu pergi.
Putri Bilqis hanya tertawa kecil karena telah mengerjai Yan Lan, dengan kejadian ini membuat putri Bilqis yakin jika Yan Lan merupakan pemuda yang tepat, untuk mendampingi hidupnya di masa depan.
__ADS_1
Kesenangan putri Bilqis bermain air hanya sesaat, karena tiba tiba saja sebuah jarum yang sangat halus dan tanpa dia bisa menyadarinya, telah menembus kulit di bahu kirinya.
Sesaat putri Bilqis melihat tujuh orang laki laki kekar, dengan tampang yang sangat garang datang menghampirinya, kondisi Putri Bilqis yang tanpa busana membuatnya panik.
Putri Bilqis berusaha untuk menghalau ke tujuh laki-laki itu, tapi apa daya seketika kekuatan yang ada di tubuhnya melemah, karena efek jarum yang telah berlumur racun yang dapat melemaskan tubuh.
Putri Bilqis yang mendengar percakapan mereka bertujuh, membuat sang putri menjadi menggigil ketakutan.
"Kakak Tyo, selama hidup baru kali ini aku melihat wanita cantik dan luar biasa seperti ini, aku sudah tak sabar ingin segera menuntaskan hasrat ku bersamanya," ucap salah seorang pemuda dengan tubuh kekar sambil menjilati bibirnya sendiri.
"Adik Tiong kau bersabarlah dulu, biarkan saudaramu ini yang bermain main dengannya, setelah aku puas menikmati sajian lezat ini, baru kalian boleh bergiliran untuk menikmatinya juga," ucap sang pemuda kekar yang bernama Tyo.
Tak lama gelak tawa ketujuh orang itu membahana, yang membuat putri Bilqis semakin terpuruk dan sangat ketakutan, mengingat Yan Lan telah pergi meninggalkannya masuk ke dalam hutan untuk mencari buah buahan, sementara dirinya tak mempunyai kekuatan, untuk menggerakkan kakinya pun dia sangat kesulitan apalagi untuk melawan mereka bertujuh.
Ke tujuh pemuda itupun mengurung putri Bilqis yang masih berada dalam air, tak henti hentinya tawa mereka terus membahana. Melihat hal itu, Putri Bilqis langsung mengeluarkan segenap tenaganya untuk menghindar dari tangan tangan kekar para pemuda yang terus mempermainkannya, hingga tenaganya habis dan tak sadarkan diri.
Dari kejauhan Yan Lan sayup sayup mendengar adanya tawa laki laki di sekitar putri Bilqis mandi, dengan cepat melesat kembali ketempatnya semula.
Dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, Yan Lan tiba tiba berada di dekat sang pemuda dan memberikan tendangan keras, hingga sang pemuda terlempar menabrak sebatang pohon, hingga pohon itu tumbang.
Sang pemuda yang terkena tendangan Yan Lan, sesaat kejang kejang dan tewas seketika.
"Kakak..!!
"Kakak..!!
Teriak pemuda yang lainnya, dan melesat menyongsong pemuda yang telah tewas itu.
Melihat putri Bilqis tanpa busana, membuat Yan Lan segera mengeluarkan selimut yang berada dalam cincin penyimpanannya, dan membungkus tubuh putri Bilqis.
"Kau telah membunuh kakak ku!! maka kau harus mati!!" teriak salah seorang pemuda dan langsung menyerang Yan Lan.
__ADS_1
Yan Lan yang melihat putri Bilqis sudah di lecehkan oleh salah seorang pemuda yang telah dibunuhnya, dengan ganas membunuh mereka semua dengan sekali ayunan tangannya.
Tubuh mereka berenam bergelimpangan di tanah, dengan darah segar yang membanjiri tempat itu. Dengan rasa khwatir yang menghantui pikirannya, Yan Lan yang melihat keadaan sang putri, dengan cepat membawa sang putri keatas batu yang jauh dari bau anyir darah yang kini semerbak di udara.
"Maafkan aku putri, aku harus memeriksa keadaanmu," batin Yan Lan.
Yan Lan segera melepaskan selimut yang membungkus tubuh putri Bilqis, dan memeriksa keadaannya.
"Racun pelemas syaraf," batin Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan racun yang berada di tubuh putri Bilqis, dengan tehnik jari matahari yang di milikinya.
Jarum jarum emas segera menyedot racun yang berada di dalam tubuh sang putri, hingga habis tak tersisa.
"Aku tak tau keadaanmu sekarang, apakah kau masih merupakan gadis suci atau sudah tak suci lagi, karena aku tak bisa membuktikannya, maafkan aku karena tak bisa menjagamu dari mereka," bisik Yan Lan.
Yan Lan mengeluarkan pakaian dari dalam cincin ruangnya, kemudian memakaikan pakaian laki laki itu ketubuh sang putri.
Setelah itu Yan Lan membawa sang putri pergi untuk mencari tempat peristirahatan karena hari sudah mulai malam, dan akhirnya Yan Lan menemukan sebuah goa.
Yan Lan membaringkan tubuh putri Bilqis diatas batu yang lumayan datar, dan keluar sejenak untuk mencari kayu bakar dan binatang buruan yang bisa di makan.
Dengan menggunakan segel pelindung di mulut Goa, Yan Lan melesat pergi dan kembali dengan membawa kayu bakar serta dua ekor ayam hutan yang sudah di bersihkan.
Malam makin larut, suasana goa terang benderang karena ada api unggun yang di buat oleh Yan Lan, putri Bilqis perlahan lahan mulai tersadar dan membuka matanya.
Kak Yan Lan..., kak Yan Lan..., aku takut rintih putri Bilqis.
Yan Lan segera datang menghampiri sang putri, dan dengan cepat putri Bilqis memeluknya.
Yan Lan sangat iba dengan keadaan putri Bilqis, wanita yang sangat tegar dan pemberani, kini begitu sangat rapuh di hadapannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padaku kak Yan Lan?" tanya putri Bilqis yang membuat Yan Lan sangat iba padanya.