
Azuma kembali memenangkan pertarungan, para penonton kini menjagokannya untuk menjadi pemenang dalam turnamen Akbar itu.
Sementara di papan pengumuman, tertera nama azuma dengan hasil yang belum pernah terkalahkan, dan disusul oleh Xing Xia Lin di peringkat kedua.
Dari hasil penarikan acak yang di lakukan oleh para tetua, Yan Lan akan berhadapan dengan Yan Ling, dan putra mahkota akan berhadapan dengan Zhi Zang dari kota air.
Ketua Yan Lou masuk ke dalam arena pertarungan, dia mengumumkan dan meminta Yan Lan dan Yan Ling untuk memasuki arena pertarungan.
Setelah Yan Lan dan Yan Ling memasuki arena, ketua Yan Lou segera memasang pelindung arena.
Ketua Yan Lou menatap kearah pemuda bertopeng yang akan menjadi lawan tarung putrinya dalam dalam, ada rasa yang sangat dekat yang di rasakan ketua Yan Lou saat melihat sosok pemuda bertopeng itu.
Yan Lan pun melihat kearah ketua Yan Lou, ada rasa rindu yang bergelayut di dalam hatinya, saat melihat sosok paman yang dahulu membesarkan dan melindunginya, saat masih berada di dalam klan Glasier.
Sementara itu Yan Ling terdiam seribu bahasa saat menatap pemuda bertopeng yang ada di hadapannya. "Mengapa nama pemuda bertopeng ini, begitu sama persis dengan nama kak Yan Lan," batin Yan Ling.
Yan Ling segera menepis hayalan tentang sosok Yan Lan yang berada di dalam fikirannya, diapun segera mengeluarkan pedang naga es yang berada di dalam kotak penyimpanan dan mulai fokus dalam pertarungannya.
Tak lama ketua Yan lou pergi meninggalkan arena pertarungan, yang menandakan pertarungan segera di mulai.
Yan Lan menatap Yan Ling dengan tatapan penuh arti, hal ini membuat Yan Ling geram karena merasa pemuda bertopeng itu tengah memandangi lekuk lekuk tubuhnya.
Yan Ling langsung memburu Yan Lan dengan pedangnya, yang membuat pertarungan pun terjadi.
Yan Lan dengan mudah menghindari serangan serangan yang mengarah ke arahnya, yang membuat Yan Ling semakin penasaran ingin segera mengalahkan pemuda bertopeng yang menjadi lawan tarungnya.
Beberapa jurus telah berlalu, pertarungan masih berimbang, jual beli serangan terus berlangsung tanpa ada yang terdesak.
Yan Ling berfikir keras, mengapa semua serangan yang dia pelajari dalam kitab kuno naga es, begitu sangat mudah di patahkan oleh pemuda bertopeng itu.
Hal ini membuat Yan Ling kesal, dan semakin ganas menyerang Yan Lan. Bukanya membuat pemuda bertopeng terdesak, malah Yan Ling sendiri yang di buat kerepotan oleh serangan balik tangan kosong, yang di lancarkan oleh pemuda bertopeng tersebut.
Hinga tanpa disadari oleh Yan Ling, pemuda bertopeng itu dapat meraih pergelangan tangannya dan membuat pedang yang berada di dalam genggamannya terjatuh.
Tampak senyum terkembang dari bibir pemuda bertopeng, yang membuat Yan Ling semakin kesal padanya.
Riuh para penonton melihat pertandingan yang berada di atas arena, seorang Yan Ling yang selama ini begitu sangat di segani di dalam pagoda 9 dan klan glasier, dengan mudahnya di permainkan oleh sosok pemuda bertopeng yang menjadi lawan tarungnya.
Yan Lan sengaja melakukan hal itu pada Yan Ling, karena ada satu rencana kedepan yang membuat putri dari ketua klan Glasier itu, dapat mengundurkan diri dari turnamen yang sedang berlangsung, tanpa membuatnya terluka.
Udara di dalam arena pertarungan seketika memadat, pedang naga es yang tadinya jatuh ke lantai arena, kini kembali berada di tangan Yan Ling.
Yan Lan yang mengetahui jika Yan Ling tengah mengerahkan salah satunya tehnik terkuat yang di milikinya, segera melapisi tubuhnya dengan api surgawi.
Di dalam arena pertarungan kian memanas, kedua kultivator yang tengah bertarung, kini telah menggunakan salah satu tehnik terbaik yang mereka miliki
Yan Ling segera melakukan gerakan berputar, maka udara yang memadat seketika membentuk 10 pedang yang terbuat dari es, kesepuluh pedang itu langsung menghujam deras kearah Yan Lan.
Yan tak tinggal diam, dia mengarahkan telapak tangannya kedepan, maka secarik sinar putih langsung menghadang kesepuluh pedang es yang mengarah padanya.
"Boom..!!"
ledakan hebat pun terjadi, udara yang memadat kini mencair akibat serangan yang dibuat oleh Yan Lan.
Yan Ling terseret beberapa meter ke belakang, akan tetapi dia tak merasakan dirinya terluka sedikit pun.
"Apa yang terjadi, mengapa benturan energi sebegitu dahsyatnya, sedikitpun tak membuatku terluka, apakah pemuda itu sengaja tak menyakitiku? dia sungguh sangat meremehkan ku!!" bisik Yan Ling.
Saat ini amarah Yan Ling benar benar memuncak, dia ingin mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam serangan terakhirnya, akan tetapi sebuah suara yang sangat jelas di telinganya, seketika membuat tubuhnya bergetar.
"Ling er.., kita sudahi permainan ini, aku sangat rindu ingin melihat bulan bersama mu di bukit bambu di dalam klan Glasier," ucap suara itu.
"Mengapa dia tau apa yang selalu aku dan kak Yan Lan lakukan sewaktu kami kecil, dan suara ini...!!".
Tiba tiba saja pemuda bertopeng telah berada di samping Yan Ling, dan mengarahkan ujung jari tangan kanannya ke arah leher Yan Ling.
"Ling er, aku tak ingin kau terluka, aku akan menemuimu di hutan bambu klan Glasier malam nanti," ucap Yan Lan.
Yan Ling tak serta merta percaya jika pemuda bertopeng yang kini berada di sampingnya adalah Yan Lan, Diapun mengajukan 1 pertanyaan pada pemuda itu.
"Aku ingin tau bagai mana kau memanggil nama ibuku?" tanya Yan Ling.
"Ibu peri!!" jawab Yan Lan singkat.
Seketika senyum mengembang dari bibir Yan Ling, diapun langsung mencerna keadaan yang ada. Dengan memberi hormat Yan Ling mengakui kekalahannya, dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Apa yang di lakukan Yan Ling, membuat putra mahkota geram, rencana yang di buat putra mahkota agar dia dapat bertarung dengan Yan Ling, dan di saksikan para penonton dari beberapa kalangan, pupus sudah akibat Yan Ling di kalahkan oleh Yan Lan.
Rasa malu akibat kekalahannya oleh Yan Ling waktu itu, masih membekas dan belum bisa terbayarkan.
"Aku harus menghadapi pemuda bertopeng itu dan mengalahkannya, agar rasa malu ini bisa terbayarkan," ucap putra mahkota, sambil menggebrak kursi yang ada di hadapannya hingga hancur berkeping keping.
Azuma yang melihat apa yang telah dilakukan oleh putra mahkota, tersenyum sambil berkata.
"Pewaris tahta kekaisaran Giok, aku akan membunuhmu saat kita bertemu di atas arena nanti!!".
Setelah pertarungan antara Yan Lan dan Yan Ling berakhir, kini giliran putra mahkota kekaisaran Giok yang akan bertarung melawan Zhi Zhan dari kota air.
Pertarungan itu berjalan tak seimbang, putra mahkota masih terlalu tangguh bagi Zhi Zhan, hingga pertarungan itu di menangkan mutlak oleh putra mahkota.
Setelah berakhirnya pertarungan antara putra mahkota dan Zhi Zhan, maka berakhir sudah pertarungan untuk hari ini.
Pertarungan akan kembali di laksanakan besok pagi, untuk menentukan juara dari turnamen beladiri itu.
Ke empat pemenang pada hari ini, di bawa masuk kedalam klan Glasier untuk beristirahat.
Malam semakin larut, Yan Lan keluar kamarnya, untuk menempati janji yang telah terucap. Di mana dia akan menemui Yan Ling di hutan bukit bambu di belakang klan Glasier.
Yan Lan yang telah mengetahui tempat tempat yang berada di dalam klan Glasier, dengan mudah dapat menuju ke belakang bukit bambu.
Di sana telah menanti Yan Ling. Melihat kedatangan Yan Lan, Yan Ling segera menghamburkan pelukannya kearah Yan Lan.
Rasa rindu yang telah lama, membuat Yan ling semakin mempererat pelukannya.
Kepalanya pun di sandarkan kedada bidang Yan Lan.
Rasa haru dengan pertemuannya itu, membuat Yan Ling tak tahan menahan air mata yang kini membasahi pipinya.
Melihat hal itu, Yan Lan segera menghapus air mata yang mengalir di pipi Yan Ling.
"Sudahlah Lin er, aku sudah ada di sini, aku berjanji tak akan meninggalkanmu lagi," ucap Yan Lan.
Yan Ling kembali memeluk Yan Lan dan tak bisa berkata apa apa.
Mereka berdua akhirnya duduk di bebatuan besar, sambil memandangi bulan yang bersinar terang.
"Benar Ling er, dia adalah iblis yang ingin menguasai benua permata hijau," jawab Yan Lan.
"Maksud kak Yan Lan, siapakah iblis itu?" tanya Yan Ling kembali.
Yan Lan pun menceritakan siapa iblis itu, dan pada akhirnya Yan Ling mengerti dengan penjelasan dari Yan Lan.
Yan Ling kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Yan Lan, sambil menikmati indahnya rembulan di malam itu.
Tanpa di sadari oleh mereka berdua, sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.
Dia adalah putra mahkota.
Sewaktu putra mahkota Melihat Yan Ling seperti orang yang tidak ingin diketahui keberadaannya, dan secara sembunyi sembunyi pergi ke belakang kalan Glasier, membuat putra mahkota penasaran.
Diapun mengikuti Yan Ling sampai kebukit hutan bambu. Karena yakin jika Yan Ling sedang menunggu seseorang, maka putra mahkota mencari tempat bersembunyi untuk dapat memantau Yan Ling dari kejauhan.
Tiba tiba Putra mahkota melihat kedatangan sosok pemuda yang sangat di kenalnya, dia adalah Yan Lan, sang pemuda bertopeng.
Melihat Yan Ling yang begitu sangat mesra pada pemuda bertopeng itu, membuat darah putra mahkota mendidih.
Diapun melesat meninggalkan tempat itu, dan menuju ketempat di mana ketua Yan Lou berada.
Putra mahkota menceritakan jika putri sang ketua sedang berduaan di hutan belakang Klan dengan seorang pemuda, dan memfitnah Yan Lan dan Yan Ling telah melakukan hubungan suami istri disana.
Darah ketua Yan Lou langsung mendidih, amarahnya memuncak mengetahui jika putrinya, telah melakukan hubungan suami istri dengan seorang pemuda.
Tanpa pikir panjang, ketua Yan Lou segera melesat kearah hutan bukit bambu, yang di susul oleh putra mahkota yang ada di belakangnya.
Dari jauh ketua Yan Lou melihat putrinya sedang bersandar di dada seorang pemuda, sementara pemuda itu tengah merangkul tubuh putrinya.
Tanpa pikir panjang ketua Yan Lou langsung menyerang sang pemuda.
Yan Lan yang merasakan adanya angin kejut yang mengarah padanya, dengan reflek mengarahkan tangannya menyambut serangan dari tetua Yan Lou.
Tertua Yan Lan Lou terseret beberapa meter kebelakang, sementara Yan Lan langsung bangkit berdiri dan memasang sikap siaga.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Yan Lan melihat orang yang telah menyerangnya. "Paman Yan Lou!!" ucap Yan Lan.
Melihat ayahnya yang menyerang Yan Lan, dengan cepat Yan Ling langsung melesat ke arah ketua Yan Lou.
"Tunggu ayah, aku tak ingin ayah menyerang pemuda itu, aku sangat mencintainya ayah!!" ucap Yan Ling.
"Plakk!!"
Sebuah tamparan mendarat telak ke arah Yan Ling, yang membuat Yan Ling harus memegangi pipinya yang terasa perih.
"Ayah tak pernah mengajarkanmu untuk melakukan perbuatan tercela!!, itu merupakan aib bagi keluarga besar kita!!" teriak ketua Yan Lou penuh amarah.
"Ayah salah paham, kami berdua tak pernah melakukan seperti apa yang ayah tuduhkan!!" jawab Yan Ling.
"Aku saksinya, aku melihat sendiri apa yang telah kalian lakukan, Cuih!! aku tak menyangka jika sikap anggun dan terhormat mu hanya di luar saja, ha..ha ..ha...ini merupakan aib bagi klan Glasier di mata kekaisaran Giok," ucap putra mahkota.
"Ayah jangan dengarkan perkataannya, dia cuma memfitnah kami berdua," teriak Yan Ling.
"Memfitnah katamu!!" aku tak sebodoh itu Yan Ling, tak mungkin seorang wanita dan seorang pria yang berada di tempat sepi dan jauh dari keramaian, tak melakukan apa apa!??" ucap putra mahkota.
Perkataan putra mahkota membuat Yan Ling terdiam, hal ini membuat ketua Yan Lou semakin percaya dengan perkataan putra mahkota.
Paman Yan Lou, aku akan membersihkan nama klan Glasier dari aib ini, aku pun tak akan mengatakan pada siapapun tentang kejadian ini, dan aku bersedia melamar Yan Ling untuk menjadi permaisuri ku, karena hanya itu satu satunya cara agar nama klan Glasier tetap harum dan besar.
Yan Lan yang sedari tadi diam, kini angkat bicara setelah mendengar perkataan putra mahkota.
"Putra mahkota yang licik dan picik!!, bagai mana kau akan menjadi penerus kekaisaran Giok jika sikapmu sudah seperti ini, aku tau kau telah lama menginginkan Yan Ling bukan? tapi sayangnya Yan Ling tetap memilihku dan aku siap menikahinya," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera membuka topengnya, dan memperlihatkan wajahnya kepada ketua Yan Lou.
"Paman masih ingatkah kau dengan wajah ini, wajah seorang anak yang dulu kau bela mati matian di dalam klan Glasier, dan kau ubah mamanya dari Wong Li menjadi Yan Lan, agar menghindarkannya dari bahaya!?" ucap Yan Lan.
Ketua Yan Lou tersentak kaget, anak yang dulu sudah di nyatakan mati, kini berada di hadapannya.
"Yan Lan..!!"
"Ia ayah, dia kak Yan Lan yang aku cintai," ucap Yan Ling.
Yan Lou segera memeluk putra angkatnya itu, amarah yang tadinya memuncak, kini reda dan berganti dengan kebahagiaan.
"Apa apaan ini!!" batin putra mahkota.
Diapun meremas tinjunya, rencana yang tadinya berjalan mulus, kini hancur seketika.
Dengan menahan amarah, diapun meninggalkan tempat itu.
*****
Yan Lan disambut gembira di kediaman ketua Yan Lou.
Lian ren memeluk putra angkatnya yang kini telah tumbuh dewasa.
"Mengapa kau tak menemui ibu segera Lan er? malah kau pergi mengikuti turnamen," ucap Lian ren.
Yan Lan tersenyum kearah Lian ren dan berkata "Yang penting aku sudah berada disini ibu!".
Lian ren pun tersenyum pada putra angkatnya itu.
Setelah pertemuan yang sangat mengharukan terjadi, Yan Lan segera meminta ijin untuk kembali beristirahat di kamarnya, akan tetapi Lian ren tak memperbolehkannya pergi, karena Yan Ling telah mempersiapkan kamar untuknya.
Akhirnya Yan Lan beristirahat di kamar yang telah Yan Ling persiapkan.
Sementara itu di dalam kamar, ketua Yan Lou dan istrinya sedang bercakap cakap, yang mana inti pembicaraan mereka langsung tertuju pada pernikahan Yan Lan dan Yan Ling setelah turnamen berakhir.
Dan satu lagi pembahasan Lian ren kepada suaminya, yaitu saat memeluk Yan Lan, Lian ren tak dapat mengukur tingkat kultivasi putra angkatnya itu, malahan ada satu kekuatan yang sangat kuat, menolak dirinya untuk terus menyelidiki putranya.
*****
Di tempat lain putra mahkota begitu sangat murka, diapun memanggil salah satu jendralnya untuk mengatur pertarungannya dengan Yan Lan esok hari.
Sang jendral pun mengiyakan kemauan putra mahkota.
Setelah kepergian sang jendral dari kamarnya, putra mahkota langsung tertawa kecil.
"Lihat saja Yan Lan, esok hari adalah hari kematian mu!!" ucap putra mahkota sambil meremas tinjunya.
__ADS_1