PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pil naga Yin dan Yang


__ADS_3

Pagi hari angin berhembus sepoi Sepoi, memberikan kesejukan alami di area menara tahta, dan matahari mulai memancarkan sinarnya yang memberikan kehangatan di seluruh benua permata hijau.


Di dalam sebuah kamar, Yan Lan telah selesai menyembuhkan kelumpuhan yang di alami oleh


Yun er.


"Yun er, pakailah pakaianmu kembali dan cobalah kau gerakkan kaki mu," ucap Yan Lan.


"Baiklah kakak Yan Lan," jawab Yun er.


Kali ini Yun er sudah tak malu malu lagi dengan keadaan dirinya yang tanpa busana dihadapan Yan Lan, karena dia yakin jika pemuda yang berada bersamanya merupakan orang yang pantas mendampinginya kelak di masa depan.


Yun er segera memakai pakaiannya.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan untuk menghilangkan rasa penat akibat terlalu lama melihat tubuh mulus Yun er, dan Yan Lan akui bahwa tubuh wanita cantik yang ada di hadapannya ini begitu sangat mempesona.


"Kakak Yan Lan," panggil Yun er berulang ulang yang membuat Yan Lan tersadar dari lamunannya.


"Maaf Yun er, mungkin aku terlalu kelelahan hingga kurang konsentrasi, dan tak mendengar panggilan mu," jawab Yan Lan berdalih.


Yan Lan sengaja berbohong agar Yun er tak mengetahui jika dirinya lagi memikirkan diri nya.


"Coba kau langkahkan kakimu perlahan," perintah Yan Lan.


Yun er mengikuti perintah Yan Lan untuk berjalan.


Yun er merasakan kakinya kaku mungkin karena selama setahun Yun er tak pernah memakainya untuk berjalan, dan memilih menggunakan kursi roda sehingga peredaran darahnya menjadi tak lancar.


Setelah sekian lama mencoba untuk belajar berjalan, pada akhirnya Yun er berhasil berjalan dengan normal.


"Kakak Yan aku bisa berjalan!!" pekik Yun er sambil berlari memeluk Yan Lan.


Ada kebahagian tersendiri di wajah wanita muda itu, dengan senyum yang masih mengembang Yun er menghujani wajah tampan Yan Lan dengan ciuman.


"Yun er hentikan!!," ucap Yan Lan.


Yun er seketika menghentikan kegiatannya, dia menatap tajam ke arah Yan Lan.


"Kakak Yan Lan kau tak suka jika aku mencium mu?" tanya Yun er.


"Bukannya aku tak suka Yun er, akan tetapi ada hal penting yang harus kau ketahui, walaupun kau sudah bisa berjalan dengan normal, akan tetapi untuk melakukan kultivasi kembali, kau masih belum bisa karena dantian di tubuhmu masih rusak," jawab Yan Lan.


"Ada baiknya kita makan dulu karena perutku sudah terasa lapar, setelah itu baru kita pikirkan bagaimana cara untuk membangun kembali Dantian di dalam tubuhmu itu," ucap Yan Lan kembali.


Yun er menganggukkan kepalanya, dan segera keluar dari ruangan itu untuk membuat makanan bagi Yan Lan.

__ADS_1


Di luar ruangan para pelayan dan penjaga terkejut melihat nona mudanya sudah dapat berjalan dengan normal.


"Tak kusangka pemuda itu merupakan Alkemis yang hebat, karena dapat menyembuhkan kelumpuhan nona mudaku dalam waktu singkat," batin salah seorang penjaga.


"Bibi tolong temani aku untuk membuat makanan bagi tuan muda Yan Lan," ucap Yun er.


"Baik nona Yun er," ucap para pelayan itu.


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke dapur dimana tempat bahan makanan berada.


Sementara Yan Lan yang berada di dalam kamar Yun er berpikir sangat keras, bagai mana tidak rencana 3 hari untuk melakukan penyembuhan bagi Yun er kini harus berlanjut hingga beberapa hari kedepan, ini semua karena dantian yang berada di tubuh Yun er harus di bangun ulang akibat kerusakan yang sudah sangat parah dan menahun.


"Aku tak tau apakah aku mampu memurnikan pil Naga Yin dan Yang tingkat 10, jika gagal itu bisa merenggut nyawaku sendiri," batin Yan Lan.


Yan Lan pun menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Aku telah berjanji, dan pantang bagiku untuk mengingkarinya, apapun yang terjadi aku pasti akan menyembuhkanmu," batin Yan Lan.


Setelah mengisi perut dengan makanan yang di sajikan oleh Yun er, Yan Lan terus bertanya.


"Yun er adakah ruangan yang khusus untuk membuat pil di menara tahta?, yang mana ruangan itu terbuka atau dengan kata lain tak mempunyai atap bangunan?"


"Ada kak Yan Lan, tepatnya di belakang bangunan menara tahta," jawab Yun er.


"Aku butuh tempat itu untuk membuat pil dan memurnikannya, aku juga perlu beberapa bahan untuk membuat pil itu, apakah menara tahta dapat menyediakan nya untuk ku?" tanya Yan Lan kembali.


"Kalau begitu bawa aku ketempat yang ku maksud tadi, dan ini adalah daftar bahan bahan yang ku butuhkan," ucap Yan Lan kembali.


Yun er menerima daftar bahan yang di tulis Yan Lan di secarik kertas, dan kemudian membawanya menuju tempat pemurnian pil.


Daftar bahan bahan itu tiba di tangan ketua Yun Juaxin, alangkah terkejutnya sang ketua melihat daftar semua bahan bahan itu yang mana 7 bahan yang di tuliskan Yan Lan merupakan bahan langka dan merupakan koleksi pribadinya sendiri.


"Pil apa yang akan di buat olehnya sehingga membutuhkan bahan berharga dan langka seperti ini?" batin ketua Yun Juaxin.


Walau berat hati ketua Yun Juaxin tetap mengambilkan bahan yang menjadi koleksinya itu, untuk di pergunakan oleh Yan Lan dalam membuat pil bagi putrinya.


Di tempat pembuatan pil, Yan Lan mengekstrak berbagai bahan yang di butuhkan nya selama 2 hari 2 malam.


"Aku telah mengekstrak bahan bahan ini, dan tinggal melakukan langkah selanjutnya yaitu memurnikannya," batin Yan Lan.


Yan Lan segera mengeluarkan tungku Yin dari dalam cincin ruangnya.


"Semoga aku tak gagal, jika gagal maka habislah aku!!," batin Yan Lan.


Dengan di saksikan oleh ketua Yun Juaxin dan para petinggi menara tahta, Yan Lan mulai melakukan pemurnian pil naga Yin dan Yang.

__ADS_1


"Aku hanya bisa memurnikannya dengan api surgawi karena tak ada api sepanas api surgawi yang dapat memurnikan pil naga Yin dan Yang," batin Yan Lan.


Api surgawi yang di keluarkan oleh Yan Lan segera membakar tungku yang berada di hadapannya.


Para tetua, termasuk ketua Yun Juaxin yang berada di tempat itu tertegun dan kagum dengan api yang kini membakar tungku yang berada di hadapan Yan Lan.


Para tetua menara tahta saling berbisik bisik membicarakan api yang di pakai Yan Lan untuk membakar tungku pemurniannya.


"Aku tak sabar menjadikanmu menantuku Yan Lan, agar kau bisa membanggakan menara tahta di masa depan," batin ketua Yun Juaxin.


Yan Lan terus membakar tungku pemurnian yang ada di hadapannya, yang membuat area tempat itu terasa panas.


Tiba tiba saja suasana berubah mencekam, matahari tertutup awan tebal yang mengeluarkan petir petir kecil di sekitarnya.


Siang berubah menjadi malam, angin perlahan berubah menjadi kencang yang membuat jubah Yun Juaxin dan para tetua menara tahta berkibar dengan keras.


"Ini kan pemurnian pil level 10!! aku tak percaya Yan Lan melakukan pemurnian yang sangat beresiko seperti ini, dan bahkan praktisi besar sehebat ketua Hyo jin pun akan berpikir 100 kali untuk melakukannya," batin ketua Yun Juaxin.


"Ini lah saatnya," bisik Yan Lan.


"Hyat..t..t" teriak Yan Lan.


Dari dalam tungku melesat cahaya emas yang menembus gumpalan awan yang tebal hingga menembus langit.


Tak lama muncul naga dengan sisik keemasan Yan terus berputar putar di langit.


Melihat hal itu ketua Yun Juaxin beserta tetua menara tahta mundur menjauh, menghindari efek dari pembuatan pil tingkat 10 yang di lakukan oleh Yan Lan.


Naga itu dengan cepat melesat masuk kedalam tungku pemurnian Yan Lan.


"Boom...mm "


Masuknya naga bersisik emas kedalam tungku pemurnian Yan Lan, mengakibatkan gelombang kejut yang sangat dasyat dengan radius sejauh 300 meter.


Yan Lan segera mengunakan tehnik gerbang ruang dan waktu untuk menghindari gelombang kejut itu.


"Yun er..!!" teriak ketua Yun Juaxin dengan sigap membuat perlindungan bagi putrinya.


Begitu pula dengan para tetua menara tahta yang menggunakan kekuatannya untuk menghalau serangan gelombang kejut yang tercipta dari pemurnian pil yang di lakukan oleh Yan Lan.


Ketua Yun Juaxin dan Yun er putrinya terseret sejauh 30 meter, sementara para tetua menara tahta terhempas kebelakang, dan merasakan sakit di dada mereka.


"Pantas saja para praktisi Alkemis tak mau mengambil resiko membuat pil dengan kemurnian tingkat 10, aku yang merupakan kultivator tingkat Qi alam saja dapat terluka dalam dibuatnya," batin Yun Juaxin.


Setelah mengatur kembali peredaran Qi di dalam tubuhnya, ketua Yun Juaxin dan putrinya Yun er menghampiri Yan Lan yang kini telah memegang pil naga Yin dan Yang di telapak tangannya.

__ADS_1


Melihat Yan Lan telah berhasil membuat pil level 10 dan tanpa terluka sedikitpun, membuat ketua Yun Juaxin semakin takjub padanya.


__ADS_2