PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Tanding


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Zhao Quin, putra mahkota ke kaisaran Giok yang bernama Xing Ying selalu kepikiran paras cantik Zhao Quin yang membuatnya terpesona.


Suatu malam sang putra mahkota menemui ayahnya yaitu kaisar giok yang bernama Xing Cheng long, tujuannya untuk meminta sang kaisar agar melamarkan Zhao Quin untuk menjadi istrinya.


"Aku tak bisa mengabulkan apa yang menjadi keinginanmu putraku, Zhao Quin adalah murid utama ketua Hyo jin, aku tak mau ada perselisihan dengan pagoda 9 karena keinginanmu itu, kecuali Zhao Quin sendiri yang mau untuk menjadi istrimu," ucap kaisar giok.


"Disisi lain kau juga telah di jodohkan dengan Ming Yue, putri dari jendral utama kekaisaran giok, Ming Tian. Yang mana jendral Ming Tian telah berharap besar kalau kau akan menjadi suami dari putrinya," sambung kaisar giok.


"Yang mulia, aku tetap akan menjadikan Zhao Quin istriku, dan aku akan pergi mengikuti penyeleksian murid di pagoda 9, agar aku bisa dekat dengannya," jawab Xing Ying. Setelah berpamitan dengan ayahnya, Xing Ying segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Ha..ha..ha..Kau akan kaget dengan aturan ketat yang ada di dalam pagoda 9 putraku, dan ayah tak bisa membantumu disana," ucap Xing Cheng long.


*****


Di pagi hari, Yan Lan telah membersihkan diri, dan berganti pakaian baru yaitu seragam murid klan Glasier yang di berikan oleh penjaga paviliun.


Yan Lan keluar kamar menuju ruang makan di paviliun itu. Di sana sudah ada Huang Jin, dan 5 murid lainnya yang lolos penyeleksian.


"Berani sekali kau memakai seragam klan kami!! cepat lepaskan!!" bentak Huang Jin.


Yan Lan tak memperdulikan perkataan Huang Jin, dengan santainya Yan Lan memakan sup ikan yang berada di atas meja.


Melihat tak ada respon terhadap perkataannya, Huang Jin pun menjadi kalap.


"Prak..!!" Huang Jin memukul meja dengan telapak tangan kanannya, maka mangkok yang berisi sup ikan melesat cepat ke arah Yan Lan.


Yan lan mengangkat tangan kanannya ke arah mangkuk ikan itu, dan menggunakan tehnik angin untuk menahan laju mangkuk yang berisikan sup ikan.


"Untung saja aku telah menguasai dasar tehnik angin yang berada dalam gulungan yang di berikan Zhao Quin waktu itu," batin Yan Lan.


Yan Lan menangkap mangkuk yang berisikan sup ikan di dalamnya, dan mulai meminum kuah sup ikan itu tanpa perduli dengan keberadaan Huang Jin yang menatapnya penuh dengan kebencian.

__ADS_1


Huang Jin yang merupakan kultivator dengan ranah tingkat kultivasi Qi awan bintang 1, merasa di remehkan oleh Yan Lan, segera Huang jin menuju kearah di mana Yan Lan berada.


"Aku menantang mu bertarung di lapangan latihan," ucap Huang jin.


"Aku tak ingin membuang waktu ku dengan bertarung denganmu, kecuali ada taruhan di dalamnya," jawab Yan Lan sambil tersenyum.


"Taruhan seperti apa yang kau inginkan," ucap Huang jin geram, dirinya seperti di permainkan oleh Yan Lan.


"Aku ingin pertarungan ini hanya sebatas 100 jurus, dan bagi yang kalah akan melepas pakaiannya serta menggonggong seperti anjing mengelilingi lapangan latihan klan Glasier ini," ucap Yan Lan.


"Apa..!! kau sudah gila ya, mana ada pertaruhan seperti itu?" jawab Yan Lan.


"Kalau kau tak mau ya sudah, masih banyak hal yang harus ku lakukan!!," ucap Yan Lan sambil melangkah pergi dari tempat itu.


Baru beberapa langkah yan lan berjalan, Huang Jin berteriak. "Baiklah Lan Yan, aku terima taruhan mu itu!!".


"Tunggulah!! aku akan mematahkan semua tulang yang ada di tubuhmu, dan cita citamu untuk pergi ke kaisaran Giok di mana pagoda 9 berada akan menjadi angan angan yang takkan pernah terwujud," batin Huang jin.


Huang jin yang telah lama menyukai Yan Ling menjadi murka karena perlakuan genit Yan Lan kepadanya.


Mereka akhirnya menuju ke lapangan tempat berlatih para murid klan Glasier, sesampainya disana Huang jin segera menyerang Yan Lan tanpa Yan Lan sadari.


"Lan Yan terima ini," teriak Huang jin yang langsung menyerang Yan Lan dengan tinju yang mengandung Qi ranah tingkat awan.


Yan Lan menghindar dengan cepat, akan tetapi Huang Jin tetap memburunya dengan ganas.


Pertarungan pun terjadi dan semakin sengit, Yan Lan berusaha untuk tidak beradu fisik dengan Huang jin, mengingat ranah tingkat kultivasi Huang jin yang berada jauh di atasnya.


Yan Ling memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan oleh Yan Lan dengan seksama.


"Jurus dan tehnik tangan kosong yang di perlihatkan Lan Yan sangat aneh dan terkesan unik, gerakan menghindar dan menyerangnya begitu sangat halus, seperti tak ada beban baginya walau dia mengetahui kultivasi Huang jin melebihi tingkat kultivasinya," batin Yan Ling.

__ADS_1


Yan Lan mulai melakukan gerakan gerakan perpaduan dari tehnik singa es dan tehnik angin yang telah di modifikasi nya sewaktu berlatih di hutan lelembut.


"Meteor es," teriak Huang jin.


Yan Lan tersenyum melihat teknik klan Glasier yang di lancarkan oleh Huang jin, karena tehnik ini juga telah di kuasai Yan Lan dengan sangat sempurna.


Yan Lan mundur dua langkah kebelakang, segera Yan Lan mengumpulkan Qi angin ke depan dadanya dan menyambut datangnya serangan Huang jin.


Kedua kaki Huang jin yang meluncur deras dengan mengincar dada Yan Lan tertahan di udara, angin yang berselimutkan salju tipis mampu menahan serangan meteor es yang di lancarkan oleh Huang jin. Benturan dua energi es dan angin itu membuat Yan Lan terseret beberapa meter kebelakang akan tetapi tak ada luka sedikitpun yang di deritanya.


Huang jin yang kembali akan melakukan serangan kearah Yan Lan, tiba tiba menghentikan gerakannya karena melihat Yan Ling telah berdiri di tengah tengah arena pertempuran.


"Pertandingan ini telah melewati 100 jurus yang telah di sepakati, karena Huang jin tak mampu menjatuhkan Lan Yan maka Lan Yan lah yang menjadi pemenangnya," ucap Yan Ling.


Yan Lan tersenyum mengejek ke arah Huang jin dan berkata, "Karena aku yang menjadi pemenangnya maka aku akan mendapatkan hadiah dari pertaruhan ini, bukannya begitu Huang jin," sambung Yan Lan.


Muka Huang jin memerah, kali ini Yan Lan benar benar telah mempermalukannya di depan Yan Ling wanita cantik yang di sukai nya.


"Nona Yan Ling, kalau ada laki laki yang tak menepati perkataannya berarti laki laki itu adalah...," ucap Yan Lan menggantung kalimatnya, dan melirik ke arah Huang jin sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Kurang ajar kau Lan Yan, setelah ini aku akan memberi perhitungan pada mu," batin Huang jin.


Dengan segera Huang jin melepaskan pakaiannya sambil memutari lapangan latihan di sertai suara menggonggong seperti anjing dari mulutnya.


Yan Ling menahan tawa melihat apa yang di lakukan Huang jin, dan merasa kagum pada Yan Lan karena berhasil mengerjai Huang jin putra ketua Huang Lang yang merupakan ketua 12 klan di benua permata hijau.


*****


Info


Karena tak mau di ketahui identitas aslinya, nama YAN LAN sekarang berubah menjadi LAN YAN, trimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2