
Pagi hari Yan Lan terbangun dari tidurnya, Yan Lan merasakan tubuhnya sudah membaik.
Di samping tempat tidur seorang wanita tua yang masih memperlihatkan kecantikannya di masa muda duduk memandangi Yan Lan.
"kau sudah bangun lan er? ucapnya.
"Ibu peri aku sudah bangun, maafkan aku ibu peri karena telah pergi meninggalkan ibu peri dan Yan Ling di saat hari pernikahan telah dekat, karena ada hal yang belum terselesaikan antara diriku dan Yan ling ibu peri, setelah ini aku akan meminta maaf kepada Yan ling karena telah pergi meninggalkannya," jawab Yan Lan.
(Ibu peri merupakan panggilan akrab Yan Lan, kepada Lian ren yang telah memeliharanya sewaktu masih kecil).
Lian ren menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, "Maafkan ibu Lan er, Setelah kepergianmu waktu itu tak ada pilihan bagi ibu dan paman mu, untuk menyelamatkan muka ibu dan paman mu kami membuat keputusan untuk menjadikan Moge sebagai penggantimu, saat ini Moge dan Yan Ling telah bertunangan, aku harapkan kau berbesar hati untuk melepaskan Yan Ling, karena statusnya Yan Ling kini sebagai tunangan moge," ucap Lian ren
Yan Lan, memejamkan matanya sesaat, hatinya begitu teriris mendengar Yan ling telah bertunangan, Yan Lan tak menyangka jika Yan ling akan secepat itu melupakannya, tapi Yan Lan tak melimpahkan semua kesalahan itu kepada Yan ling, dia juga bersalah dalam hal ini.
"Jika itu yang terbaik bagi Yan Ling dan semua orang, aku tak mempermasalahkannya ibu peri," ucap Yan Lan singkat.
Lian ren membelai lembut rambut Yan Lan dan tersenyum kepadanya, biar bagaimana pun Lian ren sudah menganggap Yan Lan sebagai putranya sendiri, karena dia yang mendidik dan merawatnya mulai kecil, setelah kedua orang tua kandung Yan Lan meninggal dunia.
Yan Lan membalas senyuman Lian ren, dan kembali Yan Lan memejamkan matanya.
"Aku akan melupakan semua kenangan kita Ling er, ini yang terbaik untuk kita berdua,_ batin Yan Lan.
Tak berselang lama dari luar pintu kamar terdengar ketukan pelan, terlihat ketua Yan Lou tengah memasuki ruangan itu.
"Bagaimana keadaanmu Lan er?" tanya Yan Lou.
Aku sudah sehat paman," ucap Yan Lan singkat.
"Apakah bibirmu sudah menceritakan semua tentang Yan Ling dan moge?" tanya ketua Yan Lou.
"Sudah paman," jawab Yan Lan singkat.
"Mulai sekarang kau harus menjauhi Yan Ling, ini yang terbaik untuk kalian berdua, aku tak ingin dengan adanya kamu di klan Glasier akan membuat masalah baru di sini, ingat Lan er putriku sekarang adalah tunangan moge, putra wakil ketua klan Glasier," ucap Yan Lou.
"Aku tak bisa menjauh dari Yan Ling paman, dia sudah kuanggap sebagai adikku, paman tak usah khawatir karena aku tahu batasan ku," ucap Yan Lan.
__ADS_1
"Bagus Lan er, aku suka ketegasan mu, aku tak sia sia membesarkan mu selama ini," ucap Yan Lou.
*****
Para petinggi klan Glacier, para perwira tinggi dari istana giok, dan orang-orang yang berkepentingan berkumpul di dalam satu ruangan untuk membahas bagaimana langkah selanjutnya, untuk klan Glasier kedepannya.
Yan Lan merupakan ketua dari rombongan istana giok, dia mengatakan hal inti dari pesan kaisar giok, yang menginginkan klan Glasier untuk bergabung dengan istana giok dalam memerangi para iblis.
Apa yang dikatakan Yan Lan sangat ditentang wakil ketua klan, tetua Mogi an tak ingin meninggalkan klan karena di kota kristal es banyak terdapat makam para leluhur terdahulu klan Glasier.
"Paman Mogi, maaf karena telah menggurui, pelindung klan Glasier tak akan bertahan lama, para iblis tentunya akan berusaha mencari cara untuk menghancurkan pelindung kota ini, sebelum terlambat lebih baik kita meninggalkan kota ini dan bergabung dengan ibukota kekaisaran, setelah kita bisa mengalahkan para iblis tentunya kita akan kembali ke kota ini," ucap Yan Lan kembali.
"Aku tetap tak menerima pendapatmu Yan Lan, selama ini para iblis tak dapat menembus pelindung yang sudah turun-temurun terpasang di kota ini, biarkan kaisar giok memperjuangkan rakyatnya, toh selama ini kaisar giok tak pernah membantu ataupun melihat klan Glasier!!" ucap tetua Mogi an.
Yan Lan tak menemui titik terang dari pertemuan itu, kekerasan hati tertua Mogi an membuat Yan Lan tak bisa berbuat apa apa.
Yan Lan pun memberi kan keputusan itu kepada ketua Yan Lou.
"Untuk sementara kita tunda dahulu apa langkah klan Glasier kedepannya, aku meminta beberapa hari ke depan untuk mempertimbangkan langkah-langkah klan Glasier selanjutnya," ucap ketua Yan Lou.
*****
Jenderal Margos merupakan sahabat dari Jendral Diegon, Jenderal Margos sendiri merupakan iblis terkuat yang selalu berperang di atas udara, kali ini Jenderal Diegon dipusingkan dengan kekosongan yang terjadi di udara setelah Jendral Margos meninggal dunia.
"Aku harus segera menghancurkan klan Glasier, jangan sampai klan itu bergabung dengan ke kaisaran Giok, bila sampai bergabung itu akan memperkuat ke kaisaran Giok, dan akan sulit bagiku untuk menghancurkannya," Bisik jendral dan iblis Digeon.
Jendral iblis Digeon melangkah kesebuah ruangan rahasia, Dia mendekati sebuah arca emas dan mulai menggeser nya.
Dinding ruangan rahasia itu bergeser, seketika terowongan yang menuju ke bawah diterangi oleh cahaya dari obor yang melekat di dinding terowongan. Jendral iblis Digeon segera menuruni tangga yang menuju ke bawah, di bawah terdapat ruangan yang sangat luas dan tentunya sangat menyeramkan.
Di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah altar penyembahan, sang Jendral langsung melakukan kegiatannya tak lama kemudian muncullah sebuah portal.
Melihat portal itu Jenderal iblis Digeon mulai berjalan memasuki nya, dan tak lama kemudian jenderal iblis Digeon telah berada pada ruangan sang raja iblis Azuma.
"Hamba memberi hormat kepada yang mulia raja iblis iblis Azuma," ucap Jendral iblis Digeon sambil berlutut dengan satu kaki dan menggenggam tinju memberi hormat.
__ADS_1
"Ada apa kau menemuiku Digeon, apakah kau sudah melaksanakan tugasmu untuk menguasai benua permata hijau?" tanya raja Azuma.
"Hamba belum dapat menguasai benua itu yang mulia, hamba masih menghancurkan 12 Klan yang ada di luar ke kaisaran giok, ini hamba lakukan agar ke kaisaran giok tak mendapatkan kekuatan tambahan dari klan klan itu, hanya saja ada 3 klan yang belum bisa kami hancurkan, dikarenakan ketiga klan tersebut mempunyai segel pelindung Klan yang begitu kuat dan sulit untuk dihancurkan," jawab jendral iblis Diegon.
"Aku tau maksud kedatanganmu Digeon, ambillah tiga mata intan naga ini, kau gunakan untuk masing masing klan yang mempunyai pelindung, hantamkan ke tempat dimana segel pelindung klan tersebut berada maka segel pelindung klan itu akan hancur!!" ucap raja iblis Digeon.
"Terima kasih yang mulia, kalau begitu hamba mohon diri," ucap sang jendral iblis.
Jenderal iblis Digeon kembali memasuki portal yang baru saja dia tempati untuk menuju ke alam bawah, tempat dimana kekaisaran raja iblis Azuma bertahta.
Kali ini Jenderal iblis Digeon mempersiapkan pasukannya, untuk menyerang Klan Glasier pada waktu yang telah ditentukan.
Jendral iblis Digeon mempercayakan pasukan iblis nya kepada Komandan iblis Renhart, dan tetua Dong Wung untuk menghancurkan klan Glasier.
Rencananya komandan iblis Renhard akan melakukan penyerangan ke kalan Glasier, dua hari dari sekarang, persiapan pun mereka lakukan dengan semaksimal mungkin.
Sementara itu di klan Glasier tepatnya di kota kristal es, Yan Lan terlihat sangat kesal dengan keinginan tetua Mogi an yang menginginkan semua anggota klan, agar tetap bertahan di klan Glasier.
Ketua Mogi an percaya jika pelindung yang ada sekarang, dapat melindungi kota dan klan Glasier dari serangan para iblis yang mencoba masuk ke dalamnya.
"Mengapa ketua Mogi an sangat ceroboh seperti ini, apakah dia tak tahu jika pelindung yang melindungi klan Glasier sekarang hanya sebuah segel yang dipasang oleh leluhurku terdahulu, dan bukan sebuah artefak pelindung?, benar-benar tua yang keras kepala dan hanya mementingkan pendapatnya saja," ucap Yan Lan sambil melangkah ke arah sungai kecil yang biasa dia tempati, untuk menghibur diri dari rasa gundah dan kesedihan masa kecilnya.
Dan tak disangka oleh Yan Lan, seorang wanita muda telah menunggunya di sana.
"Yan Ling...!!?" ucap Yan Lan disela sela rasa kagetnya.
"Aku telah menunggumu kak Yan Lan, aku tahu kau pasti akan datang ke sini makanya aku menunggumu," ucap Yan Ling.
"Ling er, tak baik kita berduaan di sini, apalagi ini sudah malam, kau telah bertunangan maka jagalah ikatan itu baik-baik, aku tak mau menjadi orang ketiga dari hubunganmu dengan Moge, maaf Ling er, aku tahu batasan ku dan aku tak mau melewatinya," ucap Yan Lan sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
Tiba-tiba saja Yan Ling mengejar Yan Lan, dan memeluknya dari belakang.
"Aku tak bisa melupakanmu kak Yan Lan, aku tak bisa menolak keinginan kedua orang tuaku, saat itu aku benar benar terpuruk setelah mengetahui kau benar benar pergi meninggalkanku, makanya aku menerima perjodohan itu," Isak Yan Ling.
Yan Lan memejamkan matanya, dan mencoba mencerna keadaan yang ada.
__ADS_1
"Kau telah mengambil keputusan, maka kau harus bertanggung jawab dengan keputusan mu itu, kita sudah berakhir Ling er," ucap Yan Lan dan menghilang dari pelukan Yan Ling.
Yan Ling tertunduk, air matanya semakin tak terbendung lagi yang semakin deras membasahi pipinya. Yan Ling sangat menyesali keputusannya waktu itu, hingga dia harus benar benar kehilangan Yan Lan.