
Serangan patriack Pingyin Qin kali ini benar benar ingin membunuh ke dua anak muda berlainan jenis itu, akan tetapi sebelum serangan patriack Pingyin Qin sampai pada tujuannya, sebuah selendang warna warni telah menghadang serangan dari patriack Pingyin Qin itu.
Tampak sesosok wanita tua bermata biru yang masih terlihat cantik berdiri di tengah, dia adalah Lin Tiar cie ibu dari putri Qian Qin.
"Ibu..!!" pekik Qian Qin.
Lin Tiar cie menatap putrinya, sesaat kemudian Lin Tiar che mengarahkan pandangannya ke arah patriack Pingyin Qin suaminya berada.
"Selama ini aku diam dengan segala urusan mu, tetapi jika kau ingin membunuh putriku, lebih baik kau langkahi dulu mayat ku!!" teriak Lin Tiar cie penuh amarah.
"Cie er, biar aku yang mendidik putri kita, aku tak ingin pemuda itu menjadi suami putri kita, itu akan menjatuhkan harga diriku sebagai patriack sekte naga di atas awan," ucap patriack Pingyin Qin.
"Itu ke egoisanmu saja, aku akan sangat setuju jika Qian er menikah dengan Yan Lan, karena mereka berdua saling mencintai, jika kau tetap pada pendirian dan ke egoisanmu, maka aku tak akan tinggal diam!!" ancam Lin Tiar cie.
"Ayah..., ibu..." batin Qian Qin yang melihat ayah ibunya bertengkar.
Qian Qin merasa sangat bersalah dan bersedih dengan apa yang tengah terjadi kepada kedua orang tuanya, ibu yang dahulu diam dan bersahaja, kali ini begitu sangat marah kepada ayahnya.
"Jika ayah inginkan aku untuk meninggalkan kak Yan Lan, baik..!! aku akan melakukannya asalkan ayah mengijinkan kak Yan Lan untuk berendam di kolam janin suci sekali saja, dan semua yang telah terjadi akan kembali baik baik saja tanpa harus di selesaikan dengan pertarungan," ucap Qian Qin.
"Ha..ha..ha.., tak semudah itu aku akan memperbolehkannya berendam di dalam kolam pusaka leluhur sekte, kecuali dia menyerahkan artefak roh kepadaku," jawab patriack Pingyin Qin.
"Tuan muda, jangan kau lakukan itu, jika dia mendapatkannya maka dengan mudah dia akan menaklukan ku, Leo dan Jatayu," bisik Biyao ketelinga Yan Lan.
"Lebih baik kita hancurkan sekte ini hingga rata, agar patriack sekte yang sombong dan gila martabat itu bisa lenyap untuk selama lamanya," ucap Biyao kembali.
"Aku rasa apa yang kau katakan itu benar adanya Biyao, kali ini kita tak boleh lemah dan mengalah padanya, aku putuskan untuk menghancurkan sekte ini, pergi dan katakan pada Leo juga Jatayu untuk membumi hanguskan sekte ini," jawab Yan Lan.
"Baik tuan muda!! ucap Biyao.
Biyao pun pergi meninggalkan Yan Lan ketempat 2 sahabatnya berada.
"Patriack Pingyin Qin jika keinginanmu ingin berperang denganku, maka aku akan memberikan pertempuran itu, kali ini aku akan membumi hanguskan sekte ini hingga tak ada lagi manusia di dalamnya," teriak Yan Lan.
__ADS_1
Yan Lan melesat cepat kearah kedua petinggi sekte tanpa mempedulikan Qian Qin dan Lin Tiar cie yang berada disitu.
Pedang roh abadi di tebaskan kuat kedepan, maka dua ekor binatang roh segera melesat ke arah kedua petinggi sekte naga di atas awan itu berada.
Singa es melesat cepat ke arah patriack Pingyin Qin, patriack Pingyin Qin yang telah siap dengan serangan Yan Lan, menyambut serangan itu dengan kekuatan petir miliknya.
Kembali ledakan terjadi yang mengguncang tanah sekitar, membuat tubuh patriack Pingyin Qin yang merupakan kultivator dengan tingkat surgawi puncak, terseret hingga beberapa meter kebelakang.
Lain halnya dengan tetua Liu gang yang merupakan kultivator tingkat menengah surgawi, melihat seekor naga emas yang mengarah ke arahnya, dengan segera dia kembali masuk ke dalan tubuh kura kura hitam raksasa yang menjadi perisainya, untuk menahan serangan Yan Lan.
Benturan naga emas dan kura kura raksasa terjadi, kura kura raksasa itu hancur sementara Liu gang terhempas jauh kebelakang.
Terlihat Liu gang memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan tetua Liu gang tengah terluka dalam.
Tanpa di duga duga oleh semua orang, seekor burung raksasa tiba tiba saja menukik turun dari angkasa dan meleparkan sesuatu dari cengkraman kedua kakinya.
Mata tetua Liu gang terbelalak menyaksikan tubuh putra kesayangannya kini terkulai di tanah dengan tubuh bersimbah darah dan telah menjadi mayat.
Tetua Liu gang segera melesat cepat kearah putranya, tubuhnya bergetar menyaksikan mayat putranya yang bersimbah darah di tanah.
Amarahnya semakin mendalam ke pada Yan Lan, dan dia berjanji di depan mayat putranya akan membalaskan dendam kematiannya.
Sementara itu di langit sekte, tampak Jatayu terus berputar putar di angkasa, untuk mengawasi keadaan di bawah sana sambil menunggu perintah dari Yan Lan.
Sementara itu Leo sendiri telah berhasil membunuh semua pasukan tempur naga emas yang menjadi kebanggaan sekte tanpa tersisa, dan kini berada Leo kembali ke sisi Yan Lan.
"Aku sudah menghancurkan semua pasukan tempur naga emas milikmu, dan kini giliran mu untuk menyusul mereka," ucap Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan patriack sekte Pingyin Qin benar benar murka, kali ini dia ingin menggunakan kekuatan terlarang yang selama ini di rahasiakan nya.
"Aku akan mengakhiri hidup kalian semua...!! teriak patriack Pingyin Qin sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
Seketika suasana berubah, tanah bergetar hebat, angin bertiup sangat kencang dan siang berubah menjadi malam.
__ADS_1
Jatayu yang merupakan raja burung surgawi, tiba tiba saja tertarik oleh kekuatan yang sangat kuat, hingga terhempas ketanah.
"Tuan muda..!! cepat pergi dari sini dan selamatkan dirimu...!! ini adalah kekuatan setingkat Dewa kau tak akan bisa untuk menahannya," teriak Jatayu yang masih tergeletak di tanah.
"Leo..!! cepat bawa tuan muda pergi dari sini sebelum hal buruk terjadi," sambung Jatayu kembali.
Mendengar hal itu Yan Lan hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Aku mungkin akan mati tetapi tidak untuk kalian semua," ucap Yan Lan.
Tiba tiba artefak kalung yang di kenakan Yan Lan menarik Biyao, Leo dan Jatayu kedalamnya.
"Jangan tuan muda..!! aku ingin ikut bertarung bersamamu," teriak Biyao.
"Tuan muda...Tuan muda...jangan..!!" teriak Leo dan Jatayu sahut sahutan hingga suara mereka lenyap karena terisap ke dalam artefak kalung yang dipakai oleh Yan Lan.
"Kalau kita masih berjodoh, kita pasti akan berjumpa kembali," ucap Yan Lan sambil mengalungkan artefak itu ke leher Qian Qin.
"Kak Yan Lan apa ini?" tanya Qian Qin.
"Tolong keluarkan mereka semua dengan mengalirkan Qi kedalamnya jika keadaan sudah aman," jawab Yan Lan.
Dengan sekali hempasan tangan, sebuah gelembung langsung tercipta dan membungkus tubuh Qian Qin serta Lin Tiar cie.
Sebelumnya Yan Lan telah menyegel kedua wanita itu kedalam sebuah gelembung agar mereka berdua bisa selamat dari tempat itu.
kembali Yan Lan mengibaskan tangannya ke arah kedua gelembung itu, maka kedua gelembung itu melayang tinggi dan menjauh dari tempat itu.
"Kak Yan Lan...!!" Teriak histeris dari Qian Qin yang bercucuran air mata. Qian Qin mencoba menghancurkan gelembung yang mengurung dirinya, akan tetapi usahanya sia sia karena gelembung itu begitu kuat baginya.
Untuk kedua kalinya Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, kemudian pandangannya kembali kearah di mana patriack sekte naga di atas awan berada.
*****
__ADS_1