
Kematian saudaranya kali ini, membuat kedua penyihir itu segera mengeluarkan kekuatan terkuatnya.
Lewong segera menapakkan tangannya ketanah dan merapalkan beberapa mantra, tak lama kemudian dia berteriak "Tehnik sihir darah!!". Seketika itu juga Yan Lan dan kedua penyihir itu berada di dalam alam yang di penuhi dengan lahar panas dan kabut yang bercampur dengan darah.
Di hamparan lahar yang tak bertepi, Yan Lan berdiri pada sebuah batu yang di kelilingi lahar panas, sementara kedua penyihir itupun berdiri pada sebuah batu dengan arah yang saling berhadap-hadapan dengan Yan Lan.
Yan Lan mencerna keadaan yang ada, dan berusaha untuk tenang di dalam alam ilusi sihir dari Lewong. Cincin pemberian dari ratu ruby seketika itu mengeluarkan aura seperti gelembung yang menyelimuti tubuhnya.
Rupanya kau mempunyai sebuah artefak untuk melindungimu dari ilusi, tapi sayang alam ilusi darahku ini adalah alam yang tak akan berpengaruh banyak pada artefak yang kau gunakan, karena tehnik ini bukanlah ilusi yang sebenarnya, melainkan adalah sihir!!, maka bersiaplah untuk menerima kematian mu," ucap Lewong.
Lewang tak tinggal diam, diapun melepaskan bola kristal sihir keatas, hingga kristal itu melesat dan hilang dari pandangan mata.
Di sisi lain, Yan Lan merasa heran dengan sihir yang membawanya pada alam sihir darah, setahu Yan Lan jika ilusi itu adalah sihir, tapi mengapa ilusi yang terbentuk tak dapat dipatahkan dengan maksimal oleh cincin artefak langit yang ada di jarinya, selama ini Yan Lan meyakini jika sekuat apapun ilusi itu pasti akan dapat di hancurkan olehnya selama dirinya menggunakan cincin artefak langit yang ada di jari tangannya, tapi kali ini cincin itu hanya memberikan perlindungan berbentuk gelembung pada dirinya dan tanpa bisa membebaskan dirinya dari pengaruh sihir tersebut.
__ADS_1
Walaupun demikian halnya, Yan Lan tak sedikitpun merasa gentar, dia malah bertambah bersemangat dalam menjalani pertarungannya kali ini.
Tiba tiba saja penglihatan Yan Lan mulai kabur dan hanya dapat melihat ke beradaan penyihir di hadapannya secara samar, hal itu membuat Yan lan menajamkan Indra pendengaran nya agar dapat mengetahui keberadaan dua orang lawan tarungnya.
"Mereka berdua telah menggunakan cara licik, kabut darah ini memiliki efek yang dapat merusak syaraf penglihatan, apa lagi di tambah bola kristal yang mendukungnya, hingga aku tak dapat mengetahui keberadaan mereka berdua dengan jelas," batin Yan Lan.
Tiba tiba Yan Lan merasakan pergerakan kearahnya, walaupun dengan samar Yan Lan masih dapat melihat serangan kedua penyihir itu kearahnya.
Dengan melakukan jumpalitan di udara, Yan Lan dapat menghindari serangan tersebut dan memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya.
Yan Lan terhempas kebawah tepat mengenai batu besar yang ada di bawahnya.
"Mengapa aku tak bisa mengambang di udara, alam sihir darah ini dapat menyerap separuh dari kekuatanku," batin Yan Lan.
__ADS_1
Yan Lan kembali bangkit berdiri, akan tetapi serangan kedua penyihir itu kembali mengarah padanya dan..
Ackh...!!
Yan Lan kembali terhempas, terlihat dari sela-sela bibir Yan Lan mengeluarkan darah segar.
"Aku benar benar terpuruk, kekuatan alam sihir darah ini begitu sangat kuat, sehingga aku tak dapat membangkitkan mata langitku," batin Yan Lan.
"Mengapa setiap aku mengerahkan energi di tubuhku maka saat itu juga kekuatan yang kumiliki akan berkurang dengan cepat, pasti ini akibat dari bola kristal dari penyihir itu, aku harus segera menghancurkannya," batin Yan Lan kembali.
*****
Tahun baruan dulu ya kakak, ngajak keluarga jalan, jadi nggak bisa nulis banyak.
__ADS_1
Author mengucapkan selamat tahun baru, semoga di tahun 2022 kita di berikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah, yang jomblo cepat mendapatkan pasangan, dan semua hal baik akan di peroleh di tahun yang baru, Amin.
Bagi teman teman pembaca yang telah setia dengan novel ini, author ucapkan banyak terimakasih🙏