
"Aku telah merendah diri di hadapanmu, tapi kau tidak mau untuk mendengarkan penjelasan dariku, seharusnya kau sebagai raja bisa mengambil keputusan dengan bijak, dan tak terpengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarmu, ingat raja Zheng long!!, bukan hanya kau raja di sini, aku pun adalah seorang kaisar tapi aku mampu memimpin dua kerajaan besar secara adil dan bijaksana, tidak sepertimu yang keras kepala, yang hanya mementingkan apa yang ada di dalam benakmu saja dan tidak mau mendengarkan serta menimbang sesuatu yang nyata itu benar. Aku akan menantang mu dalam sebuah pertarungan, agar tak ada lagi korban yang berjatuhan, kau adalah raja dari kerajaan terbesar di benua semesta biru dan aku adalah kaisar Phoenix dari kekaisaran terbesar di benua permata hijau, maka hari ini aku nyatakan jika benua permata hijau akan berperang dengan benua semesta biru," ucap Yan Lan dengan amarah yang menggebu gebu di dadanya, sambil melemparkan lencana kekaisaran Phoenix pada raja Zheng long.
Raja Zheng long terdiam sesaat sambil melihat lencana kebesaran suatu kekaisaran yang kini berada di tangannya, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya merupakan seorang Kaisar, yang memimpin kerajaan besar di Benua permata hijau.
"Jika kerjaanku melakukan peperangan dengan ke kaisaran phoenix, aku tak bisa memprediksi kemenangan bagi kerajaan cahaya nirwana, karena satu rajanya saja bisa membuat armada tempurku porak poranda, dan dapat membunuh seorang bangsawan terkuat yang kumiliki dengan mudah, apa lagi ditambah dengan Armada tempur yang dimilikinya, aku tidak bisa membayangkan apa yang yang akan terjadi dengan kerajaan ini," batin raja Zheng long.
"Aku juga tak mungkin bertarung dengan kaisar Phoenix itu, karena tingkat kekuatan yang di milikinya berada jauh di atasku," batin raja Zheng long kembali.
Kegelisahan yang di rasakan oleh raja Zheng long, terlihat jelas di mata ratu Shima, yang membuat sang ratu datang menghampiri Yan lan.
"Semua ini adalah kesalahanku yang sangat mudah dihasut bangsawan Erlang Huo, aku akan mempertanggungjawabkan ini semua karena telah menyinggung mu kaisar phoenix, semua ini tak ada hubungannya dengan raja Zheng long dan istana kerajaan cahaya nirwana, aku akan mati di hadapanmu untuk menebus itu semua," ucap ratu Shima dan langsung mengayunkan sebuah belati ke lehernya sendiri.
Belum sempat belati itu menembus leher sang ratu, sebuah tepisan membuat belati yang berada di dalam genggaman ratu Shima terlepas. Tampak pangeran Zheng Bil Ang telah berdiri di samping ibunya.
"Apa yang kau lakukan kak Yan Lan, mengapa kau harus semurka ini pada kerajaan cahaya nirwana, kau telah membunuh orang yang menjadi sumber masalah di kerajaan, tapi mengapa kau terus menginginkan kehancuran di kerajaan ini, aku begitu menghormati dan juga mengagumi sosok muda sepertimu yang telah menjadi seorang kaisar di usia muda, Aku mohon padamu kak Yan Lan untuk menghentikan ini semua, tujuan awal kita datang ke kerajaan ini untuk menyelamatkan kakakku Putri Bilqis, jika kau terus menuruti amarahmu, maka banyak orang yang tak bersalah yang akan mati sia sia," ucap sang pangeran.
Apa yang dikatakan oleh sang pangeran menyadarkan Yan Lan dari kesalahan yang dilakukannya, dia tak seharusnya menghancurkan Kerajaan terbesar di Benua semesta biru, Karena disana terdapat para penduduk yang tak bersalah yang nantinya akan terkena dampak dari peperangan yang akan terjadi.
__ADS_1
Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, seketika itu juga golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggamannya menghilang, seiring hilangnya perisai Dewa perang di tubuhnya, serta seluruh segel kegelapan yang di buat olehnya.
"Maafkan aku pangeran," jawab Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, membuat semua petinggi kerajaan serta para pasukan tempur istana kerajaan cahaya nirwana dapat bernafas dengan lega.
Setelah kejadian itu, Yan Lan dianggap sebagai tamu kehormatan di istana, raja Zheng long dan ratu Shima tak menganggap remeh serta tak mau menyinggung Yan Lan lagi.
Di suatu pertemuan, Yan Lan mengutarakan jika dia berkeinginan untuk masuk kedalam alam reruntuhan pertempuran antara Dewa dan iblis di masa lampau, karena hanya bunga teratai nirwana yang berada di dalam sana yang sanggup untuk membangunkan putri bilqis dari tidur panjangnya.
Mendengarkan jika putrinya belum mati, membuat raja Zheng long dan ratu Shima tak percaya, karena dari penuturan sang ratu putrinya telah tiada di hari pernikahannya.
Melihat kegelisahan di wajah raja Zheng long dan ratu Shima, membuat Yan Lan mengeluarkan Putri Bilqis dari dalam cincin ruangnya.
Betapa terkejutnya kedua orang tua Putri Bilqis, melihat dengan matanya sendiri jika sang Putri masih hidup, aliran nafasnya begitu sangat teratur tapi sayang tubuhnya masih tertidur lelap.
"Aku akan membuka takbir itu untukmu Yan Lan, aku percayakan kehidupan putriku padamu dengan mencari bunga teratai nirwana dalam reruntuhan itu, akan tetapi ada hal penting yang harus kau ketahui, di dalam sana terdapat banyak senjata pusaka dan artefak langka para dewa dan iblis yang mati dalam peperangan, senjata dan artefak langka disana tak mempunyai tuan dan mempunyai jiwa sendiri, jiwa jiwa itu tak ada bedanya dengan manusia, dapat berbicara dan bertarung layaknya manusia, di dalam sana kau pasti akan mendapatkan bahaya karena akan bertemu dengan berbagai macam senjata yang mempunyai jiwa yang haus akan sebuah pertarungan, karena jiwa senjata itu memang ditakdirkan untuk bertarung," ucap raja Zheng long.
__ADS_1
"Jangan khwatir raja Zheng long, aku akan mendapatkan bunga teratai nirwana itu dan menghidupkan kembali Putri mu, tapi aku mempunyai satu permintaan, aku menginginkan tumbuhan kristal penumbuh roh yang ada padamu," ucap Yan Lan.
Terlihat Raja Zheng long terkejut dengan permintaan Yan Lan, apa yang dimintanya begitu sangat sulit untuk diberikan, akan tetapi jika dia tak memberikan benda pusaka turun temurun miliknya itu, maka dikawatirkan Yan Lan akan merubah keinginannya untuk masuk ke dalam alam reruntuhan peperangan antara Dewa dan iblis, untuk mencari bunga teratai nirwana, dan jika itu terjadi maka putrinya akan terus tertidur selamanya.
Raja Zheng long menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.
"Aku akan memberikan benda pusaka turun temurun para leluhur ku, asalkan kau mau mengajarkan putraku teknik bela diri selama 3 tahun lamanya, agar menjadi bekal Zheng Bil Ang kedepannya setelah dia menjadi seorang raja.
Kali ini Yan Lan yang terdiam mendengar permintaan dari raja Zheng long, dan teringat kembali pesan dari dewa suci, yang menginginkan tumbuhan kristal penumbuh roh didapatkan dengan pemberian secara ikhlas dari pemiliknya yang sah, dan bukan dari pemaksaan, maka mustika itu akan dapat berfungsi dengan baik.
"Jika aku berada selama 3 tahun di sini, maka aku tak akan menyaksikan kelahiran anak yang dikandung putri Xing Xia Lin istriku, tapi jika aku kembali tak mendapatkan hasil maka aku mengingkari janji yang telah ku ucapkan di depan Zhao Quin yang terluka parah, ini adalah ujian yang sangat berat bagiku," batin Yan Lan.
Yan Lan teringat kembali betapa besar pengorbanan Zhao Quin di dalam hutan bambu kuning, yang membuat Yan Lan membulatkan tekatnya untuk mendapatkan tumbuhan kristal penumbuh roh, walaupun harus tinggal di benua semesta biru selama tiga tahun lamanya.
Kali ini Yan Lan lah yang menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, untuk melepaskan beban yang ada di pikirannya saat ini.
"Baik, aku akan memenuhi keinginanmu Raja Zheng long, aku akan mengajarkan teknik bela diri pada putramu pangeran Zheng Bil Ang selama 3 tahun lamanya," jawab Yan Lan.
__ADS_1
"Bagus!! kesepakan sudah kita peroleh, aku juga pasti akan menepati janjiku kepadamu, untuk memberikan mustika tumbuhan kristal penumbuh roh yang ada padaku," ucap raja Zheng long.