PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Akhir sebuah pertarungan.


__ADS_3

Suara Yan Lan yang menggema di sampingnya membuat Gio liang terperanjat kaget, Gio liang tak habis pikir bagaimana Yan Lan dapat lolos dari serangan mematikannya itu.


Flash back.


Yan Lan yang melihat begitu banyak pedang energi yang mengarah kepadanya, serta merta mengeluarkan tehnik Gerbang ruang dan waktu yang mana Yan Lan dengan cepat berpindah ke sisi lain tempatnya berada, tehnik yang di gunakannya merupakan salah satu tehnik dari mata langit yang dia miliki.


Seketika debu tebal membumbung tinggi ke udara, yang memberikan kesempatan bagi Yan Lan untuk masuk kedalam alam batin nya untuk menemui Leo sahabatnya.


Leo yang melihat sahabatnya terluka dengan segera memberikan hawa murninya kepada Yan Lan, dan alhasil Yan Lan dapat sembuh.


Leo terbakar amarah melihat penderitaan sahabatnya itu, secercah cahaya surgawi keluar dari dalam tubuh Leo dan masuk kedalam tubuh Yan Lan.


Yan Lan merasakan tubuhnya mendapatkan energi yang sangat besar, yang membuat dantiannya meluas tak terhingga.


"Energi apa ini? kekuatannya sungguh maha dasyat," batin Yan Lan.


"Tuan muda aku memberikan energi surgawi ku padamu, gunakanlah untuk mengalahkannya," ucap Leo.


"Terimakasih Leo, aku akan segera mengakhiri pertarungan ku ini," jawab Yan Lan.


"Jangan sungkan tuan muda, jika kau dalam kesulitan datang lah segera padaku, aku pasti akan membantumu" ucap Leo kembali.


Yan Lan menganggukkan kepalanya dan segera kembali kedalam arena pertarungan.


*****


"Aku kira kau telah meregang nyawa, tapi ternyata Dewa keberuntungan masih memihak pada mu," ucap Gio liang dengan senyum mengejek Yan Lan.


"Jangan khwatir sobat, aku akan segera menyelesaikan pertarungan ini, maka bersiaplah untuk menyambut kematian mu," jawab Yan Lan.


Sementara itu di podium utama yang di tempati oleh orang orang pendukung Yan Lan dari pagoda 9, mereka semua dapat bernapas dengan lega karena melihat Yan Lan masih hidup dan berdiri di tengah tengah arena pertarungan.


Akan tetapi berbanding terbalik dengan para pendukung Gio liang yang tergabung dalam klan Ming, mereka semua sangat menyayangkan kenapa Yan Lan belum meregang nyawa dari serangan Gio liang yang sangat mematikan.


Sumpah serapah pun tak henti hentinya keluar dari dalam mulut ketua Ming Chi Sun, yang mana melihat Yan lan tetap berdiri tegak di atas arena pertarungan.

__ADS_1


Kembali ke arena pertarungan.


Yan Lan segera mengeluarkan energi surgawi dari dalam tubuhnya, yang membuat suasana di tempat itu semakin mencekam.


Kini giliran Gio liang yang terkena dampak energi yang di keluarkan oleh Yan Lan, dengan membuat tubuhnya susah untuk di gerakkan.


"Aura apa ini, mengapa tubuhku susah untuk di gerakkan" batin Gio liang.


Gio liang segera menggunakan seluruh kekuatan alamnya, untuk terbebas dari tekanan energi surgawi yang di lepaskan oleh Yan Lan hingga pertarungan itu kembali terjadi.


Pedang energi yang di keluarkan oleh Gio liang kembali kembali muncul dan menghujani tubuh Yan Lan secara bertubi tubi.


Yan Lan yang telah mendapatkan kembali pedang roh abadi yang tergeletak di lantai arena, dengan segera menahan serangan dari Gio liang itu dengan menggunakan tehnik perisai leopard surgawi, hingga tubuh Yan Lan terselimutkan oleh sebuah gelembung yang membungkus tubuhnya.


Ribuan pedang energi yang menghujani tubuh Yan Lan tak satupun yang mampu menembus perisai yang dibuat oleh Yan Lan, hingga membuat Gio liang frustasi.


"Mengapa kekuatan Yan Lan tiba tiba bisa sekuat ini, apakah dia sengaja menyembunyikan kekuatan aslinya," batin Gio liang.


"Aku tak boleh kalah darinya, guru telah berharap banyak dariku, dan aku harus membuktikan itu dengan mengalahkan Yan Lan dalam pertarungan ini," sambung Gio liang kembali.


Pedang energi yang tinggal beberapa puluh itu kini kembali melesat ke arah Yan Lan berada.


Yan Lan berloncatan kesana kemari untuk menghindari serangan pedang yang kembali dilancarkan oleh Gio Liang, hingga ada sedikit celah bagi Yan Lan untuk membalas serangan dari Gio liang itu.


"Amukan roh abadi" teriak Yan Lan.


Dua ekor binatang roh yaitu Tigris dan naga emas, langsung menuju kearah Gio liang berada.


Mendapat serangan yang tak terduga dari Yan Lan, mau tidak mau Gio liang harus menangkisnya karena itu jalan satu satu baginya untuk menyelamatkan diri.


"Kaisar Phoenix api" teriak Gio liang sambil memecut kan cambuk apinya ke depan.


"Duar!!"


Ledakan kembali terjadi saat kedua serangan itu beradu di udara.

__ADS_1


Gio liang terseret ke belakang dengan cambuk pusaka turun temurun kebanggaan klan Ming, yang terpotong menjadi 3 bagian.


Terlihat kondisi Gio liang yang terluka dalam akibat benturan kedua energi dasyat tersebut.


Di sisi lain Yan Lan masih berdiri tanpa bergeming dari tempatnya berada.


"Aku akan mengakhiri pertarungan ini," batin Yan Lan.


Yan Lan melesat cepat ke arah Gio liang yang tengah terpuruk. Melihat Yan Lan yang melesat cepat kearahnya, Gio liang langsung melepaskan ribuan pedang energi ke arah Yan Lan.


Betapa terkejutnya Gio liang yang melihat Yan Lan tiba tiba menghilang dari pandangannya, dan muncul di sisi sebelah kirinya tanpa di duga duga olehnya.


Belum sempat Gio liang melakukan suatu pergerakan, tiba tiba saja dia telah melihat tubuh nya sediri tanpa kepala, dan melihat lantai arena serta langit secara bergantian terus menerus.


Ternyata kepala Gio liang telah terlepas dari tubuhnya dan menggelinding di lantai arena pertarungan.


"Liang er...." teriak Ming Chi Sun dan melesat cepat ke arena pertarungan dengan telapak tangan yang mengeluarkan energi tingkat alam yang sangat mematikan.


Ketua Hyo jin yang melihat ketua Ming Chi Sun yang ingin menyerang Yan Lan, seketika itu juga langsung menuju ke arah Yan Lan.


"Duar!!"


Dua kekuatan alam saling beradu di udara yang menimbulkan ledakan dasyat.


Ketua Ming Chi sun terhempas jauh kebelakang, tubuhnya seketika kehilangan tenaga, dan tampak darah segar mengalir di sudut bibirnya.


Perlahan ketua Ming Chi Sun merangkak dengan menyeret tubuhnya kearah tubuh Gio liang yang telah kaku, dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.


Liang er....!! maafkan guru..!! teriak Ming Chi Sun meratapi tubuh muridnya.


Ketua Hyo jin yang merasa geram pada ketua Ming Chi Sun yang tak sportif karena menyerang Yan Lan, tiba tiba merasa iba melihat pemandangan yang ada di depan matanya.


"Inilah akibat jika kau mementingkan emosi dan bukan akal sehatmu, sepintar pintarnya kucing jika terkena air akan bodoh juga, selicik liciknya perbuatanmu jika kurang perhitungan akan berakibat fatal yang merugikan dirimu sendiri," ucap ketua Hyo jin yang membuat ketua Ming Chi Sun berteriak sekeras kerasnya.


"Liang er......!!!!".

__ADS_1


__ADS_2