PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pamit


__ADS_3

Pagi hari di kediaman keluarga bangsawan Houcun, tampak putri Limudza telah siuman, dia membuka matanya perlahan dan melihat sesosok wanita muda yang duduk disamping tempat tidurnya.


"Kakak kau sudah bangun?" tanya wanita muda itu.


"Di mana aku?" ucap putri Limudza.


"Kau di rumahku, di kediaman bangsawan Houcun Li, aku adalah putrinya Houcun Cia. Waktu itu kau diselamatkan oleh kedua kakakku dari para perampok yang ingin memperkosa mu," jawab Houcun Cia.


Putri Limudza menerawang jauh sebelum dia berada di kediaman bangsawan Houcun Li, "Ternyata pimpinan prajurit penjaga gerbang ingin memperkosaku, tunggulah aku pasti akan menghabisi kalian semua," batin putri limudza.


"Lebih baik kakak membersihkan diri terlebih dahulu, aku akan menemanimu untuk membersihkan diri," ucap Houcun Cia.


Putri Limudza menganggukkan kepalanya dan segera pergi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri dan memakai baju yang dikeluarkannya dari dalam cincin penyimpanannya, putri limudza duduk di depan cermin sekedar memoles wajahnya dan Houcun Cia membantu menyisir rambut hitam panjang putri Limudza.


"Kakak Limudza begitu sangat cantik, lebih cantik dari putri Bilqis yang sangat di idolakan para pemuda di benua semesta biru, o yah kak, maukah kau menjadi temanku?" tanya Houcun Cia.


"Maksud mu?" tanya putri Limudza.


"Sedari kecil merindianku telah rusak, dan tak ada yang ingin bermain bersamaku, hanya ibu dan kedua kakakq serta para pelayan di rumah ini yang menjadi temanku bermain, sementara ayah sibuk dengan urusan kerajaan dan jarang untuk bertegur sapa denganku, katanya aku adalah anak yang membuat aib keluarga dan tak di perbolehkan keluar rumah untuk menghilangkan pandangan jelek orang pada keluarga kami," ucap putri Limudza.


Putri Limudza yang merasa haru dengan cerita Houcun Cia dengan cepat memeluk tubuhnya.


"Aku akan menjadi sahabatmu, melebihi dari kata teman, aku berjanji jika bertemu kak Yan Lan aku akan meminta padanya untuk menyembuhkanmu," bisik putri Limudza di telinga Houcun Cia.

__ADS_1


"Terimakasih kak, kau adalah teman pertamaku setelah orang orang yang ada di rumah ini," ucap Houcun Cia sambil terisak.


Setelah tenang, Houcun Cia menanyakan perihal orang yang mampu menyembuhkan Merindiannya yang rusak.


"Kak, siapakah nama orang yang mampu menyembuhkan luka dalam ku, apakah dia seorang sepuh yang mempunyai tingkat kultivasi yang sangat tinggi?" tanya Houcun Cia.


Terlihat putri Limudza menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan, dia membayangkan wajah kekasihnya yang lagi tersenyum padanya.


"Namanya Yan Lan, dia masih muda dan tampan, dia juga adalah calon suamiku," jawab putri Limudza.


"Yan Lan, aku pernah mendengar namanya dari perbincangan ayah dan ibuku, katanya dia telah membunuh putra bangsawan Fang Ji saat acara besar di istana," ucap Houcun Cia.


"Teruskan apa lagi yang kau tau darinya," ucap putri Limudza.


"Apa?? kak Yan Lan dalam bahaya, aku harus menyusulnya," ucap putri Limudza.


Putri Limudza segera bangkit dari duduknya, dan mengajak Houcun Cia untuk pergi menemui An Ying ibunya untuk berpamitan, akan tetapi sebuah ketukan dari luar ruangan menghentikan langkahnya.


Tok..tok..tok..., pintu kamar di ketuk dari luar.


Houcun Cia segera membuka pintu kamar, dan tampak dua orang pemuda tengah berdiri di depan kamar.


"Kak Lay, kak Bin, silahkan masuk," ucap Houcun Cia.


Kedua pemuda itupun masuk kedalam kamar. Dan betapa terkejutnya kedua pemuda itu melihat sosok wanita yang kemarin di tolongnya, ternyata begitu cantik rupawan.

__ADS_1


"Kak Lay, mengapa kita tak memperhatikan jika wanita ini begitu sangat cantik," bisik Houcun Bin pada kakaknya.


"Kau benar adik, saat kita menemukannya, keadaannya masih berantakan, rambutnya sangat kacau, tubuh dan pakaiannya banyak menempel debu hingga tak terlihat kecantikannya seperti sekarang ini," ucap Houcun Lay sambil berbisik ketelinga adiknya.


"Kak Limudza, mereka berdua adalah kakakku yang telah menyelamatkan dan membawamu ketempat ini, ucap Houcun Cia.


"Trimakasih atas pertolongan anda berdua, di masa depan aku pasti akan membalasnya," ucap putri Limudza sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.


"Tak usah sungkan begitu nona Limudza, itu sudah menjadi kewajiban kami untuk menolong yang lemah," jawab Houcun Lay dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Tuan muda berdua, aku akan pamit untuk pergi ke kerajaan buluh surgawi, untuk menemui seseorang disana," ucap putri Limudza.


Kedua pemuda itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya, tak lama kemudian Houcun Bin berkata. "Kau belum tau jalan kesana, dan perjalanannya pun sangatlah berbahaya, banyak binatang buas dan para perampok di dalam hutan, sedari itu kami berdua memutuskan untuk menemanimu dalam perjalananmu menuju ke kerajaan buluh surgawi," ucap nya.


Putri Limudza tak bisa menolak keinginan mereka berdua, dan mengiyakannya.


Setelah berpamitan dengan An Ying dan Houcun Cia, ketiganya dengan berkuda pergi ke kerajaan buluh surgawi.


Di depan gerbang kota, tampak para prajurit penjaga gerbang membungkukkan badan memberi hormat disaat mereka melintas.


Putri Limudza menatap tajam kearah pemimpin penjaga gerbang yang hampir memperkosanya, sampai gerbang kota tak terlihat lagi.


Mereka terus melaju dengan kecepatan tinggi, di saat itulah kesempatan putri Limudza melepaskan rohnya, dan membantai semua para prajurit penjaga gerbang tanpa tersisa.


"Akhirnya aku bisa membalaskan sakit hatiku," ucap putri Limudza dan kembali ke raga kasarnya.

__ADS_1


__ADS_2