PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pergi


__ADS_3

Yan Lan membawa rombongannya untuk menuju ketempat sekte pasir es berada, yaitu di kerajaan buluh surgawi, tapi sebelum Yan Lan pergi, Yan Lan menyempatkan diri untuk menemui Zheng Bil Ang dan memberikan sebuah kitab pusaka tehnik ruang dan waktu, serta 3 tehnik pedang yang dimilikinya sebelum Yan Lan menggunakan tombak dan golok sebagai senjatanya.


Dia juga menyerahkan busur panah artefak langit, yang bisa berubah menjadi senjata apapun yang di inginkan pemiliknya, busur panah artefak langit ini Yan Lan dapatkan dari bangsawan Erlang Huo yang tewas di tangannya.


Air mata Zheng Bil Ang tak tertahankan, melihat Yan lan akan pergi meninggalkannya.


"Kak Yan Lan, maafkan ayahku atas semua kejadian ini, aku akan membalas semua kebaikanmu di masa depan, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu guru," ucap Zheng Bil Ang sambil bersujud 3 kali di hadapan Yan Lan.


"Baik karena kau telah menganggapku guru, maka pesanku, kau harus berlatih dengan giat, agar dapat menjadi kultivator sepertiku yang telah menembus ranah tingkat surgawi puncak di waktu muda," ucap Yan Lan memberikan motivasi bagi Zheng Bil Ang.


Zheng Bil Ang begitu terkejut mendengar kultivasi yang di miliki gurunya, yang telah melampoi ayahnya yang merupakan orang terkuat di benua semesta biru.


"Baik guru, aku akan berjuang untuk mengejar pontensi yang ada pada diriku, hingga di usia muda aku akan dapat sepertimu," jawab pangeran Zheng Bil Ang.


Yan Lan teringat akan anak yang ada dalam perut istrinya, jika suatu waktu dia akan pergi ke nirwana untuk menjadi seorang jendral langit, maka dia tak akan lagi bisa membantunya di dunia.


Yan Lan pun berkata "Zheng er, jika kau melihat seorang anak baik dia laki laki atau pun perempuan yang menggunakan tehnik mata langit di masa depan, maka jaga dan lindungi dia jika berada di benua semesta biru ini," ucap Yan Lan.


Yan Lan memperagakan tehnik mata langit miliknya kepada Zheng Bil Ang. Pangeran itu begitu sangat terkesan karena merasakan kekuatan yang sangat dasyat, yang keluar dari tehnik mata langit yang di peragakan oleh gurunya, hingga Yan Lan berhenti melakukan tehnik mata langit miliknya.


"Aku tidak dapat memberikanmu tehnik ini, karena tehnik ini merupakan tehnik turun temurun dari keluargaku," ucap Yan Lan.


"Jangan khwatir guru, jika suatu hari aku bertemu dengannya, maka aku akan menjadikannya saudaraku," ucap Zheng Bil Ang yang membuat Yan Lan merasa senang.

__ADS_1


*****


Di dalam kereta kuda yang menuju ke arah kerajaan buluh surgawi, Yan Lan lebih banyak diam, yang membuat putri Bilqis merasa bersalah akibat semua ulah yang dilakukan banhsawan dan para petinggi istana cahaya nirwana kepada kekasihnya itu.


''Maafkan aku kak Yan Lan, tak seharusnya kita seperti ini, berjalan ke negeri orang sementara ayah aku sendiri adalah orang nomor satu di kota ku sendiri," ucap putri Bilqis.


"Sudah lah aku sudah tak ingin memikirkannya lagi, setelah kau berada di istana pheonix, disana kau akan mendapatkan semua kemegahan seperti halnya disini," ucap Yan Lan.


"Sayang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, dan ini adalah hal penting yang harus segera kau ketahui," ucap Yan Lan.


"Apa itu kak Yan Lan?" tanya sang putri.


"Sewaktu aku mencari bunga teratai nirwana di alam reruntuhan untuk menyembuhkanmu, aku bertemu dengan seorang gadis yang telah banyak membantu ku di sana, dia sampai ingin mengorbankan nyawanya dalam menyelamatkan Cencen, Qilin dan Qing ruo dan saat ini dia sedang tahap penyembuhan diri dari luka dalam yang di deritanya. Dia adalah putri Limudza seorang putri dari kerajaan kemilau roh," ucap Yan Lan.


"Maksudmu kak Yan Lan?" tanya putri Bilqis menyelidik.


"Aku juga telah berjanji padanya, untuk menikahinya seperti halnya dirimu, jadi kau boleh mengambil keputusan lain untuk meninggalkanku jika itu memberatkan mu," jawab Yan Lan.


Terlihat putri bilqis tertunduk menahan rasa cemburu yang ada dalam dirinya, sebagai seorang wanita dia tak mungkin mau berbagi pasangan dengan wanita lain, akan tetapi dia juga tak bisa memungkiri jika rasa cintanya kepada Yan Lan begitu sangat besar, karena pemuda yang berada di sampingnya ini telah berjuang mati-matian untuk mendapatkan bunga teratai nirwana, yang ayahnya pun tak dapat melakukannya, semua itu demi untuk menghidupkannya kembali dari mati suri yang dialaminya.


"Aku tak mempermasalahkan hal itu kak Yan Lan, yang penting kak Yan Lan dapat berlaku adil dan menyayangiku seperti halnya kak Yan Lan menyayangi yang lain," ucap putri Bilqis.


Perkataan putri Bilqis membuat Yan lan merasa tenang, sedari tadi Yan Lan begitu kepikiran tentang masalah itu, dia berusaha berpikir keras bagaimana cara untuk mengatakannya kepada putri Bilqis agar dia tak tersakiti, semua itu karena pengalamannya mengatakan hal yang sama dahulu kala pada istrinya Qian Qin di puncak langit, yang membuat Qian Qin tersakiti dan membencinya dengan waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Aku tak mungkin akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah kau berikan padaku, karena aku juga mencintaimu," jawab Yan Lan.


Tak lam kemudian mata mereka berdua saling bertatapan, entah siapa yang memulai duluan kini bibir mereka berdua saling bertemu, ciuman itu semakin lama semakin dalam yang membuat putri Bilqis


kesulitan untuk bernapas akibat keganasan Yan Lan.


"Maafkan aku," ucap Yan Lan.


"Aku tak apa apa kak Yan Lan," jawab putri Bilqis.


Kali ini putri Bilqis yang memulai duluan, kembali ciuman hangat terjadi di antara mereka berdua, dan ciuman itu seketika terhenti saat kereta kuda yang mereka kendarai berhenti mendadak.


Wajah putri Bilqis seketika merona merah menahan malu yang teramat sangat, karena ciuman yang terjadi adalah ciuman pertamanya dengan seorang pemuda.


Qilin yang menjalankan kereta kuda menginformasikan kepada Yan lan jika ada pergerakan diantara rimbunnya pepohonan, yang begitu sangat mencurigakan.


"Tuan muda maaf mengganggu istirahatmu, banyak pergerakan yang mengikuti kita, dan kurasa ini merupakan para prajurit dari kerajaan cahaya nirwana," ucap Qilin.


"Jika mereka belum menyerang biarkan saja, akan tetapi jika mereka yang menyerang duluan maka habisi mereka semua," perintah Yan Lan.


"Baik tuan muda!!" ucap Qilin dan segera menyampaikan perintah tuan mudanya kepada Cencen dan Qing ruo yang tengah menunggangi kuda, di samping kereta kuda tuan dan nona mudanya.


Ketiga orang pengikut Yan Lan kini memasang kewaspadaan tingkat tinggi, mereka tak ingin para penyerang akan mengganggu tuan dan nona mudanya yang berada di dalam kereta.

__ADS_1


*****


hanya bisa up 3, besok up 2


__ADS_2