
Pagi itu di klan Luyang, suasana terlihat ramai dengan para Alkemis dari setiap penjuru daerah.
Setelah menginap semalaman di dalam klan, Yan Lan dan semua Alkemis berkumpul untuk melakukan tes tingkat penyembuhan pada tubuh manusia boneka.
Antusias para Alkemis semakin meningkat setelah datangnya Li Wang bersama pangeran ke 3 di dalam podium utama.
"Ternyata tetua Li Wang begitu sangat di hormati di sini," batin Yan Lan sambil melihat kearah podium utama klan.
Yan Lan duduk di sudut ruangan di dalam aula besar itu, satu persatu Alkemis mencoba untuk mengeluarkan kemampuan mereka pada manusia boneka yang terluka, akan tetapi tak ada satupun orang yang dapat menyembuhkan atau pun meringankan luka manusia boneka.
"Bukan kah itu manusia boneka? mengapa ada orang yang bisa membuat manusia boneka sesempurna itu, setahuku pencipta tehnik boneka adalah leluhur wong ji Ang?" batin Yan Lan.
"Aku tak menyangka di kota bulan suci ada manusia yang mampu mengunakan tehnik boneka sebaik itu," batin Yan Lan kembali.
Di podium tempat berlangsungnya tes tingkat penyembuhan, berkali kali para Alkemis silih berganti menaiki panggung, akan tetapi tak ada satupun orang yang mampu untuk memberikan perubahan berarti pada manusia boneka yang terluka.
Manusia boneka yang ada merupakan bentuk kesamaan dari tubuh ketua klan Luyang yang terluka dalam, jika boneka itu mendapatkan perubahan maka Alkemis tersebut juga dapat melakukan perubahan penyembuhan pada tubuh ketua klan Luyang, Lu Sian Hong.
Alkemis yang gagal kembali duduk di kursi untuk menyaksikan Alkemis yang lain dalam menunjuk kan kemampuan Alkemis nya.
Tak lama giliran Yan Lan yang merupakan peserta termuda dan terakhir yang menaiki panggung.
Bisik bisik para Alkemis yang melihat Yan Lan mulai menaiki panggung. Tak lama seseorang dari Alkemis yang sudah tua secara sengaja mengejek Yan Lan.
"Anak muda ..!!, kami yang tua dan syarat pengalaman saja tak dapat berbuat banyak, apalagi kau yang semudah ini!, kau hanya akan membuang waktu kami disini untuk melihatmu!" ucap salah seorang Alkemis yang di penuhi rambut putih di kepalanya.
"Paling juga jika anak muda itu memegang manusia boneka, dia akan terkencang kencing karena rasa takut! dan mungkin juga akan kebingungan seperti orang bodoh," timpal yang lainnya.
Perkataan para Alkemis barusan membuat gelak tawa di antara mereka semua. Hari itu Yan Lan benar benar di jadikan bahan tertawaan dan ejekan dari para Alkemis yang mengikuti kompetisi.
__ADS_1
Yan Lan terus melangkah menaiki anak tangga menuju menuju podium tanpa menghiraukan para Alkemis yang mengejek dan mentertawakan nya.
Di depan Yan Lan terdapat sesosok manusia boneka yang merintih rintih kesakitan.
Sebelum memulai menyembuhkan manusia boneka, Yan Lan terlebih dahulu menatap ke arah tetua Li Wang dan pangeran ke 3 yang berada pada podium utama.
"Guru..!! dialah yang telah menyegel jantungku dengan jarum emas," ucap pangeran ke 3 kepada gurunya.
Ketua Li Wang menatap tajam ke arah Yan Lan, entah apa yang tengah di pikirkannya, hanya dia saja yang tau.
"Pangeran tenanglah, dan jaga sikap mu," hardik tetua Li Wang yang melihat perubahan sikap pada pangeran ke 3.
Pangeran ketiga terdiam mendengar perkataan gurunya, walaupun pangeran merupakan putra mahkota kerajaan, akan tetapi untuk membantah perintah dari gurunya dia tak ada keberanian.
Tak lama berselang Yan Lan langsung mengeluarkan 12 jarum emas dan mulai melesakkan satu persatu jarum jarum emas itu kearah titik titik yang menjadi pusat energi di tubuh manusia boneka.
Sementara itu di podium utama, tetua Li Wang terperanjat dan berdiri dari duduknya.
Tetua Li Wang menatap tajam ke arah Yan Lan tanpa berkedip. Para petinggi klan luyang yang menyaksikan hal itu terheran heran dengan kelakuan tetua Li Wang yang tak biasa, termasuk juga pangeran ke 3 yang merasa aneh dengan gurunya.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi dengan tetua Li Wang, mengapa dia sangat tegang sekali melihat pemuda itu menyembuhkan manusia boneka buatannya?" batin wakil ketua klan Luyang.
Tak lama tetua Li Wang tertawa kecil yang membuat para petinggi klan dan pangeran ke 3 semakin kebingungan.
"Akhirnya kultivasi saudara Lu Sian Hong dapat tertolong," ucap tetua Liwang di sela sela tawanya.
Perkataan tetua Li Wang barusan membuat pertanyaan di hati dan kebingungan yang melanda para petinggi klan dan pangeran ke 3 terjawab sudah, ternyata Alkemis muda itu mampu untuk menyelamatkan kultivasi ketua Lu Sian Hong.
Tak lama kemudian manusia boneka bangkit dari tidurnya, yang membuat para Alkemis yang tadinya mengejek dan mentertawakan Yan Lan bungkam seribu bahasa, mereka semua tak menyangka jika pemuda yang terlihat biasa biasa saja, ternyata merupakan seorang Alkemis hebat.
__ADS_1
Mereka semua merasa malu dengan apa yang telah mereka lakukan kepada pemuda itu, yang membuat mereka semua ingin segera meminta maaf kepada Yan Lan.
Dan tanpa disadari oleh semua orang yang ada di tempat berlangsungnya kompetisi Alkemis, beberapa anak panah langsung menuju ke arah Yan Lan berada.
Sebelum anak panah bersarang di tubuh Yan Lan, tiba tiba sebuah angin kencang menghempaskan semua anak panah, yang membuat Yan Lan terhindar dari maut.
"Lindungi pemuda itu," teriak tetua Li Wang yang langsung berdiri di tengah tengah podium.
Tak berselang lama, beberapa sosok berwarna merah dengan sebuah tanduk di kepala, turun dari atas bangunan dan langsung menyerang kearah Yan Lan berada.
Melihat Alkemis muda yang menjadi target serangan, tetua Liwang langsung bertindak.
Dengan kemampuan tingkat Alam, ketua Li Wang langsung menyambut serangan kelima sosok yang menyerang Yan Lan.
Pertarungan pun berlangsung sengit, sementara itu puluhan sosok menyeramkan dengan tanduk di kepala langsung menyerang podium utama, yang mana sasaran mereka adalah putra mahkota kerajaan yaitu pangeran ke 3.
Para petinggi klan langsung menghadang sosok menyeramkan itu hingga terjadi pertempuran hebat.
Tak di sangka sangka oleh para petinggi klan, tingkat kultivasi sosok manusia bertanduk sangatlah kuat, yang menyebabkan para petinggi klan terdesak hebat.
"Tetua Li Wang cepat selamatkan pangeran ke 3, biar aku yang menghadapi kelima manusia iblis itu," teriak Yan Lan.
Sesaat tetua Li Wang menatap Yan Lan, kemudian melesat kearah pangeran ke 3 berada.
Yan Lan yang dikepung oleh 5 sosok manusia iblis, langsung mengeluarkan pedang roh abadi dari dalam cincin penyimpanannya, dan dengan cepat menyerang sosok manusia iblis yang mengepungnya.
Sabetan pedang Yan Lan berhasil membunuh ke lima manusia iblis itu dengan mudah, yang membuat para Alkemis yang berada di tempat itu semakin merasa takut kepada Yan Lan.
Mereka takut akan pembalasan yang akan di lakukan Yan Lan pada mereka semua.
__ADS_1
Di tempat lain, dengan adanya tetua Li Wang yang datang membantu, membuat para petinggi klan dapat menghabisi sosok menyeramkan yang menyerang pangeran ke 3 hingga tak tersisa lagi.
Bersambung.