
Setelah kepergian Biyao dari ruangan itu, tinggallah Yan Lan bersama Qian Qin di dalam sana.
Qian Qin yang berada dalam dekapan Yan Lan kini tak berontak lagi, ada kenyamanan yang dia rasakan saat pemuda tampan itu memeluknya.
Mata kedua insan berlainan jenis itu pun saling beradu, gemuruh jantung tak bisa di bendung lagi, Yan Lan memandangi wanita yang berada dalam dekapannya itu dalam dalam, dan harus diakui oleh Yan Lan jika Qian Qin merupakan wanita tercantik yang pernah ditemuinya selama hidup, karena di tunjang dengan tubuh ideal dan darah peri yang mengalir di tubuhnya.
Rencana awal Yan Lan yang ingin menggoda Qian Qin, berubah 180 derajat yang mana kini Yan Lan terjebak dalam situasi rumit yang tak di perkirakan dari awal olehnya.
Tiba tiba saja Qian Qin memejamkan matanya, dan tampak bibir merah merekah yang terbuka sedikit terpampang di hadapan Yan Lan.
Gejolak gairah yang datang tiba tiba, membuat Yan Lan harus menelan ludah, dan berusaha membuang keinginan hatinya untuk segera bercumbu dengan Qian Qin.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan membuangnya secara perlahan lahan mencoba melawan hasrat hatinya.
Telunjuk tangan kanan Yan Lan di tempelkan ke bibir Qian Qin, yang membuat Qian Qin membuka matanya dan melepaskan diri dari dekapan Yan Lan.
Perubahan di wajah Qian Qin sangat jelas terlihat oleh Yan Lan, dengan cepat Yan Lan berkata, " Kita belum ada ikatan apa apa Qian er, jika aku mencium mu dengan situasi ruangan yang hanya tinggal kita berdua, di takutkan akan terjadi hal yang tidak kita inginkan yang akan menimbulkan aib bagi keluarga besar mu, aku ingin kita menjalin hubungan dengan berdasarkan cinta kasih, bukan napsu belaka," ucap Yan Lan.
Tak ada pilihan lain bagi Yan Lan untuk lepas dari masalah barunya ini, jika membuat Qian Qin marah dengan menolak cintanya, hal itu akan mempersulit dirinya untuk bisa masuk kedalam kolam janin suci, apa lagi ayah Qian Qin sekarang begitu tak menyukai Yan Lan yang berasal dari keturunan keluarga biasa.
"Apakah kak Yan Lan juga mencintaiku?" tanya Qian Qin tiba tiba.
Yan Lan menatap kearah Qian Qin dan menganggukkan kepalanya.
Qian Qin merasa bahagia karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan, dengan segera Qian Qin menghamburkan dirinya kepelukan Yan Lan.
Yan Lan pun membalas pelukan Qian Qin dengan hangat.
__ADS_1
"Maaf kan aku Ling er, Quin er, Yun er," batin Yan Lan.
*****
Yan Lan tengah melakukan meditasi untuk melakukan pertemuan dengan ke 3 sahabat yang berada di alam batinnya.
Mereka semua membahas tentang kedatangan iblis di dataran tinggi awan langit.
"Sepertinya berita kemusnahan iblis yang beredar di kalangan para dewa bohong adanya, terbukti kita semua melihat adanya iblis di dataran tinggi awan langit ini, bukan begitu Leo? ucap Jatayu.
"Kita harus segera menyelidiki keberadaan mereka semua di dataran Awan langit ini lalu kita musnahkan, agar mereka tak berkembang semakin banyak yang membuat peradaban di dataran Awan langit ini hancur," tambah Biyao.
"Aku setuju dengan pendapatmu saudara Biyao," sambung Jatayu.
"Bagai mana menurutmu tuan muda," tanya Leo.
"Aku rasa keberadaan iblis bukan berasal dari dataran tinggi awan langit ini, melainkan berasal dari benua permata hijau," jawab Yan Lan
"Aku sangat mengkhwatirkan mereka semua yang berada di benua permata hijau, karena satu utusan iblis saja bisa membuat kekacauan di dataran Awan langit hingga separah ini, apalagi jika kita menemukan raja iblis itu sendiri, bisa bisa peradaban manusia di benua permata hijau akan hilang untuk selamanya," sambung Yan Lan kembali.
"Aku juga merasakan jika semua iblis berasal dari pedalaman hutan di benua permata hijau, kita harus segera menyelidiki dan menghancurkan mereka semua," ucap Leo.
"Tidak semudah itu kita menghancurkannya Leo, mereka terlalu kuat, kecuali aku telah mengambil Qi inti dari kolam janin suci serta dapat menyatukan mata langit dan api surgawi bersamaan, kemungkinan besar kita bisa menghadapi mereka," jawab Yan Lan.
"Jika memang begitu, secepatnya tuan muda mencari kolam janin suci dan berendam di dalamnya," sambung Biyao.
Akhirnya kesepakatan para sahabat Yan Lan di pertemuan itu adalah membuat Yan Lan menjadi kuat, dengan membuat Yan Lan berendam di dalam kolam janin suci untuk mendapatkan Qi murni yang banyak terdapat disana.
__ADS_1
Para sahabat Yan Lan akan membantu Yan Lan untuk mencari tau di mana keberadaan kolam janin suci yang berada di dalam sekte naga di atas awan.
Sebelum kepergian Yan Lan, Leo menyempatkan memberikan artefak roh kepada Yan Lan, melihat hal itu Yan Lan dengan senang hati menerima artefak pemberian Leo dan memakainya.
*****
3 hari setelah pertemuan itu, semua tempat tersembunyi yang berada di dalam sekte naga di atas awan telah di telusuri, baik Biyao, Leo maupun Jatayu belum juga menemukan keberadaan kolam janin suci, hingga mereka menyerah untuk mencari keberadaan kolam janin suci tersebut.
Suatu hari saat Yan Lan duduk berdua dengan Qian Qin di dalam taman sekte, Yan Lan mencoba mempertanyakan keberadaan kolam janin suci kepada Qian Qin.
Akan tetapi keberadaan kolam tersebut hanya patriack Pingyin Qin yang mengetahui keberadaannya.
Hal ini semakin mempersulit Yan Lan untuk mencari tau kolam janin suci, apa lagi keadaan patriack sekte sekarang dalam perawatan dan sulit untuk di temui oleh siapa pun juga.
"Qian er pertemukan aku dengan ayahmu, karena ada hal yang sangat mendesak yang ingin ku kutanyakan padanya," ucap Yan Lan.
"Ayah tak bisa di temui kakak Yan Lan, aku juga tak bisa mengantarmu kesana," jawab Qian Qin.
Qian Qin sengaja tak mau mempertemukan Yan Lan dengan ayahnya, karena hal itu akan memperburuk keadaan sang Patriack.
Walaupun Yan Lan merupakan penyelamat dan pahlawan sekte, akan tetapi di mata Patriack sekte Yan Lan tetap lah orang biasa. Tanda ukiran naga timbul yang merupakan status keluarga utama Xie di tubuhnya, bagi patriack sekte hal itu hanyalah tipu daya Yan Lan dalam mencari perhatian putrinya Qian Qin.
"Baik lah kalau begitu, aku akan pergi!" ucap Yan Lan sambil berlalu pergi dengan kekesalan.
Qian Qin melihat ada kekesalan yang Yan Lan rasakan dari jawaban pertanyaannya, tapi apa mau dikata ini demi kebaikan semua.
Qian Qin memandangi kepergian Yan Lan hingga hilang dari pandangan matanya.
__ADS_1
*****
Terimakasih author ucapkan bagi pembaca yang Budiman, atas support, like, komentar serta vote nya, salam santun๐๐๐.