
Putri Limudza terus melesat pergi, walaupun banyak prajurit penjaga yang merupakan sosok iblis menahannya, tapi dengan kemampuan yang di milikinya, putri Limudza dapat dengan mudah menghabisi para prajurit iblis menjaga itu.
Dengan masih menahan amarah di dadanya, putri Limudza terus membantai seluruh prajurit iblis yang menjaga di sepanjang perjalanannya, prajurit-prajurit itu menjadi pelampiasan amarah sang putri, akibat perbuatan Dewa seiryu kepadanya.
Setelah melewati banyaknya prajurit yang menghadang, putri Limudza akhirnya bertemu kembali dengan kedua saudaranya yang masih berada dalam penjara.
"Adik..!! bagai mana keadaanmu?" tanya putri Bilqis.
"Aku baik baik saja," ucap putri Limudza.
Tapi kedua putri itu tak yakin jika Putri Limudza baik-baik saja, karena mereka melihat banyaknya tanda merah di sekitar leher adiknya itu, namun mereka tak mau mengatakan apa yang ada di hati, untuk menjaga perasaan putri Limudza yang sudah mengorbankan dirinya untuk mereka berdua.
"Kak Bilqis, kak Qian Qin, menyingkirlah aku akan menghancurkan jeruji besi ini dengan menggunakan pedang artefak langit milik ayahku ini," ucap putri Limudza sambil memperlihatkan pedang berwarna keemasan yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Baik adik!!" ucap putri Bilqis.
"Berhati hatilah," timpal putri Qian Qin.
Setelah mengatakan seperti itu, kedua Putri itu langsung pergi menjauh meninggalkan jeruji besi yang berada di hadapannya.
"Putri Limudza segera mengeluarkan kekuatan ular pelangi yang ada di tubuhnya, dan langsung menghantamkan pedang artefak langit yang ada di di genggaman tangannya, kearah jeruji penjara yang ada dihadapannya.
"Boom..!!
Benturan pun terjadi dengan keras, putri Limudza sampai mundur beberapa langkah ke belakang akibat efek benturan yang terjadi.
__ADS_1
Tampak beberapa buah jeruji telah terputus hingga meninggalkan celah yang cukup besar, yang cukup untuk dapat dilewati oleh kedua putri itu ke luar dari dalam sel tahanan.
"Kita tak bisa berlama lama di tempat ini, karena Dewa itu pasti akan memburu kita kembali, setelah luka-luka yang dideritanya kembali pulih," ucap putri Limudza.
"Apa kau telah melukai Dewa itu?" tanya putri Qian Qin heran.
"Benar kak Qian Qin, aku telah melukai Dewa itu!!, Untung saja dia berhasil lolos menggunakan batu permata teleportasi, jika tidak dia mungkin telah mati tertebas oleh pedangku ini," jawab putri Limudza.
"Mana mungkin dia bisa terluka olehmu, bukankah dia merupakan seorang Dewa yang mempunyai kekuatan besar!!" ucap putri Bilqis heran.
"Kak Bilqis, waktu kita bertiga di dalam penjara aku telah mengatakan jika aku mempunyai rencana, di tubuh ini terdapat 2 artefak langit berupa pakaian dalam yang transparan dengan duri-duri halus yang sangat berbisa, jika dia mempunyai kekuatan setingkat Dewa, maka artefak itu akan membekukan tubuh orang yang terkena sengatannya selama tiga hari lamanya, sehingga orang tersebut selama 3 hari tak dapat menggunakan kekuatan yang ada dalam dirinya karena pengaruh efek dari sengatan duri-duri halus itu" jawab putri Limudza.
"Terus bagaimana bisa di lehermu terdapat banyak tanda merah seperti ini adik? apakah kau telah berhubungan intim dengan Dewa itu?" tanya putri Bilqis.
Melihat perubahan wajah dari putri Limudza, membuat putri bilqis cepat-cepat meralat perkataannya.
"Maafkan aku adik, tak seharusnya aku menanyakan hal itu padamu," ucapnya.
"Kak Bilqis, kau tak usah meminta maaf padaku, karena tanda di leher ini terjadi akibat aku terkena ilusinya, yang membuat aku terlena dan tak bisa melakukan apa-apa sehingga dia dapat bebas untuk mencumbuku, namun semua itu terbayar mahal olehnya, karena aku berhasil memberikan luka dalam yang tak mungkin di lupakan oleh Dewa itu untuk selamanya, yang terpenting bagiku dewa itu tak pernah menodai ku," ucap putri Limudza.
"Kita kesampingkan ini semua, lebih baik kita secepatnya pergi meninggalkan tempat ini, sebelum para prajurit iblis datang untuk menangkap kita," ucap putri Qian Qin.
Setelah berkata seperti itu, ketiga putri itu langsung melesat keluar dari tempat itu tanpa adanya hambatan yang berarti, karena kediaman Dewa seiryu saat ini begitu sepi dengan penjagaan, akibat para prajurit penjaga yang ada, telah banyak yang dibunuh oleh putri Limudza.
"Adik apakah kalian mengetahui mengenai hutan itu," tanya putri Bilqis setelah melihat hutan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Aku tak mengetahui hutan itu dan begitupun isi di dalamnya," jawab putri Bilqis.
"Kak Qian Qin apakah kau mengetahui nya?" tanya putri Bilqis.
"Jika melihat dari ciri-ciri hutan itu, dan apa yang dahulu pernah diceritakan turun-temurun dari para leluhurku bangsa peri, hutan itu merupakan tempat dimana berbagai macam binatang buas langit berada, para iblis maupun para dewa akan berpikir dua kali untuk memasuki hutan itu, karena tingkat kekuatan binatang-binatang buas disana hampir menyamai kekuatan para perwira tinggi kerajaan langit dan juga para Jendral iblis di alam bawah," ucap putri Bilqis.
"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya putri Bilqis kembali.
"Kita mempunyai dua pilihan, masuk ke dalam hutan itu dengan mempertaruhkan nyawa, atau tetap disini. Tapi jika kita berada di sini maka Dewa itu pasti akan membawa pasukan yang kuat untuk menangkap kita, dan tentunya setelah dia menangkap kita maka dia akan memperbudak kita bertiga," jawab putri Qian Qin.
"Aku tak ingin itu terjadi, lebih baik aku mati di dalam hutan ini demi menjunjung tinggi martabat ku sebagai kekasih kak Yan Lan, dari pada aku akan menjadi budak Dewa itu!!" ucap putri Bilqis.
"Kau benar kak Bilqis, lebih baik kita mati di dalam hutan itu, daripada kita harus menjadi budak Dewa bejat itu!!" timpal putri Limudza.
"Baik jika memang itu telah menjadi kesepakatan kalian berdua, aku pun akan ikut masuk ke dalam hutan itu, semoga kita dapat selamat dari dalam hutan itu dan kembali ke dalam dunia. Ayo kita masuk kedalam hutan itu!! sebelum para prajurit iblis datang ke tempat ini!!" ucap putri Qian Qin.
Setelah memutuskan hal itu, ketiganya segera masuk ke dalam hutan yang konon katanya dihuni oleh binatang buas berbagai macam bentuk, di perbatasan antara nirwana dan alam bawah.
"Kak Qian Qin, adik Limudza, mengapa binatang-binatang itu seperti enggan untuk mendekati kita, padahal aku merasakan jika kekuatan yang ada pada binatang-binatang buas itu sungguh sangat menakutkan, apakah kalian berdua juga merasakan apa yang kurasakan?" tanya putri Bilqis.
"Aku sedari tadi telah merasakan hal yang sama denganmu, entah mengapa binatang-binatang buas itu tak mau mendekati kita, malahan binatang-binatang buas itu seperti mencoba untuk menjauhi kita," jawab putri Qian Qin.
"Lebih baik kita tak usah membicarakannya, selama binatang buas itu tak mengganggu kita, karena binatang-binatang itu bisa mendengar dan berbicara seperti halnya kita," ucap putri Limudza dengan perubahan wajahnya yang tiba tiba murung.
Bersambung
__ADS_1