
Yan Lan kembali ke kota bulan suci, para penjaga gerbang yang mengenali Yan Lan seketika memberi hormat, dan mempersilahkan pemuda itu masuk kedalam kota bulan suci.
Pemimpin penjaga gerbang sekarang, merupakan pemuda desa yang dahulu berlatih di desa angin berkabut.
Sebelum masuk ke dalam kota bulan suci, Yan Lan memberi tau para perajurit penjaga gerbang, agar kehadirannya di kota bulan suci tak sampai ke istana gerbang naga.
Yan Lan melihat begitu banyak perubahan di kota bulan suci, rumah rumah yang dahulu hancur, kini berubah menjadi bangunan yang besar dan megah.
"Jika bangunan bangunan ini telah berdiri semegah megah ini, berarti aku sudah lama meninggalkan kota bulan suci, jangan jangan setelah 12 hari aku berada di nirwana, sama halnya dengan satu tahun aku meninggalkan benua ini," batin Yan Lan.
Karena penasaran dengan apa yang terjadi, Yan Lan segera mendatangi salah satu penduduk kota.
"Paman, aku ingin tau sudah berapa lama kejadian hancurnya kota bulan suci hingga sekarang?" tanya Yan Lan.
Penduduk kota menatap Yan Lan dan kemudian berkata "Sekitar satu tahun lamanya," ucap penduduk kota.
"Ternyata firasatku benar"
Yan Lan langsung teringat pada Zhao Quin kekasihnya dan ingin segera menemuinya. setelah berpamitan dengan paman penduduk kota, akhirnya Yan Lan pergi menuju ke istana gerbang naga berada.
Sesampainya di depan istana, tak ada satupun orang yang mengenali Yan lan, tak seperti para penjaga yang berjaga di gerbang kota bulan suci. dan pada akhirnya para prajurit segera menahan langkahnya untuk bertemu dengan raja kota.
"Berhenti...!! ada urusan apa kau menemui raja kota?" tanya pemimpin prajurit.
"Katakan pada raja kota aku Yan Lan ingin bertemu dengannya," ucap Yan Lan.
"Jika kau ingin bertemu dengan raja kota, kau harus mengatakan keperluan mu itu padaku, karena raja kota sedang sibuk," jawab salah seorang petinggi istana yang turun dari kudanya.
Mendengar perkataan petinggi istana, membuat Moci geram dan mulai ingin menyerang petinggi istana itu.
"Tahan moci, kita tak usah memperkeruh suasana," ucap Yan Lan sambil meraih rubah itu
dan segera menggendongnya.
Tiba tiba saja Yan Lan terkejut dengan sosok wanita yang secara tak sengaja, lewat jauh di hadapannya.
"Zhao Quin....!!" ucap Yan Lan spontan.
"Lancang!! berani sekali kau menyebut ratu kami dengan tidak sopan!!," hardik petinggi istana.
"Prajurit..!! tangkap dia dan jebloskan kedalam penjara!!" perintah petinggi istana.
Yan Lan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, Zhao Quin kekasihnya telah menjadi ratu di istana gerbang naga, yang berarti dia sekarang merupakan istri dari raja kota.
Rasa sesak seketika melanda hati Yan lan, aura yang sangat menindas seketika keluar dari tubuhnya. Semua prajurit dan petinggi istana tak mau mengambil resiko dengan kondisi yang ada, mereka perlahan mundur menjauh, dan petinggi istana segera meninggalkan tempat itu.
"Cepat panggil raja mu kesini atau aku akan menghancurkan istana naga!!," teriak Yan Lan.
__ADS_1
Petinggi istana segera masuk kedalam istana, dan datang kembali dengan 4 orang jendral utama istana.
4 orang jendral itu saling berpandangan melihat siapa pemuda yang ada di hadapannya.
"Apa yang harus kita lakukan, ini akan menjadi bencana baru di istana," ucap salah satu jendral perang yang mengetahui jika Kekasih Yan Lan yang bernama Zhao Quin, telah menikah dengan raja kota.
Mereka semua bingung harus melakukan apa, karena dia tau jika pemuda yang ada di hadapannya itu merupakan seorang pahlawan istana, dan juga orang yang mampu membunuh jendral iblis sewaktu perang memperebutkan kota bulan suci dan istana gerbang naga terjadi.
"Bawa raja kota kalian kesini!!" teriak Yan Lan untuk kesekian kalinya.
Kali ini Yan Lan mengerahkan tenaga dalamnya hingga suaranya menggelegar dan sampai terdengar ke penjuru istana.
"Maaf tuan muda Yan Lan, aku tak bisa membawa raja kota kesini," ucap salah seorang jendral dan mulai memasang sikap siaga.
Tanpa basa basi Yan Lan langsung menyerang ke 4 jendral dan terjadilah pertarungan.
Suara Yan Lan yang menggelegar di udara, sampai terdengar oleh raja kota dan tetua Yang long yang ada bersamanya.
"Paman sepertinya ada orang hebat yang ingin bertemu denganku, ayo kita menemuinya," ucap pangeran ketiga yang kini menjadi raja kota muda di istana gerbang naga.
"Baik yang mulia," jawab tetua Yang long.
Pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menemui orang yang mencari raja kota.
Sang ratu yang mendengar teriakan yang menggelegar di udara, tersentak, dia tau betul siapa pemilik suara itu dan dengan cepat segera menuju ke arah sumber suara.
Sementara itu pertarungan antara Yan lan dan ke 4 jendral, harus berakhir dengan kekalahan ke 4 jendral tertinggi istana naga, mereka semua tak sanggup untuk mengalahkan Yan Lan.
Pemuda yang selama ini menghilang, kini berdiri di hadapan mereka dengan wajah penuh amarah.
"Aku tak menyangka jika kalian semua telah menghianatiku!!, apakah ini balasan kalian padaku dengan menjadikan Zhao Quin istri dari raja kota!!??" teriak Yan Lan yang membuat bangunan istana bergetar hebat.
"Cepat jelaskan padaku atau aku akan menghancurkan istana gerbang naga mu raja kota!!" teriak Yan Lan kembali.
Tubuh moci mulai membesar, 9 ekornya mulai mekar melihat amarah Yan Lan yang meluap.
Kali ini raja kota tak bisa bicara, mulutnya terasa kelu untuk mengeluarkan kata kata.
Tetua Yang long maju kedepan, dan berkata "Tuan muda kau salah paham, selama ini kami semua hanya...."
"Cukup...!! aku tak ingin kau yang menjelaskan ini semua tetua, aku hanya akan mendengar penjelasan dari raja kota," bentak Yan Lan.
Tetua Yang long terdiam mendengar bentakan Yan Lan, dia tak menyangka pemuda yang selama ini sopan dan selalu merendah, kini seperti orang asing baginya, yang mana Yan Lan sekarang tak memiliki sopan santun untuk menghargainya sebagai orang yang lebih tua.
"Yan Lan semua ini aku yang merencanakannya, semua ini aku lah yang harus di salahkan!!, jangan salahkan raja kota dan Zhao Quin," ucap tetua Yang long.
"Bagus!! jika begitu aku akan memberimu pelajaran," ucap Yan Lan.
__ADS_1
Rubah ekor 9 dengan cepat langsung menyerang tetua Yang long dengan ganas, akhirnya pertarungan antara tetua Yang long dan rubah ekor 9 pun terjadi.
Yan Lan menatap raja kota dan Zhao Quin bergantian, tubuh Zhao Quin bergetar hebat saat matanya beradu dengan Yan Lan, ada rasa
bersalah yang teramat sangat, melihat pemuda yang di cintainya itu begitu marah padanya.
"Aku tak menyangka kau akan menghianatiku seperti ini Zhao Quin!, cintaku yang besar padamu kau sia siakan, terima kasih kau telah menusukan duri di hatiku, dan mulai hari ini aku akan memutuskan semua ikatan antara kau dan aku, dan kau raja kota aku tak menyangka kau telah membalas ku seperti ini, setelah apa yang telah kuberikan padamu dan istana gerbang naga, sedari itu aku akan mengambil semua yang telah ku berikan padamu," ucap Yan Lan.
"Kak Yan Lan tunggu!!, kau salah paham kak Yan Lan...!!" ucap raja kota.
"Aku tanya sekali lagi padamu!! apakah Zhao Quin telah menjadi istri dan ratu di istana gerbang naga!?" tanya Yan Lan yang membuat raja kota terdiam.
"Cepat katakan..!!" teriak Yan Lan.
"Ia...," ucap raja kota singkat sambil menundukkan kepalanya.
"Ha..ha..ha...!"
Tiba tiba saja Yan Lan sudah menghilang dari hadapan raja kota, dan ....
Buk...
Sebuah tinju telak menghantam raja kota hingga terhempas ketanah.
"Aku telah mengambil semua kultivasi menyangkut tehnik es yang ada padamu, dan aku juga akan mengambil kitab pusaka tehnik es yang ku berikan padamu!!," ucap Yan Lan.
Tiba tiba saja sebuah kitab pusaka keluar dari dalam kotak penyimpanan raja kota, dan langsung melayang ketangan Yan Lan.
"Kak Yan Lan aku akan menjelaskan semuanya!!" ucap Zhao Quin yang berlari ke arah Yan Lan dengan meneteskan air mata.
"Berhenti Zhao Quin, aku sudah tak ada hubungan apa apa denganmu, jadi kau tak usah memanggilku kakak lagi," sergah Yan Lan.
Zhao Quin menghentikan langkahnya, dia tau jika Yan Lan kali ini benar benar marah, dan selama bersama Yan Lan, baru kali ini dia melihat Yan Lan semarah itu.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, setetes air mata keluar dari pelupuk matanya, mengingat bagai mana pengorbanan yang dahulu pernah Zhao Quin berikan padanya.
"Aku ingin selamanya tak melihatmu lagi Quin er, agar luka hati yang kau berikan padaku ini bisa terobati, biarkan kenangan kita sewaktu bersama akan menjadi kenangan yang abadi untukku, dan jika kita memang ditakdirkan bertemu, agaplah aku seperti orang lain, semoga kau selalu berbahagia...," ucap Yan Lan sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
Yan Lan berjalan gontai merasakan sesak di dada, karna kini dia harus menerima kenyataan jika Zhao Quin telah manjadi milik orang lain.
Zhao Quin berlari kearah Yan Lan dan meluk pemuda itu dari belakang.
"Kak Yan Lan maafkan aku!!, aku akan menjelaskan semuanya padamu," ucap Zhao Quin dengan berlinangan air mata.
Yan Lan membalikkan badan yang membuat Zhao Quin melepaskan pelukannya. "Aku ingin kau melupakan aku seperti aku akan melupakanmu, aku ikut bahagia jika kau bahagia, maafkan aku selama ini karena tak pernah membahagiakanmu, dan semoga kebahagiaan itu akan kau dapatkan dari raja kota," ucap Yan Lan sambil mengelus lembut air mata yang jatuh membasahi pipi Zhao Quin.
Zhao Quin memejamkan matanya menahan rasa bersalah yang teramat sangat kepada pemuda yang berdiri di hadapannya, saat Zhao Quin membuka matanya, Yan Lan telah menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
"Kak Yan Lan...!!" teriak Zhao Quin histeris sambil berulang kali memanggil nama Yan Lan.
Zhao Quin terduduk lesuh di tanah, meratapi nasibnya yang harus kehilangan Yan Lan, pemuda yang sangat di cintainya.