PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Khawatir


__ADS_3

Sore hari Ling Ling membawa Yan Lan kesebuah tempat, untuk membicarakan hasil penjualan pil esensi roh dan pil pemulih stamina yang telah di lelang hari itu.


Mereka berdua memasuki sebuah ruangan yang megah yang penuh perabotan mahal disertai pernak pernik di dalamnya.


"Tuan muda Lan Yan, silahkan duduk," ucap Ling Ling.


"Terimakasih Menejer Ling," jawab Yan Lan.


Tak lama Ling ling meninggalkan tempat itu dan datang kembali dengan membawa makanan ringan beserta dua guci kecil anggur. Guci anggur itu di taruh nya diatas meja di mana Yan Lan berada.


Ling Ling dengan cekatan mengisi dua buah gelas dengan anggur yang di bawanya itu.


"Silahkan tuan muda," ucap Ling Ling.


Yan Lan menganggukkan kepalanya dan segera meneguk anggur yang ada di dalam gelas hingga habis tak tersisa, seketika rasa sensasi manis dan hangat mengalir kedalam tenggorokannya.


"Tuan Lan Yan ini adalah mustika pelangi yang anda menangkan di dalam lelang hari ini," ucap Ling Ling sambil menaruh mustika kristal pelangi itu ke atas meja.


Aku belum bisa menerimanya Menejer Ling, karena batu roh dari hasil penjualan pil yang ku berikan padamu belum cukup untuk menutupi pembelian mustika ini.


Ling Ling tertawa kecil sambil duduk di samping Yan Lan.


"Itu tak usah kau pikirkan, guild cahaya tak akan menelan kerugian dari hasil penjualan mustika ini, barang berharga ini sudah lama tersimpan di dalam guild cahaya, dan harga sebenarnya mustika ini hanya sebesar 3.000.000 batu roh, kalian saja yang menaikkan harga hingga berkali kali lipat," ucap Ling Ling sambil meneguk anggur di dalam gelas yang berada di dalam genggamannya.


"Aku sangat berterimakasih karena Menejer Ling sudah membantuku dalam mendapatkan mustika ini," ucap Yan Lan sambil menuangkan anggur di kedua gelas yang sudah kosong.


"Tuan muda sebaiknya bermalam di tempat ini, karena aku yakin banyak yang mengincar tuan muda guna mendapatkan mustika ini secara licik," ucap Ling Ling.


"Kau telah mencari masalah dengan patriack sekte naga diatas awan dengan menentangnya saat memperebutkan mustika ini, dan pemuda bar bar dari tebing angin pun tak tinggal diam karena dia sangat berambisi mendapatkan mustika ini, kau sekarang menjadi incaran dua kubu yang sangat kuat di puncak Awan langit," ucap Ling Ling kembali.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, dan kemudian memasukkan mustika kristal pelangi itu kedalam cincin penyimpanannya.


"Sepertinya penyamaranku harus berakhir, jika tidak hal ini akan membuat masalah baru padaku," batin Yan Lan.


"Menejer Ling aku ingin membersihkan diri agar rasa penat yang kurasakan bisa hilang, ucap Yan Lan.


"Tentu saja tuan muda," jawab Ling Ling.


Ling Ling mengantarkan Yan Lan untuk membersihkan diri, dan kembali ketempat semula untuk meminum anggur yang tersisa.


Setelah membersihkan diri, Yan Lan mengeluarkan pakaian dari dalam cincin penyimpanan dan mengenakannya, setelah itu Yan Lan kembali menuju kearah di mana Ling Ling berada.


Ling Ling menatap ke arah pemuda tampan yang kini tak lagi memakai penyamarannya.

__ADS_1


"Sungguh tampan dan mempesona pemuda ini," batin Ling Ling dan kembali meneguk anggurnya.


"Menejer Ling aku akan menceritakan sedikit tentangku mengapa aku melakukan penyamaran," ucap Yan Lan yang mulai percaya pada wanita muda itu.


Yan Lan lalu menceritakan semua yang terjadi padanya hingga melakukan penyamaran.


"Berarti nama anda sebenarnya adalah Yan Lan dan bukan Lan Yan?, dan anda juga berhasil mengalahkan ketua keluarga neder dalam sebuah pertarungan?" tanya Ling Ling.


"Benar Menejer Ling," jawab Yan Lan.


Ling Ling tak menyangka jika pemuda yang berada di sampingnya ini dapat mengalahkan ketua keluarga neder yang kekuatannya hampir setingkat dengan patriack Pingyin Qin.


"Ternyata isu yang berkembang selama ini benar adanya, yang mana ketua keluarga neder telah kalah bertarung dengan seorang pemuda dari keluarga biasa dan pemuda yang mengalahkan ketua keluarga neder itu adalah Yan Lan," batin Ling Ling.


Akan tetapi Ling Ling seakan tak percaya jika Yan Lan berasal dari keluarga biasa, mengingat Yan Lan mempunyai kultivasi kuat dan memiliki beberapa pil dengan level tingkat 10 yang telah langka keberadaannya.


Ling Ling berusaha memendam pertanyaannya itu agar Yan Lan tak merasa terganggu, dan tetap mau berteman dengannya.


"Biar waktu yang akan menjawabnya," batin Ling Ling.


"Apa langkah anda selanjutnya tuan muda?" tanya Ling Ling.


"Aku akan bermalam di guild cahaya dan besok pagi aku akan meninggalkan tempat ini," jawab Yan Lan.


Yan Lan pun menganggukkan kepala mengiyakan dan tak lama kemudian Ling Ling pun pergi meninggalkan tempat itu.


Pagi hari, udara sejuk merembes masuk kedalam guild cahaya.


Yan Lan perlahan membuka matanya dan menghentikan kultivasinya karena ada sebuah ketukan dari luar pintu ruangan di tempat dia berada.


Tampak seraut wajah cantik Ling Ling yang memasuki ruangan itu.


"Tuan muda Yan Lan, sepertinya anda harus lebih lama tinggal di guild cahaya, karena pagi ini aku mendengar berita jika keluarga Fama dan keluarga Liu telah di hancurkan oleh sekelompok orang dengan kultivasi yang sangat tinggi, ketua keluarga Fama dan keluarga Liu telah mati beserta putranya, sementara putri mereka telah di culik dalam penyergapan itu" ucap Ling Ling.


"Maksud anda Menejer Ling?" ucap Yan Lan yang ingin mengetahui secara pasti kejadian itu.


Ling Ling berjalan menuju kursi dan duduk disana, diapun melanjutkan ceritanya.


"Sepertinya kelompok orang yang tega melakukan hal itu merupakan kelompok dari klan tebing angin, walaupun mereka menyembunyikan bukti dari tempat terjadinya penyergapan, bukan berarti mereka bisa lolos dari penyelidikan guild cahaya, dari hasil penyelidikan guild cahaya disana terdapat bekas bekas yang menunjukkan jika sang penyergap merupakan seorang kultivator dengan tingkat kultivasi element angin surgawi, mereka membunuh ketua keluarga Fama dan keluarga Liu beserta putranya, akan tetapi putri dari ketua Liu mereka culik," ucap Ling Ling.


"Dari keterangan para penjaga guild cahaya ada beberapa orang bertopeng dan berpakaian hitam telah membawa seorang wanita yang ciri cirinya seperti putri dari patriack sekte naga diatas awan, pihak penjaga guild cahaya tak mampu untuk mengejar gerombolan pakaian hitam bertopeng itu, karena tingkat kultivasi mereka lebih tinggi dari para penjaga guild cahaya," sambung Ling Ling.


"Mengapa mereka membunuh ketua dan putra mereka saja, dan malahan menculik anak gadisnya?" tanya Yan Lan.

__ADS_1


"Sepertinya 2 orang wanita yang mereka sandra bertujuan untuk dapat melemahkan patriack sekte Pingyin Qin, karena keduanya merupakan putri dari patriack Pingyin Qin sendiri, dan yang satunya merupakan keponakan dari istri patriack Pingyin Qin," jawab Ling Ling.


"Siapakah nama kedua wanita itu?" tanya Yan Lan kembali.


"Mereka adalah putri Qian Qin dan putri Yasmin Liu," jawab Ling Ling.


"Ternyata dugaan ku benar, aku harus membantu patriack Pingyin Qin untuk mendapatkan putrinya kembali, biar bagaimana pun Qian Qin telah banyak membantuku selama di puncak Awan langit ini," batin Yan Lan.


"Tuan Yan Lan sepertinya anda sedang mengawatirkan sesuatu?" tanya Ling Ling menyelidik.


"Aku mengawatirkan keselamatan Qian Qin, biar bagaimanapun dia telah banyak membantuku," jawab Yan Lan.


Kini terlihat perubahan di wajah Ling Ling, ada rasa cemburu terpancar disana.


"Apakah kau menyukai Qian Qin tuan Yan Lan?" tanya Ling Ling menyelidik.


Yan Lan menatap Ling Ling lekat lekat, dan diam tanpa menjawab.


Tak lama Yan Lan pun bicara.


"Aku tak memikirkan kesana, aku hanya ingin menolong orang yang telah menolongku itu saja, dan saat ini aku ingin pamit padamu untuk meninggalkan guild cahaya," jawab Yan Lan.


Walau berat hati untuk melepas kepergian Yan Lan, Ling Ling pun menganggukkan kepalanya.


"Tuan Yan Lan setelah urusanmu selesai, aku ingin mengajakmu untuk meminum anggur kembali," ucap Ling Ling penuh harap.


"Tentu saja aku akan kembali meminum anggur bersamamu," jawab Yan Lan.


Ling Ling melangkah ke arah Yan Lan.


"Ini adalah peta dataran puncak Awan langit, ambillah mudah mudahan bisa membantumu," ucap Ling Ling.


"Trimakasih menejer ling" jawab Yan Lan dan melangkah pergi.


"Aku ingin setelah pertemuan kita kembali kau bisa memanggilku Ling Ling tanpa ada kata Menejer," ucap Ling Ling kembali.


Yan Lan hanya tersenyum mendengar perkataan Ling Ling, dan terus melangkah pergi tanpa sedikitpun membalikkan badannya.


Ling Ling memandangi kepergian Yan Lan hingga hilang di balik pintu ruangan itu.


"Aku mulai menyukaimu tuan muda Yan Lan," batin Ling Ling.


Mulai 1 Agustus PML akan up setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2