PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Bertemu Dewa suci


__ADS_3

Yan Lan memasuki tempat dimana dia sering melakukan kultivasi. Dengan duduk bersila dan


bermeditasi roh Yan Lan melesat pergi meninggalkan raganya, menuju ke Alam nirwana berada.


Sesampainya di nirwana, Yan Lan terkejut dengan keadaan yang ada, seluruh nirwana terlihat kacau, istana langit pun sebagian telah hancur, hanya kuil suci yang terlihat tetap kokoh berdiri dengan megahnya.


Yan Lan masuk ke dalam kuil suci dan bertemu dengan Dewa suci yang telah menunggunya.


"Apa yang menyebabkan kau mendesak ingin menemuiku Yan Lan?" tanya Dewa suci.


"Aku ingin menanyakan obat penyembuh bagi Zhao Quin yang terluka parah akibat menolongku, saat aku tersudut oleh raja iblis Azuma," jawab Yan Lan.


"Yan Lan, obat yang kau maksud tak ada di nirwana, obat itu berada di salah satu kerajaan yang berada di benua semesta biru, yang kau cari merupakan sebuah tumbuhan yang sangat langka, nama tumbuhan itu adalah tumbuhan Kristal penumbuh roh, hanya saja tumbuhan kristal penumbuh roh itu tak semudah itu kau dapatkan, karena tumbuhan itu merupakan tumbuhan yang turun-temurun telah diwariskan oleh leluhur raja-raja terdahulu di kerajaan itu," ucap Dewa suci.


"Dewa aku ingin kau memberikan ku petunjuk kerajaan mana yang harus ku datangi, agar aku dapat mendapatkan informasi tentang tumbuhan itu," ucap Yan Lan.


"Nama kerajaan itu adalah kerajaan Buluh surgawi, ingat Yan Lan..!! kau tak akan mendapatkan khasiat tumbuhan itu jika kau mengambilnya secara paksa ataupun dengan cara mencuri nya, tumbuhan itu akan berhasiat jika pemiliknya yang merupakan keturunan dari raja-raja terdahulu yang memberikannya secara ikhlas kepadamu," jawab Dewa suci.


Sesaat Yan lan terdiam mendengar perkataan dari dewa suci, yang mengatakan jika obat yang dapat menyembuhkan Zhao Quin hanya berhasiat jika pemilik tumbuhan itu memberikannya secara ikhlas, dan pasti pemiliknya tak akan memberikan secara cuma-cuma jika tak ada penukaran yang berarti dengan tumbuhan langka itu.


Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, mengingat keadaan Zhao Quin yang terluka parah.


Lamunan Yan Lan buyar setelah Dewa suci menanyakan, bagaimana kesiapannya untuk menjadi jenderal tertinggi istana langit.


"Aku meminta waktu untuk membahagiakan istriku yang seorang manusia, sebelum aku ke istana langit untuk menjadi seorang jenderal di sana, aku juga berkeinginan untuk mempunyai keturunan di benua permata hijau sebagai tempat kelahiran ku, dan menyembuhkan Zhao Quin yang telah banyak berkorban untukku, hanya itu yang aku inginkan Dewa suci," ucap Yan Lan.

__ADS_1


"Baik, aku akan mengabulkan keinginanmu untuk membahagiakan ke tiga istrimu, dan mencari obat untuk menyembuhkan Zhao Quin sebelum kau ke istana langit, akan tetapi dari seluruh istri yang saat ini bersamamu, tak akan ada satupun yang akan memberikanmu keturunan, karena kau saat ini menyandang predikat sebagai seorang Dewa yang merupakan jenderal tertinggi nirwana, kecuali kau menikah dengan wanita yang merupakan anak dari seorang raja, maka kau akan mempunyai seorang penerus yang merupakan anak laki-laki yang mewarisi darah Dewa mu kelak," ucap Dewa suci.


Yan Lan kembali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, apa yang dikatakan Dewa suci seperti sembilu yang menyayat hatinya, biar bagaimanapun ketiga istri yang saat ini dimilikinya, Yan lan berharap banyak mereka akan melahirkan seorang penerus laki laki, yang nantinya akan menjaga benua permata hijau di kemudian hari, tapi kenyataan yang ada Dewa suci telah memvonis jika ketiga istrinya tidak dapat melahirkan penerus baginya.


"Tidak ada cara lain bagiku untuk mendapatkan penerus jika aku tidak menikah putri Xing Xia Lin, yang merupakan Putri seorang Kaisar giok, karena aku berkeinginan jika aku telah meninggalkan benua permata hijau dan menjadi jenderal tertinggi nirwana, paling tidak ada penerus dari darahku yang berada di benua permata hijau," batin Yan Lan.


"Terimakasih atas semua petunjukmu Dewa suci,"! ucapkan Yan Lan dan melangkah untuk meninggalkan tempat itu.


"Tunggu!, kau jangan pergi dulu Yan Lan, aku tahu Zhao Quin adalah seorang Dewi, Jika dia berada terlalu lama dengan luka dalam yang dideritanya, dia pasti akan mati, aku akan membawa Zhao Quin ke dalam kuil suci agar jiwanya tetap terjaga sebelum kau datang membawakan obat penyembuh baginya," ucap Dewa suci.


Yan Lan dapat bernafas lega dengan keinginan Dewa suci untuk membawa Zhao Quin ke kuil suci, dan menjaga jiwanya agar tak musnah.


"Trimakasih dewa atas kebaikanmu," ucap Yan Lan.


Setelah itu Yan Lan pun pamit untuk pergi kembali ke benua permata hijau.


Bukan hal yang sulit bagi Qian Qin untuk masuk kedalam ruang meditasi Yan Lan, karena Qian Qin sudah mempunyai askes untuk menuju ke dalam sana, yaitu berupa portal yang hanya Qian Qin yang bisa melaluinya, dan Yan Lan pun tak mempermasalahkan portal tersebut.


"Ada apa kau menemuiku Qian er, bukannya kau sekarang ini tengah terluka dalam?" tanya Yan Lan lembut.


"Luka di tubuhku telah sembuh, karena darah peri yang ada di tubuh ku, dapat sedikit membantu untuk melakukan penyembuhan lebih cepat, aku hanya rindu padamu," jawab Qian Qin.


Yan Lan tau apa yang diinginkan istrinya, biar bagaimanapun pernikahan yang dijalaninya selama ini, masih baru dan Qian Qin masih sangat memerlukan kasih sayang darinya.


"Kemarilah, aku juga merindukan mu," jawab Yan Lan.

__ADS_1


Hari itu dilalui Yan Lan dan Qian Qin dengan memadu kasih di dalam ruang meditasi Yan Lan, hingga mereka berdua sama-sama lelah dan terbaring bersama.


"Kak Yan Lan aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kita sampai terpisah, karena aku tahu kau sekarang adalah seorang Dewa yang abadi, darah peri yang ada di dalam tubuhku telah mengatakan jika suamiku saat ini mempunyai darah Dewa," ucap Qian Qin yang mengagetkan Yan Lan.


Yan Lan tak bisa berkata apa-apa lagi, karena Qian Qin telah mengetahui jika dirinya sekarang adalah seorang Dewa.


"Aku memang adalah seorang Dewa, dan aku tak akan pernah meninggalkanmu, tapi aku minta padamu Qian er jangan pernah kau memberitahukan ini semua kepada Yan Ling dan Yun er, nanti dia akan merasa bersedih, karena manusia biasa tak seperti seorang Dewa yang abadi," ucap Yan Lan.


"Terimakasih kak Yan Lan," ucap Qian Qin sambil mendekap erat tubuh suaminya.


Yan Lan membalas pelukan hangat dari istrinya itu.


"Aku akan berkultivasi hingga ketahap peri bulan suci, agar aku aku bisa abadi bersamamu," bisik Qian Qin di telinga Yan Lan.


Yan Lan tersenyum dan mengiyakan keinginan istrinya itu.


Setelah semua kembali normal di istana phoenix, Qian Qin pun berpamitan untuk kembali ke sekte naga di atas Awan. Ketiga istri Yan Lan saling berpelukan, untuk melepas kepergian Qian Qin.


"Aku pergi dulu yang mulia," ucap Qian Qin.


"Pergilah, dan terimakasih kau telah membantu istanaku untuk melawan bangsa iblis," jawab Yan Lan.


Qian Qin menghamburkan diri untuk memeluk Yan Lan, dan Yan Lan membalas pelukan istrinya itu sambil memberikan kecupan di keningnya. Tak lama kemudian Qian Qin memudar dan menghilang dari pandangan Yan Lan, dan begitu juga dengan seluruh armada tempur sekte naga di atas awan yang masih berada di istana phoenix.


Hari berlalu dan malam pun terus berganti, di dalam ruangan kultivasinya Yan Lan berpikir sejenak, dan menimbang nimbang kembali apa yang harus di lakukannya.

__ADS_1


Perkataan Dewa suci yang mengatakan jika ketiga istrinya tak bisa mempunyai keturunan, membuat Yan Lan menjadi gelisah.


Belum bisa up 2 masih demam habis paksin.


__ADS_2