PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Diburu


__ADS_3

Melihat Yan Lan berdiri seperti menantangnya, membuat Chang neder kebakar amarah. Dia tak menyangka jika ada orang biasa yang berada di gunung Awan Langit berani memprovokasi nya.


Dengan cepat Chang Neder menyerang Yan Lan bertubi tubi akan tetapi semua serangan yang di lancarkannya hanya mengenai tempat yang kosong.


Hal ini membuat amarah Chang neder semakin menjadi jadi, dan kembali menyerang Yan Lan dengan ganas.


Chang neder merasa malu kepada orang orang di dalam pasar yang tengah menyaksikan pertarungannya, karena melihat setiap serangan yang dibuatnya selalu dapat dipatahkan dengan mudah oleh Yan Lan.


Apa lagi serangan balik dari Yan Lan yang begitu dasyat sehingga membuatnya sangat kerepotan, dan beberapakali Chang neder harus bergulingan di tanah untuk menghindari tendangan dan pukulan yang Yan Lan lancarkan.


"Aku belum merasakan kekuatan besar dari keluarga Neder pada diri pemuda ini," batin Yan Lan.


Sumpah serapah keluar dari mulut Chang neder dengan apa yang telah Yan Lan lakukan padanya, tubuhnya bergetar menahan amarah yang memuncak.


"Aku akan membunuhmu dan akan memberikan tubuhmu pada binatang buas di dalam hutan agar aku bisa merasa puas!!" teriak Chang neder.


Chang neder kembali menyerang Yan Lan dengan cepat, gelang yang berada di kedua tangannya seketika menyala terang, yang membuat kedua tangan Chang neder mengeluarkan api yang sangat panas.


"Penghancur karang" teriak Chang neder.


Berkali kali tinju Chang neder menghujam Yan Lan akan tetapi kembali Chang neder harus menahan kekecewaan, karena tak ada satupun pukulannya itu dapat mengenai Yan Lan.


Yan Lan yang melihat serangan serangan dari Chang neder yang sudah tak beraturan lagi karena terbakar amarah yang memuncak, segera melakukan serangan balik cepat dengan menggunakan tehnik jari mataharinya.


Yan Lan berhasil mengenai beberapa titik penting di tubuh Chang neder, dengan tusukan jari tengah dan telunjuknya yang bergabung menjadi satu, Hinga membuat Chang neder tak bisa melangkah dan hanya bisa berdiri di tempatnya.


Yan Lan berjalan kearah Chang neder yang sudah tak berdaya dan membisikan sesuatu di telinganya.


"Ini hadiah dariku karena telah menyebutku sampah, dan hadiah ini akan menjadi mimpi buruk seumur hidupmu," ucap Yan Lan.


"Kurang ajar!!, aku pasti akan membunuhmu!!" teriak Chang neder.


"Kau tak akan mampu membunuhku, nikmati sajalah hadiah dariku ini," jawab Yan Lan.


Yan Lan pergi menggalakan Chang neder dan kembali memapah tubuh Mo Chi.


"Mau kemana kau!!, kita belum selesai," teriak Chang neder.


"Berisik!!" ucap Yan Lan.


Telapak tangan Yan Lan yang terbuka segera menutup, maka terjadi hal mengerikan pada tubuh Chang neder, di mana setiap sendi tubuhnya meledak yang mengakibatkan darah segar mencuat keluar dari tubuhnya.


Chang neder tersungkur ketanah, teriakannya pun sudah tak ada lagi, darah segar kini menghiasi pakaiannya.


Orang orang yang berada di sekitar tempat pertarungan seperti tak percaya, jika keluarga utama klan neder dapat dengan mudah di kalahkan oleh pemuda biasa.


Qian Qin yang melihat pertarungan itu hanya bisa tersenyum dengan kekalahan Chang neder.


"Akhirnya ada juga yang bisa dengan mudah mengalahkanmu, dan menghilangkan rasa sombong serta ke arogannan karena adanya keluarga neder di belakangmu," bisik Qian Qin sambil pergi meninggalkan tempat itu.


Kehebohan terjadi di keluarga besar neder, Ketua keluarga utama yang bernama Siang Neder mengutuk keras apa yang telah terjadi pada putra bungsunya itu, dan segera menyuruh beberapa kultivator terhebat nya untuk menangkap pemuda yang telah menganiaya Chang neder.


Siang neder menatap iba pada putra bungsunya yang terbaring lemah di atas pembaringan, hatinya sangat terpukul dan miris akan keadaan putranya itu.


Luka luka yang ada di tubuh Chang neder seperti disengaja di lakukan untuk melumpuhkannya, titik titik Merindian di dalam tubuh Chan neder di buat hancur yang menyebabkan kelumpuhan pada kaki dan kedua tangannya karena aliran Qi dari Dantian tak bisa mengalir keseluruh tubuh Chang neder.


Ketua keluarga utama siang neder mengepalkan tinju, gemeretuk giginya terdengar jika Siang neder menahan amarah yang memuncak.


Siang neder menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, dia ikut merasakan apa yang tengah di derita oleh putranya saat ini.


"Chang er maafkan ayah yang kurang perhatian padamu sehingga kau bisa terluka parah seperti ini, setelah ibumu meninggal ayah seperti kehilangan arah dan hanya terpusat pada kultivasi, ayah baru menyadari jika apa yang ayah lakukan itu salah dan ayah berjanji akan menemukan orang yang melukaimu, dengan membuatnya menderita melebihi penderitaan mu saat ini," bisik Siang neder.

__ADS_1


*****


Yan Lan membawa Mo Chi ke sebuah penginapan sederhana di kota itu, ini di lakukan Yan Lan karena jalan yang di tempuh untuk menuju ke rumah Mo Chi lumayan jauh, di tambah lagi hari mulai gelap dan kendaraan untuk membawa Mo Chi juga nggak ada.


"Paman bagai mana keadaanmu?" tanya Yan Lan.


"Aku baik baik saja, hanya ada sedikit rasa nyeri di dada," jawab Mo Chi.


Minumlah pil ini paman dan beristirahatlah, aku akan keluar sejenak untuk melihat lihat keadaan, aku rasa keluarga neder tak akan tinggal diam dengan masalah ini," ucap Yan Lan.


Setelah memberikan Mo Chi sebuah pil pemulih stamina tingkat 7, Yan Lan segera pergi meninggalkan kamar itu.


Di dalam kamar, Mo Chi sangat senang karena mempunyai pil tingkat 7 yang kini berada dalam genggaman tangannya.


"Pil ini sayang untuk ku konsumsi sendiri lebih baik aku meminum herbal yang banyak terdapat di dalam kotak penyimpanan ku, dan pil ini akan kusimpan sendiri," batin Mo Chi.


Yan Lan kini berada di atas atap untuk memantau keadaan yang ada, tiba tiba saja ada sebuah bayangan berkelebat yang membuat Yan lan penasaran.


Bayangan itu sepertinya sengaja membawa Yan Lan ketempat yang sepi, hingga pada satu masa dimana keadaan sudah sangat sepi bayangan itu berhenti.


Tampak seorang gadis dengan menggenggam tangan kiri di belakang tubuhnya, tengah membelakangi Yan Lan.


"Bukannya gadis ini merupakan wanita bercadar itu!! mengapa dia sengaja membawaku ke tempat sepi ini?" tanya Yan Lan dalam hati.


"Maaf nona apa aku telah menyinggung anda sehingga anda sengaja membuatku mengikuti anda ke tempat ini?" tanya Yan Lan.


"Aku hanya mengingatkanmu jika keluarga neder tengah memburumu keseluruh kawasan ini, penginapan yang kau tempati tak akan bisa menyembunyikan mu dalam waktu yang lama," ucap wanita bercadar yang tak lain adalah Qian Qin.


"Aku tau jika semua ini semua akan terjadi, aku sudah muak dengan kesombongan dan ke arogannan putra utama neder itu, sepantasnya aku memberikan pelajaran padanya," ucap Yan Lan.


"Kau memang tak bersalah dalam hal ini, tapi siapakah yang akan membantumu dari kejaran keluarga besar neder? mereka punya pengaruh yang sangat kuat di sini dan aku yakin kau dan pak tua itu tak akan bertahan lama dalam pengejaran mereka, ucap Qian Qin.


Yan Lan terdiam dan berpikir keras bagai mana caranya agar Mo Chi tak terlibat dalam masalah ini, biar bagaimana pun Mo Chi merupakan orang yang telah menyelamatkannya.


"Mengapa hal ini bisa menjadi sangat sulit seperti ini, dan aku tak ada pilihan lain untuk menolak tawaran wanita ini karena keselamatan paman Mo Chi akan terancam jika terus bersamaku," batin Yan Lan.


"Aku akan menyetujui tawaranmu, asalkan paman Mo Chi dapat terselamatkan," jawab Yan Lan.


"Jangan kau khwatirkan itu, paman Mo Chi yang bersamamu itu nantinya akan ku bawa ke dalam sekte, dan di pekerjakan menjadi anggota tim Alkemis yang di miliki oleh sekte naga di atas awan setelah semua menjadi tenang kembali, aku telah menyiapkan tempat persembunyian khusus untuknya yang ayah ku sendiri tak mengetahuinya," ucap Qian Qin.


"Kalau memang seperti itu halnya, aku akan menyetujui tawaranmu itu," jawab Yan Lan.


"Malam ini aku akan mengajak kalian kesuatu tempat untuk bersembunyi, karena penginapan yang kalian tempati itu hanya sesaat saja aman bagi kalian berdua," ucap Qian Qin.


"Baiklah nona dan terimakasih atas bantuan anda, namaku Yan Lan," jawab Yan Lan.


Qian Qin menatap ke arah Yan Lan dan mengenalkan dirinya, "panggil aku Qian Qin," ucap Qian Qin.


Dengan terjadinya kesepakatan antara Yan Lan dan Qian Qin, mulai malam itu juga Yan Lan telah resmi menjadi kekasih pura pura putri Qian Qin.


Yan Lan dan Mo Chi di bawa menuju suatu tempat yang berada di dalam hutan, di dalam hutan Qian Qin membuka segel yang terpasang di antara 2 pohon besar nan rimbun.


Mata Yan Lan dan Mo Chi terbelalak menyaksikan pemandangan yang ada di hadapan mereka, begitu indah dan asri suasana di tempat itu, sungai berair jernih mengalir di sebuah perbukitan dan jatuh kesebuah danau, angsa putih bermain main di permukaan danau dan pohon pohon disana begitu hijau yang menciptakan kesejukan yang alami.


"Aku tak menyangka jika wanita ini memiliki tempat yang sangat indah seperti ini," batin Yan Lan.


"Ini adalah tempat teraman bagimu paman Mo Chi, namanya Alam mutiara naga, alam ini merupakan hadiah dari leluhurku yang sudah mencapai tingkat peri bulan suci dan telah menjadi abadi," ucap Qian Qin membanggakan leluhurnya.


"Untuk sementara waktu kau tinggallah disini paman Mo Chi, dan untuk bahan makananmu kau boleh mengambil buah buahan hutan, berburu atau memancing, karena aku dan Yan Lan akan pergi untuk menyelesaikan masalah kalian dengan keluarga neder," ucap Qian Qin kembali.


"Baiklah kalau begitu aku akan tinggal disini," jawab Mo Chi.

__ADS_1


"Paman bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Yan Lan.


"Aku telah pulih, pil pemberian darimu sungguh sangat luar biasa," jawab Mo Chi berbohong.


"Jika begitu kami berdua pamit paman," jawab Yan Lan.


Mo Chi memandangi kepergian kedua remaja itu dari tempatnya berdiri.


"Aku tak menyangka kau bisa sedekat itu dengan putri patriack sekte naga di atas awan Yan Lan, sungguh kau penuh dengan kejutan," batin Mo Chi.


Setelah kepergian Yan Lan dan Qian Qin, Mo Chi berinisiatif untuk menjelajahi hutan dan mencari beberapa buah yang terdapat di sana untuk mengganjal perutnya yang sudah mulai lapar.


Saat dalam perjalanan menuju sekte naga di atas awan, Yan Lan di hadang oleh beberapa orang berbadan kekar dengan gelang berwarna merah di tangan kirinya.


"Keluarga neder" batin Yan Lan.


"Anak muda akhirnya kami menemukanmu," ucap salah seorang dari penghadang jalan.


"Cepat serahkan dirimu atau kami akan bertindak keras pada kalian berdua," timpal yang lainnya.


Saat para penghadang hendak menyerang Yan Lan, Qian Qin yang menggunakan cadar langsung maju kedepan dan memperlihatkan sebua lencana emas ke pada para penghadang.


"Ini adalah lencana emas sekte naga di atas awan, jika kalian ingin menangkap pemuda ini maka kalian harus melewati ku dulu" ucap Qian Qin sambil melangkah kedepan.


Para penghadang saling berpandangan, walaupun ketua keluarga neder telah mengultimatum keras untuk menangkap pemuda itu, akan tetapi untuk melewati lencana emas sekte naga di atas awan juga merupakan hal yang tak mungkin mereka lakukan.


Para penghadang memilih membubarkan diri demi keselamatan mereka.


"Qian Qin mengapa mereka sangat takut dengan lencana emas yang ada padamu?" tanya Yan Lan.


"Mengapa kau tanyakan itu Yan Lan? apakah kau tak tau sebelumnya dengan lencana ini!?" jawab Qian Qin balik bertanya.


Yan Lan tersadar jika pertanyaan nya barusan bisa menjebak dirinya sendiri.


"Aku ingin mendengarnya langsung dari mulut kekasihku ini," ucap Yan Lan sebisanya mengajak Qian Qin bercanda.


"Awas kau..!! jangan macam macam, aku menjadi kekasihmu jika ada orang lain saja bukannya berdua denganmu seperti ini," ancam Qian Qin sambil menunjuk ke arah Yan Lan.


"Ya sudah kalau begitu, kau tak usah mengancam ku seperti ini lagi, karena ancaman mu itu begitu menakutkan bagiku," jawab Yan Lan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kau...u" ucap Qian Qin kesal sambil menunjuk muka Yan Lan kembali.


Ingin rasanya Qian Qin memberi pelajaran pada pemuda yang ada di hadapannya ini karena telah berlaku tidak sopan padanya, akan tetapi karena Qian Qin memerlukan Yan Lan untuk membantunya maka Qian Qin mengurungkan niatnya untuk memberikan pelajaran pada Yan Lan.


Walaupun di penuhi rasa kesal di hatinya, Qian Qin tetap mengajak Yan Lan untuk bertemu dengan ayahnya, yang berada di dalam sekte naga di atas awan.


Sementara itu di keluarga besar neder.


Mendengar keterangan dari anggota keluarga neder, ketua Siang neder menjadi murka.


"Apa!! mengapa kalian tak menangkap pemuda itu dan membawanya ke hadapanku!!" hardik ketua keluarga utama neder.


"Maaf ketua Siang, pemuda itu di lindungi oleh wanita yang memakai cadar dan membawa lencana emas dari sekte naga di atas awan," ucap salah satu anggota keluarga neder.


"Pingyin Qin ini pasti ulah putrimu yang sengaja terang terangan membantu pemuda itu, jika sekte naga di atas awan ikut campur dalam masalah ini, aku pasti tak akan tinggal diam, tunggulah saat aku berada pada tingkat kultivasi tertinggi ku, aku pasti akan menggulingkan kekuasaan mu di sekte naga di atas awan," batin ketua Siang neder sambil menggenggam kedua tangannya membentuk tinju.


Ketua Siang neder memangil kedua putranya.


"Siga neder dan kau Young neder, ikut ayah ke sekte naga diatas awan, untuk menemui orang yang telah melukai adikmu Chang neder," ucap ketua Siang neder.


"Baik ayah" ucap mereka berdua serempak.

__ADS_1


**Info


1 episode isi 2 bab ya kk, author malas misah jadi di sambung terus**.


__ADS_2