
Selesai makan, putri Bilqis menanyakan kepada Yan Lan tentang kekuatan Dewi teratai yang ada dalam tubuhnya, dan bagai mana cara menggunakannya agar tak melukainya saat kekuatan itu dipergunakan.
"Yan Lan.., apakah ada cara untukku agar dapat menggunakan kekuatan Dewi teratai?" tanya putri Bilqis.
Memang ada cara bagimu untuk menguasai tubuh Dewi teratai yang ada padamu, yaitu dengan memperluas dan tianmu karena yang kau miliki sekarang sangatlah terbatas.
"Apakah kau bisa membantuku?" tanya putri Bilqis kembali.
Sebelum Yan Lan menjawab pertanyaan Putri Bilqis, tiba-tiba saja Lien Hua datang dengan membawa sebuah keranjang di tangan kanannya.
Sesaat Lien Hua dan putri Bilqis saling berpandangan, terkesan pandangan mereka berdua begitu tampak tak senang satu dengan yang lainnya.
Lien Hua seketika memalingkan pandangan matanya ke arah Yan Lan. " Kak Yan Lan aku membawakanmu sarapan pagi," ucap Lien Hua yang tak menggubris keberadaan Putri Bilqis yang ada di dalam ruangan itu.
"Terimakasih..., taruhlah di meja itu Hua er, aku nanti pasti akan memakannya," jawab Yan Lan.
"Kak Yan Lan sepertinya ada yang iri hati dengan keberhasilan mu dalam dua kali memenangkan sesi turnamen, selama ini kerajaan cahaya nirwana yang selalu mendominasi setiap adanya turnamen di benua semesta biru, apakah karena kau telah dua kali menjadi juara umum di setiap sesi turnamen, sehingga ada yang ingin bernegosiasi dengan mu sehingga mereka lagi yang akan menjadi juara!??" tanya Lien Hua dengan suara ketus.
Putri Bilqis segera bangkit dari duduknya, dia sangat kesal dengan perkataan dari Lien Hua.
"Apa maksudmu dengan berkata seperti itu?, jangan mentang-mentang Yan Lan telah dua kali mendapatkan kemenangan, hingga kau berani berkata seperti itu kepadaku!!, ingat Lien Hua kerajaan cahaya nirwana tak pernah berlaku licik untuk mendapatkan juara," ucap putri Bilqis tak kalah sengitnya.
Lien Hua sebenarnya telah menaruh dendam terhadap Putri Bilqis, karena saat pertandingan turnamen beladiri Lien Hua dikalahkan oleh putri Bilqis di babak final, sejak saat itu mereka berdua tak pernah akur, dan condong bermusuhan.
__ADS_1
"Apalagi yang ingin kau lakukan di tempat kak Yan Lan, tak mungkin kau menaruh hati padanya bukan?, karena semua orang tahu jika kau merupakan seorang putri yang sangat dingin terhadap laki-laki, dan tak ada seorang laki-laki pun yang ingin dekat denganmu karena mereka tahu selain dingin kau juga ganas!" ucap Lien Hua dengan senyum yang di mata putri Bilqis bagaikan hinaan yang sangat menindasnya.
Tanpa pikir panjang putri Bilqis langsung mencabut pedang dan menusukkannya ke arah Lien Hua. Melihat hal itu Yan langsung menepis tusukan pedang dari Putri Balqis, dan menyuruhnya menghentikan pertarungan.
"Apa yang sebenarnya kalian ributkan, hanya karena hal sepele, kalian ingin bertarung? aku rasa itu merupakan hal bodoh yang ingin kalian lakukan. Putri Bilqis, jika kau masih menginginkan bantuan ku, silahkan kau pergi dari sini, aku tak ingin ada keributan di kediamanku ini!!" ucap Yan Lan.
Putri Bilqis begitu sangat kesal dengan Lien Hua yang menghinanya sebagai perempuan dingin dan ganas, apalagi dengan kehadirannya membuat Yan Lan tega untuk mengusirnya.
"Aku akan ingat hari ini Lien Hua, bila kita bertemu kembali, aku akan memberikan pelajaran yang setimpal pada mu!!" ucap putri Bilqis sambil meninggalkan tempat itu.
Selepas kepergian Putri Bilqis, Yan Lan mendatangi Lien Hua. "Mengapa kau ingin mencari masalah dengannya, bukannya kau tahu jika dia merupakan anak kesayangan dari raja cahaya nirwana? jika dia mengadukan hal ini kepada ayahnya maka sama saja kau telah membuat sekte pasir es terancam!!" ucap Yan Lan dengan meninggikan tekanan di perkataannya.
Lien Hua terdiam, dan matanya mulai berkaca-kaca. "Aku cemburu dengannya kak Yan Lan, karena aku cinta sama kamu!!, denganmu aku merasa nyaman yang tak pernah kurasakan dari pemuda lain yang menginginkanku!!" jawab Lien Hua sambil berlari meninggalkan ruangan itu.
"Nasi sudah menjadi bubur, aku harus secepatnya memperbaiki masalah ini, sebelum urusannya semakin bertambah keruh," batin Yan Lan.
Yan Lan segera pergi meninggalkan kamarnya, dan pergi mencari keberadaan Lien Hua, akan tetapi sampai malam hari, Yan Lan tak mendengar kabar tentang keberadaan Lien Hua.
Akhirnya Yan Lan mengabari tetua Yun Leng jika Lien Hua tak dapat di temukan di dalam sekte pasir es, yang akhirnya membuat kepanikan di seluruh sekte pasir es.
"Kemana dia, sampai malam seperti ini aku tak juga dapat bertemu dengannya," batin Yan Lan.
Yan Lan akhirnya teringat dengan ancaman Putri Bilqis sewaktu di dalam kamarnya, karena hal itu lah Yan Lan akhirnya pergi ke tempat di mana kerajaan cahaya nirwana berkemah.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Yan Lan mengendap-endap di balik kemah untuk menemukan keberadaan Putri Bilqis. dengan menggunakan mata langit akhirnya Yan lan menemukan putri Bilqis, yang berada di tengah-tengah kemah yang ada.
Dengan teknik meringankan tubuh yang sangat tinggi, tanpa ada suara sedikitpun Yan Lan berhasil masuk ke dalam kemah tanpa sepengetahuan para penjaga.
Melihat ada penyusup yang masuk ke dalam tenda nya, Putri Bilqis langsung mencabut pedangnya dan ingin menyerang penyusup itu.
Akan tetapi niat itu diurungkannya, karena sang penyusup merupakan sosok pemuda yang sangat dikenalnya.
"Berani sekali kau malam-malam begini ke kemahku, apakah kau bosan hidup!!?" tanya Putri Bilqis.
Yan Lan berjalan kearah meja dan mengambil beberapa buah anggur dan memakannya.
"Sebenarnya aku tak ingin ke kemahmu ini jika tidak ada hal yang penting yang ingin ku tanyakan kepadamu, aku hanya ingin kau jujur saat aku bertanya kepadamu!" ucap Yan Lan Dingin.
Putri Bilqis merasakan ada keseriusan di perkataan Yan Lan, dengan cepat dia mencerna keadaan yang ada dan berusaha tenang untuk menghadapinya.
"Lien Hua menghilang," ucap Yan Lan singkat, dan mengarahkan tatapan matanya ke arah putri Bilqis yang ada di hadapannya.
"Kau datang kesini hanya untuk menuduhku telah menyekap Lien Hua? kau sungguh naif Yan Lan, aku memang kesal padanya tapi aku tak pernah bertemu dengannya setelah pagi itu," jawab putri Bilqis.
"Aku tak menuduh mu karena tak ada bukti yang pasti, aku hanya ingin mengabari jika Lien Hua menghilang," ucap Yan Lan.
"Itu sama halnya kau menuduhku, karena kau tau aku sedang bermusuhan dengannya, dan kau datang dengan sembunyi sembunyi ingin mencarinya dia kesini bukan?" jawab putri Bilqis dengan meninggikan tekanan di perkataannya.
__ADS_1
"Aku rasa kita tak sejalan Yan Lan, kau sama saja dengan pemuda yang lainnya yang hanya mementingkan diri sendiri dan tak dapat menerima pendapat orang lain," ucap putri Bilqis yang langsung menyerang Yan Lan dengan pedangnya.