
"Kalau begitu kami berdua pamit dulu, karena masih banyak yang harus kami lakukan di nirwana," ucap Yan Lan.
"Tunggu jendral!, apakah kau tak mau menemui ke 3 putri yang kau cari?" tanya burung Phoenix raksasa.
"Apa maksud dari perkataanmu raja pheonix?" tanya Yan Lan.
"Mereka bertiga ada bersamaku," jawab raja burung Phoenix.
Sesaat Yan Lan menatap kearah Dewi Zhao Quin, dan terlihat Dewi Zhao Quin menganggukkan kepalanya pelan.
"Bawa kami berdua kesana," ucap Yan Lan.
"Tentu saja jendral langit, naiklah ke punggungku," jawab raja burung Phoenix raksasa.
Yan Lan dan Dewi Zhao Quin akhirnya naik ke punggung raja burung Phoenix, untuk pergi ketempat kediaman sang raja burung Phoenix untuk bertemu dengan ke 3 kekasih Yan Lan.
Sementara itu di alam bawah, tempatnya di istana iblis berada. Terlihat raut muka sang raja iblis begitu sangat kesal dengan apa yang terjadi di hutan binatang buas, sang raja iblis begitu sangat marah dengan kebodohan yang di lakukan oleh ke 4 jendralnya.
"Sudah kukatakan jangan ada pergerakan prajurit iblis, sebelum aku selesai melakukan kultivasi ku. Saat ini istana langit pasti akan berkualisi dengan para binatang buas itu, yang nantinya akan mempersulit penyerangan kita ke nirwana.
"Jendral Dyroth mengapa kau melakukan pergerakan ke hutan bintang buas, dan membawa begitu banyak pasukan!!" bentak raja iblis.
"Yang mulia, semua ini kesalahanku aku siap di hukum!!" jawab jendral iblis Dyroth.
Zleep...
Boom..
Sebuah gelombang angin langsung menghantam tubuh Jenderal iblis Dyroth, yang membuat sang Jenderal terhempas ke dinding ruangan.
Terlihat darah segar mengalir di sudut bibirnya akibat serangan yang dilakukan oleh raja iblis Azuma.
"Ku tak ingin hal ini terulang lagi, aku akan sesegera mungkin menembus batasan ku dan kita akan menguasai nirwana," ucap raja iblis sambil berlalu pergi.
Setelah kepergian raja iblis, ketiga jendral iblis lainnya segera menolong jendral iblis Dyroth.
__ADS_1
Jendral iblis Dyroth begitu marah hingga uluran tangan ketiga Jenderal iblis itu tak di gubris olehnya, diapun bangkit berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Di tempat lain, raja burung Phoenix akhirnya tiba di tempat kediamannya.
Setibanya di kediaman raja burung Phoenix, tampak putri Qian Qin, putri Bilqis dan putri limudza begitu sangat ceria dan bahagia, melihat pemuda yang sangat di cintainya turun dari atas punggung raja burung pheonix raksasa.
Tapi keceriaan mereka bertiga menjadi hambar setelah melihat adanya seorang wanita cantik yang bersama dengan Yan Lan. Putri Bilqis dan putri Qian Qin begitu sangat cemburu dengan hal itu.
Namun hal itu tak mengganggu putri Limudza, rasa rindu yang mendalam, membuatnya langsung berlari kearah Yan Lan dan memeluknya.
"Kak Yan Lan aku merindukanmu," bisik putri Limudza.
Yan Lan menyambut hangat pelukan dari putri Limudza dan diapun berkata. "Aku juga merindukanmu" ucapnya.
Di samping Yan Lan, tampak Dewi Zhao Quin begitu sangat terbakar api cemburu, namun dia mengesampingkan rasa cemburu itu, karena semua itu merupakan resiko yang harus di tempuhnya jika ingin kembali bersama Yan Lan.
Setelah melepaskan rindu dengan Yan Lan, putri Limudza menanyakan tentang sosok wanita yang bersama sama dengan Yan Lan.
"Siapa dia kak Yan Lan?" tanya putri Limudza.
Perkataan Yan Lan membuat Dewi Zhao Quin langsung menatap kearah Yan Lan. Dewi Zhao Quin merasa sangat senang karena perkataan Yan Lan akan membuat ketiga wanita cantik itu pasti akan menghormatinya, karena dialah wanita pertama yang mengenal Yan Lan.
"Kak Zhao Quin, bagai mana kabarmu?" tanya putri Limudza yang berusaha mengakrabkan diri padanya.
"Aku baik baik saja," Jawab Zhao Quin.
Dan beberapa saat kemudian putri Limudza yang memang mempunyai watak ceria, berhasil mengakrabkan diri degan Dewi Zhao Quin.
Yan Lan menatap kearah kedua wanita yang masih berdiri di hadapannya. " Apa kalian tak merindukanku?" tanya Yan Lan sambil merentangkan kedua tangannya.
Dengan rasa malu malu, kedua putri itupun berlari memeluk Yan Lan hingga membuat putri Limudza dan Dewi Zhao Quin tertawa kecil.
"Aku sangat mengkuatirkan mu kak Yan Lan," ucap putri Qian Qin.
"Aku begitu takut jika kita tak akan bertemu lagi," timpal putri Bilqis.
__ADS_1
Yan Lan hanya tersenyum mendengar isi hati kedua gadis yang ada di dalam pelukannya, diapun memeluk erat erat kedua gadis itu.
Hari itu rasa rindu dan haru berbaur menjadi satu, Yan Lan sangat berhasil membuat ke empat wanitanya bisa saling mengakrabkan diri.
Saat Yan Lan melakukan meditasi, mereka berempat asik bercerita tentang pengalaman mereka masing masing, dan tak terasa Dewi Zhao Quin mulai merasa nyaman dengan ketiga wanita yang merupakan kekasih Yan Lan.
Pagi pagi sekali, ke empat wanita muda itu mulai membersihkan diri di sebuah sungai kecil yang ada di pegunungan itu, mereka sengaja melakukannya agar pada saat Yan Lan terbangun dari meditasinya, dia akan merasa senang.
Pagi hari Yan Lan membuka matanya, dan menatap ke arah ke empat wanita yang sangat di cintainya itu.
Wangi harum semerbak menghiasi udara di sekitar wanita cantik itu, yang membuat siapapun yang menciumnya akan mabuk kepayang.
"Kak Yan Lan, kami semua telah menyiapkan sarapan buat mu," ucap Dewi Zhao Quin.
"Terimakasih, kalau begitu ayo kita sarapan bersama," jawab Yan Lan.
Yan Lan sarapan bersama dengan ke empat wanitanya, setelah sarapan pagi itu, terlihat dari jauh tampak sesosok singa bersayap datang menghampiri mereka.
"Kak Qilin..!!" teriak putri Limudza yang melihat sosok singa bersayap yang sangat di kenalnya.
"Putri...!!" ucap Qilin yang telah berubah menjadi wujud manusi tanpa sayap. Qilin merasa senang karena sahabat sewaktu di benua semesta biru masih mengenalnya.
Qilin langsung menghadap Yan Lan.
"Jendral, kaisar langit mengutus ku untuk membawa jendral kembali ke istana langit, karena ada hal penting yang harus dibicarakan dengan jendral yang bersifat pribadi," ucap Qilin.
"Jika memang begitu halnya, kita harus secepatnya pergi ke istana langit sekarang," jawab Yan Lan.
Setelah berpamitan dengan raja burung Phoenix, Yan Lan dan ke empat wanitanya pergi menuju istana langit dengan menunggangi singa hitam bersayap.
Setelah turun dari punggung singa bersayap, Yan Lan beserta rombongannya, segera masuk kedalam istana langit, dengan Qilin yang berada di depan.
Semua prajurit dan para ponggawa istana langit menundukkan kepala saat Yan Lan berjalan di hadapan mereka, hal ini membuat rasa kebanggaan ke 4 wanita terhadap pemuda yang sangat di cintainya.
"Jendral, di dalam adalah ruang pertemuan antara kaisar langit dan seluruh petinggi petinggi istana langit, sekarang ini semua pejabat tinggi istana langit tengah melakukan pertemuan. Lebih baik jendral masuk kedalam terlebih dahulu sebelum kaisar langit membahas sesuatu yang penting, berdua dengan anda.
__ADS_1