
Untuk tak memperpanjang masalah yang ada, Yan Lan mengikuti keinginan Lien Hua, untuk di bawa ke tempat pengadilan sekte.
Beldi dan 15 rombongan saudagar Rohtim pun ikut di tangkap dan dibawa ke tempat persidangan, dengan tuduhan sebagai mata mata klan lain yang sengaja ingin menyelidiki sekte pasir es.
Di hadapan salah satu petinggi sekte yang merupakan ketua persidangan, Yan Lan di hukum untuk di diasingkan di dalam hutan terlarang yang memang di peruntukkan bagi para anggota maupun yang bukan anggota sekte pasir es, yang telah di vonis bersalah.
Mendengar hukuman yang sangat memberatkan, Yan Lan pun naik pitam.
"Kami kemari karena membawa sumber daya yang diperlukan bagi sekte pasir es, apa balasan seperti ini yang kami terima setelah semua sumberdaya itu telah berada disini?, kami semua meminta untuk mendapatkan pembebasan, karena kami semua tidak melakukan seperti yang telah dituduhkan kepada kami semua," ucap Yan Lan.
Sang ketua pengadilan yang bernama Dongwang, akhirnya ikut bicara.
"Pengadilan sekte sudah diputuskan, hal itu tak bisa diganggu gugat lagi," ucapnya.
"Apakah tidak ada cara lain untuk meringankan hukuman ini!??" tanya Yan Lan kembali.
Yan Lan benar-benar merasa geram terhadap sekte pasir es yang ditempatinya berada, dia tak menyangka jika sekte yang sebesar ini ternyata sangat buruk dalam menilai suatu kebenaran, mereka seperti orang bar bar yang tak mengenal pendidikan.
"Lihat saja, jika kalian semua tetap memberikan hukuman itu kepadaku dan ke 15 anggota rombongan saudagar Rohtim, yang tak tahu apa-apa, maka jangan salahkan aku jika sekte ini akan tinggal nama," batin Yan Lan.
"Pengadilan akan memberikan kau kebebasan, asalkan kau bisa menang bertarung melawan salah satu murid inti sekte ini, dengan pertarungan antara hidup dan mati," ucap ketua pengadilan.
"Baik, aku akan bertarung dengan murid inti disini dengan pertarungan hidup dan mati, tapi sebelumnya aku ingin kau membebaskan ke 15 anggota rombongan saudagar Rohtim, karena mereka tidak mengetahui permasalahan yang ada," ucap Yan Lan.
"Tidak bisa...!! kau telah memutuskan untuk bertarung sampai mati dengan salah seorang murid inti disini, maka jika kau kalah ke 15 anggota rombongan saudagar Rohtim akan ikut mati bersamamu!!" ucap salah seorang petinggi sekte.
Perkataan salah satu tetua sekte membuat amarah Yan Lan melonjak.
__ADS_1
"Ha...ha...ha..!!, aku tak menyangka jika sekte sebesar ini tak mempunyai hati nurani!! Aku melihat sekte ini hanya merupakan kumpulan orang orang bar bar yang hanya mementingkan ego semata, jangan kan murid inti yang kalian punyai, satu sekte ini pun aku tak akan gentar!!" ucap Yan Lan tegas.
"Kurang ajar!! berani sekali kau berkata seperti itu di dalam sidang yang mulia ini," ucap ketua sidang Dongwang sambil berdiri dari duduknya.
Melihat ketua persidangan begitu marah sampai-sampai dia berdiri dari duduknya, membuat seluruh anggota dan para petinggi sekte pasir es, ikut berdiri seperti halnya sang ketua pengadilan.
Tak lama kemudian, sekitar 20 orang pasukan pelindung sekte langsung menyerang Yan Lan secara bersama-sama, melihat hal itu Yan Lan yang berada di tengah-tengah ruangan, langsung mengerahkan aura dewanya untuk menghalau serangan ke-20 pasukan pelindung sekte pasir es.
Alhasil ke-20 penyerang, langsung terhempas ke belakang karena terkena gelombang kejut yang keluar dari aura yang berada di tubuh Yan Lan.
Sementara semua orang yang berada di dalam ruangan sidang, ikut terkena imbas dari aura yang dikeluarkan oleh Yan Lan, dan mereka semua kesulitan bernapas kecuali ke-15 anggota rombongan saudagar Rohtim, yang tak terkena imbas apa pun dari aura yang di keluarkan oleh Yan Lan.
"Tiga perisai sekte, tangkap pemuda itu!!" teriak ketua pengadilan sekte pasir es.
Dari sisi kiri dan kanan Yan Lan tiba-tiba saja muncul, 3 sosok laki-laki tua berjubah hitam yang langsung mengepung Yan Lan.
"Ketiga lelaki tua ini begitu sangat kuat, karena aku merasakan ada aura yang sangat kuat yang terpancar dari tubuh mereka bertiga, dan kurasa pertarungan ini akan sangat menyulitkan ku jika pertarungan ini di lakukan di dalam ruangan, lebih baik aku keluar agar aku lebih leluasa untuk menghajar mereka," batin Yan Lan.
Melihat pemuda yang merupakan target dari hukum persidangan, melarikan diri dari dalam ruang sidang, maka para tetua yang tergabung dalam tiga perisai pelindung sekte, ikut meloncat ke atap bangunan untuk mengejar Yan Lan.
Yan Lan melayang di udara tanpa sebuah alat agar membuatnya melayang, sementara ketiga ketua memakai pedang sebagai pijakannya agar dapat melayang di udara, hal ini membuat ketiga tetua merasa jika pemuda yang ada dihadapannya, bukanlah kultivator lemah melainkan seorang kultivator kuat yang perlu diwaspadai kekuatannya.
"Menyerahlah atau kami tak akan mengampuni mu!!" ucap salah seorang tetua perisai pelindung sekte.
"Cobalah jika kalian mampu!!" tantang Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, membuat para tetua perisai pelindung sekte merasa begitu sangat diremehkan, hingga membuat salah seorang dari ketua perisai sekte berteriak, "Bentuk formasi cermin 1000 es!!".
__ADS_1
Para ketua kembali mengepung Yan Lan, dan tak lama kemudian tubuh mereka bertiga menghilang dari pandangan Yan Lan, diganti dengan bermunculannya cermin-cermin sebesar daun pintu yang mengelilingi tubuh Yan Lan.
Di dalam cermin bermunculan sosok ketiga ketua yang menatap tajam ke arah Yan Lan.
Tubuh mereka sangat cepat berpindah-pindah dari cermin satu ke cermin yang lainnya, yang membuat Yan Lan kebingungan karena banyaknya cermin yang ada.
Tak lama berselang ketiga ketua mulai menyerang Yan Lan dengan pedangnya, dan serangan mereka seperti sudah terorganisir yang membuat Yan Lan sedikit kerepotan dibuatnya.
Yan Lan berusaha membalas serangan ketiga tetua itu akan tetapi, setiap serangan yang Yan Lan lancarkan tak sampai mengenai target sasaran, karena tiba-tiba saja tubuh tetua itu menghilang dan kembali masuk ke dalam salah satu cermin, kejadian itu terus menerus berlangsung yang membuat Yan Lan menjadi sangat kesal.
"Tehnik ruang gravitasi!!" teriak Yan Lan.
Yan Lan menapakkan tangan kanannya ke tanah, maka seluruh cermin yang berterbangan di udara tertekan oleh kekuatan energi yang sangat besar, sehingga membuat seluruh cermin berkumpul menjadi satu.
"Meledak!!" ucap Yan Lan sambil meremas telapak tangan kanannya sendiri, maka seluruh cermin yang ada akhirnya hancur menjadi serpihan-serpihan kecil di udara, kemudian jatuh ke tanah seiring ambruknya ketiga ketua perisai pelindung sekte.
Ketiga petinggi sekte itu mengalami luka dalam yang cukup parah, yang membuat ketiganya tak dapat bangkit berdiri kembali.
Melihat ketiga perisai pelindung sekte terkapar di tanah, membuat murid inti sekte yang bernama Feng liang, menjadi gelisah dan resah.
Dia tak menyangka jika pemuda yang bertikai dengannya, mempunyai kekuatan yang sehebat itu, dan Feng liang tak mampu membayangkan jika dirinyalah yang menjadi lawan tarung pemuda itu.
Sementara itu Lien Hua yang menyaksikan pertarungan dari jauh, merasa kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Yan Lan, dia tak menyangka jika pemuda yang ditemuinya di atas perahu mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat di umurnya yang sangat muda.
Lamunan Lien Hua buyar setelah tiba-tiba saja angin berhembus dengan butiran-butiran salju yang berterbangan di atas udara, yang membuat suhu udara pun mulai menurun menjadi sangat dingin dan menusuk tulang.
Di atas udara berdiri seorang laki-laki tua dengan jenggot dan seluruh rambut yang ada di tubuhnya, yang telah memutih semua.
__ADS_1
"Kakek..!!" bisik Lien Hua.
Terimakasih buat vote yang sudah di berikan oleh 37 pembaca di novel ini, karena tak sesuai dengan usaha author untuk up 2 episode perhari, maka mulai hari ini author up 1 episode setiap harinya.