
Tanpa di sadari oleh leluhur Wong ji Ang dan Yan Lan, Zhao Quin mendengar percakapan mereka berdua.
Di sebuah halaman yang banyak terdapat bunga bunga bermekaran, Yan Lan mengutarakan keinginannya untuk pergi menuju sekte kuno itu kepada Zhao Quin.
"Quin er ada yang ingin ku bicarakan padamu," ucap Yan Lan sore itu.
"Aku telah mendengar semua percakapan mu dengan kakek guru, dan aku mendukung semua yang menjadi pilihan terbaik bagimu kakak Yan Lan, kau tak usah merisaukan ku, aku tidak ingin menjadi penghalang bagi langkahmu untuk mengejar semua cita cita yang menjadi impianmu selama ini," ucap Zhao Quin.
Yan Lan memegang kedua bahu Zhao Quin.
"Quin er terimakasih atas semua pengertian mu, aku berjanji setelah semua urusanku di sana tercapai, aku akan segera menemuimu kembali dan kita bisa bersama sama lagi," ucap Yan Lan.
"Kakak Yan Lan, aku ingin kau menyelesaikan urusanmu dengan Yan Ling dan Yun er, jangan biarkan mereka menunggumu terlalu lama, walau pun aku telah memilikimu secara utuh akan tetapi mereka berdua juga berhak atas dirimu, aku tak ingin di cap sebagai wanita serakah dengan memilikimu dengan cara yang tabu untuk di bicarakan, atau dengan kata lain aku mendapatkan dirimu karena adanya kesempatan untuk menyembuhkanmu waktu itu, ucap Zhao Quin.
"Kau jangan berpikiran seperti itu sayang.., aku bersamamu karena aku memang mencintaimu," jawab Yan Lan.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan mereka berdua, jika memang mereka tak mau menungguku, aku akan melepaskan mereka berdua," ucap Yan Lan kembali.
*****
Yan Lan memantapkan kakinya untuk mencari Yun er ke dalam menara tahta.
Tampak berjejer beberapa bangunan besar, lengkap dengan penjagaan yang begitu sangat ketat, rata rata para penjaga merupakan praktisi beladiri dengan kultivasi Qi langit bintang 1, ini menandakan begitu kayanya penghuni menara tahta itu.
"Ada keperluan apa anda kemari," tanya seorang penjaga.
"Aku ingin bertemu dengan nona Yun er, karena ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengannya," jawab Yan Lan.
"Nona ku tak ingin bertemu dengan anda, dia sekarang sedang beristirahat, jadi lebih baik anda meninggalkan tempat ini sekarang!!," ucap seorang pemuda.
"Siapa pemuda ini sebenarnya, aku sepertinya tak asing dengan wajahnya," batin Yan Lan.
"Ackh, aku baru ingat ternyata dia Dong Kun!! mengapa dia berada disini?, setahun aku tak melihat dia, ternyata banyak perubahan besar di wajahnya, untung saja aku masih mengenali manusia licik dan munafik ini," batin Yan Lan.
"Lama tak berjumpa sobat lama, apa kau masih mengenali aku?" sapa Yan Lan.
Dong Kun mengernyitkan dahinya, sambung l mengingat ingat pemuda yang ada di hadapannya itu.
"Yan Lan!! pekik Dong Kun kaget.
Dia mengingat kembali bagaimana cita citanya untuk menjadi murid inti di pagoda 9 kandas akibat fitnah yang dia berikannya kepada Yan Lan, hingga membuat ketua Hyo jin mengusirnya dari pagoda 9 dengan tidak hormat.
__ADS_1
Karena rasa malu yang di alami klan Zhao akibat ulah tetua Dong Wung dan putrannya Dong Kun, maka klan Zhao memutuskan ikatan klan kepada mereka berdua yang membuat ketua Dong Wung pergi entah kemana.
Untung saja tetua Yan lou yang telah duluan pindah ke menara tahta, merekomendasikan
Dong Kun untuk menjadi salah satu pimpinan keamanan di menara tahta.
Dong Kun menatap Yan Lan dengan penuh dendam membara, wajahnya seketika mengeluarkan aura membunuh yang sangat keji.
"Saudara Dong hentikan, jangan bertidak gegabah jika kau menyerangnya, sama halnya kau mengajak pagoda 9 berperang dengan mu," ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Yan Lou.
Walaupun berat hati untuk tidak menyerang Yan Lan, akan tetapi Dong Kun tak berani untuk membantah perintah Yan Lou.
"Baik saudara Yan Lou," ucap Dong Kun.
Yan Lou maju kedepan dan berhadapan langsung dengan Yan Lan.
"Ada apa gerangan tuan muda Yan Lan datang ke menara tahta ini," ucap Yan Lou berbasa basi.
"Aku ingin bertemu dengan Yun er, ku harap kau mengantarkanku kesana dan tak menghalangiku," ucap Yan Lan.
"Ha..ha..ha.. !! tuan muda Yan Lan ...,tuan muda Yan Lan.., ingat tuan muda anda sekarang berada di kawasan menara tahta, dan bukan di dalam pagoda 9, perintah anda tak ada artinya disini," jawab Yan Lou kembali.
"Apakah salah aku menemui Yun er?, aku tak akan pergi dari sini sebelum aku bertemu dengannya," sahut Yan Lan.
"Yun er ...Aku menunggumu di depan menara tahta, kalau kau tak muncul aku Yan Lan akan pergi dan tuntutanmu padaku berakhir," teriak Yan Lan yang di sertai dengan penyaluran tenaga dalam tingkat tinggi.
Baru beberapa langkah Yan Lou dan Dong Kun berjalan, suara Yan Lan serta Merta membahana di udara, yang membuat kedua pemuda itu menghentikan langkahnya.
"Kurang ajar...!!" teriak Yan Lou.
Yan Lou menyerang Yan Lan dengan tinjunya, cahaya emas tiba tiba keluar dari tinju Yan Lou.
"Duar..!!"
Ke dua tinju saling beradu, Yan Lou mundur 2 langkah ke belakang sementara Yan Lan terdorong beberapa meter ke belakang.
"Tak mungkin tingkat kultivasinya hanya di Qi langit bintang 1, kekuatannya sudah menyamai ku," batin Yan Lou kaget.
"Hanya begitu saja kemampuanmu tetua Lou? walau pun tingkat kultivasimu sudah berada di Qi saint bintang 1, tapi aku merasakan kekuatanmu itu hanya sebatas kekuatan bocah ingusan yang baru belajar tehnik kultivasi," ucap Yan Lan memprovokasi kedua pemuda itu.
"Kurang ajar!! berani sekali kau menghina tetua Lou," hardik Dong Kun.
__ADS_1
Mendengar teriakan Dong Kun, Yan lan hanya tersenyum mengejek.
"Siapa yang lancang membuat keributan di menara tahta ku," ucap laki laki berjubah hitam yang tiba tiba muncul dengan aura ranah tingkat Qi alam yang menindas.
"Hormat kami ketua" ucap Yan Lou dan Dong Kun sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Rupanya ketua menara tahta Yun Juaxin," batin Yan Lan.
"Yan Lan..., berani sekali kau muncul di hadapanku setelah apa yang kau perbuat pada putriku, kini putriku telah cacat dan pagoda 9 mu tak bisa menyembuhkannya, kau harus bertanggung jawab dengan ini semua," ucap ketua Yun Juaxin datar.
"Ketua Yun ...Aku kesini karena aku ingin membicarakan hal yang penting dengan Yun er, hanya itu saja, setelahnya aku akan pergi," jawab Yan Lan.
"Kau tak di terima di keluargaku, tapi sebelum kau pergi, aku akan membuatmu cacat seperti putriku," teriak ketua Yun Juaxin.
Yun Juaxin melancarkan serangan tapaknya kearah Yan Lan, sebelum tapaknya itu mengenai Yan Lan ada sebuah kekuatan yang dasyat dengan tiba tiba meredam serangan Yun Juaxin.
Tampak ketua Hyo jin telah membelakangi Yan Lan dan berhadapan langsung dengan ketua Yun Juaxin.
"Saudara Yun, kita telah bersahabat lama, masalah ini bisa kita bicarakan baik baik jangan memakai emosi yang bisa membuat hubungan baik antara menara tahta dan pagoda 9 rusak," ucap ketua Hyo jin.
"Saudara Hyo jin aku ingin kau tak mencampuri masalah keluargaku dan pemuda itu, aku ingin memberikan pelajaran untuknya karena telah membuat putriku Yun er cacat, kalau bukan karena sikapnya yang selalu mempermainkan wanita, tak mungkin Yun er dan Yan Ling bertarung demi mendapatkannya hingga putriku terluka," ucap ketua Yun Juaxin menahan amarah.
"Saudara Yun biarkan masalah ini di selesaikan oleh yang muda saja, kita tinggal memantau perkembangannya dari jauh, tak pantas bagi kita yang tua seperti ini menindas anak muda seperti Yan Lan," ucap ketua Hyo jin kembali.
"Kalau begitu aku menantang Yan Lan untuk bertarung mewakili menara tahta, jika aku kalah Yan Lan bisa bebas menemui Yun er dan jika aku menang Yan Lan selamanya tak akan menemui Yun er karena aku telah di jodohkan dengannya," ucap tetua Yan Lou.
"Sejak kapan aku di jodohkan dengan mu!? ayahku pun tak pernah mengatakannya padaku!!," teriak wanita cantik yang berada di atas kursi roda.
"Yun er..." batin Yan Lan.
Yan Lan merasa iba dengan keadaan Yun er yang kini duduk di atas kursi roda yang terbuat dari kayu. Tapi Yan Lan tak bisa berbuat banyak untuk menjumpai putri menara tahta itu karena ada penghalang yang memisahkannya.
"Aku setuju dengan tantangan tetua Yan Lou pada Yan Lan, karena dia sudah bukan wakil ketua menara falan berarti dia berhak mewakili ku untuk membela hak nya sebagai calon pendamping putriku Yun er," ucap ketua Yun Juaxin.
"Ayah...!! pekik Yun er".
Yun er tak percaya jika ayahnya berkata seperti itu di depan matanya, dengan berlinangan air mata Yun er kembali masuk kedalam bangunan menara tahta.
"Baik aku menyetujui pertarungan ini," ucap Yan Lan tegas.
"Yan er apakah kau sudah mempertimbangkannya matang matang?" tanya ketua Hyo jin.
__ADS_1
Ketua Hyo jin merasa khwatir dengan pertarungan ini mengingat perbandingan tingkat kultivasi antara Yan Lan dan Yan Lou, perbedaannya seperti langit dan bumi.
"Jangan khwatir ketua Hyo jin, aku bukanlah orang lemah yang seperti mereka pikirkan," jawab Yan Lan.