PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
pertarungan sengit


__ADS_3

Pertarungan terus terjadi di udara para manusia iblis yang menunggangi burung hantu raksasa, terus mengejar para prajurit ke kaisaran giok yang menunggangi elang putih raksasa.


"Jaga diri kalian jangan sampai kalian terkena serangan mereka, sebisanya kalian merendah dan masuk kedalam rimbunnya hutan, agar para burung hantu tak dapat mengejar kita semua," teriak Yan Lan.


Elang raksasa berbulu putih segera mengikuti perintah Yan Lan dan masuk ke dalam rimbun hutan, tak lama kemudian Yan lan memasang segel di antara pepohonan, hingga para mengejar kehilangan jejak di dalam hutan yang lebat itu.


"Elang yang membawa Yan Lan kembali mengudara berharap para iblis sudah tak ada di sana, akan tetapi para iblis yang menaiki burung hantu begitu banyak terdapat di sana, mau tidak mau Yan Lan akhirnya bertarung dengan mereka.


"Komandan Lebai, bau sebagian besar burung elang ini menuju ke arah klan Glasier, biar aku yang mengalah walau para manusia iblis yang menunggang burung hantu itu," perintah Yan Lan.


"Baik tuan muda, berhati-hatilah!!" jawab komandan Lebai.


Komandan lebay segera meninggalkan Yan lan bersama 70 ekor elang putih raksasa menuju ke klan Glasier.


Sementara itu Yan Lan dengan pedang pembunuh iblis di tangannya, berloncatan dari satu punggung burung hantu ke punggung burung hantu lainnya, untuk menebas semua manusia iblis yang berada di sana.


Para manusia iblis pun tak tinggal diam mereka pun menyerang dengan menggunakan panah beracun ke arah Yan Lan.


Dengan menggunakan api surgawi di tubuhnya, panah-panah itu sebelum menyentuh tubuh Yan Lan telah menjadi abu.


Ratusan manusia iblis yang berada di atas punggung burung hantu, telah menjadi korban keganasan Yan Lan. Tubuh manusia iblis satu persatu jatuh dari atas angkasa kebawah dan hilang diantara rimbunnya hutan belantara, menyisakan burung hantu yang tanpa tunggangan, karena manusia iblis yang menungganginya telah mati tertebas pedang pembunuh iblis yang berada di tangan Yan Lan.


Para perwira tinggi iblis yang berada di punggung burung hantu, membentuk formasi tempur untuk dapat mengalahkan Yan Lan.


Seketika dari atas langit turun hujan meteor yang merupakan teknik dari para perwira iblis untuk membunuh Yan Lan.


Melihat hal itu Yan lan segera memasang segel pelindung untuk melindunginya nya dan burung yang ditungganginya, agar terhindar dari formasi yang dibuat para iblis.


Alhasil Yan Lan berhasil menghalau semua meteor yang turun seperti hujan dari atas langit, dan tanpa terluka sedikitpun.


Di tempat lain prajurit istana giok yang ikut bersamanya menghalau para burung hantu dan manusia iblis, bernasib kurang beruntung mereka terkena serangan formasi meteor dari para iblis sehingga membuat mereka semua hancur menjadi debu.


Melihat hal itu Yan Lan menjadi murka, pedang pembunuh iblis yang ada di tangannya disimpan kembali ke dalam cincin ruangnya, dan mengeluarkan teknik api inti surgawi di tangan kanannya dan teknik inti api neraka di tangan kirinya.


Yan Lan memukulkan kedua teknik itu silih berganti, hingga membuat kehancuran fatal bagi para manusia iblis yang menunggangi burung hantu raksasa.


formasi para iblis yang terbentuk pun kini porak-poranda, mereka semua dibuat terkejut dengan ketua inti api yang keluar dari tangan Yan Lan.


Di saat-saat genting para iblis, tiba-tiba saja datang salah seorang jendral iblis yang merupakan bawaan dari Jendral iblis Digeon, yang langsung menyambar tubuh Yan Lan dengan pedangnya, hingga membuat pelindung segel yang terbentuk menjadi hancur.


"kau telah membunuh banyak pasukanku maka nyawamu lah yang akan menjadi penggantinya," teriak jenderal Ibis Margos penuh dengan amarah yang meledak-ledak.


"Ha..ha..ha.. aku memang ditugaskan untuk memberantas kalian para iblis di muka bumi ini, tenang saja kau akan menjadi iblis berikutnya yang mati di tanganku," ucap Yan Lan.


"jangan bermimpi anak muda!! aku tahu kau telah membunuh banyak iblis tapi tidak dengan aku, kemampuan ku tidak seperti mereka yang mati di tanganmu kali ini aku akan membunuhmu," teriak jendral iblis Margos.


Jenderal Margos segera membuka portal di udara, maka dari langit muncul pasukan iblis yang menunggangi ratusan kelelawar iblis.


Para pasukan iblis yang menunggangi kelelawar, langsung menyerang Yan Lan dengan menggunakan pedang di tangan mereka.


Yan Lan terus bergerak terus menerus sehingga dapat terhindar dari serangan pedang para pasukan iblis yang menyerangnya, akan tetapi sangat disayangkan burung elang putih yang menjadi tunggangannya akhirnya mati terkena pedang salah satu satu pasukan iblis.


Dengan matinya elang putih tunggangannya, Yan Lan pun terjatuh dari udara, namun moci segera keluar dari alam batin Yan Lan, dan merubah dirinya menjadi seekor burung walet raksasa.


Dengan bantuan moci yang merubah dirinya menjadi seekor burung walet raksasa, membuat pergerakan Yan Lan semakin gesit di udara.


Yan lan menghantamkan kan api inti surgawi dan api inti neraka terus menerus, yang membuat pasukan iblis yang menaiki kelelawar menjadi berkurang jumlahnya.


Hingga pada akhirnya pasukan iblis yang menaiki kelelawar membentuk formasi, dimana dari mulut sang kelelawar iblis mengeluarkan bunyi-bunyian melengking yang membuat Yan Lan lama-kelamaan menjadi bingung dan hilang konsentrasi.


Dan pada akhirnya pedang dari jendral iblis Margos berhasil menyobek bahu kiri Yan Lan.


"Kau memang hebat anak muda, tapi sayang luka yang ada di tubuhmu itu akan membuatmu mati, karena pedangku ini telah dilumuri racun darah dari raja iblis, jika kau ingin menyerah dan menggabungkan diri maka engkau akan diberikan posisi bagus di istana iblis, dan juga luka racun darah yang ada padamu akan disembuhkan," ucap jendral iblis Margos.


"Bermimpilah engkau iblis, aku tak semudah itu bertekuk lutut di kakimu, dalam hal ini aku belum tentu kalah dari, kita buktikan saja siapa yang akan bertahan dalam pertarungan ini!!" jawab Yan Lan.


"Kau kira hanya kau yang mempunyai pasukan!?? kita lihat saja pasukan mana yang lebih unggul," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera membentuk segel, yang mana segel itu merupakan salah satu teknik terkuat yang di miliki Biyao sahabatnya.

__ADS_1


"Segel kegelapan" teriak Yan Lan.


Maka terciptalah sebuah tabung di atas udara,


dari tabung itu keluar tengkorak putih, yang langsung menabrakkan dirinya ke arah para manusia iblis yang menunggangi burung hantu, dan para pasukan iblis yang menunggangi kelelawar iblis.


Saat tengkorak putih mengenai burung hantu maupun kelelawar, maka akan tercipta ledakan dahsyat dan langsung menghancurkan apapun yang tersentuh oleh tengkorak putih yang dibuat oleh Yan Lan.


Hal ini membuat kepanikan bagi Jenderal iblis Margos, yang mana perlahan lahan Pasukannya mulai berkurang satu persatu terkena ledakan yang tercipta, dari tengkorak putih yang tak ada habis habisnya keluar dari dalam tabung segel kegelapan yang dibuat oleh Yan Lan.


Kepanikan Jenderal iblis margos tak sampai di situ, karena racun darah iblis yang berada di tubuh Yan Lan seperti tak bereaksi apa-apa padanya.


"Mengapa racun itu tak juga bereaksi? tak mungkin anak muda itu mempunyai penawarnya!?" batin jendral iblis Margos.


Racun yang berada di tubuh Yan Lan memang tergolong sangat ganas, akan tetapi karena Yan Lan mempunyai artefak yang dapat menyerap racun, makan racun yang berada di tubuhnya berhasil dinetralkan.


Kali ini Jenderal iblis Margos benar-benar tak percaya jika dirinya dan pasukannya, dibuat porak-poranda akibat tengkorak tengkorak putih yang terus meledakkan diri pada pasukannya.


"Cepat hancurkan tabung segel itu dan segera bentuk formasi Dewa iblis untuk menghancurkannya," perintah sang Jendral iblis Margos.


Sebagian besar para pasukan iblis yang menaiki kelelawar iblis, segera membentuk formasi Dewa iblis sesuai dengan perintah jendral Margos, sementara para manusia iblis yang menaiki burung hantu yang tersisa, menghalangi prajurit tengkorak putih milik Yan Lan untuk mendekati pasukan kelelawar iblis yang kini membentuk formasi Dewa iblis.


Para manusia iblis yang menunggangi burung hantu, mengorbankan diri mereka agar pasukan kelelawar iblis dapat membentuk formasi.


Tiba-tiba awan pekat bergumpal, membentuk lingkaran besar di langit, dari dalam lingkaran itu terdapat petir petir kecil yang menyambar ke sana dan kesini, hingga membuat alam menjadi mencekam.


Dari gumpalan awan itu muncul naga hitam yang sangat besar, dengan bola mata besar berwarna merah, sesaat berputar-putar di atas langit dan tak lama kemudian langsung menukik kearah di mana segel tabung kegelapan yang dibuat oleh Yan Lan, hingga segel itu hancur.


Yan Lan seketika oleng, akibat terkena efek dari serangan naga hitam raksasa itu, kali ini Yan Lan dibuat benar-benar terpojok oleh serangan dari naga hitam yang terus memburunya.


"Aku harus bisa melewati keterpurukan ini, Aku harus bisa menghancurkan naga hitam raksasa itu, jika tidak peluang untuk menang dari pertarungan ini akan hilang," batin Yan Lan.


Yan Lan kembali mengeluarkan pedang pembunuh iblis dari dalam cincin ruangnya, sesaat kemudian jangan berteriak kencang.


"Moci persiapkan dirimu kita akan menghancurkan naga hitam raksasa itu".


Moci yang telah merubah dirinya menjadi seekor burung walet, tiba-tiba saja tubuhnya mengeluarkan api inti neraka, sementara dari tubuh yan Lan mengeluarkan api inti surgawi, tak lupa Yan lan mengaktifkan mata langit yang ada di tubuhnya, agar dapat memperkuat serangan ke arah naga hitam yang kini menuju kearahnya.


Tiba-tiba saja Yan Lan menghilang, dan tau tau sudah berada di bawah ular naga bersayap yang di sinyalir oleh jendral Margos sebagai Dewa iblis.


Dengan kecepatan terbang dari moci, Yan lan menusukkan pedang pembunuh iblis kemudian menyayat perut dari naga hitam raksasa hingga sampai ke ekornya.


Teriakan keras menggema dari mulut sang naga, yang membuat sang naga kehilangan keseimbangan di udara, dan tak lama kemudian


naga hitam raksasa itu jatuh ke bawah dan meledak.


Kembali Jendral iblis Margos tak percaya dengan apa yang telah terjadi, yang mana kekuatan formasi Dewa iblis yang sangat diandalkan, akhirnya hancur di tangan seorang anak muda.


Sisa-sisa dari pasukan kelelawar iblis kembali menyerang ke arah Yan Lan, dengan menggunakan teknik jari matahari yang di milikinya, Yan Lan berhasil melumpuhkan para pasukan kelelawar iblis yang menyerangnya.


Jarum jarum emas yang ditebarkan Yan Lan diudara, berhasil mengenai titik-titik saraf para pasukan iblis yang menaiki kelelawar, hingga tubuh mereka tak dapat digerakkan dan jatuh ke bawah dan hilang di balik rimbunnya pepohonan hutan.


kelelawar iblis pun tak luput dari serangan jarum jarum emas yang ditebarkan di udara, jarum jarum itu mengenai titik saraf yang ada di kepala kelelawar iblis, yang membuat kelewat iblis itu kebingungan dan hilang kendali.


Mereka saling menabrakkan diri, hingga tubuh mereka hancur dan melayang jatuh kebawah hutan.


Kini tinggal Yan Lan dan jendral iblis Margos yang saling berhadapan, kelelawar merah yang di tunggangi sang jendral iblis, seketika mengeluarkan suara melengking tinggi, yang membuat Yan Lan harus menutup Indra pendengarnya.


Pertarungan di udara semakin sengit, tubuh jendral iblis Margos selalu berpindah pindah tempat, yang membuat Yan Lan kebingungan.


Mata langit yang ada padanya ikut terpengaruh oleh lengkingan kelelawar merah, yang membuat penglihatan mata langit yang ada pada Yan Lan tak sempurna.


"Aku harus membunuh kelelawar itu terlebih dahulu, jika tidak aku tak bisa menghabisi Jenderal iblis ini," batin Yan Lan.


Yan Lan berfikir keras, bagaimana caranya dia bisa membunuh kelelawar merah tunggangan Jendral iblis Margos, dan akhirnya Yan Lan menemukan ide, bagaimana dia dapat membunuh tunggangan sang Jenderal di itu.


"Moci...!! kau seorang Jendral di situ, alihkan perhatiannya agar aku dapat membunuh kelelawar merah itu," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera melompat dari punggung walet raksasa tunggangannya, sementara itu walet raksasa yang mengeluarkan inti api neraka langsung menyerang kearah Jenderal Margos, yang membuat jenderal Margos harus bertarung dengan burung walet jelmaan moci.

__ADS_1


Dengan lengahnya sang Jendral iblis, memberi peluang pada Yan Lan untuk menghabisi kelelawar raksasa yang menjadi tunggangannya.


Dengan tebasan dari jarak jauh, Yan lan berhasil memotong tubuh kelelawar merah menjadi dua bagian, Yan Lan terus meluncur ke bawah namun sebelum dia terhempas ke tanah walet raksasa telah duluan menangkapnya.


Yan Lan kembali mengudara bersama walet raksasa jelmaan moci, dan tak disangka oleh Yan Lan, tubuh dari Jendral iblis Margos sekarang mengeluarkan sayap hingga dia dapat terbang mengudara.


"Ha..ha .ha.., Aku akan membunuhmu anak muda, walau kau telah membunuh kelelawar tungganganku, bukan berarti aku akan mati, sekarang giliranmu untuk mati anak muda," ucap jendral iblis Margos.


Dari tubuh Jenderal iblis Margos seketika mengeluarkan aura gelap yang sangat mencekam, aura itu dapat menutup pandangan Yan Lan, seketika roh para pasukan iblis yang tadinya mati kini bangkit kembali, roh roh para pasukan iblis itu langsung menyerang ke arah Yan Lan, yang membuat Yan Lan tersudut karena di buru oleh roh para iblis.


Yan Lan teringat kembali kepada artefak yang ada di lehernya, yang mana artefak itu dapat menyerap para roh untuk masuk ke dalamnya.


Tanpa pikir panjang Yan Lan langsung menggunakan artefak itu, untuk menangkap para roh iblis yang banyak berterbangan di udara.


Dan akhirnya seluruh roh yang ada, dipaksa masuk ke dalam artefak kalung yang dikenakan oleh Yan Lan.


Jendral iblis Margos tak mempunyai kekuatan lagi untuk dipakai menghadapi Yan Lan, yang membuatnya berpikir untuk meninggalkan tempat itu. tapi sayang Yan Lan setelah mengetahui apa yang ada di pikiran sang Jendral iblis, Yan Lan tak memberikan kesempatan bagi Jenderal iblis Margos untuk melarikan diri.


Dengan menggunakan teknik ruang dan waktu, Yan Lan melesat cepat dan tahu-tahu sudah berada di dekat Jenderal iblis Margos.


Pedang pembunuh iblis segera bereaksi dengan menebas putus kepala sang Jenderal iblis, dan akhirnya Yan Lan berhasil memenangkan pertarungan di udara tersebut.


Yan Lan merebahkan tubuhnya di atas punggung walet raksasa, yang membawanya menuju ke klan Glasier.


Walaupun racun yang berada pada luka di bahu kirinya telah dinetralkan, akan tetapi luka yang dalam banyak mengeluarkan darah, yang membuat Yan Lan kehilangan banyak darah sehingga tubuhnya terasa lelah.


Burung walet terus terbang menuju ke klan Glasier dengan membawa Yan Lan yang sedang terluka di atas punggungnya.


Melihat ada burung walet raksasa terbang berputar-putar di atas klan Glasier, membuat ketua Yan Lou segera memasang sikap siaga dan menyuruh para anggota klan, untuk mengarahkan anak panahnya ke arah burung walet raksasa itu.


Melihat burung walet raksasa tak melakukan penyerangan, membuat ketua klan Glasier menahan serangan panahnya.


Dia pun menyuruh salah satu anggota klannya, untuk terbang keatas dan melihat siapakah yang ada di atas punggung burung walet, dan betapa terkejutnya anggota Klan yang melihat ke atas punggung burung walet.


"Tuan muda Yan Lan," pekiknya.


Anggota klan segera mengisyaratkan agar burung walet itu dapat turun ke bawah, karena yang berada di atas punggung burung walet merupakan Yan lan, anak angkat dari ketua klan Glasier.


Melihat Yan Lan yang sedang terluka, membuat ketua Yan lou segera membawa Yan Lan ke balai pengobatan klan.


Yan ling terdiam membisu melihat sosok pemuda yang dahulu pernah dekat di hatinya, kini berada di klan Glasier kembali, dan ini merupakan hari terpahit baginya karena Yan Ling sekarang telah bertunangan dengan seorang anak muda dari salah satu petinggi klan Glasier yang ada.


Yan ling tak bisa berlama-lama melihat wajah Yan Lan, karena sosok pemuda itu masih begitu sangat dicintainya, Yan ling berjalan mendekati Yan Lan, akan tetapi sebuah tangan dari sosok pemuda yang menjadi tunangannya, mencegah Yan ling untuk mendekati Yan Lan.


"Kita sudah bertunangan, maka kau hargailah pertunangan kita ini, jangan kau buat malu keluargaku!!" ucap sosok pemuda tersebut.


Sosok pemuda itu bernama Moge, putra dari wakil ketua klan Glasier yang bernama Mogi an,


Yan ling hanya diam mendengar perkataan pemuda itu, perjodohan yang dilakukan ayah dan ibunya setelah kepergian Yan Lan, membuat Yan Ling harus mengikuti perkataan suami masa depannya itu.


Moge membawa Yan Ling pergi dari tempat itu, rasa cemburu yang besar terhadap Yan Ling, membuat moge tak ingin Yan Ling kembali ke pelukan Yan Lan.


Di tempat lain, seorang wanita cantik dengan memakai cadar pergi menuju ke istana Giok.


dia adalah Zhao Quin, mendengar kabar jika Klan-nya telah musnah dan pelakunya adalah ketua Dong Wung yang berhianat, membuat Zhao Quin ingin bergabung dengan kekaisaran Giok untuk memusnahkan bangsa iblis.


Zhao Quin di perbolehkan oleh ibunya untuk membela manusia yang akan dijajah oleh bangsa iblis, akan tetapi Zhao Quin tidak diperbolehkan berhubungan dengan manusia kecuali dengan bangsa peri atau turunan Dewa yang nantinya akan menjadi suaminya.


Di depan gerbang Zhao Quin menyamar sebagai seorang Alkemis yang melalang buana, segaja ini dilakukan agar dirinya dapat masuk ke dalam kota ke kaisaran Giok.


Awalnya Zhao Quin tak diperbolehkan masuk ke dalam kota ke kaisaran, akan tetapi setelah melakukan pengetesan, akhirnya Zhao Quin dapat masuk ke dalam kota ke kaisaran karena di dalam tubuhnya tak mempunyai darah iblis.


Zhao Quin diantar menemui kaisar giok yang saat ini sedang terluka akibat pertarungannya tempo hari ini dengan Yan Lan.


Dengan kekuatan tingkah Alkemis yang mumpuni, akhirnya yang dapat menyembuhkan sang kaisar dengan mudah, yang membuat sang kaisar menyukai tingkat alkemis yang dimilikinya.


Tak lama berselang Zhao Quin berhasil mendapatkan kedudukan di hati sang kaisar, yang mana sang kaisar giok mengangkatnya sebagai kepala alkemis di istananya.


Selain seorang alkemis muda berbakat, Zhao Quin dapat meramu pil obat mujarab yang membuat seluruh orang yang berada di istana giok menghormatinya.

__ADS_1


Chapter 167terlebih dahulu, baru 166 terus 168, kesalahan jam terbit kk, maaf.


__ADS_2