
Selesai makan Yan Lan tak langsung ke klan Glasier, dia lebih memilih untuk mencari penginapan, dan ingin mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang turnamen yang akan di laksanakan keesokan harinya.
"Lebih baik aku memulihkan diri dari rasa lelah karena perjalanan panjang yang menyita waktu cukup lama, dan kurasa aku harus mencari penginapan terlebih dahulu," ucap Yan Lan.
Yan Lan lebih memilih untuk mencari penginapan klas menengah kebawah, karena dalam fikiran Yan lan, jika dia mencari penginapan klas atas dengan turnamen yang akan di selenggarakan besok, tentunya penginapan itu telah di penuhi oleh orang orang yang akan menonton pertandingan esok hari.
Yan Lan mulai mencari penginapan, akan tetapi seluruh penginapan telah penuh dengan pengunjung.
"Tak ku sangka klan Glasier bisa seramai ini, tak ada satu penginapan pun yang tersisa untukku," ucap Yan Lan.
Yan Lan akhirnya pergi ketempat di mana terdapat arena pertandingan, dan ternyata di sana juga sudah banyak terdapat orang orang yang sengaja datang lebih awal, agar dapat menonton pertandingan dari dekat.
"Lebih baik aku beristirahat di sini, sambil menunggu pagi datang," ucap Yan Lan.
"Moci, masuk lah ke alam batinku, karena bentuk tubuhmu yang unik, akan menimbulkan keramaian orang orang yang melihatmu," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda!!" jawab Moci.
Moci segera berubah menjadi cahaya hitam, dan kemudian masuk ke alam batin Yan Lan.
Setelah masuknya Moci ke alam batinnya, Yan Lan akhirnya merebahkan tubuhnya pada dinding bangunan yang tak jauh dari tempat itu, karena kelelahan Yan Lan akhirnya tertidur lelap.
Pagi hari, Yan Lan di kejutkan oleh suara ramai di sekitarnya, diapun perlahan membuka matanya.
"Ternyata tempat ini sudah ramai oleh antusias orang orang yang ingin menonton pertandingan, aku harus pergi membersihkan diri dan mengisi perutku terlebih dahulu, baru aku akan menonton turnamen ini," batin Yan Lan.
Yan pergi meninggalkan tempat itu, dan menuju ke salah satu rumah makan.
Rumah makan itu tak seramai sebelumnya, karena semua tamu rumah makan, kebanyakan pergi untuk menonton turnamen beladiri.
Di rumah makan Yan Lan duduk berdekatan dengan beberapa orang pemuda yang sedang bercakap cakap.
"Saudara Lian, menurutmu siapakah yang akan menjadi pemenang di turnamen ini?" tanya seorang pemuda pada rekannya.
"Aku rasa semua yang mengikuti turnamen adalah orang orang berbakat, tapi aku lebih menjagokan orang orang dari sekte 1000 pedang, selain semua anggotanya jenius mereka juga di dukung oleh putra mahkota kekaisaran giok," ucap Lian.
"Benar sekali saudara Lian, sekte 1000 pedang saat ini memang mendapatkan berbagai macam sumberdaya yang berlimpah dari putra mahkota, dan usut punya usut sekte 1000 pedang juga perlahan pahan telah menggeser ketenaran dari pagoda 9," timpal Yugi.
"Bagaimana sekte itu tak tenar dan ternama, sementara yang mendirikan sekte itu adalah putra mahkota sendiri, putra mahkota bekerjasama dengan penatua kekaisaan untuk merekrut seorang pendekar sakti dan kini menjadi ketua sekte 1000 pedang," ucap yang lainnya.
Yan Lan mendengarkan semua percakapan mereka, dan mencerna keadaan yang ada.
"Aku sangat penasaran, siapakah wakil dari sekte 1000 pedang dalam turnamen ini?" batin Yan Lan.
Yan Lan kembali mendengarkan percakapan mereka.
"Aku punya berita bagus dan ini dari sumber yang terpercaya, sewaktu putra mahkota belajar Alkemis di pagoda 9, sebelumnya dia sempat jatuh hati pada seorang wanita cantik yang bernama Zhao Quin, dan entah mengapa wanita itu tak juga di temukan di dalam pagoda 9, katanya sih wanita itu sedang berlatih dengan leluhur pagoda 9 di hutan bambu kuning. Dan berita yang sangat santer terdengar saat ini, putra mahkota juga menyukai wanita yang merupakan putri dari ketua klan glasier, kalau ngak salah namanya Yan ling!!, Yan Ling menolak lamaran putra mahkota karena sudah mempunyai calon suami, klau ngak salah namanya Yan Lan, ia Yan Lan," ucap Yuger.
"Kau benar saudara Yu, aku sempat mendengar berita itu. Putra mahkota yang kecewa akhirnya menantang Yan Ling untuk bertarung, dan pada akhirnya putra mahkota kalah dan meninggalkan pagoda 9. Putra mahkota berguru pada ketua sekte 1000 pedang yang di dikannya, dan dengan kekuasaan sang ayah, klan Glasier di minta untuk menyelenggarakan turnamen besar, yang bertujuan agar putra mahkota dapat bertarung kembali dengan Yan Ling di atas arena dan disaksikan oleh masyarakat luas, hal ini juga sebagai pembuktian jika putra mahkota sanggup untuk mengalahkan Yan ling, dan bisa menggantikan kedudukan Yan Lan sebagai calon suaminya.
"Berarti turnamen beladiri ini hanya akal akalan sang putra mahkota? apa dia tak sadar jika para wanita cantik sudah banyak di sekelilingnya, dan mengapa masih menginginkan calon istri orang?" tanya Lian.
"Siapa yang tak tertarik dengan putri ketua klan glasier? wajah dan semua yang ada di tubuhnya begitu sangat sempurna, cantik seperti Dewi dari nirwana, jika kalian melihatnya, kujamin kalian tak akan berkedip untuk menatapnya," jawab Yugi.
"Selain Yan Ling, aku dengar putri dari kaisar giok, putri ketua menara falan dan putri ketua klan ming yang kecantikannya setara dengan putri ketua klan Glasier, juga ikut serta dalam turnamen Akbar tersebut," ucap Yugi kembali.
"Jika begitu kita harus melihat mereka bertanding!!" ucap Yuger.
Ke 4 pemuda tersebut segera membayar makan mereka, dan pergi menuju ketempat di mana turnamen beladiri akan berlangsung.
Yan Lan yang mendengar percakapan ke 4 pemuda tersebut, langsung menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Aku pasti akan di pusingkan kembali dengan para wanita itu!!" batin Yan Lan sambil meneguk segelas anggur yang ada di hadapannya.
Yan Lan kembali ketengah kota, tempat dimana berlangsungnya turnamen beladiri antar kultivator di adakan.
Di podium utama terlihat 2 orang jendral dari kekaisaran giok, ketua Hyo jin, ketua 12 klan Huang Lang, ketua klan Glasier Yan Lao, ketua sekte 1000 pedang Riu Xiozi, dan masih banyak
para tamu undangan yang lainnya yang hadir mengikuti turnamen.
Tetua klan glasier masuk ke dalam arena, dan mengumumkan jika turnamen beladiri akan segera di mulai.
Aturan turnamen yaitu di larang membunuh lawan, di mana pertarungan akan berlangsung jika kultivator bertarung 1 lawan 1. Dan siapapun kultivator bisa naik ke arena untuk bertarung.
__ADS_1
Ketua Yan Lou segera mempersilahkan siapa saja yang akan menaiki arena turnamen beladiri.
Putra mahkota segera melesat naik ke atas arena, di sisi lain perwakilan dari klan Chan naik ke arena dan siap bertarung dengan putra mahkota kekaisaran giok.
Setelah menyegel arena dengan segel pelindung, ketua Yan Lou pergi meninggalkan arena pertarungan.
Tampak putra mahkota yang bernama Xing ying tengah berhadapan dengan salah seorang kultivator yang berada di tingkat saint, dia bernama Chang yang dari kota gurun pasir.
Pertarungan pun segera di mulai, tampak putra mahkota mendominasi pertarungan.
Chang yang yang tak mau harga diri klan Chang sampai jatuh gara gara kalah bertarung dengan putra mahkota, langsung menggunakan Tehnik pasir hidup yang di milikinya.
Pertarungan semakin sengit, pasir pasir yang di miliki oleh Chang yang, selalu menangkis semua serangan yang di lancarkan putra mahkota, dan pasir pasir itu juga dapat menjadi senjata yang sangat mematikan dalam menyerang balik putra mahkota.
Putra mahkota mulai kewalahan dengan pasir hidup yang di miliki oleh Chang yang. Hal itu memberikan kesempatan terbuka bagi Chang yang untuk melesakkan tendangan keras ketubuh putra mahkota.
Tendangan itu telak mengenai dada putra mahkota, bukanya terhempas oleh tendangan Chang yang, tubuh putra mahkota tetap kokoh berdiri tegak di arena pertarungan.
Sementara sebaliknya, tubuh Chang yang malah terhempas kebelakang, di mana kaki yang menendang tubuh putra mahkota patah di beberapa bagian.
Suara teriakan kesakitan sontak terdengar dari mulut Chang yang.
Seketika pasir hidup yang ada di sekitar Chang yang, langsung mengerumuni kaki Chang yang yang patah.
Dari jauh yan Lan yang melihat hal itu menjadi tertegun, dengan semua peningkatan kemampuan putra mahkota sekarang.
"Ternyata putra mahkota mempunyai perisai untuk membalikkan serangan, sungguh menarik," batin Yan Lan.
Kembali ke arena pertarungan....
Chang yang bangkit berdiri dan berteriak "Hujan pasir hitam".
Seketika seluruh pasir yang bertebaran di udara, membentuk jarum jarum kecil berwarna hitam dengan ujung ujung yang runcing, dan langsung mengarah ke arah putra mahkota berada.
Melihat hal itu, putra mahkota segera mengeluarkan pedangnya dan seketika cahaya ungu dari pedang putra mahkota, langsung mendominasi tempat itu.
"Jiwa pedang suci!!" teriak putra mahkota dengan menancapkan pedang ketanah dengan kedua tangannya.
Dari langit tiba tiba muncul sebuah pedang raksasa berwarna ungu, dan langsung menancap ketanah di depan putra mahkota.
Serangan balasan langsung di arahkan putra mahkota ke arah Chang yang, dengan menebaskan pedangnya kedepan.
Sepuluh rupa pedang yang sama, langsung mengarah cepat ke arah Chang yang berada, yang membuat seluruh pasir hitam yang ada di sekitarnya bergerak, membentuk sebuah perisai yang melindungi tubuh Chang yang dari ancaman serangan pedang yang dilesakkan putra mahkota.
Melihat begitu banyak pasir yang melindungi tubuh Chang yang, putra mahkota hanya tersenyum. Diapun mengarahkan telapak tangan kanannya kedepan.
"Roh pedang....! tembus!!" ucap putra mahkota sambil menutup telapak tangannya.
Kesepuluh pedang langsung menghilang dari pandangan mata, menembus dinding perisai pasir yang telah terbentuk.
Dan tak lama kemudian, terdengar suara teriakan menyayat hati yang keluar dari mulut Chang yang, tubuhnya ambruk ketanah dan tak sadarkan diri.
Semua penonton hiruk pikuk bersorak Sorai menyambut kemenangan putra mahkota, dan pertarungan perdana itu pun di menangkan oleh putra mahkota.
Yan Ling naik ke atas arena pertarungan, rambut panjangnya tergerai indah dan sedikit berkibar di tiup angin, dia mewakili klan glasier dalam pertarungan itu.
Semua penonton yang rata rata seorang pria, seperti terhipnotis dengan kecantikan Yan Ling,
dan pada akhirnya seorang pria yang merupakan kultivator muda dari klan Fang yang berasal dari kota tanah dan batu, langsung menantang Yang Ling di atas arena pertarungan.
Pertarungan pun terjadi, Anak muda yang bernama Fang Ibai, langsung menyerang Yan Ling dengan tusukan dan tebasan tombak yang di milikinya.
Pergerakan Yan Ling begitu lembut dan bertenaga, semua serangan yang lancarkan Fang Ibai dengan mudah di tepisnya.
Pedang es semesta yang berada di tangan Yan Ling seketika menimbulkan udara dingin dan butiran butiran salju. Yan Lan yang menyaksikan Yan Ling bertarung, hanya bisa tersenyum dari kejauhan.
"Akhirnya kau bisa menguasai tehnik pedang naga es, Ling er...," batin Yan Lan.
Mata Yan Lan terus tertuju pada Yan Ling, yang kini dapat menekan Fang Ibai dengan tehnik pedang yang di milikinya.
Fang Ibai bersalto ke belakang, dan menapakkan tangannya ketanah, seketika itu dari lantai arena yang di pijak Yan Ling, mencuat tanah keras dan berujung runcing yang langsung menyerang Yan Ling.
Yan Ling mencoba menghindar dengan melompat kesana dan kemari, akan tetapi tanah keras dan runcing selalu memburu keberadaannya.
__ADS_1
Yan Ling bersalto kebelakang, dan menghantamkan tinjunya kelantai arena, maka seluruh permukaan lantai arena kini terselimuti oleh lapisan es yang tebal.
Kini tak ada lagi tanah yang mencuat dari lantai arena, karena lapisan es yang berada di permukaan arena, begitu sangat kuat untuk di tembus oleh tehnik element tanah yang di gunakan Fang Ibai.
Melihat hal itu Fang Ibai segera mengayunkan tombaknya kearah Yan Ling. Kembali dengan mudah Yan Ling menangkis serangan tiba tiba dari Fang Ibai itu.
Fang Ibai kembali bersalto ke belakang, dengan tehniknya Fang Ibai menapakkan tangannya kedepan, maka ratusan batu turun dari angkasa dan langsung membungkus tubuh Yan Ling.
Ketua Yan Lou berdiri dari duduknya karena melihat putrinya dalam bahaya, kegelisahan pun segera melanda hatinya.
Akan tetapi kegelisahan itu segera sirna melihat bebatuan yang membungkus tubuh putrinya, kini berubah beku dan ..
Trak..!!
Semua batu yang membungkus tubuh Yan Ling, hancur dan menjadi serpihan serpihan kecil es.
Fang Ibai melangkah ke arah Yan Ling dengan menggenggam tinju memberi hormat, dia mengakui kekalahannya di tangan putri ketua klan glasier.
Setelah mengakui kekalahannya, Fang Ibai segera meninggalkan tempat itu dengan melesat pergi dari arena.
Setelah mengumumkan jika Yan Ling menjadi pemenang dari pertarungan itu, seluruh es yang menutupi lantai arena seketika mencair dan meninggalkan genangan air sana.
Sorak Sorai kembali terdengar dari para penonton pertandingan, setelah ketegangan yang ikut mereka rasakan dari pertarungan Yan Ling dan Fang Ibai.
Tak lama seorang berjubah hitam memasuki arena pertarungan, aura yang begitu sangat menindas langsung mencuat dari tubuhnya.
Yan Lan yang melihat hal itu langsung tersentak kaget, karena aura yang keluar dari tubuh pemuda berjubah hitam, begitu sangat familiar dengannya.
"Iblis...!! ternyata iblis telah masuk ke wilayah klan Glasier, ini sangat berbahaya!!" batin Yan Lan.
Yan Lan merasakan jika pemuda misterius yang berada di atas arena, lebih kuat berkali kali lipat dari kekuatan jendral perang Digos yang telah di kalahannya.
Pemuda itu tak lain adalah putra raja iblis Zargon yang bernama Azuma. Sengaja Azuma di panggil kembali oleh raja iblis, untuk menjajal kekuatan seluruh kultivator muda di benua permata hijau, dengan mengikuti turnamen yang sedang berlangsung di kota kristal es.
Melihat adanya iblis yang begitu kuat, membuat Yan Lan ingin masuk kedalam arena pertarungan, akan tetapi seorang anak muda dengan jubah yang di penuhi dengan gambar pedang di jubahnya, telah duluan masuk kedalam arena pertandingan.
Akhirnya Yan Lan mengalah dan menunggu saat yang tepat untuk berhadapan langsung dengan pemuda berjubah hitam, yang kini akan melangsungkan pertarungan dengan pemuda dari sekte 1000 pedang.
Sorak Sorai para penonton mewarnai pertarungan yang sebentar lagi akan terlaksana.
Para penonton hampir semuanya menjagokan pemuda yang berasal dari sekte 1000 pedang, yang mana saat ini reputasi sekte 1000 pedang, bisa menggeser reputasi dari pagoda 9 yang memiliki banyak kultivator dan para Alkemis hebat.
Akhirnya pertarungan di mulai, terlihat anak muda dari sekte 1000 pedang langsung memulai serangan.
Dengan pedangnya dia langsung menebas ke arah leher Pangeran iblis Azuma.
Tinggal beberapa senti pedang itu menebas leher pangeran iblis Azuma, tiba tiba terjadi hal yang di luar nalar, sang pangeran iblis tiba tiba saja menghilang, dan tau tau...
"Buk...kk..!!
Tubuh anak muda yang di penuhi gambar pedang di jubahnya, terhempas kebelakang dan menabrak dinding pelindung hingga retak.
Tubuh pemuda itu ambruk kelantai arena dan tak sadarkan diri.
Semua penonton terdiam, mereka tak menyangka jika pemuda berjubah hitam begitu sangat kuat, karena bisa menghabisi pemuda dari sekte 1000 pedang hanya dengan sekali gerakan saja.
Semua ketua dan tamu undangan yang berada diatas podium terdiam, melihat apa yang telah terjadi pada lawan tarung sang pemuda berjubah hitam.
Ketua Riu Xiozi yang merupakan ketua sekte 1000 pedang, segera bangkit dari duduknya, sang ketua tak menyangka, jika salah seorang murid jenius dan terbaik yang di miliki oleh sekte 1000 pedang, dapat di kalahkan dengan mudah hanya dengan sekali serangan saja.
"Siapa sebenarnya anak muda itu, kekuatan yang di milikinya benar benar di luar akal sehatku," batin ketua Riu Xiozi.
Di atas arena, pangeran iblis Azuma menatap tajam kearah di mana Yan Lan berada, Yan Lan pun membalas menatap tajam keatas Azuma.
Tiba tiba saja suara yang sangat jelas terdengar di telinga Yan Lan.
"Aku menunggumu untuk bertarung di atas arena ini!!".
Dan tak lama kemudian, pangeran iblis Azuma berjalan menuju kearah di mana podium para pemenang pertarungan berada.
Yan Lan segera mengeluarkan sebuah topeng dari dalam cincin penyimpanannya, dan mulai memakainya.
Yan Lan berkeinginan untuk mengikuti turnamen beladiri, demi untuk bertarung dengan pemuda berjubah hitam yang telah mengalahkan pemuda dari sekte 1000 pedang.
__ADS_1
"Sepi vote, jadi malas berkarya".