
Pagi hari di istana kerajaan cahaya nirwana, tampak Yan Lan dan Cencen sedang bersiap siap karena sedang di panggil oleh Ratu Shima.
Setelah rapi mereka berdua mengikuti prajurit, yang akan mengantarkan mereka berdua menuju ketempat dimana ratu Shima berada.
Akhirnya Yan Lan dan Cencen tiba di sebuah ruangan besar dengan kemegahan yang luar biasa, beberapa guci besar menghiasi tempat itu yang membuat seisi ruangan terkesan sangat mewah.
Mereka berdua segera menggenggam tinju dan memberi hormat pada sang ratu, saat mereka berdua bertemu dengan sang ratu.
"Aku sengaja memanggil kalian berdua karena banyak laporan yang membuatku harus menyuruh kalian keluar dari istana ini, termasuk pengaruh buruk dari kalian berdua terhadap putraku Zheng Bil Ang," ucap sang ratu dingin.
Yan Lan dan Cencen ingin melakukan protes, akan tetapi sang ratu tak memperbolehkan hal itu dari isyarat yang dia berikan.
"Aku ingin kalian keluar dari istanaku ini, dan kalian tak boleh lagi datang ke istana untuk selama-lamanya, walaupun suamiku raja Zheng long telah selesai melakukan kultivasi nya, itu hukuman buat kalian yang telah berlaku kurang ajar terhadap keluarga istana kerajaan termasuk mencelakai Erlang Mo, putra bangsawan Erlang Huo," sambung Ratu Shima kembali.
Cencen yang tak tahan memendam beban pikirannya, segera berkata.
"Kami berdua tak pernah melakukan hal seperti yang mulia tuduhkan, sebaliknya tuan muda ku ini malah mengajarkan pangeran cara menggunakan pedang dan menguasai tehnik roh jiwa pedang itu sendiri, dengan perkataan yang mulia seperti ini, sama hanya yang mulia mengusir kami berdua dari istana kerajaan ini dengan tidak hormat, harusnya yang mulia sebagai seorang pemimpin dapat memberikan keadilan dalam mengambil keputusan bukan sepihak seperti ini!!" ucap Cencen yang mengeluarkan segala keluh-kesah yang tersimpan di dadanya.
"Lancang...!!, kalian pikir tengah berhadapan dengan siapa, sehingga kalian berdua berani berkata seperti itu kepada sang ratu!!" teriak Bangsawan Erlang Huo yang juga berada di tempat itu.
"Apa yang di katakan saudaraku ini benar adanya, jika pemimpin mempunyai hati yang tak bijak lagi, maka siap siap istana tempatnya berada pasti akan tertimpa malapetaka," ucap Yan Lan sambil menatap tajam kearah bangsawan Erlang Huo.
"Kalian memang tak bisa di kasih hati!!" ucap bangsawan Erlang Huo Dengan mengarahkan aura ranah tingkat Alam puncak yang sangat menindas ke arah Yan Lan dan Cencen berada.
"Kau ingin mengujiku bangsawan?". ucap Yan Lan dengan mengarahkan aura ranah tingkat surgawi yang di milikinya untuk menghalau Aura yang datang padanya, hingga membuat bangsawan Erlang Huo kesulitan untuk bernapas.
"Hentikan!! teriak ratu Shima dengan amarah yang memuncak, kerena Yan Lan telah berani menyerang Bangsawan Erlang Huo dengan kekuatan auranya.
__ADS_1
"Prajurit..!! bawa dua orang ini ke penjara Bintang hitam," teriak ratu Shima.
Beberapa orang prajurit segera bergerak untuk menangkap Yan Lan, akan tetapi pergerakan mereka semua berhenti dan sebaliknya malah bergulingan di tanah menahan rasa sakit yang mendera tubuh mereka semua, mendengar tawa dan perkataan Yan Lan yang di sertai penyaluran tenaga dalam yang sangat menindas.
"Ha..ha..ha.., kau sangat meremehkan ku ratu, aku bisa saja menghancurkan istanamu ini dalam sehari, walau pun kau memiliki armada tempur yang sangat kuat melebihi kerajaan puncak langit, tapi itu tak akan bisa menahanku untuk menghancurkan kota dan istanamu yang megah..!!, jika kau masih tak memandang kami berdua maka jangan salahkan aku jika bertindak melebihi batas!!" ancam Yan Lan.
"Cencen, ayo kita pergi dari sini, aku muak dengan semua sampah yang berada di tempat ini," ucap Yan Lan.
Perkataan Yan Lan benar benar membuat ratu Shima murka, dengan mengeluarkan cambuk petir nya, sang ratu langsung menyerang Yan Lan.
Belum sempat cambuk itu mengenai Yan Lan, sebuah gelombang kejut yang sangat kuat langsung menimpa sang Ratu, yang membuatnya terhempas ke belakang dan menabrak beberapa guci besar yang menjadi perhiasan di ruangan itu.
Melihat hal itu, bangsawan Erlang Mo langsung menyerang Yan Lan dengan ganas, akhirnya pertarungan pun terjadi di dalam ruangan itu, Cencen yang melihat begitu banyak prajurit berdatangan, dengan sigap dia pun menghalau para prajurit itu, sehingga para prajurit tak bisa mendekati Yan Lan yang tengah bertarung dengan bangsawan Erlang Huo dan Ratu Shima.
Merasa di dalam ruangan itu Yan Lan tak leluasa bergerak, sehingga dia pun menghancurkan dinding ruangan agar dapat keluar dari dalam ruangan sempit itu.
"Baik tuan muda!!" jawab Yan Lan singkat.
Akhirnya Cencen mengikuti Yan lan melesat keluar dari dalam ruangan itu.
Di luar para perwira tinggi istana telah berdatangan ketempat itu, tanpa adanya perintah dari ratu maupun bangsawan Erlang Huo, para perwira istana itu langsung menyerang Yan Lan.
Kali ini Yan Lan benar-benar dibuat kesal, amarahnya pun bergejolak hingga membantai seluruh prajurit serta perwira tinggi yang tengah menyerangnya hingga menjadi debu.
Api inti surgawi di tangan kiri Yan Lan dan api inti neraka di tangan kanan Yan lan bener menindas tempat itu, seluruh sumur, kolam dan apapun yang terdapat air tergenang seketika mengering.
Cencen yang berada dekat Yan Lan, sama sekali tak merasakan panas sedikit pun yang menimpa tubuhnya, hari itu membuatnya sangat heran apalagi melihat seluruh prajurit yang berupaya mendekati Yan Lan dengan jarak tertentu, seketika berubah menjadi debu.
__ADS_1
Cencen mencerna keadaan yang ada, dengan meneliti kembali keadaan tubuhnya. Cencen baru menyadari jika di tubuhnya terdapat sebuah pelindung tipis yang menyelimuti seluruh tubuh nya, "Kapan pelindung tipis ini Yan Lan menaruhnya di tubuhku?" batin Cencen bertanya tanya.
"Yan Lan..!!, kau sungguh keterlaluan, apakah kau juga ingin menghancurkan kerajaan ini seperti kau menghancurkan Kerajaan puncak langit!!?" teriak putri Zhen Bilqis dengan kemarahan yang memuncak.
Yan Lan menatap wanita yang pernah singgah di hatinya itu dalam dalam, ada perasaan yang tak bisa diungkapkan pada wanita cantik yang ada di hadapannya.
Yan Lan tak menduga jika Putri Bilqis akan nekat menyerangnya dengan dua inti api yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Hentikan ...!!"
"Hentikan...!!"
Teriak ratu Shima dan bangsawan Erlang Huo bersamaan melihat putri Bilqis yang nekat menyerang Yan Lan.
Putri Bilqis terus melesat cepat dengan ujung pedang yang mengarah pada tubuh Yan Lan.
"Kau pernah menyelamatkanku, aku pernah merasa nyaman dan bahagia bersamamu, aku pernah sakit hati dengan penolakan mu, dan aku akan memberikan hidupku ini untuk mati di tangan mu!!" ucap putri Bilqis sambil memejamkan kedua matanya.
Ucapan putri Bilqis begitu mengena di hati Yan Lan, yang membuat Yan Lan menghilangkan kedua inti api yang berada di tangan nya, dan sama sekali tak berkeinginan untuk menangkis serangan pedang yang mengarah kepadanya.
"Jelep..!!"
Pedang sang putri menembus telak di dada Yan Lan, yang membuat sang putri terkejut dan membuka kedua matanya.
Melihat hal itu sang putri segera mudur beberapa langkah ke belakang, dengan melepas pedangnya yang masih tertancap di tubuh Yan Lan.
Putri Bilqis tak dapat berbuat apa-apa melihat tatapan tajam Yan Lan yang mengarah padanya, yang membuat sang putri terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
"Mengapa kau lakukan ini padaku kak Yan Lan, mengapa kau membuatku begitu sangat bersalah karena telah melukaimu!!" tiba tiba suara sang Putri memecah keheningan dan tak terasa air matanya mengalir tanpa bisa ditahan lagi.