PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Keinginan Yan Lan


__ADS_3

Setelah putri Bilqis ingin menjadi pemandu Yan Lan dalam perjalanannya menuju ke kerajaan puncak langit, membuat Yan Lan merasa senang karena dia tak bersusah susah lagi untuk mencari pemandu dalam perjalanannya menuju kerajaan puncak langit.


Yan Lan membeli dua ekor kuda terbaik, dari pedagang kuda untuk menjadi tunggangan mereka berdua, dan tak lupa mereka berdua merubah penampilan dengan memakai baju seperti layaknya penduduk biasa.


"Putri sebelum kita pergi ke kerajaan puncak langit, aku ingin kau menemaniku untuk pergi ke pinggiran kota buluh surgawi, ada yang harus kutemui di sana," ucap yan Lan.


"Baik kak Yan Lan, aku akan menemanimu ke sana," jawab putri Bilqis.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke pinggiran kota buluh surgawi.


Di sana keadaan begitu sangat memiriskan hati, banyak anak kecil yang bermain tanpa menggunakan pakaian, dan rumah-rumah yang terdapat di sana seperti rumah yang tak layak lagi untuk ditempati karena keadaannya yang sudah rapuh dan usang.


"Sungguh raja kota kerajaan ini, sangat tak adil kepada para penduduknya," batin Yan Lan.


Yan Lan turun dari kudanya, begitupun dengan putri Bilqis, Yan Lan segera menanyakan keberadaan Beldi dari seorang penduduk pria yang berada disana.


"Paman, apakah paman tau keberadaan saudaraku Beldi?" tanya yan Lan.


Sesaat pria tua itu memperhatikan Yan Lan dari ujung rambut ke ujung kaki, kemudian memandangi putri Bilqis dengan pandangan tak bersahabat.


"Mengapa engkau mencari ketua kami?" tanya pria tua itu.

__ADS_1


"Aku adalah sahabatnya, jika paman memanggil dia kesini, maka aku akan sangat berterima kasih, aku akan membicarakan hal penting dengannya," ucap yan Lan.


Tak lama kemudian pak tua itu memanggil seorang anak muda, setelah membisikkan sesuatu hal ke telinga anak muda itu, sang anak muda segera pergi berlalu.


Tak lama kemudian anak muda itu membawa beberapa orang dengan tubuh kekar, dan wajah sangar yang menuju ke arah yan Lan dan putri Bilqis berada.


Melihat hal itu, putri Bilqis segera memasang sikap siaga dengan segala kemungkinan yang ada, sementara Yan Lan tetap tenang karena melihat ada seseorang yang begitu sangat dikenalinya dalam kelompok orang-orang kekar tersebut.


"Tuan muda Yan Lan, tak disangka kita akan berjumpa lagi, ayo silahkan kita pergi ketempat ku, ayo nona silahkan," ucap Beldi yang mengajak kedua tamunya untuk pergi ke kediamannya.


Semua orang yang berada di tempat itu serasa tak percaya jika anak muda dengan pakaian lusuh seperti orang biasa, begitu sangat dihormati oleh ketua mereka.


"Siapakah pemuda itu?" tanya seorang pemuda yang berbadan kekar kepada pemuda lainya.


Akhirnya semua pemuda mengikuti Yan lan dan putri bilqis dari belakang, untuk menuju ketempat dimana kediaman ketua mereka berada.


Di kediaman Beldi, Yan Lan dan putri Bilqis di sambut dengan hangat oleh istri Beldi, dan di jamu ala kadarnya.


"Saudara Beldi, aku ingin kau mengumpulkan seluruh ketua dari klan yang ada, serta para tetua yang berpengaruh di tempat ini, karena aku ingin membahas beberapa hal bersama mereka," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda, aku akan memanggil mereka semua," jawab Beldi.

__ADS_1


Beldi menyuruh beberapa orang untuk memanggil seluruh ketua klan dan para tetua yang sangat berpengaruh di pinggiran ibu kota.


Mendengar jika Beldi yang merupakan ketua seluruh klan memanggil, maka semua ketua dan tetua yang ada di pinggiran ibukota, segera berangkat menuju ke kediaman ketua Beldi.


Di ruangan yang agak luas, para tetua yang sangat berpengaruh serta sang ketua yaitu Beldi sendiri, duduk bersama menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh Yan Lan.


"Namaku Yan Lan, dan wanita ini adalah teman dekatku, aku sengaja mengumpulkan kalian semua untuk membahas masalah kesejahteraan kalian semua, yang merupakan orang orang yang tak di perhatikan oleh raja kota," ucap Yan Lan.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu saling berpandangan, dan tak lama kemudian mereka semua menatap Yan Lan dengan pandangan yang penuh arti.


"Aku ingin 4 klan yang ada, berubah menjadi sekte dan para ketua klan yang ada sekarang wajib mengajarkan tehnik yang akan kuberikan nantinya kepada semua murid yang telah bergabung dengan sekte yang akan kalian buat.


4 sekte yang akan berkembang, semua akan di bawah naungan saudara Beldi, yang merupakan ketua seluruh sekte yang akan terbentuk, dan saudara Beldi bisa menindak tegas sekte yang menyalah gunakan kekuasaannya suatu hari nanti, dan itu akan berlanjut terus menerus sesuai dengan garis keturunan saudara Beldi.


Jika kalian menyetujuinya, maka kalian semua akan sejahtera dan tak akan ada lagi yang menganggap remeh orang orang yang berada di pinggiran ibu kota ini," ucap Yan Lan kembali.


"Ha..ha..ha..itu hanya hayalan dan omong kosong belaka, sehebat apa kau sehingga berkata seperti itu kepada kami semua?" ucap salah satu ketua dari 4 klan yang ada.


Yan Lan menatap ke arah orang tua yang telah meremehkannya dan berkata. "Kau ingin mengujiku pak tua?" tanya Yan Lan.


"Aku akan percaya padamu jika kau membuktikan semua omong kosong ini, dan jika kau dapat mengalahkanku maka aku lah orang pertama yang akan mengikuti semua perintahmu!!" ucap lelaki paruh baya dengan berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang.

__ADS_1


Bersambung...


Bantu author dengan like, komen dan vote, agar author semangat dalam menulis kelanjutan novel ini, terimakasih.


__ADS_2