PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pernikahan


__ADS_3

Pagi hari tetua Mogi an datang menghampiri tempat dimana kediaman ketua klan Glasier berada, keinginan tetua Mogi an datang menemui ketua Yan Lou bertujuan untuk mempersingkat waktu pertentangan dengan mengadakan pernikahan dalam waktu 1 minggu ke depan.


Keinginan tetua Mogi an ditentang keras oleh Yan Ling, karena waktu pernikahan itu terlalu singkat, apalagi saat ini keadaan di ke kaisaran Giok belum stabil dan masih banyak ancaman dari luar terutama para iblis yang berada di kedalaman hutan tak pernah terjamah oleh tangan manusia.


"Aku tak mau jika pernikahan itu secepat ini paman, aku belum siap..!!" ucap Yan Ling dengan kekesalan meninggalkan ruangan itu.


"Aku rasa yang dikatakan putriku itu ada benarnya saudara mo, lebih baik kita menunggu mereka siap dulu untuk menempuh hidup bersama, dari pada pernikahan yang mereka lakukan nanti tak akan berumur panjang," ucap ketua Yan Lou.


"Aku tetap pada pendirianku saudara Yan Lou, mereka telah bertunangan lama apalagi yang mereka tunggu?, aku ingin pernikahan mereka berlangsung 1 minggu dari sekarang..!" jawab tetua Mogi an dengan menekan sedikit suaranya yang terdengar sangat tegas.


"Aku tetap tidak akan memaksa putriku untuk menikah secepat itu!! biarkanlah dia siap dulu!!" ucap Lian ren yang mulai kesal.


"Aku tidak meminta banyak kepada kalian, Aku tidak meminta kalian untuk mengorbankan nyawa kalian untukku, hanya itu saja permintaanku!!" ucap ketua Mogi an sambil membuka jubah yang dikenakannya, maka tampaklah di tubuhnya bekas luka yang dalam sekitar bahu dan dada kirinya.


Melihat bekas luka di tubuh tetua Mogi an, ketua Yan Lou dan Lian ren tak bisa berbuat apa-apa, tampak ketua Yan Lou menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.


"Baiklah aku akan memenuhi permintaanmu kali ini, tapi hanya kali ini saja aku akan mengikuti keinginan," ucap ketua Yan Lou.


Akhirnya ketua Mogi an dapat merasa puas dengan apa yang didapatkannya hari itu, apa yang direncanakannya bisa berjalan sesuai dengan rencananya


*****


Berita pernikahan putri ketua klan Glasier dan putra Mogi an begitu santer terdengar, apalagi pernikahan itu begitu sangat didukung oleh putra mahkota ke kaisaran Giok.


Yan lan yang mendengar pernikahan itu, begitu sangat kaget dengan waktu pernikahan yang secepat itu, tapi apa mau dikata Yan lan tak bisa berbuat apa-apa karena keputusan itu telah diambil oleh kedua orang tua yan Ling dan Yan Ling sendiri.


Malam itu Yan Lan menghabiskan malam dengan menatap bulan dan bintang-bintang di sebuah taman di dalam istana Giok, lamunannya seketika buyar dengan suara wanita yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Yun er...!!, kau berada di sini?" tanya Yan Lan.


"Aku berada disini mengikuti pertemuan tadi siang bersama ayahku," jawab Yun er sambil duduk di samping Yan Lan.


"Kak Yan Lan, aku tak habis pikir dengan jalan pikiranmu?, saat kami bertiga berjuang keras untuk mendapatkan hatimu, hingga ada dari kami yang ingin saling membunuh, kau malah menjanjikan kepada kami bertiga untuk menjadi istrimu, setelah bertahun-tahun berlalu permusuhan kami bertiga berubah menjadi persahabatan yang baik demi untuk menjadi pendampingmu, tapi apa yang terjadi setelah kau kembali??, kau malah membiarkan kak Yan Ling diperistri oleh orang lain tanpa sedikit pun ada pembelaan darimu, di mana kak Yan Lan yang aku kenal dulu??" tanya Yun er.


Yakn lan terdiam dengan perkataan Yun er, tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, hanya nafasnya saja yang terasa berat.


"Maaf Yun er sepertinya aku harus beristirahat terlebih dahulu, tubuhku sudah terasa lelah dan letih, aku akan menemuimu kembali besok," ucap Yan Lan sambil berlalu pergi.


Perjuangkan lah apa yang telah menjadi hak mu kak Yan Lan, jangan biarkan kan kak Yan Ling pergi dari sisimu.


Yan Lan terus berjalan tanpa sedikitpun menjawab perkataan Yun er, pikirannya saat ini sedang kacau dengan kabar pernikahan Yan Ling Yang sebentar lagi akan digelar.


Dan akhirnya hari pernikahan Yan Ling dan moge terjadi setelah 5 hari berlalu, acara yang digelar begitu besar-besaran sesuai dengan perkataan putra mahkota.


Tampak kesedihan dimata Yan Ling saat melihat Yan Lan dari kejauhan, begitupun halnya dengan Yan Lan yang begitu sangat bersedih melihat salah seorang wanita yang dicintainya, sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.


Mereka berdua saling bertatapan dengan perasaan sedih di hati masing-masing.


Raja istana Giok datang menghampiri kedua pasangan itu, dengan maksud akan bahkan kedua mempelai itu menjadi suami istri.


Sebelum sang raja mengesahkan pernikahan itu, Yan Ling dengan cepat melesat ke arah yang dan memeluk erat pemuda itu.


"Kak Yan Lan, aku tak ingin menikah dengannya, karena aku sangat mencintaimu," ucap Yan Ling.


Yan Lan terdiam, matanya pun dipejamkan, Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.

__ADS_1


Melihat apa yang terjadi dengan mempelai wanita, seketika kehebohan terjadi di dalam ruangan yang luas itu, putra mahkota yang sudah lama memendam kekesalan dan amarah pada Yan Lan, segera memerintahkan pasukan istana Giok untuk menangkap Yan Lan.


Yan Lan dikepung oleh ratusan prajurit istana Giok, sementara itu moge yang ingin menyerang Yan Lan, segera ditahan oleh ayahnya.


Tetua Mogi an mendatangi ketua Yan Lou dan Lian ren.


Inikah balasanmu setelah apa yang kulakukan padamu dulu, dengan mempermalukanku di depan umum seperti ini?" tanya tetua Mogi an.


Tetua Yan Lou terdiam sesaat dan melesat ke arah Yan Lan.


"Plak..!!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Yan Lan hingga membuat darah segar keluar di sudut bibirnya.


"Aku tak pernah mengajarkanmu sedari kecil untuk melakukan hal seperti ini Yan Lan..!!, apa yang kau lakukan ini begitu sangat memalukan keluarga besar ku!!, dan mulai hari ini kau keluar dari silsilah keluarga besarku!!" ucap Yan kau.


Yan Lou segera mengeluarkan pedangnya dan ingin menusuk Yan Lan, akan tetapi keinginannya itu tak terwujud karena Lian ren sudah berdiri menghadang di depan.


"Aku tak ingin kau melukai anak-anakku, jika kau ingin melakukannya maka bunuh aku terlebih dahulu, ingat Yan lou kebahagiaan putriku lebih dari apapun didunia ini," teriak Lian ren.


Perkataan istrinya membuat ketua Yan Lou menyadari kesalahannya, keegoisan terhadap masa lalunya membuat Ketua Yan Lou gelap mata, hingga harus mengorbankan perasaan putrinya.


"Yang mulia, aku mau minta maaf karena masalah yang terjadi ini, Aku tak ingin menghancurkan perasaan putriku yang mencintai Yan Lan, aku sebagai ayah akan menerima hukuman seberat-beratnya dengan semua kejadian ini, dan aku minta padamu yang mulia agar melepaskan putriku dan Yan Lan," ucap ketua Yan Lou.


"Ayah...!!" Yan Lou tak pantas untuk menjadi ketua klan Glasier, sikapnya tak pantas sebagai seorang pemimpin, bisa saja suatu hari nanti dia akan menghianati ke kaisaran Giok!!" ucap putra mahkota.


"Aku ingin mereka semua dijebloskan ke dalam penjara!!" ucap putra mahkota kembali.

__ADS_1


__ADS_2