
Zhao Quin melesat cepat ke dalam hutan, rasa kecewa yang dia rasakan membuatnya berfikiran sempit, dan ingin segera mengakhiri hidupnya sendiri.
Yan Lan tersadar dengan keegoisannya selama ini, mendengar penjelasan dari tetua Yang long,
membuat Yan Lan merasa sangat bersalah kepada Zhao Quin.
Yan Lan dengan cepat mengejar Zhao Quin yang terus berlari, "Quin er maafkan aku," ucap Yan Lan.
Dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, Yan Lan berhasil menemukan Zhao Quin yang kini berada di pinggir jurang yang dalam.
"Quin er ..!! maafkan aku!!" teriak Yan Lan.
Rasa kecewa yang Zhao Quin rasakan membutakan hati dan fikirannya, dengan merentangkan kedua tangan dan memejamkan matanya Zhao Quin menjatuhkan diri masuk kedalam jurang.
"Tidak....!!" teriak Yan Lan.
Yan Lan berlutut di tepi jurang, dan meratapi Zhao Quin yang telah melompat ke dalam jurang.
Raja Krote, raja Ji Ling dan tetua Yang long datang menghampiri Yan Lan.
"Yang mulia raja Krote, kau merupakan raja ular bertanduk, kau pasti dapat pergi ke dasar jurang, aku ingin kau mencari Zhao Quin kedalam sana, dan bawa dia kembali padaku," ucap Yan lan.
Raja Krote menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. "Yan Lan jurang ini begitu dalam, dan terdapat aura mistik yang sangat kuat di dalam sana, aku sendiri tak bisa untuk menembusnya," ucap raja Krote.
"Tuan muda, setahuku jurang ini di juluki Jurang abadi tiada akhir oleh para dewa, aku yang merupakan inti api neraka pun tak kan bisa menembus dasar jurang, karena energi mistik di dalamnya begitu sangat kuat dan terlahir dengan kekuatan dari Dewa suci. Sepengetahuan ku, dahulu ada seorang Dewi yang sangat sakti yang ingin menguji kemampuannya untuk masuk kedalam jurang, akan tetapi setelah beribu ribu tahun lamanya, sang Dewi tak kunjung keluar dari dalam jurang tersebut, dan para dewa di nirwana menyatakan jika sang Dewi telah hilang tertelan oleh aura mistik yang berada dalam jurang abadi tiada akhir.
Yan Lan sangat terpukul mendengar semua penjelasan dari moci, diapun tak kuasa membendung air mata yang tiba tiba saja menetes di pipinya.
Sementara itu, tubuh Zhao Quin terus meluncur kebawah jurang, dimana saat ini aura energi yang ada di tubuhnya bergesekan dengan aura mistik yang berada di dalam jurang, hingga membuat cincin artefak pemberian dari tetua Li Wang yang berada di jari manis Zhao Quin, langsung bereaksi dengan membentuk pelindung yang melindungi tubuh Zhao Quin, akan tetapi karena energi mistik yang semakin kebawah semakin sangat kuat membuat Zhao Quin tak sadarkan diri.
Tak lama berselang, terlihat bayangan berjubah merah dengan rambut terurai panjang berwarna putih, menangkap tubuh Zhao Quin dan membawanya pada suatu tempat yang berada pada dinding jurang.
Di dalam sebuah ruangan yang indah, Zhao Quin perlahan membuka matanya. "Di manakah aku ini? apa kah aku sudah mati? bisik Zhao Quin.
Zhao Quin mengedarkan pandangannya sekeliling ruangan, dan mendapati seorang wanita setengah tua yang masih memperlihatkan kecantikannya, sedang duduk memandanginya.
Wanita itu hanya diam tanpa expresi.
"Terimakasih karena tetua sudah menyelamatkan ku, nama ku Zhao Quin," ucap Zhao Quin.
Aku ingin tau mengapa di tubuhmu terdapat Teratai cahaya kemilau putri? " tanya sang wanita tiba tiba.
Mendengar perkataan Wanita yang berdiri di hadapannya, membuat Zhao Quin tertegun sesaat, dia tak menduga jika wanita itu bisa sedalam itu mengetahui apa yang ada di dalam tubuhnya.
Akhirnya Zhao Quin menceritakan semua kisah tentang bagai mana teratai cahaya kemilau dapat berada di tubuhnya.
Setelah mendengar semua cerita dari Zhao Quin, Wanita itu menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Ternyata binatang roh kultus Dewa berupa naga emas yang kusuruh menjaga teratai cahaya kemilau putri, telah berhasil di kalahkan oleh pemuda yang bernama Yan lan, sungguh sangat menarik, suatu hari nanti, aku ingin bertemu dengannya," ucap sang wanita.
"Quin er, aku akan akan menceritakan sebuah kisah," ucap Wanita berbaju merah itu.
"Aku merupakan seorang Dewi terkuat di nirwana, namaku Dewi Hong tien *S**ie* yang menguasai hutan dan pegunungan. Suatu hari aku secara tak sengaja bertemu dengan seorang manusia yang sedang mencari obat obatan herbal di hutan, dan pada akhirnya kami berdua saling jatuh cinta.
Cinta kami sangat di tentang oleh para Dewa di nirwana karena posisi ras manusia, tak sebanding dengan para Dewa di nirwana.
__ADS_1
Akhirnya aku memutuskan untuk tak perduli dengan semua itu. Karena cintaku yang sangat mendalam padanya, membuatku menjalani hidup dengan manusia pilihanku dan menentang para Dewa.
Dari buah cinta kami, aku melahirkan seorang putri yang kuberi nama Hong tien Li.
Lambat laun aku melihat putriku tumbuh menjadi seorang Dewi, Darah di tubuhnya dominan ke darah seorang Dewi dan bukan dari ras manusia.
Makin tahun Hong tien Li semakin dewasa, dia sangat senang dalam bidang Alkemis dan meramu obat obatan seperti ayahnya, namun suatu hari kebahagiaan itu tiba tiba saja hilang, karena umur yang semakin tua membuat sang ayah meninggal karena takdir.
Kini aku baru menyadari jika perbedaan antara manusia dan Dewa memang ada, dimana seorang Dewa atau Dewi akan mengalami keabadian sementara manusia tidak, cinta antara manusia dan Dewa jika terjalin maka itu akan sementara saja.
Hong tien Li mulai merasakan jatuh cinta, dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Aku tak menyetujui jika dia menikah dengan seorang manusia mengingat dia adalah seorang Dewi, aku takut dia akan sangat bersedih karena suatu hari nanti dia akan kehilangan cintanya sama halnya seperti ku.
Selama menikah, suami Hong tien Li begitu sangat ingin membahagiakan istrinya, dan berusaha untuk mengumpulkan harta sebanyak banyaknya dengan berdagang dari satu tempat ketempat lainnya, agar bisa membahagiakan, dan memenuhi semua kebutuhan putriku.
Dan hingga suatu malam saat ingin pulang kerumah, rombongannya di serang oleh binatang buas dan membuatnya meninggal dunia.
Putriku sangat bersedih dan putus asa karena tak bisa menyelamatkan suami yang sangat di cintainya, Diapun memohon kepada Dewa agung untuk menghidupkan kembali suaminya, akan tetapi sang Dewa tak menyanggupinya.
Hanya saja jika suatu hari nanti Dewi Hong tien Li bermeditasi hingga tak terbatas waktu, sampai ada seseorang yang membangunkannya, Maka saat itu dia akan kembali berjumpa dengan suaminya walaupun perjumpaan itu sang suami tak mengenalinya lagi karena telah terlahir kembali.
Karena kebodohan putriku, diapun menyetujui untuk melakukan meditasi, dia membawa semua harta yang telah dikumpulkan oleh suaminya untuk ikut bersamanya, dan meditasi pun dia lakukan.
Lambat laun putriku mulai menghilang dan menjadi sebuah teratai roh cahaya kemilau putri. Dan pada akhirnya aku mengetahui jika meditasi yang di lakukan putriku, merupakan hukuman dari Dewa agung karena aku dulu tak mendengar perkataannya yang tak boleh menikahi manusia.
Aku pun murka, dan menantang Dewa agung dalam sebuah pertarungan, gayung bersambut sang Dewa menyetujui pertarungan itu.
Sebelum aku naik ke nirwana, aku terlebih dahulu meninggalkan seorang pengawal terkuat yang kumiliki, untuk menjaga teratai cahaya kemilau putri yang berada di dalam hutan lelembut.
Aku menyegel goa yang terdapat teratai cahaya kemilau dengan kekuatan Dewi ku, yang mana siapa pun yang dapat mengalahkan sang naga salju yang berbentuk naga emas, berati orang tersebut merupakan titisan dari suami putriku dan dapat membuka segel yang kubuat.
Dewa suci tak menginginkan pertarungan ku dengan Dewa agung, yang mana jika pertarungan itu sampai terjadi, maka akan merusak keseimbangan alam dunia dan alam di sekitarnya.
Maka Dewa suci mencari solusi yang terbaik, dia menciptakan sebuah jurang yang sangat dalam, yang mana jika salah satu dari kami dapat menemukan dasar jurang, maka dialah pemenangnya.
Dewa suci berlaku adil sebagai Dewa tertinggi di nirwana dalam pertandingan itu, dia mempersilahkan siapa saja yang akan masuk duluan kedalam jurang, dan menemukan dasar untuk menentukan pemenangnya.
Aku yang sangat sombong dengan kekuatan yang ku miliki, langsung melompat ke dalam jurang agar bisa menjadi pemenang, tapi sayang sekali, semakin aku masuk ke kedalaman jurang, semakin hampa dan kekosongan yang kurasakan, dan pada akhirnya aku tak berhasil menemukan dasar jurang.
Karena rasa malu dengan kekalahan yang ku alami, aku memutuskan untuk tetap tinggal di dalam jurang dan tak akan pernah muncul lagi ke permukaan. Aku membuat Alam nirwana bintang dan tinggal sendiri hingga kau datang kemari," ucap Dewi Hong tien Sie mengakhiri ceritanya.
"Maafkan aku Dewi, karena aku tidak mengetahui siapa anda sebenarnya," ucap Zhao Quin dengan menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Apa yang kau lakukan Quin er," ucap Dewi Hong tien Sie sambil memegang pundak Zhao Quin.
"Mulai sekarang, panggil aku ibu!, karena kau adalah titisan putriku yang sangat ku kasihi, dan mulai hari ini kau harus membiasakan diri dengan sebutan itu putriku!" ucap Dewi Hong tien Sie.
Dengan terbata bata Zhao Quin akhirnya memanggil Dewi Hong tien Sie dengan sebutan ibu.
"Ba..ba..baik i..i..bu!!" ucap Zhao Quin.
Mendengar hal itu Dewi Hong tien Sie merasa senang dan bahagia, dan langsung memeluk Zhao Quin dengan erat.
Di saat memeluk Zhao Quin, Dewi Hong tien Sie memasuki alam memori di fikiran Zhao Quin.
"Aku tak menyangka jika Yan Lan begitu membuatmu menderita putriku, pengorbanan mu untuk nya sudah terlalu besar, dan dia sama sekali menghargai pengorbananmu itu. Mulai sekarang tak akan ada yang bisa membuatmu menderita, karena ibu akan selalu ada untuk melindungi dan membuatmu ceria kembali, aku akan membuatmu menjadi seorang Dewi agar pemuda itu akan selamanya tak bisa mendekatimu lagi, dan dia juga akan selamanya menghormatimu sebagai seorang Dewi.
__ADS_1
Akhirnya Zhao Quin berlatih di bawah bimbingan Hong tien Sie untuk dapat menjadi seorang Dewi, karena Zhao Quin mempunyai tubuh teratai cahaya kemilau putri yang kini berada di tubuhnya.
*****
Yan Lan semakin terpuruk dengan perginya Zhao Quin untuk selama lamanya, putri Bilqis yang begitu sangat mencintai Yan Lan, harus menahan ke kecewaan dengan sikap Yan Lan yang sangat dingin padanya.
Penyerangan ke gunung Mutiara hijau akhirnya terlaksana, strategi yang di gunakan berjalan sangat mulus.
Yan Lan memimpin bangsa siluman ular dan siluman katak, dalam penyerangan itu.
Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dalam serangan itu. Kini Yan Lan berhadapan dengan 5 petinggi iblis sekaligus, raja ular Krote berhadapan dengan sang putra yang telah menjadi iblis, sedangkan raja katak Ji Ling kini menghadapi petinggi klan katak yang membelot, yang kini menjadi pengikut iblis, dia adalah Moliga.
Di tempat lain, pangeran Ji Ang, putri Bilqis, putri Elis, Moci serta tetua Yang long terus bertempur menghabisi para perajurit iblis yang berada di gunung Mutiara hijau.
"Akhirnya kita bertemu kembali setelah apa yang sudah kau lakukan pada ibumu Kroge..!!, lebih baik aku membunuhmu sekarang dari pada di masa depan kau akan membunuh kami semua," teriak raja Krote.
"Lakukanlah jika kau bisa pak tua!!" jawab pangeran Kroge dengan senyum meremehkan.
"Aku akan buktikan jika kekuatan bangsa siluman ular bertanduk lebih kuat, dari kekuatan yang di berikan raja iblis padamu!!" teriak raja ular Krote.
Seketika tubuh raja Krote berubah menjadi ular raksasa berwarna hitam pekat, dengan sebuah tanduk di atas kepalanya.
Ular itu langsung menyerang pangeran Kroge dengan cepat dan ganas, yang membuat sang pangeran harus menghindari semua serangan serangan, baik melalui patukan sang ular, maupun dengan kibasan ekornya yang sangat mematikan.
Pangeran Kroge yang terus berkelit kesana kemari untuk menghindari serangan dari ular jelmaan raja Krote, menjadi murka, akhirnya dia mengeluarkan tombaknya dan menyerang balik ular bertanduk itu dengan serangan serangan tombak yang tak kalah mematikannya.
Akhirnya pertarungan sengit pun tak terhindarkan, terlihat kekuatan yang di miliki oleh ayah dan anak itu, begitu sangat berimbang.
Di samping kanan gunung Mutiara hijau, raja Ji Ling langsung mengerahkan tehnik andalannya kearah tetua Moliga, yang kini tengah bertarung dengannya.
Tubuh raja Ji Ling tengkurap di tanah, dan tiba tiba saja tubuhnya membesar seperti bola raksasa, dan dari mulutnya tiba tiba saja mengeluarkan suara seperti suara katak.
Suara itu membuat tetua Ji Ling pusing dan tak terkontrol, tiba tiba saja tubuh raja Ji Ling mengempis dan melesat cepat ke arah tetua Moliga.
Tetua Moliga yang tak dapat menahan serangan itu, akhirnya tertembus oleh kerasnya tubuh raja Ji Ling yang telah membatu.
Dan pada akhirnya tetua Moliga mati secara mengenaskan di tangan raja Ji Ling.
Di tempat lain, Yan Lan terus melakukan serangan serangan mematikan pada ke lima perwira iblis, yang menjaga gunung Mutiara hijau hingga mereka berlima terdesak.
Di saat yang sangat genting, kelima perwira iblis itu langsung mengeluarkan formasi Kabut Darah, yang membuat Yan Lan terkurung di dalam kabut darah yang sangat beracun.
Racun racun yang mengenai kulit Yan Lan berubah menjadi netral, karena terisap oleh artefak kalung yang berada di leher Yan Lan.
Melihat hal itu lima perwira iblis langsung berbaur dengan kabut darah hingga tak terlihat oleh Yan Lan.
"Kau kira dengan berbaur seperti itu kalian bisa lepas dari pandanganku!!" hardik Yan Lan.
Yan Lan segera mengaktifkan mata langit, dan ke lima perwira iblis yang berbaur dengan kabut darah, kini terlihat jelas olehnya.
Dengan mengunakan pedang pembunuh iblis dan tehnik ruang dan waktu, Yan Lan dengan mudah membantai kelima perwira iblis itu hingga kepala mereka terpisah dari tubuhnya.
Maka berakhir sudah perlawanan kelima perwira tinggi iblis itu.
VOTE, KOMEN DAN LIKE SANGAT DI BUTUHKAN OLEH AUTHOR, AGAR BISA TERUS BERKARYA DAN TIDAK BERHENTI DI TENGAH JALAN.
__ADS_1