
Kali ini Yan Lan telah mendapatkan Qi 100 persen di tubuhnya, diapun berkeinginan untuk segera memurnikan pil penguat roh jiwa.
Sebelumnya putri Limudza telah masuk kedalam kamar raja siluman kelelawar, akan tetapi melihat Yan Lan tengah melakukan kultivasi pemulihan diri, membuat putri Limudza lebih memilih tak mengganggu kultivasi yang di lakukan Yan Lan, dan lebih memilih untuk berkultivasi bersama ketiga kawan barunya.
Setelah melakukan kultivasi, Yan Lan berjalan kearah meja, dan memperhatikan dengan seksama pil level 7 yang belum sempurna yang saat ini berada di dalam genggaman tangannya.
"Bahan bahan ini ada yang kurang, dan kurasa bahan yang kurang itu sebelumnya aku pernah memilikinya," batin Yan Lan.
Yan Lan segera mencari 1 buah bahan yang diperlukan untuk menyempurnakan pil penguat roh jiwa di dalam cincin ruangnya, dan akhirnya dia menemukan apa yang di carinya.
"Pantas saja raja siluman kelelawar tak mampu untuk memurnikan pil ini menjadi pil penguat roh jiwa level 10, karena salah satu bahan penunjangnya kurang satu, yaitu rumput ungu penguat jiwa yang kudapatkan dari reruntuhan klan Ming, rumput ini dulunya ingin kupakai membuat raga baru bagi Biyao, dan ternyata Biyao telah mendapatkan anugrah dari dewa suci dengan raga baru yang di milikinya sekarang, jadi tak ada salahnya jika ku gunakan tumbuhan langka ini untuk memurnikan pil penguat roh jiwa," bisik Yan Lan.
Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya Yan Lan memutuskan untuk memurnikan pil yang berada dalam genggamannya itu.
Yan Lan yang memiliki dasar kuat dalam bidang pemurnian pil, dengan keterampilan dan bakat yang di milikinya itu, membuat Yan Lan mampu untuk menyempurnakan pil penguat roh jiwa menjadi level 10 dalam waktu singkat.
"Pil ini sudah sangat sempurna, karena bahan pelengkapnya telah menyatu kedalamnya, aku akan menjadikanmu seorang Dewi dengan pil ini Li er," batin Yan Lan dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Setelah semuanya selesai, Yan Lan segera mendatangi ke empat rombongannya yang juga telah selesai melakukan kultivasi pemulihan diri.
Yan Lan menatap kearah putri Limudza, yang telah selesai melakukan kultivasi pemulihan diri.
Di tatap sedemikian rupa, membuat putri Limudza menjadi bertanya tanya, tak seperti biasanya pemuda yang telah menjadi kekasihnya itu menatapnya dengan tatapan yang sangat aneh dan asing baginya.
Tatapan Yan Lan padanya kali ini membuat putri Limudza sangat sukar mengartikannya, yang membuat hati putri Limudza menjadi gelisah di buatnya.
Tiba tiba Yan Lan berkata, "Aku ingin membangkitkan kembali kekuatan ular 7 warna yang ada padamu," ucap Yan Lan.
Seketika Qing ruo, Cencen dan putri Limudza tersentak kaget, dia tak menyangka jika Yan Lan akan berkata seperti itu, dalam fikiran mereka bertiga masih terbayang bagaimana dahsyatnya kutukan yang pernah tertanam di tubuh putri Limudza, sehingga membangkitkan ular Dewa pelangi yang sangat kuat dan ganas.
__ADS_1
"Tidak kak Yan Lan, aku tak ingin kau melakukannya, aku masih sangat trauma akan hal itu, aku akan melakukan semua permintaanmu, asal jangan kau memintaku untuk membangkitkan kekuatan ular 7 warna, aku tak ingin menjadi bencana bagimu dan ketiga sahabatku ini, karena kekuatan besar itu tak sanggup untuk ku mengendalikannya, malahan kekuatan itu cenderung mengendalikan jiwaku hingga aku tak sadar apa yang telah terjadi padaku jika kekuatan itu mengendalikan jiwaku," jawab putri Limudza sambil tertunduk lesu.
"Aku ingin kau percaya padaku, aku tak akan membuatmu menderita, malahan aku akan membuatmu lebih kuat dan sempurna, aku melakukan hal ini agar hubungan kita bisa lebih baik kedepannya, karena aku melihat begitu besar dan tulusnya hatimu dalam mencintaiku," ucap Yan Lan dengan mengelus kepala putri Limudza untuk menghilangkan rasa kekhawatiran dan juga untuk menenangkannya.
Melihat kesungguhan di wajah dan perkataan pemuda tampan yang ada di hadapannya, akhirnya putri Limudza menganggukkan kepalanya, mengiyakan semua keinginan Yan Lan padanya.
Telan pil ini, dan lakukan kultivasi untuk menyerap pil yang kuberikan ini," ucap Yan Lan.
Terlihat putri Limudza menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan lahan, kemudian putri Limudza tanpa ragu menelan pil pemberian dari Yan Lan.
Dengan duduk bersila, putri Limudza mulai melakukan kultivasi penyerapan pil, yang membuat Yan Lan merasa senang akan hal itu.
"Hanya ini yang dapat kuberikan padamu Li er, kekuatan dari pil yang kau telan itu akan membangkitkan tubuh ular 7 warna di dalam tubuhmu, yang membuatmu akan menjadi seorang Dewi dengan kekuatan binatang roh kuno yang dahulunya merajai semua binatang surgawi di nirwana," batin Yan Lan.
Siang berganti malam dan malam pun berganti siang, telah dua hari dua malam putri Limudza melakukan kultivasi penyerapan pil, hingga membuat putri Limudza perlahan lahan tersadar dan membuka matanya perlahan, tampak bola mata putri Limudza berubah berwarna menjadi hijau cerah, yang mengingatkan Yan Lan pada istrinya Qian Qin yang memiliki mata biru teduh.
Pesona yang ditimbulkannya pun semakin luar biasa, yang dapat menghipnotis kaum laki laki agar tak dapat memalingkan pandangan matanya sedetik pun.
"Hai...!!"
Kak Yan Lan, kak Cencen, paman Qing ruo, kak Qilin, mengapa kalian memandangiku seperti itu!? apa aku kelihatan sangat jelek sehingga kalian semua menatapku dengan sedemikian rupa!??" tanya putri Limudza sambil memasang wajah cemberut.
Mereka berempat tersadar dari pesona yang di berikan oleh putri Limudza, yang membuat Yan Lan buru buru mendatangi sang putri dan berucap.
"Tidak sayang, kau kelihatan sangat cantik dan kami mengagumi kecantikan mu itu," jawab Yan Lan sambil tersenyum manis padanya.
Pujian yang di lontarkan Yan Lan, membuat sang putri bagai terbang melayang, diapun sangat senang sekali dan dengan cepat memeluk lengan kanan Yan lan, dan membawanya ke semua orang yang berada di tempat itu.
"Aku telah menguasai kembali kekuatan ular 7 warna, kekuatan yang ku miliki telah melampoi batasan ku," ucap putri Limudza.
__ADS_1
"Nona muda, dapatkah kau memperlihatkan salah satu teknik itu kepada kami, ucap Qing ruo.
Sesaat putri Limudza menatap kearah Yan Lan, yang ingin meminta persetujuannya. Dengan tersenyum Yan Lan menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan Qing ruo.
Setelah mendapatkan tempat yang cukup luas, Yan Lan melih Qilin untuk menjadi lawan tarung putri Limudza, hal ini di lakukan Yan Lan mengingat kekuatan tarung Qilin yang berada diatas Cencen dan Qing ruo.
Kedua petarung saling berhadapan, terlihat putri Limudza telah mencabut pedangnya, sementara Qilin telah memakai cakar artefak langit yang merupakan senjata dari raja siluman kelelawar yang telah tewas di tangan Yan Lan.
"Kak Qilin, gunakan tehnik terkuat mu, karena seranganku ini cukup merepotkan mu pastinya," ucap putri Limudza sambil tertawa kecil.
"Aku telah siap nona muda," ucap Qilin dengan perubahan wajah yang serius.
Putri Limudza menyerang duluan, dia mengandalkan tehnik teleportasi, tubuhnya berpindah pindah cepat tanpa dapat terlihat oleh mata biasa, melihat hal itu Qilin segera menyerang putri Limudza dengan pukulan tinju yang mengandung energi angin yang sangat kuat.
Pukulan yang di lesakkan oleh Qilin selalu mengenai tempat yang kosong, hingga membuat kubangan yang sangat dalam di tanah, hal itu membuat Qilin mulai meningkatkan serangannya, sabetan cakar yang berada di kedua tangannya dengan cepat mengarah pada putri Limudza, akan tetapi tak satupun serangan itu dapat mengenai tubuh putri Limudza.
Pertarungan semakin sengit, akan tetapi tak sedikit pun terlihat putri Limudza mengalami kelelahan, malahan putri Limudza begitu sangat menikmati pertarungan itu dan cendrung mempermainkan Qilin.
Apa yang di lakukan putri Limudza membuat Qilin menjadi sangat kesal, dan menghantamkan tinjunya tangan kananya kedepan, sambil berteriak "Meteor api" dan mengibaskan tangan kirinya sambil berteriak "Pusaran beliung".
Kedua serangan yang di lepaskan Qilin meluluhlantakan tempat sekitar pertarungan, Cencen dan Qing ruo yang melihat kekuatan besar yang di lepaskan Qilin segera ingin masuk ketempat pertarungan untuk menghalau serangan itu, karena rasa khwatir yang sangat besar pada putri Limudza.
Belum sempat mereka berdua masuk kedalam pertarungan, suara Yan Lan tiba tiba saja mencegahnya.
"Kalian jangan ikut campur dalam pertarungan ini, belum tentu kalian sanggup untuk menghalau serangan Qilin itu, jika kalian salah perhitungan maka kalian sendiri yang akan terluka," ucap Yan Lan tiba tiba.
"Tapi tuan muda!!" jawab mereka serempak.
Yan Lan menatap mereka berdua, yang membuat Qing ruo maupun Cencen hanya bisa terdiam membisu.
__ADS_1