
Ke empat kultivator muda itu keluar dari portal yang menuju ke dalam bukit roh.
Ketua Feng Yin dan Zhao Quin langsung menghampiri mereka ber 4
"Untuk lolos dari tes ini, aku meminta kepada kalian ber 4 agar menunjukkan 3 buah inti roh yang telah di sepakati untuk masing masing orang," ucap ketua Feng Yin.
"Baik ketua," ucap mereka ber 4 sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Bagus kalian ber 4 telah lolos pada ujian ini, dua Minggu dari sekarang tes kedua akan di laksanakan, dan mulai sekarang kalian akan tinggal di tempat para murid pagoda 9 dan diwajibkan memakai seragam murid pagoda 9," ucap ketua Feng Yin kembali.
Ketua Feng untuk murid klan Glasier yang bernama Huang jin, aku telah menyimpan 3 buah inti roh yang di titipkan nya padaku sewaktu dia terluka, apakah Huang jin bisa ikut pada ujian tes kedua nanti?" tanya Yan Lan.
Yan Lan sengaja berbohong agar Huang jin dapat lolos pada ujian tes yang ke 2, biar bagaimana pun Huang jin merupakan murid klan Glasier yang ikut bersamanya guna menjadi murid inti di pagoda 9.
"Aku akan memperbolehkannya ikut ujian tes ke 2 asalkan persyaratannya lengkap," jawab ketua Feng Yin.
Yan Lan segera mengeluarkan 3 buah batu inti roh dari dalam cincin penyimpanannya dan memberikannya kepada ketua Feng Yin.
Ketua Feng Yin menerima 3 buah batu inti roh dari tangan Yan Lan, dan menyatakan Huang jin lolos dari ujian tes pertama ini.
Sementara itu Yan Ling yang sedari tadi memperhatikan murid utama pagoda 9 yang ada disamping ketua Feng Yin, menatap Yan Lan dengan sedemikian rupa, membuatnya merasa sangat kesal.
"Mengapa murid utama pagoda 9 ini sebegitu nya menatap kakak Yan Lan, firasatku mengatakan kalau wanita ini juga menaruh hati pada kakak Yan Lan, awas saja kalau kau berani merebut kakak Yan Lan dariku, aku tak akan tinggal diam" batin Yan Ling.
Setelah melakukan pemeriksaan batu inti roh, ketua Feng Yin menyuruh ke 4 murid tersebut untuk beristirahat di kamar kamar murid yang telah di sediakan, kamar kamar itu merupakan fasilitas murid di dalam pagoda 9.
Sebelum Yan Lan dan 3 teman barunya melangkah lebih jauh, suara lembut seorang wanita tiba tiba saja memanggil namanya.
"Lan Yan bisa ikut aku sebentar," ucap suara lembut seorang wanita yang ada di belakangnya.
__ADS_1
Yan Lan segera membalikkan badannya.
"Ada yang bisa saya bantu nona Zhao Quin?" tanya Yan Lan.
"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu," jawab Zhao Quin.
Yan Ling tiba tiba saja menarik tangan Yan Lan yang membuat Yan Lan terdorong ke arahnya.
"Apa apaan kamu Ling er, malu kan di lihat orang!!" ucap Yan Lan.
Yan Lan melihat sekelilingnya di mana mata semua orang menatap kearahnya dan Yan Ling.
"Aku tak perduli dengan semua orang, aku hanya tak suka dengan murid utama pagoda 9 itu, aku tak ingin kakak Yan Lan di goda olehnya," jawab Yan Ling.
"Sudah lah Ling er kau jangan berfikiran macam macam, mana ada wanita secantik dia mau denganku yang jelek ini, yang mau denganku itu cuma kamu saja," goda Yan Lan.
"Aku akan menemuimu nanti setelah urusanku selesai dengannya," sambung Yan Lan dan segera meninggalkan Yan Ling menuju ketempat di mana Zhao Quin berada.
Yan Ling menatap tajam kearah Zhao Quin, begitupun dengan Zhao Quin yang menatap tajam kearah Yan Ling.
"Siapa wanita ini, mengapa dia begitu dekat dengan Yan Lan," batin Zhao Quin.
Zhao Quin mengajak Yan Lan menuju kesebuah taman di dalam paveliun yang berada tak jauh dari pagoda 9. Mereka duduk saling berhadapan.
"Kakak Yan Lan, maafkan aku karena telah meninggalkanmu sewaktu di dalam hutan lelembut, itu semua bukan kemauanku ketua Dong Wung yang membuat aku tak berdaya sehingga aku tak bisa membawamu ke klan Zhao," ucap Zhao Quin.
"Maaf nona Zhao Quin aku tak mengerti dengan perkataan anda," jawab Yan Lan.
"Kakak Yan Lan, kau tak usah berpura pura menjadi Lan Yan di depanku karena aku telah mengetahui semua, Dong Kun telah mengatakan kepada semua orang jika kakak Yan Lan lah yang melukai dirinya dan melukai orang orang sebelum dia, serta mengatakan jika kakak Yan Lan telah memalsukan identitas dari Yan Lan menjadi Lan Yan," ucap Zhao Quin.
__ADS_1
"Kakak Yan Lan mulai sekarang kau harus berhati hati karena kakak Yan Lan sekarang merupakan orang yang paling di incar dan di cari oleh beberapa klan yang ada, karena semua kematian yang ada di dalam bukit roh semua tertuju pada kakak Yan Lan sebagi pelakunya," sambung Zhao Quin kembali.
"Dong Kun benar benar licik sama seperti ayahnya, memfitnah aku agar 12 klan memburuku," batin Yan lan
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Aku tak menyangka rahasia tentang identitas ku akhirnya terbongkar, aku harus secepatnya meningkatkan kultivasi ku dalam melakukan penerobosan kalau tidak, mereka yang akan memburuku akan sangat mudah membunuhku," batin Yan Lan.
"Apa yang harus ku lakukan? tak mungkin aku harus berbohong pada Zhao Quin karena dia telah mengetahui ku sebagai Yan Lan ," batin Yan Lan kembali.
"Bagaimana dengan tingkat kultivasimu sekarang Quin er?" tanya Yan Lan.
"Aku sudah berada di tingkat kultivasi Qi langit bintang 3 kakak Yan Lan, semua pencapaian ku ini karena andil darimu, kalau kau tak memaksaku untuk ikut masuk ke dalam hutan lelembut dan menerima berkah dari roh teratai cahaya kemilau putri, aku tak mungkin bernasib baik seperti ini," jawab Zhao Quin.
Mereka akhirnya bercerita panjang lebar hingga pertanyaan Zhao Quin mengenai Yan Ling membuat Yan Lan kelabakan untuk menjawabnya.
Siapakah wanita yang tadi bersamamu kakak Yan Lan?, sepertinya dia sangat akrab dengan mu," ucap Zhao Quin.
"Bagai mana ini, tak mungkin aku harus berterus terang kalau Yan Ling merupakan wanita yang harus ku jaga selama hidupku, ini akan melukai perasaan Zhao Quin karena ku tau dia mencintaiku dan aku pun ada rasa padanya, mengapa menjadi serumit ini di saat aku telah menemukan Yan ling tiba tiba saja Zhao Quin hadir," batin Yan Lan.
"Quin er pagi hampir tiba dan aku pun sudah sangat lelah, apakah kau bisa mengantarkan ku sampai ke tempat peristirahatan?" tanya Yan Lan.
"Aku bisa kakak Yan Lan ," ucap Zhao Quin.
Sepanjang perjalanan menuju ke tempat Yan Lan beristirahat, mereka berdua hanya diam membisu larut dalam pikiran mereka masing masing.
"Mengapa kakak Yan Lan tak menjawab pertanyaan ku? dan mengapa kakak Yan Lan sengaja menyembunyikan sesuatu tentang wanita itu dariku?, apakah kakak Yan Lan mencintai wanita itu dan tak ingin aku terluka karena kakak Yan Lan tau kalau aku mencintainya? aku tak boleh kalah dari wanita itu, dan aku harus tetap semangat untuk mendapatkan hatimu kakak Yan Lan," batin Zhao Quin.
Yan Lan tak dapat berkata apa apa sepanjang perjalanan itu, sekilas Yan Lan menatap wajah wanita cantik yang berjalan di sampingnya.
__ADS_1
"Maafkan aku Quin er, aku tak dapat menjawab pertanyaan mu tentang Yan Ling, mungkin ini yang terbaik untuk semua," batin Yan Lan.
Maaf sahabat semua PML hanya bisa up 1 episode sehari 🙏🙏🙏 Mohon di maklumi🙏