
Mendengar perkataan tuan mudanya, Qilin yang sudah sangat kesal pada ratu Lily langsung naik pitam dan ingin pergi menyerang istana Kilauan roh, akan tetapi keinginannya itu tak kesampaian karena telah dihadang oleh perkataan Yan Lan.
"Tahan Qilin, kita lupakan saja apa yang telah terjadi di kerajaan ini, lebih baik kau ikut aku keluar dari alam reruntuhan ini untuk menuju ke kerajaan cahaya nirwana, karena masih banyak hal yang harus ku selesaikan di sana," ucap Yan Lan.
Tak ada perkataan lagi yang keluar dari mulut Qilin, dia begitu sangat menghormati Yan Lan sehingga keinginannya untuk menghancurkan Kerajaan Kilauan roh tak terlaksana, dia pun akhirnya menuruti perkataan Yan Lan.
Dengan menaiki punggung Qilin, Yan Lan dan seluruh pengikutnya pergi meninggalkan kerajaan kemilau roh. Qilin terus berlari hingga sampailah pada portal yang menghubungkan antara alam reruntuhan dan benua semesta biru.
Sebelum memasuki portal tersebut, Yan Lan meminta Qilin untuk berubah menjadi manusia biasa, karena jika dia memakai wujud singa bersayap maka akan membuat kehebohan di lingkungan kerajaan cahaya nirwana.
"Qilin berhenti!!" teriak Yan Lan.
"Diluar portal ini merupakan benua semesta biru, aku tak ingin kau menampakan wujud aslimu seperti ini di sana, lebih baik kau menggunakan wujudmu sebagai seorang manusia," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Qilin sambil merubah bentuk tubuhnya menjadi seorang pemuda tampan dengan otot yang kekar.
Sesaat Yan Lan melihat kejanggalan di tubuh Qilin, di atas punggung Qilin terdapat sepasang sayap berwarna hitam yang melekat di sana.
"Apakah kau bisa menghilangkan sepasang sayap itu untuk sementara waktu?" tanya Yan Lan.
"Tuan muda, sepasang sayap di tubuhku ini tak bisa lepas dan hilang, karena kedua sayap itu telah berada di punggungku sejak aku lahir," jawab Qilin.
"Aku akan menghilangkan kedua sayap itu, akan tetapi jika kau melakukan pertarungan maka sayap-sayap itu akan muncul kembali, dan akan hilang setelah kau menelan pil yang akan kuberikan," ucap Yan Lan.
"Jika itu yang terbaik bagiku, maka aku akan menyetujui keinginan anda tuan muda," jawab Qilin.
Yan Lan tersenyum dan menepuk pelan bahu kanan Qilin sambil berkata....
"Ini ada 100 buah pil untuk menghilangkan sayap di punggung mu jika sayap-sayap itu kembali muncul," ucapnya.
Qilin langsung menerima 100 buah pil yang berada dalam sebuah kotak khusus, dan tanpa ragu Qilin segera menelan salah satu pil tersebut, dan dalam waktu singkat kedua sayap yang berada di punggung Qilin akhirnyap menghilang.
__ADS_1
Melihat hilangnya sayap di punggung Qilin, membuat Yan Lan langsung mengajak seluruh pengikutnya untuk pergi menuju ke portal.
Setelah memasuki portal mereka pun tiba di Benua semesta biru, tampak hamparan gunung-gunung yang menghijau, serta burung-burung yang banyak berkicau di atas pepohonan, ditambah lagi udara yang sangat segar membuat Qilin begitu takjub melihat hal itu.
Tiba-tiba mereka dihampiri para prajurit kerajaan cahaya nirwana, yang telah beberapa waktu lalu di tugaskan untuk menunggu Yan Lan dan kedua pengikutnya keluar dari dalam alam reruntuhan.
"Tuan muda Yan Lan, akhirnya anda keluar juga dari dalam alam runtuhan, hal ini membuat penantian kami semua tak sia-sia," ucap salah satu pemimpin prajurit yang menjaga portal menuju ke alam reruntuhan.
"Yan Lan tersenyum dan berkata, "Terima kasih karena kalian telah menunggu kami kembali, maka aku akan berikan hadiah ini kepada kalian semua, bagilah dengan rata," jawab Yan Lan.
"Terimakasih tuan muda Yan Lan," ucap pemimpin prajurit.
Pemimpin prajurit langsung membuka sebuah kotak yang lumayan besar, yang telah diberikan Yan Lan.
Dan betapa terkejutnya mereka semua melihat isi di dalam kotak tersebut, di sana banyak terdapat batu permata dan batu energi langka yang jika dijual akan mendapatkan koin emas yang sangat banyak.
"Apakah semua ini untuk kami?" tanya pemimpin prajurit yang seakan tak percaya dengan isi di dalam kotak tersebut.
"Kalian pantas menerimanya, dan sekarang bawa kami semua kekerajaan cahaya nirwana," jawab Yan Lan.
Tak lama kemudian, beberapa prajurit datang membawa kuda terbaik untuk menjadi tunggangan Yan Lan dan pengikutnya, akan tetapi kejadian aneh tiba tiba saja terjadi, saat kuda-kuda tersebut melihat Qilin, kuda-kuda tersebut seketika mengamuk dan ingin melarikan diri dari tempat itu, hingga pada akhirnya beberapa orang prajurit harus menjadi korban dari tendangan kuda-kuda yang merasa ketakutan tersebut.
"Mengapa kuda kuda ini begitu sangat ketakutan? dan tak mau melihat kearah pemuda yang berada bersama tuan muda Yan Lan?" batin pemimpin prajurit.
Seketika pemimpin prajurit menyadari jika salah seorang pemuda yang bersama dengan Yan Lan, tak pernah terlihat sebelumnya sewaktu mereka semua memasuki alam runtuhan, karena kecurigaannya itu membuat pemimpin prajurit menanyakannya kepada Yan Lan.
"Tuan muda jika boleh saya tahu, siapakah pemuda itu," ucap pemimpin prajurit yang menunjuk ke arah Qilin.
"Dia adalah pemuda yang telah menyelamatkan kami semua sewaktu berada di alam reruntuhan, dialah yang menunjukkan jalan agar kami tak tersesat di dalam sana," jawab Yan Lan.
Pemimpin prajurit itu pun akhirnya mengerti jika pemuda itu adalah orang yang berasal dari alam dan runtuhan, yang merupakan tempat jatuhnya semua benda-benda pusaka dari langit.
__ADS_1
"Pantas sajak kuda-kuda itu begitu sangat ketakutan melihat sosok pemuda yang berasal dari alam reruntuhan itu, sosoknya begitu sangat misterius, lebih baik aku tak menyinggungnya," batin pemimpin prajurit.
Sementara itu, Yan Lan melihat pemimpin prajurit yang terus mencurigai Qilin, segera berkata..
"Aku ingin berjalan kaki menuju ke kerajaan cahaya nirwana, apakah kalian semua ingin ikut bersamaku?" tanya Yan Lan.
"Kami semua akan ikut bersama anda tuan muda!!" ucap seluruh prajurit serempak.
Maka berjalanlah mereka semua menuju ke kerajaan cahaya nirwana dengan berjalan kaki, yang dipimpin langsung oleh salah seorang pemimpin prajurit yang ada di dalam rombongan itu.
*****
Di lain tempat, tepatnya di kerajaan Kilauan roh, tampak putri Limudza telah tersadar, dan dia merasakan seluruh tubuhnya, begitu sangat luar biasa dipenuhi dengan energi yang sangat padat dan berisi.
"Ibu..!! aku telah pulih," ucap putri Limudza dengan memperlihatkan wajah cerianya.
"Syukurlah putriku, selama ini aku begitu sangat mengkhawatirkanmu, ucap ratu Lily sambil membawakan segelas ginseng hangat di dalam sebuah gelas, dan langsung diberikannya kepada sang putri.
"Minumlah agar kondisi tubuhmu bisa lebih baik," ucap ratu Lily.
"Ibu, aku tak memerlukan ini, karena tubuh saat ini begitu sangat segar, dan tak pernah aku merasakan kesegaran yang sekarang ini kurasakan," jawab putri Limudza.
"Ibu, maafkan aku karena telah membuatmu khawatir, kak Yan Lan telah memperingatkan kami semua untuk tak melewati pembatas pelindung yang diberikan-nya, akan tetapi dengan rasa keingintahuan yang sangat besar, akhirnya kami melanggar perintah kak Yan Lan hingga membuatku terluka parah seperti ini, jika ibu bertemu dengan kak Yan Lan, ibu jangan menyalahkan nya karena semua murni kesalahan putrimu ini," ucap putri Limudza.
Sudahlah putriku kau tak usah lagi mengenal pemuda itu, dia tak pantas untukmu!!" ucap ratu Lily yang membuat putri limudza semakin bertanya-tanya dengan apa yang terjadi antara ibunya dan Yan Lan.
"Apa maksud ibu?!!" tanya putri Limudza menyelidik.
"Aku telah mengusir pemuda itu, dan saat ini dia telah kembali menuju ke benua semesta biru," ucap ratu Lily tanpa ada rasa bersalah dari setiap perkataannya.
"Tidak...!!
__ADS_1
"Kak Yan Lan...!!" teriak putri Limudza yang mulai berlinang air mata.
Dengan cepat putri Limudza keluar dari dalam kamarnya, dan pergi mencari pemuda yang begitu sangat dicintainya itu.