
Yan Lan tiba ketempat di mana balai pengobatan istana phoenix dan pagoda 9 berada, mereka semua menyambut sang raja yang membawa jendral jatayu yang terkena racun dari para iblis.
Yan lan meletakkan jendral Jatayu di pembaringan, di dalam ruangan pengobatan.
"Yang mulia biar kucoba memeriksanya, siapa tau aku bisa menolongnya," ucap ketua Hyo jin kepada Yan Lan.
"Silahkan paman," jawab Yan Lan.
Ketua Hyo jin segera menggenggam tangan jendral Jatayu, dan mulai memeriksa denyut nadinya.
"Kondisinya sekarang ini telah terkena racun iblis, untungnya racun itu belum sempat masuk ke jantung dan organ inti lainnya, semua itu karena kekuatan tubuhnya yang sangat kuat hingga dapat mencegah racun ganas itu menyebar keseluruh tubuhnya, dan luka luka di tubuhnya pun tak begitu membahayakan, jadi yang mulia tak usah mengkhawatirkan nya," ucap ketua Hyo jin.
"Trimakasih paman atas bantuannya," jawab Yan Lan singkat.
Ketua hyo jin mangut mangut dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Yang mulia untuk masalah jendral Jatayu biar saya yang mengurusnya, yang mulia fokuslah pada perang ini, karena kelangsungan hidup kami semua berada di tangan yang mulia sebagai seorang raja, jika yang mulia memenangkan perang ini maka ras manusia di benua permata hijau akan jaya, akan tetapi jika yang mulia gagal dalam memenangkan perang ini maka ras manusia akan lenyap di benua permata hijau," ucap ketua Hyo jin.
Yan Lan terlihat menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, mendengar perkataan dari ketua Hyo jin.
"Baik paman, aku akan kembali ke arena pertempuran, aku titip jendral Jatayu," ucap Yan Lan.
Baik yang mulia, jendral Jatayu biar aku yang mengurusnya," jawab ketua hyo jin singkat.
Yan Lan pergi ke tempat pertempuran berlangsung, matanya terus mengawasi dan mencari seseorang. "Mengapa raja iblis Azuma belum juga kelihatan batang hidungnya? dan mengapa jendral utamanya juga tak terlihat sama sekali?" jangan-jangan mereka tengah mempersiapkan sesuatu yang akan membuat kehancuran bagi seluruh prajurit ku," batin Yan Lan.
__ADS_1
Yan Lan terus memantau perkembangan pertarungan di menara tinggi, yang memang sudah dipersiapkan nya untuk dapat melihat perkembangan pertempuran di setiap gerbang utama kota phoenix.
Sementara itu di tempat nun jauh di sana, tepatnya di alam bawah tempat raja iblis Azuma berada.
Sang raja iblis menanyakan perihal perang yang tengah terjadi di benua permata hijau, kepada kedua Jenderal yang sangat diandalkannya.
"Jendral Diegon dan jendral Silgon bagaimana keadaan perkembangan pertempuran di benua permata hijau?" tanya raja iblis Azuma.
Kekuatan armada tempur darat kita masih berimbang yang mulia, pasukan armada tempur gabungan dari seluruh kekuatan yang menyatu menjadi satu kekuatan, yang berpusat di istana Phoenix di bawah pimpinan kaisar phoenix yang bernama Yan Lan, masih begitu kuat untuk kita hancurkan, akan tetapi pasukan udara kita di bawah komando komandan Berbol, berhasil menguasai udara dengan memukul mundur armada tempur udara yang dimiliki ke kaisaran phoenix, dibawah pimpinan Jendral Jatayu berhasil kita menangkan, dan sekarang sang Jenderal istana Phoenix itu kini tengah terluka parah dan terkena racun iblis dari pertempuran udara tersebut," ucap jendral iblis Digeon.
"Bagus!!, ini berita yang sangat menggembirakan bagiku, terus gempur armada udara istana Phoenix hingga hancur lebur!!" ucap raja iblis Azuma.
"Jendral...!!, biarkan seluruh binatang roh yang kita punyai untuk menyerang lebih awal, jangan ada yang melakukan penyerangan dengan menggunakan pasukan iblis inti kita di awal-awal, mereka adalah manusia, walaupun dia merupakan kultivator yang sangat kuat di benua permata hijau, mereka pasti memerlukan waktu untuk beristirahat karena kelelahan dalam pertempuran, setelah seluruh pemimpin pasukan di istana phoenix telah mengalami kelelahan, saat itulah kita akan melakukan penyerangan dengan menggunakan armada tempur utama untuk menghabisi seluruh pasukan istana phoenix, dan merebut kota serta istana Phoenix dari tangan Kaisar Phoenix. Aku ingatkan untuk kalian berdua bulan merah terjadi hanya 7 hari, jangan sampai dalam waktu 7 hari itu kalian belum bisa merebut kota dan istana phoenix," ucap raja iblis Azuma.
"Kami akan berusaha untuk merebut kota dan istana phoenix sebelum waktu 7 hari tersebut yang mulia," jawab jendral iblis Silgon.
Raja iblis Azuma mengerahkan kekuatannya dan mengeluarkan aura yang sangat kuat dari tubuhnya, aura itu semakin lama semakin kelihatan membentuk sesosok tubuh, dan tak lama kemudian tubuh raja iblis Azuma lain terbentuk.
Kedua jenderal tertinggi yang dimiliki bangsa iblis terkejut dengan sosok yang berada di hadapan mereka, sosok itu tak ada bedanya dengan raja iblis Azuma.
"Dia adalah diriku sendiri, 80% dari kekuatanku ada padanya, semua pikiran dan apapun itu dari tubuhku, ada padanya, jadi hormati dia seperti kalian menghormati ku sebagai raja bangsa iblis, dengan adanya kloning dari diriku ini, hal itu akan membuat para dewa akan memfokuskan pikirannya ke arah pertempuran di benua permata hijau, sehingga mereka semua lengah dan akan mempermudah bagiku untuk menyerang istana langit dan merebut nirwana.
"Baik yang mulia, kami akan mengingat dan mengikuti semua perintah dari yang mulia raja iblis," ucap jendral iblis Diegon.
__ADS_1
Akhirnya ketiga petinggi iblis itu pergi meninggalkan alam bawah, dan menuju ke benua permata hijau.
*****
Kembali ke pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah ke kaisaran phoenix.
Untuk mengisi kekosongan pemimpin di armada udara yang dimiliki boleh istana Phoenix, raja Yan Lan menempatkan jendral Gon Lang yang merupakan jelmaan binatang naga es surgawi, untuk menempati sementara posisi tersebut selama Jendral Jatayu tak ada.
Dan posisi Gon Lang yang merupakan jendral di salah satu gerbang, ditempati oleh Biyao, agar tak ada kekosongan di semua lini.
Dengan adanya Gon Lang sebagai pemimpin armada tempur udara istana phoenix, membuat kekuatan udara istana phoenix tak mempunyai kendala berarti dalam menghadapi, kekuatan udara tempur dari bangsa iblis.
Sementara itu di arena pertempuran, Ruby, raja siluman ular bertanduk dan raja siluman katak, berusaha keras untuk menghancurkan semua binatang roh bangsa iblis yang mencoba menerobos masuk ke gerbang barat, yang di bantu dengan salah satu jendral pemimpin gerbang barat.
Di sisi lain Qian Qin mulai kewalahan menghadapi serangan binatang roh yang terus bertambah banyak, dan tak henti hentinya berdatangan dari dalam hutan, hal ini membuat Qi yang berada di dalam tubuh Qian Qin pun mulai terkuras habis.
"Celaka mereka semua tengah mengurungku, aku harus secepatnya keluar dari masalah ini," batin Qian Qin.
Diatas punggung dua ekor serigala, terdapat 2 orang komandan iblis yang kini tengah melancarkan serangan ke arah Qian Qin, yang membuat Patriack sekte naga diatas awan sekarang dalam masalah besar.
Walaupun kemampuan Qian Qin masih jauh diatas mereka berdua, akan tetapi rasa lelah dan terlalu banyak menghabiskan Qi, membuat Qian Qin perlahan lahan mulai terdesak hebat.
Tak berselang lama, salah satu komandan iblis berhasil melesakkan sebuah tendangan keras, yang telak mengenai tubuh Qian Qin hingga membuatnya jatuh terhempas ketanah.
__ADS_1
Melihat Qian Qin terhempas ke tanah, ke dua komandan iblis kembali menyerangnya dengan tombak yang ditusukkan ke arah depan.
Belum sempat kedua tombak itu mengenai tubuh Qian Qin, tiba tiba saja ada dua wanita yang menghalau kedua serangan tombak dari sang komandan iblis, tak hanya menghalau serangan tombak, kedua wanita itu juga memberikan serangan balik pada kedua komandan iblis, yang membuat kedua komandan iblis itu harus bersusah payah menangkis serangan pedang kedua wanita yang membantu Qian Qin.