
kegembiraan Yan Lan bertemu dengan sahabat yang pernah menolongnya tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
"Biyao bagai mana kondisi rohmu sekarang setelah setahun lebih kita tak bertemu?" tanya Yan Lan.
"Kondisi dan kekuatanku telah pulih, dan aku telah siap menemani tuan muda kembali," jawab Biyao.
"Aku sangat senang mendengarnya Biyao" ucap Yan Lan.
Biyao tubuhku terasa letih, untuk saat ini aku akan beristirahat sejenak agar besok pagi tubuhku bisa segar kembali," ucap Yan Lan.
"Beristirahatlah tuan muda, aku akan menjagamu hingga kau terbangun," ucap Biyao.
Yan Lan segera merebahkan tubuhnya di atas batu dengan berbantal kan akar pohon, tak lama kemudian terdengar suara napas Yan Lan yang mulai teratur.
Keesokan paginya Yan Lan berjalan menyusuri hutan untuk menuju ke klan Ming, di mana biyao sendiri yang berupa roh kini berada di balik bayangan Yan Lan.
Tak berapa lama Yan Lan berjalan, dia di kejutkan oleh hadangan seekor siluman leopard api.
Binatang siluman itu seperti menginginkan tubuh Yan lan karena terlihat tetesan liur yang terus mengalir dari mulutnya.
Binatang siluman ini sepertinya sangat kelaparan.
Yan Lan menatap tajam kearah siluman leopard api yang begitu berani menghadang jalannya.
"Akhirnya kau datang sendiri kepadaku, bagus!! aku akan memusnahkan mu karena kaulah penyebab semua masalah yang telah terjadi ini," ucap Yan Lan.
"Kebetulan aku juga ingin mencoba ketajaman pedang roh abadi dalam merobek kulit tubuhmu yang terkenal sangat keras itu," ucap Yan Lan kembali.
Dari balik bayangan Yan Lan, biyao memperhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan oleh siluman leopard api.
"Sepertinya aku tidak usah ikut campur dengan pertarungan ini, karena dengan kemampuan tuan muda yang sekarang, dia pasti akan dengan mudah melumpuhkan siluman itu," batin biyao.
Siluman leopard api mulai melakukan pergerakan dengan terus berjalan memutari tubuh Yan Lan, untuk mencari celah yang pas dalam menyerangnya.
__ADS_1
Yan lan terlihat sangat tenang dalam menghadapi siluman leopard api yang bisa dengan tiba tiba menyerang dirinya, walaupun Yan Lan tak melihat kearah sang siluman yang terus memutarinya, tapi Yan Lan tau jika siluman itu ingin mencari celah dalam menyerangnya.
Siluman leopard api dengan tiba tiba menyerang Yan Lan dari belakang, kuku kuku kaki depan siluman leopard api mencuat keluar seakan ingin mencabik cabik tubuh Yan Lan.
Melihat hal itu, Yan Lan segera melakukan sebuah gerakan memutar yang sangat indah, dengan sekali tebasan cepat menggunakan pedang roh abadi, siluman leopard api seketika tersungkur ketanah dan tak bangun lagi dimana kepalanya menggelinding terpisah dari tubuhnya.
Yan Lan sangat terkejut dengan efek tebasan pedang roh abadi yang berada di dalam genggamannya, tak di sangka olehnya jika hasilnya akan luar biasa seperti ini, yang mana pedang roh abadi seperti tak mendapatkan kesulitan berarti dalam menembus tubuh siluman leopard api yang terkenal sangat keras.
"Ini akan menjadi berita bagus bagi klan Ming, dan juga merupakan keuntungan bagiku karena aku telah berjasa dalam membunuh siluman leopard api ini, aku yakin nantinya mereka tak akan mempermasalahkan jika aku meminta untuk melewati hutan larangan yang berada di kawasan klan Ming suatu hari kelak," batin Yan Lan.
Yan Lan menghampiri tubuh leopard yang tergeletak di tanah, kemudian memasukkan tubuh siluman leopard api itu kedalam cincin ruangnya dan berlalu pergi.
Hari semakin siang dimana matahari telah berada di atas kepala, Yan Lan pun tiba di dalam kota api.
Sebelum aku menuju ke klan Ming, ada baiknya aku terlebih dahulu mengisi perutku yang sudah lapar ini.
Yan Lan menuju ke arah rumah makan yang terlihat ramai oleh pengunjung.
Yan Lan pun masuk dan mencari tempat di sudut ruangan.
Sayup sayup Yan Lan mendengar percakapan dari orang orang yang makan di tempat itu jika,
ketua Hyo jin dan beberapa orang muridnya datang langsung dari pagoda 9 menuju ke klan Ming, guna menyembuhkan ketua Huang Lang dan para praktisi 12 klan yang terluka akibat bertempur melawan binatang surgawi leopard roh bintang
"Ternyata anggota praktisi beladiri yang tergabung di dalam 12 klan bisa terluka parah seperti ini, hingga harus mendatangkan ketua Hyo jin yang merupakan Alkemis terhebat di dalam pagoda 9 untuk menyembuhkannya," batin Yan Lan.
Setelah membayar makanan yang dipesannya, Yan Lan kembali melangkahkan kakinya menuju ke klan Ming.
"Berhenti!!, apa tujuan anda kemari?" tanya seorang penjaga gerbang klan Ming
"Katakan pada ketua klan anda jika aku Yan lan ingin bertemu dengannya," jawab Yan Lan.
"Anda dari klan mana dan urusan apa anda bertemu dengan ketua kami," tanya penjaga gerbang kembali.
__ADS_1
Sebelum Yan Lan menjawab pertanyaan dari penjaga gerbang, suara merdu dari seorang wanita memerintahkan jika Yan lan di perbolehkan masuk kedalam klan.
"Biarkan pemuda itu masuk kedalam klan, karena pemuda itu merupakan tamu penting ketua klan Ming," ucap wanita itu yang tak lain adalah Ming Sin Si.
"Baik nona muda," ucap sang penjaga.
"Silahkan tuan muda, dan maaf atas kelancangan kami barusan," ucap sang penjaga kembali.
"Itu tak masalah bagiku, jangan terlalu di permasalahkan," jawab Yan Lan.
Yan Lan pun berjalan menghampiri Ming Sin Si yang tengah menunggunya.
"Kak Yan Lan akhirnya kau sampai juga ke klan Ming," ucap Ming Sin Si.
"Ha..ha..ha..,Aku tak menyangka jika wanita yang ku temui di dalam hutan sangat berbeda sekali saat aku melihatnya disini, disini wanita itu terlihat sangat cantik dan mempesona," ucap Yan Lan sambil melirik kearah Ming Sin Si.
Melihat Yan Lan menatap tajam kearahnya, membuat Ming Sin Si tersipu malu.
"Kak Yan Lan bisa saja bercandanya," jawab Ming Sin Si sambil mencubit perut Yan Lan.
Dari jauh tampak seorang pemuda yang menatap kearah Yan Lan dengan tatapan tak bersahabat, dia pun datang menghampiri Yan Lan dan Ming Sin Si.
Melihat pemuda yang datang menghampiri, Ming Sin Si terlihat terkejut bukan kepalang.
"Gio Liang, kapan kamu pulang ke klan Ming?" tanya Ming Sin Si.
Gio Liang tak menggubris perkataan Ming Sin Si, tatapan penuh amarah terus mengarah ke arah Yan Lan yang berdiri tak jauh darinya.
Melihat Gio Liang hendak menyerang Yan Lan, Ming Sin Si segera menghadangnya.
"Hentikan Gio liang, apakah kau tak malu membuat keributan di klan, sementara banyak tamu penting dari klan lain dan juga ada ketua Hyo jin dari pagoda 9 berada di sini," ucap Ming Sin Si.
"O..o..o berarti kau lebih membela dia!! dari pada aku tunangan mu!!" bentak Gio liang sambil menunjuk ke arah Yan Lan.
__ADS_1
"Maaf saudara Gio liang, anda salah paham dengan masalah ini, aku tak ada hubungan apa apa dengan tunangan anda ini," ucap Yan Lan.
Gio liang yang telah terbakar api cemburu tak menggubris perkataan Yan Lan, dengan sekali gerakan Gio liang berhasil mendaratkan totokannya ke tubuh Ming Sin Si, dan langsung menyerang Yan Lan bertubi tubi.