PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Tewasnya pangeran Ling Ying.


__ADS_3

Qing ruo menyanggupi keinginan Yan Lan, untuk membawa Yan Lan ke tempat dimana biasanya pangeran Ling Ying berada.


"Tunjukan arahnya..!!" ucap Yan Lan yang menggapai Qing ruo dan membawanya pergi dari tempat itu.


Raja Ling toska segera memanggil seluruh panglima, Jenderal dan seluruh petinggi kerajaan, agar mempersiapkan seluruh pasukan tempur untuk meringkus Yan Lan.


Sang raja duduk di singgasananya, untuk mengatur strategi dalam menghadapi pemuda yang mempunyai kekuatan yang luar biasa itu, namun tiba-tiba seorang prajurit masuk ke dalam ruangan tersebut dan menyampaikan pesan jika utusan dari kerajaan cahaya nirwana ingin bertemu.


Raja Ling toska menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan "Bawa ke tempat ini utusan dari kerajaan cahaya nirwana itu," ucap sang raja.


2 orang utusan itupun tiba di hadapan sang raja, setelah memberi salam dan memberi hormat, utusan itu menyampaikan jika raja Zheng long yang merupakan raja kerajaan cahaya nirwana, menginginkan putrinya yang kini berada di kerajaan puncak langit dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun.


Jika sampai putrinya sedikit saja mengalami masalah di kerajaan puncak langit, maka kerajaan puncak langit harus mempersiapkan diri untuk bertempur melawan kerajaan cahaya nirwana.


Setelah mendengar semua itu, kegelisahan serta-merta menghinggapi hati raja Ling Kosta, sang raja mengetahui secara pasti jika putranya tengah membawa pergi putri Bilqis, dan sang raja pun mengetahui jika sang putra mempunyai perangai buruk terhadap wanita, apalagi jika putranya itu telah menyukai wanita tersebut, dia pasti pasti akan melecehkannya.


"Kerajaan ku tak mungkin bisa menghadapi kekuatan armada tempur kerajaan cahaya nirwana, yang memiliki kekuatan tempur yang sangat besar, setengah dari kekuatan tempur milik kerajaan cahaya nirwana sudah dapat mengobrak abrik kerajaan ku, apalagi jika menurunkan kekuatan penuh, aku tak bisa membayangkan hal itu," batin raja Ling Kosta.


"Jendral...!, aku minta kalian semua pergi mencari putra mahkota dan bawa dia kepadaku!!" titah sang raja.


"Baik yang mulia, kami akan melaksanakan perintah!!" jawab jendral utama kerajaan.


Sang jendral pergi keluar dengan di ikuti beberapa jendral lainnya, untuk mencari keberadaan putra mahkota.


Di tempat lain Yan Lan yang membawa Qing ruo bersamanya, akhirnya menemukan tempat kediaman sang putra mahkota.


Tanpa pikir panjang, Yan Lan segera mengaktifkan mata langit nya, dan mencari keberadaan sang putri. Akhirnya Yan Lan dapat melihat ke keberadaan sang Putri, di mana dia sekarang tengah bersama pangeran Ling Ying di dalam sebuah kamar.

__ADS_1


Yan Lan yang masih memegang pedang pembunuh semesta, dengan cepat menerobos masuk ke dalam bangunan itu, tanpa menghiraukan keberadaan Qing ruo yang bersamanya.


Semua prajurit yang berani menghadang langkahnya, maka akan bernasib naas yaitu hilangnya nyawa mereka.


Dan pada akhirnya Yan Lan menemukan kamar yang dicarinya, dengan sekali tendangan pintu kamar hancur berantakan. Kini Yan Lan mendapati Putri Bilqis di dalam ruangan itu, dengan kondisi tubuh yang setengah telanjang dan dipenuhi dengan luka pecutan di seluruh tubuhnya.


Kembali pangeran Ling Ying mengancam Yan Lan dengan sebuah belati yang dikalungkan di leher Putri Bilqis. "Ha..ha..ha.., kau takkan dapat menangkapku, karena aku merupakan calon raja di sini!!, kau tau Yan Lan, saat aku pertama kali menikmati kekasihmu itu, teriakan dan rintihan tertahannya begitu sangat membuatku bersemangat, dan tak kusangka Lien Hua belum pernah tersentuh oleh siapapun, dan itu adalah keberuntunganku," ucap pangeran Ling Ying.


"Sekarang kekasihmu ini juga akan segera kumiliki, dan kau tak bisa berbuat apa apa padaku!!" sambung Ling Ying.


Gigi Yan Lan gemeretuk mendengar perkataan pangeran Ling Ying, dengan mengerahkan tehnik ruang dan waktu Yan lan seketika berada di dekat pangeran Ling Ying.


Pangeran Ling Ying terkejut mengetahui Yan Lan tahu-tahu sudah berada di dekatnya.


Kibasan tangan Yan Lan tak dapat ditepisnya, yang membuat pisau belati di leher putri Bilqis terjatuh, hal itu membuat pangeran Ling Ying segera melompat keluar dari dalam kamar dan berlari keluar.


Yan Lan yang masih berada di dalam kamar segera melihat keadaan putri Bilqis yang tengah berada dalam keterpurukan, Yan Lan segera mengalirkan energi Qi murninya ke tubuh Putri Bilqis, untuk membantu meringankan luka-luka yang berada di tubuhnya akibat pecutan cambuk dari pangeran Ling Ying.


"Tak kusangka putra mahkota kerajaan ini mempunyai kelainan terhadap wanita, dia akan merasa puas jika sang wanita itu kesakitan karena penyiksaan nya," batin Yan Lan.


"Bagaimana keadaanmu putri?" tanya Yan Lan.


"Aku takut!!, jangan pergi tinggalkan aku kak Yan Lan..," jawabnya.


"Sudah.., aku sudah berada di sini, jadi kau tak usah khawatir lagi," ucap Yan Lan menghibur.


Sebelumya Yan Lan memberikan pakaian kepada putri Bilqis, kemudian mengajaknya untuk keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Di depan kediaman sang pangeran, tampak Lien Hua tengah bertarung sengit dengan sang pangeran, terlihat kekuatan mereka berdua sangat berimbang.


"Aku tak akan membiarkan kau hidup Ling Ying, jika saja waktu itu kau tak menotok ku, aku pasti sudah meremukkan tulang-tulang yang ada di tubuhmu," ucap Lien Hua dengan amarah yang memuncak.


"Ha..ha..ha..!! mengapa kau semarah itu padaku, apakah kau tak merindukan ku?walaupun hanya sejenak bersamamu, tapi aku telah merasakan bagaimana hangatnya bercinta dengan mu, dan aku sungguh sangat bahagia karena akulah orang yang pertama mendapatkan nya darimu," jawab pangeran Ling Ying.


Yan Lan yang merasa geram mendengar semua perkataan dari putra mahkota kepada Lien Hua, membuat Yan Lan melepaskan sebuah jarum emas dari teknik jari matahari yang di milikinya. Jarum emas itu melesat cepat ke arah sang putra mahkota, dan akhirnya menembus salah satu titik saraf di tubuh putra mahkota, seiring tebasan pedang yang dilakukan oleh Lien Hua ke arah leher sang pangeran.


Tebasan itu membuat leher sang pangeran putus yang membuat sang pangeran tewas seketika.


Lien Hua berteriak sekeras-kerasnya, dengan kepala menghadap ke langit. "Akhirnya aku bisa membunuhmu pangeran...!!" teriaknya.


Tiba-tiba saja..


Zleep..., zleep..., zleep..!!


3 buah anak panah menembus tubuh Lien Hua yang tak menduga dengan serangan mendadak itu.


Yan Lan segera melesat ke arah Lien Hua yang di ikuti oleh putri Bilqis dibelakangnya, Yan Lan segera melemparkan Ke dua belas jarum emas yang ada padanya, untuk membunuh para pemanah.


"Lien Hua, bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu...!!" ucap Yan Lan.


"Tak usah kau menyelamatkan ku kak Yan Lan, hidupku telah hancur setelah dia merenggut mahkota ku, apa yang aku banggakan selama ini kini telah sirna, tak akan mungkin aku menjalani hidup dengan rasa malu yang akan menjadi aib bagiku selama hidup," ucap Lien Hua.


"Kau jangan berkata seperti itu, aku akan menyelamatkanmu," jawab Yan Lan.


Lien Hua menggelengkan kepalanya, dan tak lama kemudian, Lien Hua menghembuskan napas terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2