Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
S2 Bab 21 Pembuat Onar


__ADS_3

"Selamat datang Duchess," salam Marquis Loid menyunggingkan bibirnya.


"Sungguh pesta yang megah, Marquis," balas Judith tersenyum palsu.


"Terima kasih atas pujiannya, Duchess."


Mereka saling menerka rencana musuh masing-masing. Judith melirik ke sekitar. Ia terus waspada berada di kandang musuh seraya menandai bangsawan-bangsawan pendukung Marquis Loid. 


Flint pasti sudah selesai melaksanakan tugasnya. Ia datang lebih awal menggunakan batu sihir. Untuk menghindari kecurigaan atas kehadirannya tanpa kereta kuda, Flint mengirimkan kereta kuda tanpa penumpang ke kediaman Loid saat pesta. Dengan mudahnya, kereta kuda kosong itu dapat berbaur dengan kereta lain, sebab tak ada penjaga di gerbang kediaman Loid. Penjagaan diperketat di bagian pintu masuk aula pesta.


'Sudah saatnya aku menemui Flint,' batin Judith.


"Cepat ganti rugi! Gaunku ini sangat mahal!" teriak seorang gadis.


Judith berpaling ke sumber suara. Ia melihat tamu undangan yang lain berkerumun menyaksikan keributan itu. Judith ingin mengabaikannya tetapi terdengar suara yang dikenalnya.


"Maaf, jika dicuci nodanya akan hilang, Nona."


Helaan napas kesal keluar dari mulut Duchess. Hampir tidak ada hari damai di hidupnya, gara-gara Leonard. Judith mendekati kerumunan, tak menyuruh bangsawan-bangsawan memberikan jalan. Ia menatap tajam Leonard dan gadis-gadis itu secara bergantian.


"Biar saya saja yang memberi pelajaran pada orang ini," tawar Judith.


Sebelum Leonard menjawab, Duchess Hillbright menariknya. Judith membawa Leonard keluar tak memedulikan bisik-bisik tentang mereka. Mereka berhenti di taman kediaman Loid. Judith berbalik ke arah Leonard menunjuk pengawalnya itu.


"Kamu sudah gila? Berhentilah mengacau, bisa-bisa kamu dipenggal karena menghina bangsawan," omel Duchess.


"Mereka menyebalkan, telingaku sampai panas," protes Leonard.


Judith menekan dahinya dengan satu tangan. Kenapa ia melindungi pengawal gadungannya itu? Seharusnya Marquis Loid yang membela Leonard. Namun, ia ragu Marquis Loid akan melindungi rakyat jelata, bagi Marquis mereka hanyalah bidak.


Sosok yang tak asing menghampiri mereka. "Saya dengar ada ribut-ribut, ada apa Duchess?" 


"Kenapa kau datang terlambat? Aku tak melihatmu di pesta." tanya Leonard tak menjawab pertanyaan Flint.

__ADS_1


Flint melotot ke arah Leonard tanpa membalas pertanyaan Leonard. Ia menunggu jawaban dari tuannya.


"Orang ini membuat kekacauan di pesta. Bawa dan awasi dia di kereta kuda selagi aku kembali ke pesta, Flint," perintah Duchess.


Judith mengisyaratkan pada Flint laporan tentang Marquis Loid dapat menyusul. Yang terpenting baginya adalah mengatasi keributan yang dibuat oleh Leonard. Gadis-gadis bangsawan itu tidak akan membiarkan rakyat jelata melukai harga diri mereka.


"Baik, Duchess." 


Flint menunduk lantas menyeret Leonard ke kereta kuda. Judith melangkahkan kakinya di aula pesta. Gadis-gadis bangsawan yang disiram Leonard segera mendatangi Judith.


"Saya dengar rakyat jelata tadi adalah pengawal Duchess," ujar salah satu gadis bangsawan


"Sebaiknya Duchess mengajarinya dengan baik agar tidak mempermalukan tuannya sendiri," tambah gadis bangsawan lain.


Judith memutar bola matanya. Ia melirik ke arah Marquis Loid. Pasti Marquis satu itu ingin menjatuhkan harga dirinya di depan orang-orang dengan cara licik seperti ini. Mata Judith kini tertuju pada gadis-gadis itu seraya tersenyum.


"Pasti ada alasan dia menyiram Anda, Nona. Kenapa Anda tidak mengatakan apa yang kalian bicarakan hingga membuatnya menyiram Anda?" tantang Judith.


Gadis-gadis itu terdiam, membicarakan Duchess secara langsung hanya membawa kerugian. Bila sampai terdengar ke Kaisar, keluarga mereka akan kehilangan posisinya, ditambah pastinya Duchess Hillbright akan membuat perhitungan dengan mereka.


"Kalian kita seorang Duchess tak mampu membayarkannya. Akan kubayar ganti rugi gaun yang kalian kenakan. Kalau belum cukup buatlah gaun baru dan berikan tagihannya padaku," balas Judith.


Gadis-gadis bangsawan itu tak bisa berkata-kata. Mereka tertunduk malu meninggalkan pesta.


Marquis Loid menyaksikan semuanya menyeringai. Budaknya mulai dekat dengan Duchess. Tinggal melancarkan rencana selanjutnya.


***


Leonard terus menguap di dalam kereta kuda. Menunggu sangat berat baginya. Ia pun mencoba berbicara dengan Flint yang berada di luar.


"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, kenapa datang terlambat?"


Flint melontarkan sorotan curiga pada Leonard, mengira bahwa pengawal baru Duchess berusaha mengorek informasi darinya. 

__ADS_1


"Bukan urusanmu."


Sia-sia saja Leonard berusaha. Namun, ia tidak pantang menyerah, karena membosankan sekali berdiam diri.


"Kenapa kamu bekerja dengan Duchess?"


Tak terdengar suara dari Flint.


"Bagaimana pembangunan kuil?"


Masih tak ada jawaban.


"Adikmu manis sekali."


"Jangan sekali-kali menyentuh adikku," geram Flint. Meski Sylvie menyebalkan, ia tetap menyanginya.


Leonard tersenyum, rencananya membuat Flint bicara berhasil. "Aku hanya penasaran bagaimana rasanya punya adik, pasti sangat menyenangkan."


"Akan menyenangkan jika sifatnya seperti Putri Ariana. Bukan cerewet, pembuat onar, tak tahu sopan santun."


"Benar, Ariana sangat baik. Tidak kusangka kau bisa menjelek-jelekkan adikmu juga."


"Aku tidak menjelek-jelekkan adikku, hanya mengungkapkan fakta."


Percakapan mereka berhenti begitu melihat Judith yang mendekat. Pesta telah selesai. Tamu undangan mulai menaiki kereta kuda masing-masing untuk pulang. Begitu juga mereka bertiga. Flint pamit karena tugasnya mengawasi Leonard telah selesai.


Judith masuk ke kereta kudanya, meminta kusir menjalankan kereta ke kediamannya. Judith menatap keluar jendela selama perjalanan.


"Bagaimana pestanya?" tanya Leonard memecah keheningan.


"Bisa kamu tebak sendiri," ketus Judith.


Suara gemuruh mulai terdengar. Tak lama hujan turun. Jalanan mulai licin, terlebih medan yang dilalui oleh kereta kuda Duchess berada di tepi jurang. Kusir semakin berhati-hati menjaga keselamatan penumpang.

__ADS_1


Brak...


Bongkahan batu yang longsor akibat hujan menerpa kereta kuda Duchess. Kereta kuda Duchess jatuh ke jurang. Di dalam kereta Duchess dan Leonard mempertahankan nyawa mereka yang berada di ujung tanduk.


__ADS_2