Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
S2 Bab 12 Kesatria Baru


__ADS_3

Pedang sudah dilayangkan ke arah pelayan. Leonard dengan sigap menangkisnya dan menyerang penyerbu itu. 


"Cepat pergi!" teriak Leonard pada pelayan itu.


Pelayan itu mengangguk. Buru-buru ia bangkit dan melarikan diri. Suara pedang beradu antara Leonard dan penyerbu itu. Di tempat lain, kelompok yang Leonard tinggalkan menelan kekalahan. Anggota kelompoknya menatap Leonard dengan geram, dalam hati menyalahkan mantan prajurit bayaran itu.


Leonard berhasil mengalahkan penyerbu itu, tetapi penyerbu-penyerbu yang lain berdatangan. Leonard semakin terdesak. Calon kesatria yang lain pun ikut melawan penyerbu itu. Namun, karena kelelahan mereka tersudutkan. Leonard yang tak dapat bertahan lagi, jatuh tersungkur. Ia menatap penyerbu-penyerbu itu dengan tajam seraya menyesal datang ke kediaman Duchess Hillbright. Penyerbu-penyerbu itu menghunuskan pedang di depan leher calon-calon kesatria, siap untuk menebas kepala mereka. Pedang siap diayunkan.


"Cukup!" seru Judith.


Penyerbu-penyerbu itu menurunkan pedang. Mereka menunduk ke arah Duchsss, lantas meninggalkan tempat itu sembari menimbulkan tanda tanya pada calon-calon kesatria.


"Kalian semua berkumpul. Aku akan mengumumkan orang-orang yang lolos. Sekaligus menjelaskan apa yang terjadi," ucap Duchess seraya mengedarkan pandangan ke arah calon-calon kesatria. Pandangannya terhenti ke arah Leonard yang masih bertanya-tanya.


***


Flint mengatur calon-calon kesatria berjajar rapi. Setelah siap, ia mempersilakan Duchess Hillbright menyatakan siapa yang bergabung menjadi kesatria di pasukan Duchess.

__ADS_1


Duchess membuka mulutnya. "Kelompok A menjadi pemenang hari ini."


Kelompok A yang menjadi lawan kelompok Leonard tadi membusungkan dada dengan bangga. Mereka yakin terpilih menjadi kesatria. Sedangkan kelompok lain hanya bisa tertunduk kecewa. 


"Namun, bukan berarti anggota kelompok yang menang menjadi kesatria di pasukanku. Penilaian yang kulakukan berdasarkan keterampilan yang kalian tunjukkan hari ini dan kemarin," lanjut Duchess.


Seluruh calon kesatria mendongak dengan cemas. Mereka berharap bahwa akan terpilih. Tidak semuanya berpikir seperti itu. Leonard menduga bahwa dirinya tidak akan terpilih karena ia meninggalkan tugasnya dengan menyelamatkan pelayan tadi. Padahal semuanya hanya sandiwara saja.


Duchess meneruskan pidatonya. "Melihat keterampilan kalian aku menyangka akan banyak yang lolos. Sayangnya, harapanku pada kalian terlalu besar. Kemampuan kalian memang hebat, tetapi tidak peduli pada orang lain yang kesusahan. Memang menjadi pemenang dan menjalankan tugas sangat penting, tetapi keselamatan rakyat dan teman tidak kalah pentingnya."


Calon-calon kesatria mulai berbisik karena penilaian yang tidak adil. Judith berdeham menghentikan bisik-bisik itu.


Leonard menatap Judith yang melihat lurus ke arahnya.


"Hanya ada satu yang lolos. Selamat bergabung di pasukanku, Leonard."


Seluruh mata tertuju pada Leonard. Mantan prajurit bayaran itu menghampiri Judith dan bersujud, mengucap sumpah kesatria.

__ADS_1


"Saya akan selalu setia pada Duchess."


"Kuterima sumpahmu, bersiaplah besok," jawab Judith sambil berlalu.


Leonard menyeringai menatap punggung Judith. Kali ini ia yang bersujud, tetapi suatu saat Duchess Hillbright yang akan bersujud di hadapannya.


***


Calon-calon kesatria berhamburan keluar dari kediaman Hillbright. Flint segera menuju ruang kerja Duchess menanyakan keputusan tuannya. Ia mengira tidak ada yang lolos dalam ujian kesatria tadi.


"Kenapa Anda menerima prajurit bayaran itu Duchess?"


Tuannya tidak mempercayai Leonard sepenuhnya, buktinya Duchess tidak menerima sumpah Leonard menggunakan pedang seperti kesatria Hillbright yang lain. 


"Itu hanya sebagai dalih agar dia lengah. Akan kubuat dia menjadi pengawalku besok. Dia pasti menyangka bahwa aku mempercayainya. Akan kubongkar rencana prajurit bayaran itu dan siapa yang menyokongnya. Tidak mungkin dia berani datang ke sini tanpa dukungan yang kuat," jawab Judith dingin.


"Baik, Duchess. Harap berhati-hati," balas Flint khawatir.

__ADS_1


Ajudan Duchess Hillbright satu itu punya firasat buruk terhadap Leonard. Hari-hari damai di kediaman Hillbright akan berubah dengan kedatangan mantan prajurit bayaran yang menjadi kesatria itu.


__ADS_2