
"Leticia, aku sudah mendapat informasi tentang hubungan Braun dan Charlotte."
Rose mengubungi Leticia malam-malam. Leticia menelan air liurnya. Mempersiapkan hatinya untuk kabar yang terburuk.
"Baik, apa yang kamu dapatkan Rose?"
Terdengar suara Rose yang sedang menghela napas. Sepertinya bukan kabar baik.
"Mereka sudah lama berhubungan bahkan sebelum dirimu menjadi Putri Mahkota. Aku mendapat informasi ini dari orang-orang suruhanku."
Dugaan Leticia benar. Hubungan Braun dan Charlotte sudah berlangsung lama.
"Bagaimana dengan setelah menikah denganku? Apakah mereka masih berhubungan?"
Leticia menggenggam erat batu sihir yang berada di tangannya.
"Setelah menikah denganmu, Braun juga sering datang ke kediaman Marquis Nien dengan dalih mengadakan perjanjian yang melibatkan tambang emas. Namun, menurut pelayan di kediaman Marquis Nien, Braun pergi menemui Charlotte."
"Ternyata begitu." Leticia menatap langit-langit kamarnya.
"Apa kau tidak apa-apa Leticia?"
"Aku tidak bisa mengatakan aku baik-baik saja. Namun, aku tidak terlalu terkejut karena sudah menduganya."
"Aku minta maaf karena mengatakan sesuatu yang menyakiti hatimu"
"Itu bukan salahmu, Rose"
'Itu adalah salah mereka berdua' Leticia mengatakannya dalam hati.
"Terima kasih atas informasinya Rose."
"Kalau kau butuh bantuanku aku siap membantu kapan saja"
"Baik, aku akan segera mengundangmu ke istanaku."
__ADS_1
Batu sihir yang bersinar terang kembali seperti keadaan semula.
Semuanya sudah direncanakan. Braun membutuhkan dukungan untuk membunuh kaisar, sehingga ia menikahi Leticia. Braun tidak mencintai Leticia, tetapi ia tidak bisa membunuh Leticia apabila ingin bersama Charlotte. Dukungan kuat dari Duke Hilbright akan hilang.
Cara agar Braun dan Charlotte menikah adalah rahim Leticia yang melemah. Ada dua kemungkinan dokter yang memberikan diagnosa palsu atau obat yang bisa membuat Leticia mandul.
Namun, bagaimana jika Judith adalah laki-laki. Semua rencana Braun dan Charlotte akan gagal. Tidak, kemungkinan besar anak laki-laki Leticia akan dibunuh. Karena Judith terlahir sebagai perempuan, Braun dapat memiliki istri kembali untuk melahirkan anak laki-laki.
Leticia merinding memikirkan hal itu. Ia tidak bisa membayangkan kehidupan tanpa anaknya.
Braun tidak bisa cepat-cepat memiliki istri lagi karena akan menodai citranya. Ia menunggu selama empat tahu agar beredar gosip Leticia yang mandul. Atau kemungkinan besar reaksi obat yang menumpuk baru menampakkan hasilnya setelah empat tahun.
Ada beberapa cara obat itu masuk ke dalam tubuh Leticia. Pertama, kemungkinan besar dimasukkan dalam makanan atau minuman yang Leticia santap sehari-hari. Kedua, tanpa sadar Leticia meminumnya sendiri. Namun, Leticia tidak pernah minum obat yang bisa membuatnya mandul. Obat yang ia minum.
Leticia mulai menyadari sesuatu. Ia segera menuju meja rias untuk mengambil obat penambah kesuburan. Ia meminum ini sejak melahirkan Judith. Ia tidak pernah berhenti meminum obat yang diresepkan oleh dokter istana selama empat tahun. Lalu, obat itu tidak bekerja. Ia tidak hamil. Ia malah mandul.
Kemungkinan besar obat ini bukan obat penambah kesuburan. Ini adalah obat yang membuat Leticia mandul. Untuk mengeceknya ia perlu menanyakan obat ini kepada dokter. Ia tidak mungkin menanyakannya pada dokter istana. Ia harus keluar dari istana, mencari dokter di kota yang bisa dipercaya.
***
Suasana ibu kota sangat ramai. Judith datang bersama ibunya dan beberapa pengawal. Ibunya ingin membelikannya gaun baru. Sebetulnya, ia tidak terlalu tertarik dengan gaun baru. Ia hanya penasaran dengan pemandangan ibu kota. Ia baru pertama kali keluar istana. Matanya berbinar-binar, kakinya berlarian ke sana kemari. Leticia memperingatkan Judith untuk berhati-hati agar tidak terjatuh.
Dean merasa kelelahan mengikuti tingkah laku anak majikannya. Namun, ia merasa senang karena tingkah lucu Judith dapat membuatnya melupakan rasa lelahnya.
Judith hampir memasuki semua toko di ibu kota. Ibunya membelikan semua barang yang diinginkannya. Hingga mereka sampai pada toko yang menjual pakaian. Pegawai toko itu memperlihatkan macam-macam model gaun untuk anak perempuan. Leticia meminta mereka mencobakan semua model gaun itu kepada putrinya.
Semua gaun itu cocok pada putrinya. Ia semakin bingung memilih. Pada akhirnya ia memilih semuanya. Judith yang kelelahan tidur digendong oleh Dean. Leticia meminta semua pengawalnya menjaga Judith, sementara ia bergegas membeli tudung di pasar. Ia beralasan akan kembali ke toko butik untuk membicarakan gaun Judith yang akan dikirimkan ke istana.
Sesuah berhasil membeli tudung, Leticia memakainya. Ia pergi ke klinik dokter yang ia lewati saat berkeliling dengan Judith.
Tempat klik dokter itu berada di dalam gang. Terdapat papan yang menandakan bahwa itu merupakan klinik dokter. Leticia masuk ke klinik dokter itu.
Dokter itu terkesiap dengan kedatangan Leticia. Ia meningkatkan kewaspadaannya kepada Leticia. Bagi orang lain Leticia tampak mencurigakan.
"Saya ingin Anda mengecek kandungan obat ini?" Leticia mengeluarkan obat penambah penyuburan yang berada dalam botol. Lalu meletakkannya di depan meja dokter itu.
__ADS_1
"Dari mana Anda mendapatkan obat ini?"
"Anda tidak perlu tahu. Berapa lama saya akan mengetahui hasilnya?"
"Kurang lebih lima hari."
"Ini bayarannya. Jika lebih Anda bisa mengambilnya."
Dokter itu terkejut dengan bayaran yang ia terima. Ia sadar bahwa orang mencurigakan di depannya ini adalah seorang bangsawan.
"Tunggu, haruskah saya mengirimkan hasilnya ke kediaman Anda?"
"Tidak perlu, saya akan datang ke tempat ini lima hari lagi."
Leticia tidak ingin melihat adanya surat mencurigakan ditujukan kepadanya. Bisa-bisa Braun atau Charlotte mengetahui rencananya. Jika ketahuan mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk menimpa Leticia.
Leticia segera pergi dari klinik dokter itu. Ia segera membuat tudungnya dan segera menuju kereta kudanya. Ia tidak ingin seorangpun curiga atas tindakannya.
***
Leticia pergi ke klinik dokter itu diam-diam. Ia berpakaian seperti warga biasa. Namun, ia memakai kudung agar tidak ada orang yang mengenalinya. Dokter itu sudah terbiasa dengan kedatangan Leticia.
Leticia segera menanyakan obat yang dibawanya lima hari yang lalu. "Bagaimana hasilnya?"
"Saya sudah mengeceknya. Obat ini dapat membuat orang yang meminumnya mandul. Dosisnya memang sedikit tetapi jika diminum terus-menerus maka efeknya akan semakin besar. Sudah berapa lama Anda meminum obat ini?"
Leticia tidak berniat menjawabnya. Ternyata dugaan Leticia benar. Obat penambah penyuburan yang diminumnya ternyata penyebab dirinya mandul. Dan ia sudah meminumnya selama empat tahun.
"Apakah ada kemungkinan bisa hamil, setelah meminum obat ini?"
"Jika hamil kemungkinan janin itu akan mengalami keguguran. Kemungkinan untuk melahirkan sangat tipis."
Leticia segera meninggalkan klinik dokter itu. Dokter itu merasa heran dengan tingkah laku bangsawan yang seenaknya sendiri.
Leticia terdiam di depan klinik dokter itu. Ia tidak pernah menginginkan semua ini terjadi. Ia hanya ingin berbahagia dengan bekerluarga. Ia hanya ingin mendapatkan cinta yang tidak pernah ia dapatkan.
__ADS_1
Namun, kebahagiaannya bersama Braun adalah palsu. Begitu menyadari semua rahasia yang dimiliki suaminya, ia merasa jatuh pada keputusasaan yang terdalam. Penderitaan yang ia alami disebabkan oleh orang yang pernah ia cintai.
Ia tidak bisa memaafkan Braun. Ia akan membuatnya menderita. Ia akan balas dendam kepada Braun.