Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
Bab 32 Perjanjian Clear


__ADS_3

"Dari mana Anda mendapatkan batu ini, Grand Duke?" tanya Count Landell.


"Tidak penting dari mana saya mendapatkan batu ini. Apakah Anda bisa bisa membuatnya beserta pedang yang dapat menampung batu ini?" Gerald mengambil kembali batu itu.


Count Landell berpikir sejenak. 


"Sebenarnya batu ini produk baru. Saya akan membuatnya dan saya akan mencoba membuat pedang yang dapat menampung batu ini. Anda dapat kembali ke sini dua hari lagi, Tuan Grand Duke."


"Baiklah, saya akan datang dalam dua hari lagi, Count." Gerald berdiri meninggalkan ruangan itu.


Pasangan Landell bernapas lega setelah Grand Duke Faust pergi. Countess Landell tidak bisa berkata apa-apa karena tekanan dari Grand Duke Faust.


"Apakah dia dapat dipercaya, Suamiku?" tanya Countess.


"Entahlah, tetapi Permaisuri Leticia yang menyarankan dia ke sini, Istriku. Buktinya adalah batu itu. Batu yang Grand Duke bawa adalah batu pesanan Permaisuri," jelas Count.


"Aku takut dengan rumor yang mengatakan bahwa dia adalah orang yang kejam."


"Namun, baru-baru ini dia menangkap Viscount Gremaroft yang menculik anak-anak. Mungkin sebenarnya dia bukanlah orang yang kejam."


Countess Landell terdiam. Keuangan keluarga Landell sangat buruk. Ini adalah kesempatan emas untuk bekerja sama dengan Grand Duke Faust yang memiliki banyak uang. Namun, ia ragu, sewaktu-waktu Grand Duke Faust dapat mengancam mereka.


"Apa yang akan kamu lakukan Suamiku?"


"Aku akan mencoba menerima permintaan Grand Duke Faust. Aku mempercayai orang yang dikirim Permaisuri Pertama. Beliau telah banyak membantu kita. Beliau tidak akan mengirimkan orang yang akan menyakiti keluarga ini."


Countess Landell yang masih khawatir menggangguk pelan. Ia akan mempercayai naluri suaminya. Semoga dengan berlangsungnya kerja sama dengan Grand Duke Faust, keluarga Landell dapat membaik.

__ADS_1


***


Dua hari telah berlalu. Gerald datang kembali ke kediaman Landell. Count Landell memberikan pesanan Gerald, pedang dengan batu yang dapat menyerap aura berada di tengah gagang pedang. Batu itu sejernih kristal, berbeda dengan sebelumnya yang berwarna putih keruh. 


Gerald melihat batu itu. Sebelum sempat bertanya, Count Landell menjawab apa yang hendak Gerald tanyakan. "Seperti yang saya bilang batu ini adalah produk baru. Saya masih meningkatkan kualitas batu ini. Batu yang Anda bawa dua hari yang lalu adalah batu pertama yang saya buat. Jadi masih ada kelemahan pada batu itu. Batu ini adalah versi barunya dan lebih kuat. Semakin jernih batu ini maka aura yang terserap semakin banyak. Anda bisa mencobanya, Tuan Grand Duke." 


Gerald mengerti dan mengikuti pasangan Landell yang mengantarnya ke lapangan latihan yang luas. 


Gerald mengalirkan auranya. Pedang yang ia bawa, menyerap aura yang Gerald keluarkan karena batu itu. Ia mencoba menyerang menggunakan pedang itu. Hasilnya tanah di pelatihan itu terbelah. Daya kerusakan yang luar biasa, lebih besar daripada batu yang kemarin.


Pasangan Landell tercengang dengan apa yang mereka lihat. Kekuatan dari Grand Duke Faust dan batu yang buatan Count Landell sangat mematikan. Countess merangkul erat lengan suaminya.


Gerald melihat pedang itu dengan seksama. Sebuah senjata yang sangat hebat. Ia membalikkan badan pada pasangan Landell.


"Anda membuat barang yang luar biasa, Count. Apa nama batu ini?" tanya Gerald.


"Saya harap Anda hanya memasok pedang dengan batu ini untuk saya seorang, Count."


"Apakah Anda ingin memonopoli produk kami, Tuan Grand Duke?" tanya Countess Landell.


Ketakutan Countess lenyap, karena jerih payah suaminya menjadi sia-sia. Suaminya mengucurkan keringat untuk membuat produk ini dengan harapan akan laku keras di pasar. Ini adalah terobosan baru di bidang militer. Pasti banyak peminat pada produk buatan suaminya.


Count Landell mencoba menghentikan tindakan istrinya yang gegabah. Ia takut Grand Duke Faust marah karena istrinya sedikit kurang ajar.


"Hanya produk ini saja. Tentu saja saya akan membayarnya dengan harga yang pantas. Saya juga akan membayar kerusakan yang saya buat. Apakah ini cukup?" Gerald memberi kantong berisi uang kepada Countess Landell.


Countess Landell menghitung uang itu. Jumlahnya melebihi daripada yang ia perkirakan. Ia mendongak menatap Grand Duke Faust, lalu menunduk sambil mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


"Itu hanya untuk satu pedang dan batu ini. Saya akan memesannya dalam jumlah yang banyak. Untuk senjata dan perlengkapan yang lain, saya juga akan mengambil dari Anda. Anda bisa menjual barang-barang itu kepada orang lain, kecuali pedang dengan batu ini, Count."


"Terima kasih, Tuan Grand Duke. Anda boleh memberi nama batu ini karena cuma Anda yang membelinya," jawab Count Landell.


"Karena batu ini sejernih kristal akan saya beri nama Clear," ujar Gerald


"Baik, Tuan Grand Duke." Count menunduk.


"Perjanjian kerja sama ini akan saya cantumkan dalam kertas, dan ditanda tangani kedua belah pihak agar apabila ada satu pihak yang melanggar perjanjian, pihak lain dapat menuntutnya. Apakah Count dan Countess setuju?" tanya Gerald.


Pasangan Landell saling bertatapan. Countess Landell menggangguk ke suaminya. Pesan Countess tersampaikan dengan baik ke suaminya. Count berkata, "Kami setuju, Tuan Grand Duke."


Mereka masuk ke kediaman Landell untuk menandatangi perjanjian kerja sama.  Gerald menulis perjanjian itu. Isi perjanjian mereka sama dengan yang dikatakan Grand Duke Faust. Dengan tambahan, Grand Duke Faust setiap bulan akan memberikan sejumlah uang untuk kelangsungan usaha pandai besi Count Landell. Uang itu dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dibuat di pandai besi Count Landell. Dan apabila Count Landell menciptakan produk baru, ia harus memberi tahu Gerald terlebih dahulu. Gerald akan membeli produk baru itu apabila bagus dan membayarnya lebih banyak lagi. Apabila kedua belah pihak melanggar salah satu perjanjian, pihak tersebut akan membayar denda dan dituntut oleh pihak lain.


Pasangan Landell membaca surat perjanjian itu. Isi perjanjian itu, sangat menguntungkan pihak Landell. Dengan perjanjian ini masalah keuangan keluarga mereka akan teratasi. Mereka setuju. Grand Duke Faust dan Count Landell menandatangani perjanjian kerja sama mereka.


Pasangan Landell mengantar Grand Duke Faust hingga ke kereta kudanya. Prasangka buruk terhadap Grand Duke Faust perlahan sirna. Mereka akan membalas perbuatan baik Grand Duke dengan membuat senjata untuknya sebaik mungkin. Uang dari Grand Duke Faust mungkin melebihi keuntungan yang akan mereka dapatkan apabila memasarkan batu itu di Kekaisaran.


Mereka berterima kasih kepada Permaisuri Pertama yang memberikan ide untuk membuat batu yang dapat menyerap aura. Permaisuri Pertama juga yang memberitahu Grand Duke Faust tentang keberadaan tentang batu itu. Tanpa Permaisuri Leticia, mereka tidak akan mendapat rekan bisnis yang tepat.


Count menuliskan surat untuk putrinya.


Teruntuk Emilia tersayang,


Ayah sudah mendapatkan rekan bisnis baru. Keuangan keluarga kita bisa teratasi. Ayah minta kamu tetap mengabdi pada Permaisuri Pertama. Uang bayaran pesanan Permaisuri akan ayah gunakan untuk memperluas usaha pandai besi kita. Jaga kesehatanmu. Ayah dan Ibu menyayangimu.


Dari Ayahmu tercinta

__ADS_1


__ADS_2