Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
S2 Bab 15 Kesan Baik


__ADS_3

Suara anak-anak riang terdengar semakin dekat. Mereka berkerumun mengelilingi Duchess Hillbright, tak peduli bahwa di depan mereka adalah seorang yang memiliki status yang lebih tinggi.


"Selamat datang, Duchess."


"Apa aku dibelikan boneka?"


"Boneka yang dibelikan Duchess sebulan lalu selalu kujaga dengan baik."


"Apa Duchess akan bermain dengan kami hari ini?"


Judith terkekeh melihat tingkah lucu dari anak-anak itu. Ia teringat saat bermain dengan adik-adiknya sewaktu kecil. Waktu terus berjalan tanpa sadar adik-adiknya sudah besar. Mereka tidak lagi bermanja-manja dengan Judith dan sibuk dengan dunia mereka sendiri. Bertemu dengan anak-anak yang masih polos dapat meringankan kepenatan selain bertemu dengan keluarganya.


"Aku akan membagikan boneka dan pakaian baru pada kalian. Tenang saja semuanya akan kebagian, tidak perlu berebut. Aku akan bermain dengan kalian bersama ajudan dan pengawal baruku." Judith menyunggingkan senyum pada mereka.


"Biar saya saja yang membagikan kebutuhan panti asuhan. Anda bisa bermain dengan anak-anak panti terlebih dahulu, Duchess," tawar Flint. 


Selama ini tuannya selalu menanggung beban yang tidak pernah diceritakan oleh orang lain. Bila Flint tidak menawarkan diri bekerja pada Duchess mungkin tuannya akan menyelesaikan semuanya sendirian. 


"Baiklah, aku serahkan padamu Flint. Ayo kita ke taman," ajak Judith pada anak-anak panti.


Mereka pergi ke taman diikuti oleh Leonard. Pengawal baru itu tidak pernah bermain dengan anak-anak. Hidupnya dipenuhi oleh darah dan kesengsaran dalam mencari uang. Melihat kesenangan dari anak-anak yang tidak tahu dosa itu membuatnya terenyuh. Meski hidupnya menderita, ada juga yang mengalami penderitaan meski memiliki masalah yang berbeda. Anak-anak itu harus kehilangan orang tua saat masih kecil, berbeda dengannya yang masih merasakan kasih sayang orang tua walau hanya sebentar. 


Anak perempuan menarik lengan baju Leonard tanpa ragu-ragu. "Ayo Sir, main dengan kami."


Leonard tersenyum ke arah anak itu lantas berjalan menuju kerumunan anak yang tertawa lepas dengan Duchess. Ia dengan mudahnya berbaur, mungkin karena nasib mereka yang hampir sama. 


Duchess Hillbright melirik ke Leonard. Pengawal barunya tidak seburuk yang ia kira.

__ADS_1


***


"Kakak!" panggil seorang gadis sambil memeluk Flint.


Flint menghela napas panjang karena adiknya datang saat dirinya masih bekerja. Padahal kemarin setelah pulang dari panti asuhan, ia sudah melarang adik tercintanya itu berkunjung karena hanya akan menambah beban Duchess.


"Kalian bisa menghabiskan waktu di luar, maaf karena sudah membuat kakakmu selalu sibuk, Sylvie. Kalian jadi tidak punya waktu bersama," ujar Judith tersenyum ke kakak beradik itu.


"Tidak perlu Duchess. Dia memang seperti ini. Pasti dia yang memaksa Pangeran Arion untuk datang ke sini juga," ujar Flint merasa bersalah sambil mencubit pipi adiknya.


"Tidak, aku sendiri yang ikut, Kak Flint. Aku ingin menemui kakakku," bela Arion.


"Sudahlah, ayo Kak." Sylvie menarik-narik Flint keluar ruangan.


Flint menunduk sambil meminta maaf atas kelancangan adiknya. Di rumah pun adiknya selalu berulah hingga membuat dirinya dan ibunya pusing. Ayahnya tidak terlalu ambil pusing karena menurutnya Sylvie sangat lucu. Atau bisa dibilang sifat ayah dan putri itu hampir sama.


"Kakak mempekerjakan pengawal? Bukannya itu tidak perlu karena kakak sangat kuat?" tanya Arion. 


"Aku kasihan padanya karena kehilangan pekerjaan. Di samping itu, dia menyelamatkan Anna saat pemberontakan terakhir," balas Judith.


Kernyitan dahi Leonard hampir menyatukan kedua alisnya. Ia ingin membalas cercaan Judith, tetapi keberadaan Pangeran Kekaisaran membuatnya tidak nyaman. 


"Ngomong-ngomong, apa kakak sudah mendengar kabar bahwa Anna akan menjadi Saintess?"


"Benarkah?" tanya Leonard menggantikan Duchess.


Arion menoleh ke arah Leonard dengan sedikit kebingungan. Ia tidak menyangka ada kesatria yang berani menyela pembicaraan bangsawan.

__ADS_1


Judith menatap Leonard dengan tajam seolah-olah ingin menyanyat mulut lancang itu. Ia merasa kasihan pada Marquis Loid karena memilih prajurit bayaran yang salah.


"Aku baru mendengarnya. Apa kamu mau menemui Anna, Rion?" 


"Boleh saja. Kapan kita bisa berangkat?" 


Kedua kakak beradik itu mengabaikan pertanyaan Leonard. Semangat Leonard mendengar penyelematnya menjadi orang terkenal kini berganti jadi rasa kesal. Bangsawan tidak memedulikan rakyat jelata sepertinya, kecuali Ariana. 


"Bagaimana kalau besok? Aku akan menyiapkan kamar untukmu."


Arion menyetujuinya. Duchess Hillbright pun memanggil pelayan untuk menyiapkan kamar tamu. Seorang pelayan berambut cokelat tua datang sambil membungkuk melaksanakan tugas. Pelayan itu menggumamkan sesuatu seraya keluar dari ruangan. 


"Mohon kerja samanya, Prajurit Bayaran."


Leonard berusaha menjaga wajahnya tetap tenang. Dalam hati ia menggerutu, seharusnya Idris memperkenalkan diri saat mereka berduaan bukan di depan orang yang akan mereka khianati. 


***


Kereta kuda datang di depan kuil. Judith, Arion, Flint dan Sylvie turun dari kereta kuda. Begitu mendengar Arion akan menemui Ariana, Sylvie memaksa ikut. Arion tidak dapat menolak permintaan dari temannya satu itu. Tentunya, Flint mendengus kesal di sepanjang perjalanan karena perilaku adiknya.


Leonard berjaga di belakang mereka meski sebenarnya keberadaannya tidak dibutuhkan. Keempat bangsawan itu adalah orang kuat yang tidak perlu  dilindungi. Namun, ia harus mengerjakan tugas walau hanya formalitas belaka.


Duchess Hillbright menemui Paus sementara yang lain menunggu di luar. Leonard mendongak ke atas melihat langit biru cerah. Tak ada yang awan yang terlihat. Bangsawan-bangsawan yang berada di sampingnya sama sekali tidak menggubris panas yang serasa membakar kulit. 


'Bangsawan kenalan Duchess sangat berbeda dengan bangsawan pada umumnya. Tetapi, tetap saja aku tidak menyukai mereka,' batin Leonard.


Duarr...

__ADS_1


Puing-puing batu berterbangan. Leonard dan ketiga bangsawan itu hampir terluka bila Sylvie tidak menciptakan pelindung. Leonard berbalik menatap bangunan yang dimasuki Duchess tadi rata dengan tanah.


__ADS_2