Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
Bab 73 Pemberontakan


__ADS_3

Leticia memanggil Emilia dan Dean. Dean sudah dibebas tugaskan menjadi pengawal Judith. Sekarang ia kembali mengawal Leticia karena tidak ingin Permaisuri Pertama tanpa pengawal.


Leticia menyampaikan rencana pemberontakan yang akan dimulai besok. Mereka siap menerima semua perintah Leticia.


"Tetaplah hidup."


Itu perintahnya kepada mereka. Emilia yang tidak mempunyai kemampuan bela diri akan bersembunyi sampai keadaannya aman. Ia akan memberitahu tahu bala bantuan bila Leticia terluka.


Kemungkinan Leticia akan disandera apabila Grand Duke Faust menyerang, tetapi ia akan melawan. Dean juga akan melindunginya. 


Yang menjadi masalah adalah Judith. Judith juga akan disandera, tetapi Leticia tidak tahu di mana putrinya saat pemberontakan. Braun dan Charlotte pasti menyandera putrinya. Leticia akan memberi perhitungan pada Charlotte apabila berani menyandera dan melukai putrinya.


Isabella pasti sudah mengabari Dale. Sedangkan Dale sudah memberitahu Rose tentang hal ini.


Semua persiapan sudah matang, hanya tinggal menunggu besok. 


Dean berjaga di luar kamar Leticia. Ada suara yang berbisik kepadanya.


"Besok pemberontakan dimulai ya."


Itu adalah suara Rose. Rose dalam kondisi tidak terlihat. Dean mengangguk pelan.


"Tidak perlu kau jawab atau tanggapi. Keadaan Leticia dan Judith pasti sangat memprihatinkan. Aku ingin bertemu dengan mereka tetapi banyak orang yang mengawasiku. Besok aku akan berbalik menyerang anak buahku. Lagi pula Braun akan turun dari takhta aku tidak perlu khawatir akan kedudukanku lagi. Aku tidak perlu berpura-pura berada di pihak mereka lagi."


Dean diam, mendengarkan cerita Rose.


"Aku tidak punya banyak waktu. Jadi aku ingin kau menyampaikan ini pada Leticia. Aku akan mendukung segala sesuatu yang dia lakukan."


Dean mengerti dan akan menyampaikan hal ini. Pandangannya masih lurus ke depan. 


Ia tiba-tiba membesarkan bola matanya. Ada sesuatu yang menyentuh bibirnya dan ia merasakan napas di pipinya.


"Ini sihir pelindung untukmu besok. Jangan mati."


Dean membatu. Ia tidak menyangka pemimpin penyihir kekaisaran melakukan hal itu. 

__ADS_1


Sejak kapan penyihir itu tertarik padanya? Ia berharap bisa menanyakannya setelah pemberontakan besok berhasil.


***


Pasukan Gerald sudah siap. Gerald, Isabella, dan Clovis memakai baju pelindung buatan Count Landell. Count Landell tidak ikut dalam penyerangan ini karena bukan bidangnya. Ia hanya memasok senjata dan pelindung bagi Gerald.


Kedatangan pasukan Grand Duke Faust pasti sudah sampai di telinga Braun. Meski begitu, Gerald tidak akan kalah.


Gerald memberi aba-aba untuk menyerang. Semua pasukan melaju dengan cepat. Gerald memimpin di depan mereka. Ia akan langsung ke istana untuk membunuh Kaisar.


Marquis Nien melihat pasukan Gerald dari kejauhan. Tak ingin kedamaian putrinya diusik, ia segera menyerang Grand Duke Faust.


Di sisi lain, Duke Hillbright menunggu pasukan Grand Duke Faust terkena perangkapnya. Ia akan menyerang mendadak.


Pasukan Marquis Nien sudah terlihat. Clovis mempercepat kudanya untuk bertarung melawannya. Pasukan yang dipimpinnya mengikutinya. Ia membiarkan pasukan yang dipimpin Isabella dan Gerald tetap melaju menuju istana. 


Clovis mengambil busur untuk memanah Marquis Nien. Anak panah yang diarahkannya mengenai kuda Marquis Nien. Marquis Nien terjatuh. Ia memerintahkan pasukannya tetap menyerang. Pasukan miliknya dan Clovis saling bertarung.


Kedua pemimpin ini saling beradu pedang untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat. Pengalaman berperang Marquis Nien lebih banyak dibandingkan Clovis. Namun, Clovis memiliki tubuh yang lebih muda dan kuat dibandingkan dengan Marquis Nien.


Clovis terkejut, tetapi berhasil menghindarinya. Marquis Nien segera menerjang Clovis. Kali ini Clovis tidak mampu menghindar. Marquis Nien menghunuskan pedang pada Clovis tanpa ragu-ragu.


Prang...


Pedang itu hancur. Dale membantu Marquis muda ini untuk melawan Marquis Nien. Clovis segera bangkit lalu mengambil pedang dan menusukkannya pada Marquis Nien. Ini pertama kalinya ia berperang. Ia masih mengira ini adalah latihan belaka. Lain kali ia tidak akan ragu lagi.


Dale segera meluluhlantahkan pasukan Marquis Nien dengan sihirnya. Dengan ini satu pasukan pembantu Braun telah gugur. Ia akan berjaga-jaga membantu Isabella. Lagipula lawan Clovis sudah berhasil dikalahkan.


Gerald dan Isabella mendekati istana. Perangkap yang telah disiapkan oleh Duke Hillbright berada di depan pasukan Gerald. Banyak kuda yang terjatuh dalam lubang, salah satunya kuda Isabella. Isabella meminta Gerald terus menyerang. Gerald mengangguk, menghentakkan kudanya. 


Pasukan Duke Hilbright mulai menyerang. Gerald melenyapkan pasukan yang berada di depannya dengan tebasan yang diperkuat aura. Jalan terbuka lebar ia mempercepat kudanya. Anak panah terarah pada Gerald. Salah satu penyihir menara melindunginya dari serangan.  Penyihir-penyihir yang lain sedang mengangkat kesatria yang jatuh ke lubang. 


Duke Hilbright menyerang Gerald. Gerald dapat menghindarinya. Isabella telah keluar dari lubang dibantu oleh Dale. Ia segera melukai kuda Duke Hillbright.


Pengganggu Gerald telah ditangani, ia melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Duke Hilbright bangkit. Dale ingin ikut membantu Isabella, tetapi kekasihnya ini melarangnya. Isabella ingin membalaskan dendamnya sendiri.


"Bukankah dulu Anda bilang saya akan menyesal, Duke? Sepertinya yang akan menyesal adalah Anda." sindir Isabella.


"Kita belum tahu hasilnya, Countess," jawab Duke Hillbright geram.


Isabella menyerang Duke Hillbright secara membabi buta. Duke Hillbright kewalahan terhadap serangan Isabella. Isabella mengeluarkan auranya lalu menebas pedang Duke Hilbright hingga terbelah. Duke Hilbright terjatuh. Pedang Isabella berada di samping leher Duke Hillbright.


"Jika Leticia tahu akan hal ini dia pasti akan marah," ancam Duke Hillbright.


"Tidak dia pasti akan senang bila ayahnya yang hanya menganggap sebagai alat, telah meninggal," jawab Isabella dingin. 


"Jadi kamu ingin membalas kematian mendiang Count Wollard?"


"Sepertinya Anda sudah sadar akan kesalahan Anda sendiri. Saya berterima kasih karena tidak perlu mengucapkannya."


Isabella segera mengayunkan pedangnya. Kepala Duke Hillbright tergeletak di tanah. Ekspresi wajah Duke Hillbright sebelum mati terlihat ketakutan.


Akhirnya Isabella dapat membalas kematian ayahnya. Ia tersenyum tetapi air matanya mengalir. Dale yang melihatnya segera menghampiri dan memeluknya. 


Isabella balas memeluk Dale. "Dengan ini Leticia akan bebas."


"Benar." Dale menepuk-nepuk punggung Isabella. 


"Kukira aku akan merasa senang, tetapi rasanya campur aduk," tutur Isabella.


"Mungkin kamu teringat akan ayahmu sekilas," celetuk Dale.


"Itu ada benarnya." 


Isabella melepas pelukan Dale. Ia sudah merasa sedikit tenang. Lalu segera melawan pasukan yang kehilangan pemimpinnya itu. 


Kesatria Gerald yang lain ikut melawan setelah berhasil keluar dari lubang. Pasukan tanpa pemimpin menyebabkan kegaduhan dan kecemasan. Mereka bukanlah ancaman.


Pasukan yang dipimpin oleh Isabella berhasil mengalahkan Duke Hillbright. Mereka melaju ke istana untuk membantu tuan mereka.

__ADS_1


Isabella berharap Gerald dapat menyelamatkan Leticia dan Judith. Semoga mereka tidak apa-apa.


__ADS_2