Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
Bab 65 Festival


__ADS_3

Isabella tersenyum sembari melihat Leticia dan Judith. Ia memberikan salam terlebih dahulu lalu duduk. Ia membeli camilan untuk di makan bersama. 


Judith terlihat senang sekali. Ia melihat camilan itu dengan mata yang berbinar-binar. Judith menatap sang ibu dengan tatapan memelas. Leticia mengizinkannya untuk memakannya. Isabella yang melihat hal ini tertawa kecil. Judith menyantap camilan itu dengan lahap. 


"Jadi ada perlu apa Tuan Putri mengundang saya?" tanya Isabella.


"Saya dengar akan ada festival di ibu kota beberapa hari. Saya dan Ibu akan pergi ke sana, apa Guru mau ikut?" tanya Judith.


Isabella menoleh ke arah Leticia. Leticia membalasnya dengan tersenyum. 


"Baik, saya akan ikut Tuan Putri." Isabella mengangguk ke arah Judith.


Ini adalah ide Leticia. Sebenarnya dulu Isabella dan Leticia pernah berjanji akan ke festival bersama, tetapi karena kebangkrutan bisnis mendiang Count Wollard, mereka batal ke sana. Isabella menyadari hal ini.


"Terima kasih, Guru." 


Judith sangat senang. Ia menantikan datangnya hari festival. Sebenarnya ia ingin mengundang Dale dan Rose, tetapi mereka sangat sibuk. Beberapa kali mereka tidak terlihat pada latihannya. Judith tidak ingin mengganggu mereka. Pergi bersama dengan ibu dan gurunya juga ide bagus. Ia akan bersenang-senang di festival.


***


Hari festival telah tiba. Mereka bertiga pergi bersama dikawal oleh Dean. Leticia tidak membutuhkan pengawal pribadi miliknya karena ingin menikmati waktu dengan orang-orang kesayangannya. Ia juga tidak ingin diawasi. Untungnya Braun memperbolehkannya pergi tanpa pengawal. 


Memang sedikit berisiko seorang Permaisuri pergi tanpa pengawal, apalagi karena kasus penculikannya. Namun, Leticia dan Judith percaya pada kemampuan Isabella. Mereka merasa aman bersama dengan Isabella dibandingkan pengawal pribadi Leticia.


Dean ikut karena tidak ingin meninggalkan Permaisuri Pertama dan Putri Kekaisaran tanpa pengawal. Ia juga ingin membantu Isabella melindungi ibu dan anak ini bila terjadi hal yang tidak diinginkan.


Mereka bertiga bersenang-senang dalam festival. Membeli makanan dan hal-hal remeh, bermain, dan hal-hal yang membuat mereka bahagia. Leticia mengajak Dean melupakan pekerjaannya sejenak dan bersenang-senang dalam festival. Dean yang awalnya ragu-ragu, mulai ikut menikmati jalannya festival.


Malam telah tiba. Kembang api akan segera dinyalakan menandakan puncak festival. Mereka berniat pulang saat kembang api dinyalakan.


Tak disangka-sangka mereka bertemu dengan dua orang yang tidak asing. Judith langsung mendekati mereka berdua.

__ADS_1


"Bibi Rose, Paman Dale, kalian berdua juga datang ke festival ini?"


Rose dan Dale baru sadar akan keberadaan Judith. Rose menoleh ke arah Leticia, Dean dan Isabella, lantas melihat Judith.


"Tentu saja, kami baru saja datang. Aku tidak tahu kalau kalian juga datang."


"Kami sudah lama bersenang-senang di sini. Sebenarnya aku ingin mengajak Bibi dan Paman, tetapi aku takut mengganggu kalian." Judith tampak malu-malu.


"Kami tidak sesibuk itu. Kalau kamu mengajak kami, tentu saja kami akan datang, benar bukan Dale?" Rose menyenggol Dale.


Namun, reaksi Dale sedikit terlambat akibat melamun.


"Benar, kami akan siap sedia datang Judith."


Rose merasa beberapa hari ini Dale sering melamun. Ada yang aneh darinya. Bahkan tadi mereka tidak berdebat saat bertemu. Ada yang mengganjal di pikiran Dale. Rose mengira tentang perasaan Leticia terhadap Grand Duke Faust. Sepertinya Dale masih belum bisa merelakan Leticia. Namun, begitu Rose menyadari arah pandang Dale sewaktu melamun bertemu dengan Leticia dan gerombolannya, ia tersenyum.


Isabella terlihat terkejut dengan kedatangan Dale. Ia menatapnya cukup lama.


Terbesit ide di kepala Rose. Rose mengantar Judith ke tempat Leticia.


"Bagaimana kalau ada penculik lagi?" Judith khawatir kejadian penculikan Leticia terulang.


"Jangan khawatir, aku akan memasang sihir untuk melindungi kalian berdua. Jika terjadi sesuatu pada kalian berdua, aku akan segera datang dan menghubungi semuanya untuk membantu," jelas Rose.


Judith yang ragu-ragu, mengangguk setuju. 


Rose tersenyum. Ia langsung merangkul lengan Dean untuk menjauh dari sana. Dean kebingungan dengan tingkah Rose. 


"Bersenang-senanglah kalian berdua," teriak Rose yang sudah menjauh.


Rose tersenyum simpul, merasa sudah melakukan tindakan yang benar. Kini ia tahu kenapa Dale bersikap seperti itu.

__ADS_1


Leticia menatap Isabella. Sebenarnya ia juga ingin melihat puncak festival dengan temannya, tetapi bisa lain kali. Lagipula mereka sudah berkeliling di festival ini sejak hari terang hingga gelap seperti ini.


"Tidak apa-apa bukan, kalau aku pergi bersama Judith, Bella?" tanya Leticia.


"Tentu saja tidak apa-apa, Leti. Aku sudah bersenang-senang hari ini bersamamu." Isabella tersenyum.


Leticia menoleh ke arah Dale sambil meminta persetujuannya. Dale mengangguk.


Leticia dan Judith bergandengan tangan menjauh dari mereka berdua.


Kini tinggal tersisa Isabella dan Dale. Suasana mereka berdua sangat canggung. Dale yang biasanya sering bercanda dan main-main sekarang jadi pendiam. Isabella menghela napas panjang. Sepertinya Dale benar-benar sudah menyerah padanya. Semua pertanyaan dan amarah yang hendak disampaikan pada Dale sirna seketika. Itu sama sekali tidak penting sekarang. Percuma menyampaikan hal itu pada Dale.


Isabella yang pertama kali membuka percakapan. "Kamu baru saja datang bukan? Lebih baik kita berkeliling daripada berdiam diri di sini. Nikmati saja festivalnya."


"Baru saja aku ingin mengatakan itu, Countess." Dale kembali pada sikap biasanya, tetapi hanya berlangsung singkat.


Mereka pergi berkeliling. Semua tempat sebenarnya sudah dicoba oleh Isabella. Ia merasa bosan. Dale mengikutinya di belakang, diam saja.


Pada akhirnya Isabella duduk di salah satu bangku di alun-alun karena tidak tahu harus ke mana lagi. Ia menunggu puncak festival. Dale ikut duduk di sebelahnya. 


"Sebenarnya sudah lama aku ingin pergi ke festival, baru kali ini saja aku bisa pergi. Aku pernah berniat datang bersama Leticia saat Ayahku masih ada. Hanya saja kesalahpahaman terjadi, kami tidak jadi datang. Setelah itu aku tidak pernah pergi ke festival karena tidak ada orang yang bisa kuajak." Isabella bercerita pada Dale karena tidak ingin kecanggungan tadi terus berlanjut.


"Begitu ya, kalau ceritaku tentang festival, itu adalah saat pertama kali bertemu dengan Leticia. Dia menyelamatkan aku dan Rose dari gerombolan anak yang mengganggu kami. Lalu menawari membiayai kami menjadi penyihir." Dale ikut bercerita.


"Apa kamu marah karena dirimu dan Penyihir Pemimpin Kekaisaran hanyalah pengganti diriku?" tanya Isabella tiba-tiba.


Dale terkejut dengan pertanyaan Isabella. Ia menjawab dengan tenang. "Bukankah kamu yang sebenarnya iri dengan kami karena menggantikan dirimu sebagai teman di kehidupan Leticia. Itulah yang menyebabkan dirimu bersikap tidak ramah kepada kami saat pertama kali bertemu." 


"Kurasa itu juga benar."


Isabella tersenyum simpul. Yang dikatakan Dale benar, ia iri pada mereka. Namun, pada akhirnya ia bisa menerima mereka. Ia menganggap mereka sebagai teman.

__ADS_1


Kembang api dinyalakan. Langit malam dihiasi oleh cahaya-cahaya yang gemerlap lalu memudar seketika. Isabella terpana melihat keindahan yang cepat hilang itu. Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas.


Lalu tanpa disangka, ada sesuatu yang menempel di bibirnya. Sesuatu yang lembut. Dale mengecup bibirnya.


__ADS_2