
Ia sudah lama mendambakan wanita itu. Wanita itu telah menyelamatkannya dari keadaan terpuruknya. Ia akan memberikan segala sesuatu demi wanita itu, bahkan nyawanya sendiri.
Wanita itu telah membuatnya seperti ini. Memikirkannya sepanjang waktu. Namun, ia tidak berani memiliki wanita itu. Wanita itu terlalu jauh hingga tidak bisa ia gapai.
Wanita itu akan bertunangan dengan orang lain. Ia tidak menyukai tunangan wanita itu. Ada perasaan tidak enak di dalam hatinya. Ia ingin membawa kabur wanita itu bersamanya. Namun, apakah dengan bersamanya wanita itu dapat bahagia? Setelah berpikir panjang, ia merelakan wanita itu dengan tunangannya.
Wanita itu menikah. Ia turut berbahagia atas kebahagiaan wanita itu. Namun, ia tidak datang ke pernikahan wanita itu karena tidak ingin terlihat sedih. Ia tidak ingin bersedih di saat wanita itu bahagia. Bahkan saat wanita itu dan suaminya menggelar pesta apapun, ia tidak datang. Ia tidak ingin melihat kemesraan mereka berdua.
Namun, suami wanita itu tidak memperlakukan wanita dambaannya dengan pantas. Suami wanita itu membuat wanita itu sedih sepanjang waktu. Ia hanya bisa mendengarkannya, karena apabila ia mengambil tindakan pada suami wanita itu, ia takut wanita itu akan membencinya. Wanita itu masih mengharapkan cinta suaminya.
Kemudian, wanita itu bercerita tentang rahasia kelam suaminya. Tak ada cinta yang diberikan suaminya kepada wanita itu. Suami wanita itu hanya menganggap wanita dambaannya sebagai alat saja.
Sekarang, ia benar-benar menyesalinya. Seharusnya waktu itu tidak peduli bagaimana perasaan wanita itu, ia mengajaknya kabur. Ia bisa mencegah wanita itu menderita. Dengan bersamanya pasti wanita itu lebih bahagia dibandingkan dengan pria tak tahu diri itu.
Ini salahnya. Ia harus menebusnya. Ia akan menghancurkan suami wanita itu. Membuat pria itu merasakan penderitaan yang dirasakan wanita dambaannya. Ia akan mengorbankan apapun demi tujuan balas dendam wanita dambaannya.
Salah satu orang dalam kehidupan wanita itu datang kembali. Wanita itu sangat mempercayainya. Namun, ia ragu apakah orang itu memang berniat membantu wanita dambaannya. Ia tidak ingin kejadian wanita itu dikhianati terulang kembali. Ia akan menguak keinginan tersembunyi dari orang itu. Apabila orang itu akan menyakiti wanita dambaannya, ia tidak akan ragu untuk membuat orang itu menderita. Meskipun, wanita itu akan membencinya.
Ada orang asing yang bekerja sama dengan wanita itu. Hanya karena orang asing itu pernah menyelamatkan orang yang masuk kembali dalam kehidupan wanita itu, wanita itu mempercayainya. Ia mencurigai orang asing itu. Ia akan mengungkap jati diri orang asing itu melalui orang yang masuk kembali dalam kehidupan wanita itu.
Sudah waktunya ia pergi menjalankan permintaan wanita dambaannya untuk menyelidiki bangsawan yang melakukan perbuatan yang mencurigakan. Saatnya ia memasang topeng, pria yang menyukai wanita untuk mendapat informasi.
__ADS_1
***
Leticia berada di ruang kerjanya. Ia menggunakan batu sihir untuk menghubungi Isabella.
"Apa Anda sedang sibuk, Countess Wollard?" tanya Leticia formal. Ia mengantisipasi adanya Grand Duke Faust di dekat Isabella.
"Tidak, ada keperluan apa, Permaisuri?" jawab Isabella.
"Kalau begitu Anda bersama dengan Grand Duke Faust?"
"Benar, Tuan juga mendengarkan pembicaraan ini, Permaisuri."
"Saya mendapat informasi bahwa Count Blaire menjalankan bisnis baru yang menghasilkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat. Saya sudah mencoba membujuk istrinya untuk mengatakan bisnis apa yang dilakukan Count Blaire. Namun, hasilnya nihil. Countess Blaire menutup rapat mulutnya. Apakah saya bisa meminta bantuan Anda dan Grand Duke untuk mencari tahu bisnis apa yang dilakukan Count Blaire beserta tempatnya? Seperti yang kita tahu bahwa Count Blaire mendonasikan uangnya dalam jumlah yang banyak pada kuil. Mungkin mereka bekerja sama dan kita bisa mengungkap ritual sihir terlarang yang dilakukan kuil," jelas Leticia panjang lebar. Ia terlalu gugup hingga bicara tanpa jeda. Kejadian dengan Gerald terakhir kali membuatnya tidak ingin melakukan kesalahan apapun.
"Baik, kita akan bertukar informasi melalui batu sihir ini saja. Apabila mendesak saya akan datang ke kediaman Faust," ujar Leticia sedikit lebih tenang.
"Baik, Permaisuri," jawab Isabella.
Leticia menutup komunikasi batu sihir itu. Ia menghela napas lega. Ketakutannya pada Grand Duke Faust timbul lagi. Ia bisa mengatasi ketakutannya apabila keadaan memaksanya. Saat bertemu dengan Grand Duke Faust di kuil, Leticia mampu berbicara dengannya berdua karena ia harus melakukan itu. Berbeda dengan menyampaikan informasi atau meminta bantuan. Ia bisa meminta Isabella menyampaikan semua yang dikatakannya pada Gerald.
Ada tubuh mungil yang muncul di depan pintu. Tubuh mungil itu semakin mendekati Leticia. Leticia berdiri duduk di kursi tamu. Tubuh mungil itu duduk di sebelah Leticia.
__ADS_1
"Ada apa, Sayang?" tanya Leticia.
"Kemarin aku bisa menguasai teknik berpedang baru lagi Ibu," ucap Judith bangga.
"Kamu hebat sekali, Sayang." Leticia membelai rambut Judith.
"Hari ini aku mengundang teman-temanku untuk datang ke istana," cerita Judith bersemangat.
"Baguslah, kamu harus berteman baik dengan teman-temanmu, ya. Kalau ada yang jahat bilang saja pada Ibu."
"Tentu saja, Ibu." Judith mengangguk.
Leticia cuma berharap teman-teman Judith tulus berteman dengannya. Tidak ada niat tersembunyi dibalik keramahan yang ditunjukkan. Banyak bangsawan yang mempertemukan anaknya dengan anak lain untuk menjalin relasi. Seperti Leticia dan Isabella. Hubungan pertemanan mereka berdua akhirnya berubah menjadi pertemanan yang tulus, berbeda dengan orang tua mereka.
***
Di depan Dale seorang wanita tertidur di meja kamarnya. Ia membuat wanita itu tertidur, untuk menghilangkan ingatan tentangnya. Tidak semua ingatan ia hapus. Hanya saat wanita itu mengatakan informasi yang ia butuhkan dan saat mereka bertemu sebelum-sebelumnya kecuali pertemuan pertama. Semua wanita yang pernah Dale dekati pasti masih mengingat pertemuan pertamanya dengannya. Ini untuk memudahkan dirinya apabila membutuhkan wanita itu untuk mengorek informasi lagi. Salah satunya wanita ini.
Dale berteleportasi menuju tempat yang dikatakan wanita itu. Ia mencari bangunan dengan tulisan "Blaire Heaven." Ia sudah berada di depannya. Ia masuk ke dalam bangunan itu. Banyak orang berkumpul di sana, sama sekali tidak ada yang mencurigakan. Para bangsawan itu hanya makan makanan penutup. Dale mencoba memesan salah satu menu di sana. Sama sekali tidak ada yang salah. Ia ragu apakah berada di tempat yang benar.
Tak lama ada seorang bangsawan keluar dari dapur. Bangsawan itu adalah Count Blaire. Tempat ini memang milik Count Blaire. Hanya saja benarkah tempat ini bisnis baru Count Blaire. Mungkin wanita tadi memberi informasi yang salah.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makanannya, Dale beranjak pergi, mencari informasi lain.