Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta
S2 Bab 13 Curiga


__ADS_3

Leonard menaruh barang-barangnya di kamar kesatria kediaman Duchess Hillbright. Kamar kesatrianya lebih besar dibandingkan kamar di rumahnya. Perabot-perabot tertata rapi dan dalam kondisi terawat, berbeda dengan rumah rapuhnya itu.


Suara ketukan pintu terdengar. Leonard membuka pintu. Ajudan Duchess berdiri di depannya menatapnya penuh kecurigaan.


"Ayo ke lapangan latihan, kamu harus berbaur dengan kesatria yang lain," kata Flint dingin.


"Baik." 


Flint berbalik menuju lapangan latihan. Kesatria baru itu mengikuti Flint di belakang. Ia mengamati ajudan Duchess itu dari atas ke bawah. Wajah Flint sangat muda, lebih muda darinya. Tetapi orang itu bisa menjadi ajudan dalam usianya yang belia. 


"Berapa umurmu?" tanya Leonard tiba-tiba.


Flint melirik sekilas tanpa menghentikan langkahnya. "15 tahun."


"Tidak kusangka Duchess mempekerjakan anak di bawah umur," sindir Leonard.


Flint menghentikan langkahnya, menarik lengan Leonard dan menghantamkannya ke dinding. Leonard meronta-ronta tetapi kuncian Flint pada tubuhnya sangat kuat. 


"Seperti inilah kekuatan anak di bawah umur," ucap Flint sinis seraya membebaskan Leonard. 


Leonard memandangi punggung Flint yang mulai menjauh. Ia segera mendekatinya sembari menggerutu di dalam hati.


Mereka telah tiba di lapangan latihan. Leonard berdiri di samping Flint, memandangi kesatria-kesatria yang akan menjadi temannya di sini sementara. Ia tidak akan tinggal di sini selamanya. Dalam hati ia berharap bisa keluar dari sana dengan cepat. Sayangnya, belum ada perintah baru dari Marquis Loid, sehingga ia hanya bisa menunggu.


"Namaku, Leonard. Kuharap kita bisa akur," ujar Leonard memperkenalkan diri setelah ditepuk oleh Flint.

__ADS_1


"Kesatria baru ini akan ikut berlatih dengan kalian saat di pagi hari. Selebihnya, dia akan melindungi Duchess," tambah Flint.


Leonard menoleh ke arah Flint, dengan pandangan penuh tanya. Ia tidak menyangka akan langsung berada di dekat Duchess. Kesempatan emas itu tidak akan ia sia-siakan. Walaupun, pastinya komunikasi dengan Marquis Loid akan sulit karena Duchess selalu mengawasinya.


"Cepat, Duchess menunggumu," ujar Flint.


Mereka meninggalkan tempat latihan menuju ruang kerja Duchess Hillbright. Leonard mengedarkan pandangan ke ruangan itu. Sangat mewah, tetapi tidak ada hiasan yang menunjukkan bahwa Duchess dulunya adalah seorang Putri Kekaisaran.


'Pasti dia Putri yang bar-bar,' batin Leonard.


"Aku tidak perlu menjelaskan lebih lanjut. Flint pasti sudah menjelaskan semuanya. Sekarang berdirilah di sana, laksanakan tugasmu," tunjuk Judith pada tembok di sebelah pintu.


Duchess satu itu benar-benar merendahkan dirinya. Namun, Leonard berusaha menahan amarahnya di dalam hati, kesabarannya akan terbalas kelak.


***


"Pulanglah, Flint. Biar kuteruskan saja sendiri," kata Duchess.


"Baik, Duchess. Jangan terlalu memaksakan diri." Flint menunduk, lantas membereskan dokumen-dokumen seperlunya. Ia meninggalkan ruang kerja Duchess, melirik tajam seakan memberi peringatan ke arah Leonard.


Hanya ada Leonard dan Judith di ruangan itu. Suara gemerisik kertas dan goresan pena memenuhi ruangan. Tanpa adanya percakapan membuat Leonard semakin bosan.


"Kenapa kau mempekerjakan anak di bawah umur seperti ajudanmu?" tanya Leonard memecah keheningan.


"Itu bukan urusanmu, kerjakan saja tugasmu," balas Judith ketus tanpa melihat ke arah Leonard.

__ADS_1


Leonard sudah menduga Duchess sombong satu itu tidak akan menjawab pertanyaannya. Sia-sia saja, ia mencoba berbincang dengan Duchess. "Aku sedang mengerjakan tugasku, buktinya aku masih ada di sini. Hanya saja sangat membosankan." 


Judith meletakkan penanya mendongak ke arah Leonard. "Kalau begitu, berhenti saja."


Leonard terkesiap, tak menyangka akan langsung didepak karena salah bicara sedikit saja. "Aku tidak mengeluh. Cuma terlalu hening saja."


"Biasakan saja, ini akan menjadi pemandangan sehari-hari." 


Judith melanjutkan pekerjaannya. Keheningan mulai memenuhi ruangan itu kembali. Konsentrasi Duchess terganggu karena uapan Leonard tak kunjung berhenti. Ia menaruh penanya, menatap mata Leonard lurus-lurus.


"Apa alasanmu bekerja untukku?"


"Aku membutuhkan uang cuma itu."


"Uang yang kuberikan padamu belum cukup?"


"Itu hanya cukup untuk memperbaiki rumahku. Aku mencari pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidup karena kehilangan pekerjaan sebagai prajurit bayaran."


Ucapan Leonard tidak sepenuhnya berbohong atau pun benar. Ia perlu uang dan kehilangan pekerjaan. Namun, alasannya sudah jelas, yaitu menjatuhkan Duchess.


Duchess mengetuk-ngetukkan jarinya. Tatapan tidak percaya masih terpancarkan pada Leonard. 


"Siapa yang menyuruhmu bekerja untukku?" tanya Duchess.


Jantung Leonard berdegup kencang. Ia mengepalkan tangan di punggungnya, berusaha terlihat tenang menjawab pertanyaan yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Tidak ada yang menyuruhku. Aku mendengar desas-desus di bar tentang perekrutan kesatria baru Duchess Hillbright."


"Benarkah? Ataukah kamu mendengarnya dari Marquis Loid?"


__ADS_2