
Dale menemui Leticia. Ia berpapasan dengan Rose saat menuju ruang kerja Leticia, sehingga mereka pergi bersama.
Leticia sedikit terkejut dengan kedatangan mereka berdua.
"Aku punya informasi penting," kata mereka berdua bersamaan.
Dale dan Rose saling bertatapan sengit.
"Informasiku lebih penting," jawab Dale.
"Tidak punya lebih penting dan mendesak," sanggah Rose.
Leticia yang merasa lelah, tidak ingin mendengar mereka berdebat. Ia langsung memotong, "Rose, kamu bisa bicara lebih dulu."
"Panti asuhan itu akan berangkat dalam tiga hari lagi," ucap Rose. Ia melirik pada Dale penuh kemenangan.
Dale menggerutu, sambil memalingkan muka.
"Terima kasih, atas informasinya Rose. Aku akan segera mengabari Grand Duke Faust. Jadi informasi apa yang kamu dapatkan Dale?"
Dale menceritakan informasi yang ia sampaikan pada Isabella kemarin. Leticia dan Rose mendengarnya dengan saksama. Sedikit lagi tujuan Leticia tercapai, menurunkan Braun dari takhta. Akhirnya ia bisa terbebas dari istana.
"Jadi bagaimana? Informasiku tentu lebih berguna daripada informasi singkat milik Rose bukan?" Dale membalas lirikan Rose tadi.
"Informasiku lebih mendesak daripada punyamu," balas Rose.
"Sudahlah, kalian berdua. Sekarang lebih baik kita fokus menangkap Marquis Lodrey, mungkin ada bukti lain yang melibatkan kuil berada di kediamannya. Kemungkinan kita bisa menjatuhkan Paus menjadi lebih besar," jelas Leticia.
Leticia memikirkan hubungan antara bangsawan yang berdonasi dalam jumlah besar dengan kuil. Kasus Viscount Gremaroft dan Marquis Lodrey melibatkan anak-anak. Sedangkan, Count Blaire memasok obat terlarang kepada Paus.
Ritual sihir terlarang kuil melibatkan para bangsawan itu. Anak-anak yang dikorbankan dalam ritual sihir terlarang kemungkinan besar berasal dari Viscount Gremaroft dan Marquis Lodrey. Untuk membuat anak-anak itu tertidur, Paus membutuhkan obat terlarang dari Count Blaire. Alasannya mereka bekerja sama dengan Paus masih belum diketahui. Ini bergantung pada sihir terlarang apa yang kuil lakukan.
"Kalian cepat cari tahu sihir terlarang yang mengorbankan anak-anak. Dengan begitu, Hubungan antara bangsawan yang berdonasi pada kuil dan Paus akan semakin jelas," perintah Leticia.
__ADS_1
"Baik, Permaisuri." Keduanya menjawab secara bersamaan.
Dale dan Rose segera keluar meninggalkan Leticia sendirian. Leticia mengambil batu sihir untuk menghubungi Grand Duke Faust, memberitahu rencananya kepada Gerald.
***
Gerald berada di panti asuhan. Ia menunggu sambil bersembunyi. Anak-anak panti itu terlihat bersemangat naik ke kereta kuda. Kereta yang mereka naiki biasanya digunakan untuk menganngkut barang. Mereka sama sekali tidak curiga, karena yang terpenting adalah dapat liburan bersama dengan anak-anak lain.
Setelah memastikan anak-anak itu naik dan tidak ada yang tertinggal. Kepala panti duduk di depan menjadi kusir. Kepala panti menjalankan kereta kuda itu.
Gerald mengikuti mereka dengan kuda. Ia berada cukup jauh di belakang agar mereka tidak sadar sedang diikuti. Gerald memakai aura untuk menajamkan inderanya. Ia bisa merasakan keberadaan mereka.
Kereta kuda itu berhenti. Gerald menghentikan kudanya, lalu memarkirkannya. Ia berjalan perlahan untuk melihat keberadaan anak-anak itu. Ternyata mereka berhenti untuk istirahat. Mereka memakan bekal yang dibawakan oleh kepala panti. Kepala panti tersenyum melihat mereka makan.
Setelah selesai, anak-anak panti itu kembali naik ke kereta kuda. Mata mereka terasa berat, mungkin karena kekenyangan. Tak lama mereka semua tertidur. Kepala panti melanjutkan perjalanan mereka.
Gerald segera menuju ke kudanya, tidak ingin kehilangan mereka. Ia menduga anak-anak itu terlelap gara-gara kepala panti memasukkan obat tidur dalam makanan mereka.
Tak lama kereta kuda itu berhenti lagi. Gerald turun untuk melihat keadaan lagi. Marquis Lodrey sedang berbicara dengan Kepala Panti. Ia memberikan sejumlah uang. Kepala panti itu menunduk segera pergi dari sana.
Marquis sedang menuju tempat pertemuannya dengan bangsawan Uthria. Tak tahu bahwa dirinya sedang diikuti. Seringainya terlihat disepanjang jalan. Ia akan mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Marquis Lodrey berhenti. Orang yang bertransaksi dengan dirinya sudah menunggu. Ia turun dari kereta kuda. Sementara anak-anak panti masih tertidur pulas. Tanpa tahu bahwa mereka sedang dijual.
Marquis Lodrey berbincang-bincang dengan orang itu diselingi tawa. Ia berjabat tangan sambil menerima sekantong uang. Marquis menghitung jumlah uangnya. Ia menggangguk menandakan bahwa jumlahnya sesuai.
Orang itu mengendarai kereta kuda yang mengangkut anak-anak.
Gerald yang mengamati daritadi keluar dari pepohonan memukul orang yang bertransaksi dengan Marquis Lodrey hingga terjatuh dari kereta kuda. Gerald membuat orang itu pingsan.
Marquis Lodrey mengendarai kuda milik orang yang bertransaksi dengannya tadi untuk melarikan diri.
Gerald sudah memakirkan kudanya di dekat sana. Ia bergegas menaikinya, mengejar Marquis Lodrey.
__ADS_1
Jalan yang dilewati mereka sangat sempit, hanya bisa dilewati satu kuda saja. Kiri kanan jalan itu dihiasi oleh pepohonan. Kuda Gerald yang sudah terlatih tentunya bisa mengejar kuda yang dinaiki Marquis. Naas bagi Marquis, ia tiba di lapangan rerumputan yang luas. Gerald memacu kudanya lebih cepat hingga mendahului Marquis.
Kuda yang dinaiki Marquis Lodrey terkejut. Marquis yang tidak bisa menjaga keseimbangan, terjatuh.
Gerald segera turun dari kudanya.
"Kenapa Anda mengejar saya, Grand Duke?" tanya Marquis Lodrey.
"Kenapa Anda lari, Marquis?" Gerald bertanya balik.
Gerald berjalan mendekati Marquis Lodret. Marquis merasa ketakutan, tetapi ia berusaha memutar otak agar bisa terbebas dari situasi ini.
"Saya lari karena Anda hendak menyerang saya seperti orang itu tadi, Grand Duke."
"Orang tadi pergi hendak membawa anak-anak, saya hanya menghentikannya. Sikap Anda yang melarikan diri sangat mencurigakan, Marquis."
"Saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Saya hanya berada di dekat sana," suara Marquis mulai bergetar.
Gerald berdecak kesal. Ia mengeluarkan sebuah surat. "Ini adalah bukti bahwa Anda bertransaksi dengan orang itu Marquis."
Marquis Lodrey menyadari bahwa Grand Duke Faust tidak sedang main-main dan sudah mengetahui semuanya. Suratnya yang hilang berada di tangan orang yang salah.
Marquis segera berdiri menyambar kertas milik Gerald, menyobeknya menjadi potongan. Ia tertawa, "Anda tidak punya bukti lagi, Grand Duke. Anda tidak bisa menangkap saya hanya berdasarkan orang yang jatuh pingsan tadi dan anak-anak itu."
"Sayang sekali, harapan Anda hancur Marquis. Itu bukan surat yang Anda kirimkan pada bangsawan Uthria," jawab Gerald dingin.
Marquis Lodrey bersujud. Tangannya mengumpulkan dan menyatukan surat yang telah ia robek tadi. Itu bukan surat yang ditulisnya. Ia ditipu. Grand Duke Faust masih menyimpan suratnya.
"Saya menangkap Anda atas perdagangan manusia, Marquis," lanjut Gerald.
Marquis Lodrey bangkit, berusaha lari. Gerald menarik Marquis lalu memukul tengkuknya hingga pingsan.
Sekarang tugasnya di sini sudah selesai. Sisanya menyelidiki kediaman Marquis Lodrey untuk mendapat bukti lebih lanjut.
__ADS_1
Tinggal satu lagi orang yang harus dijatuhkan agar dirinya semakin terkenal. Paus.