
Setelah waktu magrib, kini kedua keluarga besar berkumpul, juga ada Jova dan Noval. semuanya sudah duduk melantai untuk makan malam bersama, karena mengingat mereka ada berapa orang, sedangkan kursi meja makan hanya muat untuk enam orang.
Sedangkan baby Raydan dan juga baby Khay di ajak bermain oleh May di ruang tengah.
Setelah makan, para laki-laki kembali keruang tengah untuk mengobrol, sedangkan para wanita membersihkan peralatan makan mereka, di bantu oleh May.
Terlihat Arka dan juga Kenan memangku anak mereka masing-masing.
"Kak, saya boleh gendong ?" Ijin Noval kepada Arka untuk menggendong baby Raydan.
"Emangnya kamu bisa ?" Tanya Arka.
"Bisa kak, saya juga sering menggendong ponakan saya dulu, saat di tanah Air." Jawab Noval sambil mengajak bermain baby Raydan.
"Ya sudah, gendong aja !" Sahut Arka memberikan baby Raydan ke gendongan Noval.
"Baby Raydan sudah umur berapa kak ?" Tanya Noval, saat sudah menggendong baby montok tersebut.
"Baru lima bulan." Jawab Arka.
Kini para wanita ikut bergabung di ruang tengah, Jova melihat kagum Noval yang sedang mengajak baby Raydan bermain, sesekali terdengar suara tawa baby tersebut.
Diva yang melihat Jova terus memperhatikan Noval, langsung memberi kode kepada Lani lewat lirikan matanya.
"Ekemm...." Lani berdehem, sambil menyenggol lengan Jova.
Seketika Jova beralih menatap Lani, mengangkat alisnya.
"Kalau suka bilang aja ! Pake lihatin segala lagi." Ucap Lani menaik turunkan alisnya.
"Suka apa sih, nggak jelas !" Ujar Jova salah tingkah.
Lani dan Diva yang melihat Jova salah tingkah, hanya tersenyum mengejek melihat Jova.
Diva mengambil alih Baby Khay dari gendongan Kenan karena sudah tertidur di pangkuan sang ayah, lalu Diva memindahkan anaknya itu di boxnya yang sudah ia pindahkan keruang tengah.
"Bagaimana Villa nya, Cocok ?" Tanya Kenan.
"Villa nya cocok untuk keluarga besar kita, terutama untuk baby Raydan dan juga baby Khay." Jawab Pak Salman.
"Jadi kapan kita pikniknya ?" Tanya Jova antusias.
"Semangat banget, lagian siapa juga yang ngajak elu." Sahut Lani.
"Yah, aku di ajak juga kan ?" Regek Jova kepada Pak Fikram.
"Iya." Sahut Sahut Pak Fikram.
Tiba-tiba Baby Raydan menangis di pangkuan Noval, Vara segera mengambil anaknya itu di pangkuan Noval, dan meminta ijin kepada Diva untuk menidurkannya di kamar Diva.
"Lan, Jov, besok Rafa sama Hera kesini." Ucap Diva.
"Benarkah ?" Tanya Lani.
"Iya, tadi dia ngirim pesan ke gue, dan tau nggak...?
"Apa ?" Sahut Jova penasaran.
"Makanya dengar dulu !"
__ADS_1
"Iya, lanjut !"
"Dia ngirim fotonya ke gue, tau nggak capcionnya apa ?"
"Nggak tau, kan elu belum cerita." Jova kembali berujar.
Seperti biasa Lani menghadiahinya kepala Jova dengan tonyoran khas Lani.
"Makanya, dengar dulu, jangan langsung potong-potong aja !" Ucap Lani jengah melihat tingkah Jova.
"Monggo Nyonya, di teruskan !" Ujar Jova membukakan badannya, mempersilahkan Diva untuk melanjutkan ceritanya.
"Caption-nya Hasil jepretan orang special pasti hasilnya bagus. Kurang lebih begitu caption foto yang dikirim Rafa, dengan latar pegunungan." Terang Diva.
"Berarti Rafa udah move on dong." Sahut Lani.
"Sepertinya sih begitu, tapi pas gue nyuruh dia kirim seseorang yang ia maksud spesial, Rafa tidak lagi membalas pesan gue." Ucap Diva.
"Tapi tadi elu bilang, Rafa mau ke sini bareng Hera, apa jangan-jangan...." Lani menghentikan ucapannya, menatap kedua sahabatnya.
"Hera...." Pekik Diva, Lani, dan juga Jova bersamaan.
"Yank .... suaranya ! Tuh baby Khay kebangun." Tegur Kenan.
Ketiganya langsung membekap mulutnya, dengan tangan masing-masing.
Diva beranjak dari duduknya, untuk melihat baby Khay yang menagis, mungkin karena kaget mendengar teriakkan sang bunda dengan para tante-tante nya.
"Sayang, lebih baik di bawa ke kamar aja !" Seru Bunda Vivian.
"Iya Bun." Sahut Diva kemudian menggendong baby Khay masuk ke kamarnya.
🍀🍀🍀
Jam 10 malam, Kenan masuk ke kamarnya, karena para laki-laki baru selesai mengobrol, banyak yang mereka obrolkan, mulai dari bisnis, dan juga candaan ringan, sedangkan Vara sudah kembali ke unit apartemennya, bersama dengan Bunda Hani juga Jova, karena Jova akan menginap di sana, sedangkan Noval baru pulang setelah semuanya memutuskan untuk beristirahat.
Kenan melihat Diva masih posisi menyusui anaknya, namun baby Khay sudah melepas jalan ASInya, dan tidur lelap di samping Diva.
Kenan malihat itu tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan juga cuci muka. Setelah menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi, Kenan langsung berjalan mendekati istri dan anaknya, Kenan merapikan piama Diva, untuk menutupi dadanya, setelah itu, ia dengan sangat hati-hati memindahkan baby Khay di boxnya, di selimutinya anaknya itu, lalu ia mengecup keningnya, saat Kenan mencium kening baby Khay, baby Khay sedikit terganggu, dengan cepat Kenan mengelus pipi anaknya itu, tak lama baby Khay kembali tertidur. Setelah di rasa tidur anaknya benar-benar lelap, Kenan kembali menyusul Diva dan ikut membaringkan dirinya di samping istrinya.
"By'...." Ucap Diva dengan suara serak masih memejamkan matanya.
"Iya, lanjut aja lagi tidurnya yank !" Sahut Kenan memeluk tubuh Diva dari belakang.
"Baby Khay ?" Ucap Diva saat di rasa babynya itu tidak ada di sampingnya.
"Sudah aku pindahkan Yank." Sahut Kenan.
"Emmm...."
Tak lama keduanya sudah masuk ke alam mimpi mereka masing-masing, dengan Kenan memeluk tubuh Diva dari belakang dengan erat.
🍀🍀🍀
Pukul 2 dini hari baby Khay terbangun dan menangis dengan suara yang cukup keras, sampai membangunkan kedua orangtuanya.
"Biar aku aja yang cek yank !" Kenan menahan Diva yang ingin bangun melihat anaknya.
Kenan segera turun dari tempat tidur, kemudian melihat keadaan anaknya.
__ADS_1
"Popoknya udah penuh yank." Ucap Kenan.
"Oh... biar aku ganti by'." Sahut Diva dan ingin segera ikut turun dari tempat tidur namun, Kenan melarangnya.
"Aku aja yank, kamu pasti capek." Ucap Kenan kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air hangat, untuk membersihkan p****t baby Khay.
"Kenapa bangun sih yank ? Aku sudah bilang istirahat saja biar aku yang ganti." Ucap Kenan saat melihat Diva sudah berdiri dekat di box baby Khay.
"Nggak apa-apa." Sahut Diva.
"Ya sudah, sini popoknya, biar aku aja yang ganti." Dengan sangat telaten Kenan mengganti popok babynya.
Setelah selesai, Diva langsung memindahkan baby Khay ke tempat tidur, sedangkan Kenan merapikan perlengkapan babynya, kemudian membuang sisa air hangat yang ia gunakan membersihkan baby Khay di kamar mandi.
"Haus banget anak Ayah." Ucap Kenan setelah dari kamar mandi, saat melihat baby Khay menyusu dengan sangat lahap.
"Sepertinya baby Khay mau begadang lagi by'." Sahut Diva sambil mengelus pipi baby Khay yang terlihat mulai cubby.
"Ya sudah, setelah baby Khay nya mimi, kamu lanjut tidur aja yank, biar baby Khay aku yang jaga. !" Ujar Kenan.
"Kamu pasti capek by', kamu aja yang lanjut tidur !" Sahut Diva.
"Nggak, pokoknyakamu aja yang tidur ! Baby Khay main sama ayah ya, Nak ya." Ucap Kenan menegaskan, sambil mengajak baby Khay berbicara.
"Tapi...."
"Nggak ada tapi-tapian Yank." Kenan menyela ucapan Diva, dengan nada dingin.
"Ya sudah...." Akhirnya Diva mengikuti kemauan suaminya itu, percuma saja ia melawan, jika Kenan sudah bicara seperti itu, tidak akan juga bisa di lawan.
Setelah baby Khay selesai miminya, benar saja baby Khay masih terjaga, Kenan mengambil anaknya itu, dia gendong sambil ia timang-timang, sesekali Kenan mengajak anaknya itu mengobrol, Diva yang melihat itu tersenyum, dan merasa sangat beruntung masih di beri kesempatan untuk suaminya berkumpul di tengah-tengah keluarga kecilnya.
"Tidur Yank !" Sahut Kenan saat melihat Diva terus menatapnya lewat pantulan cermin meja riasnya.
"Iya, aku tidur ya by', kalau baby Khay rewel bangunin aku aja !" Pesan Diva sebelum tertidur.
Kenan hanya mengangguk mengiyakan pesan Diva.
Kurang lebih Kenan seperti ini ia mengajak baby Khay bermain.
Bersambung.....
Terus dukung Author, supaya tetap semangat, untuk melanjutkan season 2 nya.
Dengan cara
Like
Vote
Rate
Coment
Favorit
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1