Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 86


__ADS_3

Kenan dan keluarganya kini berada di ruangan tengah, setelah tadi menunaikan sholat magrib. Kenan berbaring di paha sang istri, sambil memainkan ponselnya, memeriksa beberapa e-mail yang di kirim oleh Mbak Lusi sekertarisnya. Walaupun office sudah ada asisten Ayah Salman yang mengurusnya, namun Kenan tetap memeriksa setiap laporan penting yang dikirimkan sekertarisnya itu. Ayah Salman tidak keberatan akan hal itu, namun satu syarat, Kenan hanya memeriksa saja, tidak perlu sampai ikut bekerja.


"By', Ray sama Lani sudah sampai mana ? Tanya Diva tak sabar bertemu dengan sahabatnya Lani, sambil mengusap rambut suaminya.


Diva sedikit terperanjat saat beberapa rambut Kenan ikut ke tangannya.


"Mungkin sebentar lagi." Jawab Kenan.


"By', rambut kamu, rontoknya makin bertambah !" Ujar Diva memperlihatkan beberapa gumpalan rambut di tangannya.


Kenan beralih mengambil rambut-rambut tersebut kemudian menatap wajah Diva yang menahan kesedihan di wajahnya. Diva yang ditatap oleh Kenan hanya tersenyum kemudian mengusap wajah suaminya itu. Kenan tau kalau itu adalah senyum paksa dari istrinya.


Suara bell pun berbunyi membuyarkan lamunan keduanya.


"May, tolong pintunya di buka, mungkin tamu kami sudah datang !" Pinta Bunda Vivian kepada Asisten rumah tangganya.


Dengan segera May berjalan menuju pintu dan membukakan pintu.


Saat pintu sudah terbuka, menampakkan Ray dan Lani berdiri tepat di depan pintu masuk dengan senyum ramah kepada May.


"Keluarga Pak Salman ada ?" Tanya Ray sopan kepada May.


"Ada tuan, mereka sudah menunggu kalian di ruang tengah, mari silahkan masuk !" Sahut May membukukan badannya.


Ray dan Lani langsung masuk menemui mereka di ruang tengah.


"Assalamualaikum semua, selamat malam, Orang ganteng sudah datang." Sapa Ray heboh saat sudah berada di ruangan tersebut.


"Walaikumsalam." Balas Ayah, Bunda, dan Diva.


Sedangkan Kenan hanya bergumam membalas sapaan Sahabatnya itu, kemudian bangun dari pangkuan sang istri.


"Ayah, Bunda apa kabar ?" Tanya Ray sambil menyalimi tangan keduanya di ikuti Lani.


"Baik." Jawab Ayah dan Bunda hampir bersamaan, Bunda Vivian mencium kening Lani saat Lani Menyalimi tangannya.


"Kamu tambah cantik aja sayang." Ucap Bunda Vivian mengusap punggung Lani.


"Tante bisa aja !" Sahut Lani tersipu.


"Bagaimana tidak cantik Bun, Calon suaminya aja ganteng seperti ini." Sahut Ray membanggakan dirinya.


"Ckkk.... Tampang standar aja di banggain." Decak Kenan jengah melihat ke PDan sahabatnya itu.


"Enak aja, nyatanya gue emang ganteng, Iya ngggak yank ?" Sahut Ray kemudian beralih meminta pembelaan dari Lani.


Sedangkan Lani hanya menaikkan kedua bahunya menanggapi pertanyaan Ray, karena sudah asik mengobrol dengan Diva dan juga sesekali Bunda Vivian menimpali obrolan mereka, Sedangkan ayah Salman serius dengan siaran televisi.


"Bagaimana keadaan elu ?" Tanya Ray kepada Kenan.


"Seperti yang kamu lihat." Jawab Kenan.


Setelah saling menyapa dan menanyakan kabar masing-masing, Bunda Vivian mengajak mereka masuk keruang makan untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Diva menyiapkan makanan Kenan terlebih dahulu, Diva kadang merasa kasihan dengan suaminya yang hanya makan makanan dengan olahan di rebus, itupun tidak dengan bumbu, hanya menggunakan bumbu alakadarnya saja, cukup dengan garam sedikit. Atau kadang juga Kenan hanya memakan salad buah atau sayur.


Semuanya makan dengan tenang, tanpa ada obrolan di tengah acara makan malam mereka. Karena begitulah kebiasaan Keluarga Salman saat makan.


Beberapa menit kemudian mereka kembali keruang tengah setelah menyelesaikan makan malam, kecuali Ayah sama Bunda Vivian langsung masuk ke kamar mereka untuk istirahat.


"Bumil, kalau di perhatikan, makin seperti balon aja tuh bodu." Ujar Lani.


"Enak saja ngatain gue mirip balon, dengan body gue seperti ini, malahan gue tambah seksi tau nggak." Sahut Diva tak terima dengan perkataan sahabatnya.


"Pasti yang bilang seksi Kenan kan ? Bohong banget, tau nggak pas sekolah dulu, waktu itu kita pergi ke sebuah cafe, pas dicafe kita liat wanita yang sedang hamil, mau tau nggak apa yang di katakan laki elu ini ?" Ray ikut menimpali obrolan kedua wanita tersebut.


"Dia bilang apa ?" Tanya Diva antusias dan di angguki Lani.


"Dia bilang, kalau elu hamil pasti bentukannya seperti ibu hamil itu, seperti ikan buntal, hahaha." Ray tertawa lepas mengingat perkataan Kenan waktu itu.


Sedangkan Diva langsung beralih menatap Kenan dengan tatapan membunuhnya.


"Benar apa yang dikatakan Ray ?" Tanya Diva dingin.


"D...Dia berbohong Yank, kamu jangan mau percaya dengan ucapan si Ray, nanti kamu ikut sesat." Ucap Kenan sedikit gugup melihat tatapan istrinya.


"Tapi kenapa kamu gugup seperti itu ?" Tanya Diva penuh selidik, jangan lupa dengan tatapan membunuhnya.


"Ya, benar lah, mana mungkin gue bohong." Sahut Ray menahan tawa melihat wajah ketakutan Kenan.


"Malam ini kamu tidur di luar !" Ucap Diva tegas.


"Yank, masa kamu tega nyuru aku tidur di luar, kamu mau aku tambah sakit ?" Ujar Kenan memelas sambil memegang tangan Diva yang berada di pangkuan wanita hamil itu.


"Yank, waktu itu aku han...


"Jadi benar kamu pernah bilang seperti itu ?" Tanya Diva menaikkan kedua alisnya sambil bersedekap.


"Aku hanya bercanda yank... Yank, aku nggak bisa tidur kalau nggak sama kamu, nggak ada yang bisa aku peluk nanti." Kenan terus membujuk istrinya yang sedang merajuk.


"Kamu peluk aja si Ray !"


"Yank, Ray ngggak enak di peluk, lagian masa aku harus meluk dia, jeruk makan jeruk dong." Ucap Kenan menampilkan senyum terbaiknya.


"Jadi maksudnya, kalau meluk ikan buntal enak.


"Yank ... dulu aku kira kalau kamu hamil akan mirip seperti ibu-ibu gendut waktu di cafe itu yang mirip ikan buntal, Tapi setelah aku liat kamu hamil, ternyata aku salah mengira, malahan kamu tambah seksi, dan sama sekali nggak seperti ikan buntal Yank." Kenan masih belum menyerah untuk membujuk istrinya itu.


Sedangkan Ray dan Lani tidak lagi bisa menahan tawanya, tawa keduanya pecah mendengar penjelasan Kenan, yang menurutnya sangat ngegombal.


"Bohong banget kamu." Diva masih kesal dengan suaminya itu, Diva segera beranjak lalu berjalan masuk ke kamarnya, tidak lupa menarik tangan Lani untuk ikut bersamanya.


"Yank .... Teriak Kenan prustasi.


"Sabar bro !" Ucap Ray terkekeh.


"Ini semua gara-gara elu, ngapain pakai cerita segala, sudah tau wanita hamil itu sensitif." Ucap Kenan mengusap kasar wajahnya, kemudian beranjak untuk mengejar Diva yang sudah masuk kedalam kamar, sebelum benar-benar pergi Kenan melempar Ray dengan bantal sofa karena kesal melihat Ray terus saja menertawakan nya.

__ADS_1


Kenan terus mengetuk pintu kamarnya sambil memanggil istrinya namun sudah 15 menit Diva tak kunjung membukakan pintu untuk suaminya.


"Yank ... Obat aku belum aku minum !" Kenan kembali berteriak.


Tak lama Diva membuka pintu kamar memberikan obat suaminya, kemudian menutup pintunya kembali tanpa berucap sepatah katapun.


Uufffttt....


Kenan menarik nafas panjang, terpaksa malam ini ia tidur bersama dengan Ray.


🍀🍀🍀


Pagi-pagi Kenan sudah mengetuk pintu kamarnya, tak butuh waktu lama Diva membukanya dengan wajah kantuk sama halnya dengan Kenan, keduanya terlihat garis hitam di bawah mata pertanda tidak tidur semalaman.


"Yank ... aku masuk ya, aku mau tidur bareng kamu, semalaman aku nggak bisa tidur !" Terang Kenan sambil menggenggam tangan istrinya.


"Aku minta maaf by', gara-gara aku kamu pasti nggak bisa istirahat dan tidur dengan baik." Sahut Diva memeluk Kenan.


"Iya, aku juga minta maaf Yank." Ucap Kenan melepaskan pelukannya kemudian mengecup kening istrinya.


"Ekm... Ekm..." Lani berdehem mengagetkan pasutri tersebut.


"Lebih baik kalian masuk, dan tidur, kasian bumilnya semalam nggak bisa tidur. !" Ujar Lani kemudian berjalan ke kamar tamu dimana Ray sedang tidur.


Karena apartemen tersebut hanya memiliki tiga kamar, maka Lani dan Ray satu kamar, dengan syarat dari ayah Salman jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak di inginkan, walaupun akan segera menikah.


Saat masuk, Kenan langsung merebahkan tubuhnya begitupun dengan Diva, Kenan menarik istrinya masuk kedalam pelukannya.


"Yank, tidurlah, nanti siang kita semua akan pergi jalan-jalan !" Ujar Kenan mengecup pucuk kepala istrinya.


"Kita mau kemana by' ?" Tanya Diva mendongak menatap Kenan.


"Nanti juga kamu tau Yank, sekarang tidurlah !"


Diva tidak lagi bertanya dan memejamkan matanya, karena masih terlalu pagi, jadi mereka memilih untuk kembali tidur, lagian semalam mereka tidak tertidur.


Tak lama keduanya masuk ke dunia mimpi mereka masing-masing...


Bersambung....


Yang terhormat readers tercinta, mana nih dukungan kalian, dan maaf jika alurnya sedikit nggak nyambung, aku bingung soalnya, jika ada saran mohon di berikan di kolom komentar.


Dan jangan lupa


LIKE


COMENT


VOTE


FAVORIT


Terimakasih atas dukungannya 🙏🙏🙏

__ADS_1


FlyKiss buat kalian 😘😘😘🤗🤗🤗


__ADS_2