Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 09 Season 2


__ADS_3

Sepulang dari pertemuannya dengan Pak Arfan, Kenan memutuskan untuk ke apartemennya yang kebetulan letaknya tak jauh dari perusahaan Pak Arfan, untuk mekan siang sekalian bertemu dengan anak istrinya, yang akhir-akhir ini ia jarang punya waktu untuk keluarga kecilnya karena masalah Office di tambah masalah perusahaan ayahnya. Walaupun hanya sebentar ia berkumpul tapi Kenan sangat menghargai waktu singkat tersebut untuk berkumpul dengan anak istrinya, apalagi dengan baby Khay yang semakin menggemaskan.


Saat tiba di apartemennya Kenan tidak mendapati anak istrinya, seluruh ruangan sudah ia periksa, dan kali ini Kenan keluar untuk ke unit Orangtuanya yang berada di samping unitnya, ia yakin anak istrinya ada di sana.


Setelah menekan kode kunci apartemen orangtuanya, Kenan langsung masuk sambil mengucapkan salam, namun salam Kenan tidak ada yang membalasnya.


Kenan terus melangkahkan kakinya hingga keruang tengah yang terhubung langsung dengan ruang makan, dan mendapati Bunda dan Istrinya sedang makan siang, sedangkan Beby Khay tertidur di strolernya yang di simpan dekat kursi makan yang diduduki Diva.


"Nan sejak kapan kamu masuk ?" Tanya Bunda Vivian kaget saat melihat Kenan menghampiri mereka, karena kebetulan posisi Diva membelakangi arah datangnya Kenan.


Diva yang mendengar perkataan mertuanya langsung menoleh kebelakang.


"Sejak tadi, aku dari unit sebelah tidak mendapati Diva dan Beby Khay, aku langsung kesini makanya, karena aku yakin mereka ada disini." Terang Kenan mendudukkan dirinya di kursi samping Diva.


"Kamu sudah pulang by' ? Katanya kamu pulang telat malam hari ini ?" Tanya Diva menyendokkan nasi kepiring Kenan.


"Kebetulan tadi aku ada pertemuan dekat dari sini, setelah dari sana sudah waktunya makan siang, jadi aku sempatkan untuk pulang sebentar untuk makan siang bareng kalian, setelah ini aku juga langsung balik lagi ke Office Yank." Jelas Kenan.


"Oh... Mau makan apa by'?" Tanya Diva.


"Aku mau ikan goreng aja by', sama sayur lodeh, sekalian dengan sambelnya!" Ucap Kenan.


Diva segera mengambilkan makanan yang di inginkan suaminya itu, kemudian meletakkannya di depan Kenan, lalu menyiapkan juga air minum di sampingnya.


"Ini nih yang aku suka kalau makan di rumah, makannya makan rumahan semua." Ucap Kenan setelah menyuapkan satu suap ke mulutnya, dan tampak menikmatinya.


"Kan emang dirumah by', makanya makan rumahan." Sahut Diva.


"Maksudnya menunya, menu yang seperti saat ini, beda kalau makan di luar sayang, daging-dagingan mulu, bosan aku Yank." Terang Kenan kembali menyuapkan makanan.


"Oh...


Sedangkan bunda Vivian merasa senang melihat keharmonisan anak dan menantunya itu, dan ia sangat merasa beruntung memiliki menantu yang pengertian seperti Diva, kerena belum tentu wanita lain mau menerima Kenan yang saat ini sedang dalam kesulitan dalam hal pinancial.


Setelah mereka makan, Kenan segera membawa baby Khay keruang tengah, sedangkan Diva dan Bunda Vivian membersihkan bekas makanan mereka.

__ADS_1


"Bunda, Yank, aku balik lagi ke Office ya." Kenan menghampiri Ibu dan Istrinya di dapur.


"Kok buru-buru banget by'?" Tanya Diva.


"Iya sayang, baru juga kamu selesai makan." Tambah Bunda Vivian.


"Iya yank, Bun, saya harus kembali ke Office secepatnya, karena ada banyak hal yang harus saya kerjakan." Ucap Kenan mencium punggung tangan Bundanya, kemudian beralih mencium kening istrinya, tidak lupa Diva meraih tangan Kenan untuk ia salami, tanda baktinya kepada suaminya.


"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati, jangan terlalu memaksakan kerjaan, ingat kesehatan kamu, biar bagaimanapun kamu tidak boleh terlalu kelelahan, karena beri saja di nyatakan sembuh !!!" Ucap Bunda Vivian mengingatkan, ia tidak mau anaknya jatuh sakit seperti dulu, karena terlalu memporsir pekerjaannya.


"Iya bunda tenag aja." Sahut Kenan kemudian kembali keruang tengah melihat putra kecilnya yang masih saja terlelap dengan pulasnya.


"Ayah berangkat dulu ya sayang, doakan ayah supaya semuanya cepat selesai, dan Ayah punya banyak waktu lagi untuk bermain bersama kamu, dan berkumpul dengan keluarga kita." Ucap Kenan kemudian mencium kening baby Khay yang sedang terlelap.


Setelah pamit seperti itu, Kenan keluar dari apartemen orangtuanya, kembali ke basemen di mana mobilnya ia parkiran, lalu menuju kembali ke Office, karena hari ini ia ada meting bersama seluru bagian Office, untuk membahas masalah Office, dan mengenai rencana penggabungan Office dengan perusahaan ayahnya.


🍀🍀🍀


Di Rumah Keluarga Ray


Saat sedang menonton televisi acara kulineran, Lani sangat menginginkan makanan yang ia lihat di televisi yaitu iga bakar.


Lani segera meraih ponselnya langsung menghubungi Ray.


"Hallo sayang ada apa ?" Tanya Ray di seberang sana saat panggilannya sudah terjawab.


"Aku mau iga bakar." Ucap Lani dengan nada manjanya.


"Tapi sayang ini aku lagi sibuk, sebentar lagi juga aku ada meting, kamu minta sopir aja buat beliin kamu.!" Ray mencoba memberikan saran, karena lima menit lagi ia akan ada meting, dan tidak mungkin bisa di tunda karena klaiyennya sudah berada di kantornya.


"Tapi aku mau kamu yang beliin." Rengek Lani.


"Sayang kumohon mengertilah untuk saat ini ! Ini aku sudah ada di ruang meeting, para klaiyen sudah pada datang." Terang Ray.


"Ya Sudah." Setelah berucap seperti itu, Lani langsung mematikan sambungan teleponnya, lalu kembali ke kamarnya sambil menangis karena keinginannya tidak di turuti oleh Ray.

__ADS_1


"Dasar suami, mau yang enaknya aja, nggak tau apa ini tuh bukan maunya aku, ini mau anaknya sendiri." Gerutu Lani sambil menaiki gundukan tangga satu persatu.


"Lebih baik aku telfon Diva aja." Gumam Lani kemudian masuk ke kamarnya setelah sampai di lantai dua, sambil mencari nama Diva di ponselnya.


Setelah menghubungi sampai beberapa kali, namun percuma karena tidak ada jawaban dari Diva, hal tersebut membuat Lani makin kesepian, tinggal di rumah yang besar yang hanya besama para Art saja membuat Lani semakin suntuk, di tambah ia kesal dengan suaminya Ray, karena Ray tak menuruti kemauannya yang ingin sekali makan Iga bakar.


"Sayang kalau papa pulang, kita beri dia pelajaran, kita diamin dia aja Oke ! Lani seolah mengajak anaknya yang masih berada dalam kandungannya sambil mengusap perutnya yang sudah kelihatan membuncit.


"Papa tega banget sama kita, nggak mau menuruti kemauan kita, padahal kita mau banget kan makan iga bakar, kamu jangan ileran ya sayang.!" Lani masih saja mengajak baby-nya itu berbicara.


Mungkin karena sudah kelelahan juga, akhirnya Lani tertidur hingga kedatangan Ray ia tak menyadarinya,


Ray yang baru masuk kamar langsung berjalan masuk ke kamar mandi untuk mbersihkan badannya, sekalian untuk berganti pakaian, setelah keluar dari kamar ganti, Lani masih saja tertidur pulas.


Ray berjalan menghampiri Lani di tempat tidur, mendudukkan dirinya di samping Lani, dengan hati-hati karena takut membuat istrinya terbangun Ray mencium kening Lani. Saat Ray yang akan menarik dirinya dari Lani, tiba-tiba saja Lani terbangun.


"Sudah bangun ?" Tanya Ray tersenyum kemudian kembali mencium kening istrinya itu.


"Emmm...." Lani hanya berdehem, kemudian mendorong tubuh Ray yang sangat dekat dengannya, lalu tanpa sepata katapun Lani berjalan masuk ke kamar mandi.


Ray yakin kalau istrinya itu sedang ngambek, karena gara-gara ia tidak bisa menuruti kemauannya tadi siang yang ingin iga bakar.


Bersambung....


Mananih para reader, kok Author liat like, cimen, dan votenya makin menurun, terus dukung author nya dong, supaya author tetap semangat buat Up-nya.


kalau tak ada komentar atau saran bagaimana author tau dengan tulisanku, kalau tak ada satupun koment, atau masukkan dari para reader...


Jadi ku mohon segera beri


Like


Coment


Vote untuk Author...

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️


__ADS_2