Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 35


__ADS_3

Setelah kepergian orang tua Kenan teman-teman Diva datang.


" Assalamualaikum. " Ucap mereka bersamaan saat masuk.


" Walaikumsalam " Jawab semua yang ada dalam ruangan.


" Div, bagaimana keadaan lu ?" tanya Kiki dan langsung duduk di kursi samping brankar Diva, sedangkan Hera meletakkan parsel buah di atas nakas.


" Gue udah baikan. " Jawab Diva,


" Kenapa mesti kalian repot-repot, pake bawa begituan segala. " Ucap Diva melihat Hera meletakkan parsel buah.


" Tidak repot kok Div. " Jawab Hera tersenyum.


Kenan menuju kesofa ia tidak mau mengganggu Diva dan teman-temannya mengobrol.


" Ada apa lu, kalau suka bilang aja. " Ucap Kenan menepuk punggung Ray saat ia melihat sahabatnya terus memperhatikan Lani.


" Tapi kayaknya dia tipe cewek yang susah dideketin, modelnya aja kayak begitu, lagian gue juga bentar lagi balik ke kota xx, tidak mungkin gue baperin anak orang terus gue tinggal. " Ucap Ray beralih menatap ponselnya.


"Nan, Gue, ayah sama Bunda pulang dulu. " sahut Kenan menyela obrolan mereka.


" Ah...Iyya kak hati-hati. " Jawab Kenan.


Setelah kepergian orang tua Diva dan juga Arka, Lani ikut duduk disofa, dimana tadi Arka sedang duduk.


" Gue ke toilet dulu, lu ngobrol aja sama Lani." Ucap Kenan beranjak untuk segera ketoilet.


" Ekm... Ekm..." Ray berdehem untuk mencairkan suasana.


Lani menoleh kearah Ray, dengan mengernyitkan keningnya, dan kembali memainkan ponselnya.


" Lu kenapa, kena CORONA lu ?" Tanya Lani tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


" Enak aja, tenggorokan gue cuman gatel aja, gue kagak batuk. " Jawab Ray.


" Emang kalau batuk CORONA ?" Tanya Lani, masih dengan memainkan ponselnya.


" kagak juga sih, oh iya temani gue keliling kota Z dong Lan. " Jawab Kenan terus mengajak Lani menemaninya untuk keliling kota Z sebelum ia kembali ke kota xx.


" Gue kagak bisa, lagian gue bukan agen traveling yang biasa temenin wisatawan keliling kota. " Sahut Lani menolak ajakan Ray.


" Lu ajak aja si Kenan. " Ucap Lani memberi saran.


" lu tau sendiri Kenan kagak bisa, lu kagak liat kondisi bininya gimana, lagian dia juga tidak tau banyak kota Z " Ucap Ray.


" oh... Sorry gue lupa. " sahut Lani.


" Ya, mau ya...cuma elu dan Kenan yang gue kenal disini. " Ucap Ray sedikit memelas.


" kita nggak sedekat itu kali. " sahut Lani.


Lani tetap memainkan ponselnya.


" Makanya kita jalan supaya kita bisa Deket. " ucap Ray." Ucap Ray memegang lengan Lani.


" kagak usah megang-megang. " Sahut Diva menepis tangan Ray dari lengannya.


" Mau ya, please lagian bentar lagi gue pulang ke kota xx, masa lu kagak mau nemenin tamu lu ini. " Ucap Ray tak kalah memelas dari tadi.


" Tamu apaan kagak ada yang ngundang elu juga. " Ucap Lani.

__ADS_1


" Ada apa ? Tanya Kenan langsung duduk disofa dan kembali membuka Ponselnya, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


" Tidak ada apa-apa. " Jawab Ray.


Ray kembali duduk disebelah Kenan, setelah tadi sempat pindah kesamping Lani. Ray geleng-geleng kepala melihat temannya itu, dimanapun ia tetap bekerja.


Ray dan Kenan kini sibuk dengan ponselnya masing-masing sedangkan Lani jangan ditanya, sekarang ia membaringkan badannya disofa, yang tubuhnya lebih panjang dari sofa, jadilah lututnya melipat disandaran samping kursi, dengan kaki menjuntai kelantai, ia menutupi mukanya dengan jaketnya.


Ray yang melihat cara berbaring Lani hanya geleng-geleng kepala.


" cewek kok cara tidunya kek gitu amat ya. " Gumam Ray.


" Nan cara tidur bini lu, kayak gitu juga nggak ?" Tanya Rey berbisik menunjuk Lani dengan dagunya.


" Tidak. " Jawab Kenan tanpa menoleh kearah Ray.


" kayaknya dia memang lebih bar-bar dari bini lu deh. " Ucap Ray


" Ya, emang elu baru nyadar. " Jawab Kenan terus mengerjakan pekerjaannya.


" Assalamualaikum Semua orang paling ganteng Dateng. " Ucap Rafa tiba-tiba muncul di depan pintu.



Hal itu membuat semua orang mengalihkan pandangannya kecuali Kenan yang memang tidak pernah menanggapi yang menurutnya tidaklah penting ia tetap serius dengan beberapa e-mail dari beberapa cabang distronya.


Sedangkan Lani yang mendengar Rafa ribut-ribut ia membuka jaketnya yang sedari tadi ia gunakan menutup wajahnya.


" Berisik amat lu, ganggu orang aja kerjaan lu, pergi sana lu. " Sahut Lani melempar Rafa menggunakan jaketnya, yang kebetulan sofa yang ditempati Lani dekat dari arah pintu.


" Bar-bar Amat lu jadi cewek, pantes lu jomblo Mulu, lagian mana ada laki-laki yang mau sama cewek kayak model lu itu. " Ucap Rafa kembali melempar Lani Dengan jaket yang sama.


" Rafa langsung menuju sofa yang ditempati Lani berbaring menariknya supaya Lani bangun, setelah Lani bangun ia langsung merebahkan dirinya di sofa.


" Aaisss, sakit ogeb. " ringis Rafa.


" dua-duanya, Kalau iri bilang bos. " Jawab Rafa sambil mengusap kakinya yang ditendang Lani.


" Mending lu gabung sama CEWEK-CEWEK, dari pada elu gabung sama kami para COWOK-COWOK. " sambung Rafa menekankan kata cowok cewek nya.


" Males, mending gue cabut dulu bay. " sahut Lani kembali memakai jaketnya dan berjalan kearah brankar Diva.


" kok lu cabut sih Lan ?" Tanya Ray.


" kagak apa-apa, gue males aja. " Jawab Lani.


" Div gue cabut dulu, cepat sembuh lu, kita bentar lagi sekolah, kagak kangen apa lu sama si Daffa. " Ucap Lani sengaja menekan nama Daffa.


Lani sengaja ingin mengerjai Diva, dengan membuat Kenan kesal.


Kenan yang mendengar nama Daffa langsung mengalihkan pandangannya kearah istrinya dengan tatapan tajam.



" Daffa siapa Yank ?" Tanya Kenan dengan datar.


" Ah..it..itu teman sekolah aku By'. " Jawab Diva gugup melihat tatapan suaminya.


Lani tersenyum puas melihat Diva gugup ditatap Kenan seperti itu, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


" Jov lu kagak mau pulang bareng gue ?" Tanya Lani, karena tadi Jova memang ikut sama Lani, dan mereka ketemu dilobi rumah sakit.

__ADS_1


" Gue ikut mobil Hera aja, belum nikah ini, gue masih sayang nyawa. " Jawab Jova.


ia kapok dibonceng Lani karena cara Lani bawah motor yang ugal-ugalan.


" elu kagak ngajak gue ?" Tanya Ray.


" Gas bro, gas..." sahut Kenan.


" jelaslah, kalau kagak di gas kagak jalan-jalan." Jawab Ray.


" Gue setuju bro. " Ucap Rafa membenarkan ucapan Ray.


" Lu ajak ajalah, sekalian PDKT, kali aja jodoh, lu kagak bosen jomblo Mulu. " Ucap Rafa menaik turunkan alisnya.


" Kagak, gue cabut dulu bay.." sahut Lani berlalu meninggalkan ruangan Diva, sebelum itu ia melempar botol air minum kearah Rafa.


" Raf, lu kagak bawain gue apa-apa ?" Tanya Diva kearah sahabatnya itu.


" Kagak, gue males bawanya. " Jawab Rafa masih berbaring disofa sambil menutup matanya, menggunakan kedua lengannya.


" Pelit amat lu. " Sahut Diva.


" Minta aja sama suami lu itu, dia banyak duitnya, kagak liat lu dia kerja Mulu. " jawab Rafa.


" Ckkk....Diva hanya berdecak menanggapi Ucapan Rafa.


Setelah banyak mengobrol teman-teman Diva pamit untuk pulang, sedangkan Rafa bener-bener tertidur, begitu juga dengan Ray yang tertidur di sofa satunya.


Kenan menuju brankar Diva, dan ikut naik berbaring disamping istrinya.


Kenan menarik Diva masuk kedalam pelukannya.


" Kamu istirahat dulu yank, dari tadi kamu belum istirahat. " Ucap Kenan.


"Diva berbalik menghadap kearah Kenan, dan menengadah menatap wajah suaminya itu, sambil mengusap bekas luka akibat perbuatan kakaknya.


Diva menitihkan air matanya melihat wajah Kenan yang masih tampak jelas babak belur.


Kenan mengusap air mata istrinya dengan ibu jarinya, saat melihat istrinya sedang menangis.


" Kamu kenapa nangis, hemm ?" Tanya Kenan.


Diva tidak menjawab pertanyaan Kenan, ia malah menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya dan memeluknya erat.


" Yank..." Sahut Kenan mengelus rambut istrinya dengan sayang.


" Aku tidak apa-apa by', gara-gara aku, kamu jadi seperti ini, harusnya aku dengerin dulu penjelasan kamu. " Jawab Diva masih memeluk erat tubuh Kenan.


" Luka ini tidak seberapa yank, dibandingkan kamu meninggalkan aku, aku benar-benar Takut kamu meninggalkan ku. " Ucap Kenan mencium pucuk kepala Diva.


tiba-tiba Kenan teringat akan sesuatu dan langsung menatap Diva tajam..


*Bersambung.....


jangan lupa selalu tinggalkan jejak dengan


like


coment


vote

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*


__ADS_2