
Hari ini Priska kembali bertandang ke kediaman Kenan bermaksud untuk menemui Khay.
"Priska, sudah lama kamu gak kesini sayang ?" Sapa Diva saat melihat Priska baru saja masuk kerumah bersama bi Lilis.
"Iya tante, akhir-akhir ini aku banyak kegiatan di kampus." Sahut Priska lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Diva, dan langsung di sambut dengan hangat.
"Nyonya, saya permisi kebelakang dulu kalau begitu." Pamit BI Lilis yang masih berada di antara mereka.
"Iya Bi, tolong bawakan minuman ya !" Seru Diva, kemudian di iya kan langsung oleh BI Lilis.
"Silahkan duduk dulu sayang !" Seru Diva pada Priska.
"Iya tante." Sahut Priska duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.
"Ngomong-ngomong dimana semua orang tante ?" Tanya Priska berbasa-basi.
"Om Kenan pergi ke perusahaan, sedangkan Kia masih di kita Z." Jawab Diva.
"Emmm, selamat buat acara lamaran Kia ya tant, maaf aku gak bisa hadir." Ucap Priska.
"Terimakasih, sudah gak apa-apa, tante ngerti kamu pasti sibuk dengan urusanmu, dan pasti itu gak bisa kamu tinggalkan juga, iya kan ?" Ujar Diva tersenyum, tapi entah mengapa Priska melihat kalau senyuman itu sungguh penuh arti tersendiri, tapi entah itu apa ?
"Ngomong-ngomong kamu kesini, kamu pasti ingin menemui Khay, bukan ? Tentu kamu juga sudah tau dengan permasalahannya dengan istrinya." Ucap Diva menebak tujuan wanita itu kesini.
"I..iya tant, itupun jika Khay bersedia, aku juga tidak ingin memaksanya jika tak ingin bertemu denganku untuk saat ini, aku tahu pasti dia ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu." Ujar Priska.
Diva hanya tersenyum sembari mengangguk mendengar perkataan Priska.
"Jadi, bagaimana keadaan Khay sekarang tante ?" Tanya Priska terlihah khawatir.
"Tante tidak bisa menjelaskan bagaimana dia sekarang, tapi tunggulah sebentar ! Tante akan melihatnya, dan mengatakan jika kau disini, siapa tahu aja dia ingin di temui." Sahut Diva.
"Iya Tante, terimakasih sebelumnya." Sahut Priska.
Diva beranjak dari duduknya, kemudian berjalan masuk.
Setelah melihat kepergian Diva dan sudah tak terlihat lagi, Priska ikut beranjak menelisik setiap sudut ruangan tersebut, sampai pandangannya tertuju pada sebuah foto keluarga Kenan yang berukuran sangat besar disana.
Kemudian beberapa pigura foto lainnya, disana juga terdapat foto Khay bersama Enzy terlihat sangat mesra, saat mereka melakukan foto prewedding.
Priska meraih foto tersebut menatapnya dengan tatapan tak sukanya.
"Harusnya akulah yang berada didalam foto ini, bukan kamu." Ucap Priska menekan foto Enzy dengan ibu jarinya.
"Aku sangat cemburu juga iri." Lanjutnya.
"Apa yang membuatmu iri ?" Tiba-tiba Diva sudah berdiri di belakang Priska, membuatnya terkejut, dengan cepat Priska meletakkan kembali bingkai foto tersebut pada tempatnya di atas lemari yang terdapat banyak foto keluarga Kenan disana, kemudian Priska membalikkan badannya dengan gugup.
"Ada apa ?" Tanya Diva penuh selidik.
"Maksud aku, aku sangat iri dengan hubungan mereka, mereka begitu mencintai satu sama lain, aku tidak pernah mendapatkan atau menjalin hubungan seperti mereka, aku berharap di masa depan aku akan mendapatkan hubungan seperti mereka." Jelas Priska.
"Keluarga tante juga begitu sangat harmonis dan penuh cinta didalamnya, itu membuatku semakin cemburu." Tambah Priska melihat kearah foto-foto disana.
"Priska sayang, teman-teman ataupun sahabat-sahabatnya Khay maupun Enzy, begitupun dengan teman-teman Kia, sudah aku anggap sama seperti anak tante sendiri, jika kau suka dengan keluarga kami, maka kamu bisa sering-sering berkunjung." Ucap Diva.
"Terimakasih tante, mulai sekarang aku akan sering berkunjung." Ucap Priska senang.
"Emmm,, asalkan kamu bisa menjaga sikap dan dengan baik, karena tante juga om sangat tidak menyukai orang yang banyak bertingkah." Seru Diva.
__ADS_1
"Iya tante." Sahut Priska.
"Lalu, Khay....
"Khay belum mau ditemui, sepertinya saat ini ia sedang istrirahat, dia sudah banyak melalui banyak hal karena perbuatan wanita itu, jadi mungkin saja ia kelelahan." Ucap Diva.
"Apa dia sudah tidak lagi menggapku sebagai sahabatnya, aku hanya ingin menghiburnya." Kata Priska.
"Jangan berpikiran seperti itu, setelah dirasa sudah lebih baik, pasti dia akan mau menemuimu, begitupun dengan yang lainnya." Ucap Diva.
"Aku mengerti kok tant, kalau begitu aku permisi dulu." Kemudian Priska berpamitan.
"Kamu hati-hati dijalan, juga terimakasih karena kamu selalu ada dan perhatian kepada putra tante itu." Ucap Diva.
"Tante tidak perlu berterimakasih, karena sebagai sahabat sudah seharusnya seperti itu,bukan?" Sahut Priska.
"Kamu benar-benar sahabat yang baik." Ucap Diva tersenyum samar.
Setelah berpamitan kembali, Priska keluar dari rumah tersebut, begitupun Diva kembali ke kamarnya untuk menelpon suaminya.
...----------------...
Sudah tiga hari setelah Enzy meninggalkan kediaman Kenan, selama itu juga Enzy tinggal di sebuah apartemen yang cukup jauh dari kediaman mertuanya, hanya Rendra dan Nendra yang tahu tempat tinggalnya saat ini, si kembar pulalah yang selalu menemaninya disana.
Hari ini Enzy berniat untuk pergi ke kampus, Rendra dan Nendra juga sudah tiba untuk menjemputnya.
"Kenapa melamun ?" Tanya Rendra membuyarkan lamunan Enzy yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sedangkan Nendra tak ikut naik, ia hanya menunggu di lobi apartemen.
"Tidak apa-apa." Sahut Enzy.
"Kamu beneran ingin pergi ke kampus ?" Tanya Rendra kembali meyakinkan Enzy.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?"
"Persis seperti apa yang ku rencanakan sebelumnya."
"Sungguh Nzy, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kenapa kamu menahan luka seperti ini ?"
"Aku tidak terluka, Rend." Sahut Enzy.
"Melihat dari lingkaran hitam dibawah matamu, kau pasti tidur dengan sangat nyenyak, mengingat semua yang telah terjadi padamu." Ucap Rendra.
Di sela obrolannya tiba-tiba Nendra masuk dengan tergesa-gesa, membuat Enzy dan Rendra bingung melihatnya.
"Ada apa, kenapa kau terlihat seperti dikejar hantu begitu ?" Tanya Rendra saat kembarannya itu duduk di sampingnya, sedangkan Enzy hanya menaikkan alisnya menatap Nendra yang masih ngos-ngosan.
"Itu, om Kenan kemari, dia ingin menemui mu Nzy." Jawab Nendra setelah dirasa nafasnya sudah kembali normal.
"Buat apa ? Bagaimana bisa om Kenan tahu kalau Enzy tinggal disini ?" Tanya Rendra panik.
"Kamu lupa, kalau om Kenan itu siapa ?" Ujar Nendra.
Baru saja Rendra akan kembali angkat bicara, tiba-tiba Kenan masuk lengkap dengan pakaian kantornya.
"Assalamualaikum." Ucap Kenan.
"Wa... walaikumsalam om." Sahut Rendra gugup.
"Walaikumsalam yah." Sahut Enzy.
__ADS_1
"Apa ayah boleh duduk ?" Tanya Kenan meminta persetujuan Enzy.
"Silahkan yah !" Sahut Enzy.
"Rend, Nend, om ingin bicara berdua dengan Enzy, bisakah kalian meninggalkan kami berdua dulu." Ucap Kenan menatap saudara kembar tersebut.
"Baik om, kalau begitu kami keluar dulu." Sahut Rendra kemudian beranjak dari duduknya begitupun dengan Nendra.
Setelah kepergian si kembar Kenan mulai angkat bicara.
"Nak, ada apa sebenarnya, kenapa kamu pergi dari rumah ? Tanya Kenan.
Enzy terdiam menundukkan kepalanya, ia bingung harus bicara atau mengatakan apa, iya juga takut melihat mertuanya itu menatapnya dengan tatapan datar, walaupun cara bicara laki-laki itu masih lembut dan terdengar hangat.
"Nak, ayah tanyakan sekali lagi kenapa kamu harus pergi dari rumah ? Apa kamu tidak ingin tahu atau memikirkan keadaan Khay sekarang ?" Ulang Kenan.
"Maafkan ayah, jika ayah terlalu ikut campur dalam masalah kalian, tapi sebagai orangtua, ayah harus melakukannya." Lanjut Kenan.
"Bagaimana keadaan Khay sekarang ?" Tanya Enzy terlihah sangat khawatir.
"Jika kamu masih peduli juga mencintainya, kenapa kamu meninggalkannya ?" Bukannya menjawab Kenan malah balik bertanya.
"Maaf yah, tapi aku rasa ini memang harus berakhir, dan aku sudah menggapnya seperti itu." Sahut Enzy.
"Tapi Khay belum menggapnya seperti itu." Ucap Kenan.
"Apa kamu tahu bagaimana keadaannya saat ia tiba di kota Z untuk mencarimu, dia sangat hancur, dia mencarimu kemana-mana, ingat nak, jangan mengambil keputusan dengan terburu-buru !" Lanjut Kenan.
"Bukannya masalah kalian sudah selesai sebelumnya, bukannya kamu juga tahu bagaimana wanita itu menjebaknya, tapi kenapa kamu harus meninggalkan suamimu ? Apalagi saat ini kamu sedang dalam keadaan hamil, apa kamu tidak pikirkan soal itu ?" Kenan kembali berucap.
"Maaf jika ayah berkata sedikit kasar, tapi ayah hanya ingin kamu mengatakan semuanya padaku, karena ayah sudah tahu semuanya, ayah hanya tidak ingin kamu melakukan rencanamu sendirian, pikirkan soal kehamilan kamu nak." tambah Kenan.
Enzy kaget mendengar perkataan ayahnya barusan, lalu menatap ayah mertuanya itu.
"Apa ayah sudah tahu kalau Priska.....
"Iya ayah sudah tahu." Jawab Kenan.
"Yah, biarkan aku menjalankan rencanaku, aku ingin Khay membuka matanya agar tidak terlalu mempercayai wanita licik itu, dan biarkan dia mendapatkan hukumannya." Ucao Enzy.
"Tapi Nak, kamu sedang hamil, kamu jangan terlalu gegabah pikirkan semuanya, jangan sampai terjadi sesuatu dengan kamu juga calon anak kalian !" Ucao Kenan khawatir.
"Tidak yah ! Aku janji akan baik-baik saja, dan tolong jangan bicarakan soal ini pada Khay, aku tidak ingin Khay berbuat sesuatu, karena aku yakin jika Khay mengetahui soal ini, dia tidak akan memberi ampun kepada Priska, aku tidak ingin Khay mendapatkan masalah di kemudian hari." Ucap Enzy meyakinkan ayah mertuanya.
Kenan terdengar menghela nafasnya.
"Baiklah, tapi jika terjadi sesuatu segera hubungi ayah, dan tetaplah berhati-hati !!" Ucap Kenan.
"Iya yah, sebelumnya saya minta maaf juga sekalian terimakasih karena sudah memahamikku." Ucap Enzy.
"Iya, kalau begitu ayah permisi dulu, ayah akan meminta si kembar untuk menjagamu 24 jam." Ucao Kenan lalu beranjak dari duduknya di ikuti Enzy, Enzy mencium punggung tangan ayah mertuanya itu sebelum pria itu pergi dari sana.
Bersambung.......
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....
...TERIMAKASIH...
__ADS_1
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...