Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 91 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Enzy terlihat berjalan sendirian menuju kantin, karena Rendra entah kemana perginya, saat kelas selesai ia buru-buru keluar. Saat memasuki kantin Enzy berjalan sambil menunduk memainkan ponselnya.


"Hay." Sapa Priska yang sepertinya juga baru masuk ke kantin tersebut.


"Kamu ?" Enzy tak begitu mengingat nama Priska, sambil menunjuknya.


"Iya, ini gue Friska sahabat Khay, suami kamu." Ujar Priska.


"Oh, maaf tapi gue sedikit lupa nama kamu." Ucap Enzy.


"Iya gak apa-apa."


"Kamu sendirian aja kesini ? Bagaimana kalau kita makan bareng aja, sekalian gue ceritain soal masa lalu suami kamu." Ajak Priska kemudian merangkul lengan Enzy.


Enzy menatap lengannya yang dirangkul Priska.


"Maaf, maaf...." Ucap Priska melepaskan rangkulannya.


"Iya gak apa-apa kok, tapi apa maksud kamu soal masa lalu Khay, lagian kamu tak perlu menceritakan soal itu lagi, aku sudah tahu kalau dulunya Khay emang br****ek." Ucap Enzy.


"Tapi apa kamu tahu soal mantan Khay, yang membuatnya br****ek ?" Ujar Priska membuat Enzy mengeryitkan keningnya.


"Kalau kamu mau tahu ceritanya, lebih baik kita makan bareng aja yuk !" Priska kembali menarik tangan Enzy cukup kasar.


"Pelan-pelan !" Seru Enzy memegangi perutnya yang mulai membuncit.


"Iya...iya maaf, gue terlalu bersemangat." Ucap Priska.


"Ngomong-ngomong, gue sahabat Khay yang paling cantik dan populer di kampus, kenapa kau bisa melupakan namaku tadi." Ujar Priska mendudukkan dirinya di salah satu kursi di kantin.


"Tapi kamu tak sepopuler suamiku." Ujar Enzy ikut membangkakan suaminya.


"Sungguh kejam, omongan kamu menyakitiku." Ucap Priska mendramatisir.


"Gak usah sok drama !" Seru Enzy kemudian memanggil seorang pegawai kantin untuk memesan makanan apa yang mereka inginkan.


"Gue, akan memberitahu Khay, kalau kamu kejam kepadaku." Ujar Priska.


"Silahkan saja ! Mari kita lihat siapa yang akan dibelanya." Tantang Enzy.


"Tentu saja gue akan kalah, kamu adalah istrinya, apalagi kamu telah mengandung anaknya."


Tak lama mereka mengobrol, pesanan yang mereka sudah pesan tadi, akhirnya datang, Enzy langsung mengambilnya dan memakannya, karena ia sudah sangat lapar.


"Terimakasih." Ucap Priska, sedangkan Enzy sudah lupa mengucapkan kata terimakasih itu pada pegawai kantin tersebut.

__ADS_1


"Sekarang kamu ceritakan soal mantan Khay yang kamu maksud tadi !" Seru Enzy disela-sela makannya.


"Ok...Ok... Rupanya kamu sudah sangat penasaran." Ucap Priska memulai bicara.


"Dari dulu Khay emang suka gonta ganti pada pasangan, Dia berkencan dengan seseorang yang berbeda setiap minggunya, hubungan mereka tak ada yang bertahan lama." Ucap Priska terlihat sangat bersemangat.


"Mungkin Khay memang tak pernah setia pada wanita manapun, kalau dia sudah bosan dia akan meninggalkannya begitu saja." Tambah Priska.


"Tapi nyatanya kami masih bersama." Ucap Enzy.


"Mungkin kamulah yang akan menjadi wanita yang terakhirnya, dan mudah-mudahan kamu tak bernasib sama dengan Sita." Ujar Priska.


"Maksud kamu apa ? Dan Sita siapa ?" Tanya Enzy penasaran.


"Sita adik dari sahabat kami dulu yang bernama Alex, sekarang Sita masih duduk di bangku SMA, dia gadis yang cantik, imut, juga manis, dia jatuh cinta dengan Khay saat kami sering bermain kerumahnya, dan akhirnya mereka pun jadian." Jelas Priska kemudian menjeda ucapannya, kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Sita, adalah wanita yang pernah membuat Khay setia, dan akhirnya hubungan mereka putus juga setelah hampir satu tahun menjalin hubungan, entah kami tak tahu apa penyebabnya, tapi yang kami tahu Khay kembali tak bisa setia hanya dengan satu wanita, bahkan lebih parah lagi, bukan lagi setiap minggu ia berganti pasangan, tapi mungkin tiga atau sampai empat kali dalam seminggu ia mengganti pasangan." Lanjut Priska menjelaskan.


Sedangkan Enzy hanya diam mendengarkan cerita dari sahabat suaminya itu, Enzy menjadi tak berselera makan.


"Lalu apa lagi ? Apakah Khay benar-benar mencintai gadis itu ?" Tanya Enzy.


"Sejak mereka jadian, mereka terlihat sangat mesra, sahabat-sahabat kami yang melihatnya merasa iri, keduanya terlihat sangat serasi, apalagi saat Khay mengumumkan hubungan mereka di hadapan semua penonton saat pertandingan sepak bola, saat itu Khay juga mengatakan kalau ia sangat mencintainya, bahkan Khay menjadi sangat bucin." Jelas Priska.


"Sudah gue katakan kami tidak tahu betul penyebab putusnya mereka, tapi mereka benar-benar sudah putus kok." Sahut Priska meminum minumannya.


"Aku sungguh penasaran, apakah Khay sudah mulai bosan, gadis itu punya pria lain, atau apa gitu ?" Tanya Enzy mulai termakan omongan Priska.


"Kami sungguh tak tahu betul apa alasan mereka, yang jelas saat itu Khay mengatakan kalau Alex memukulinya, karena sudah menyakiti adiknya." Sahut Priska kemudian menyekah mulutnya mengunakan tisu.


"Dan sampai sekarang Sita tak pernah lagi muncul atau menemui Khay lagi." Tambahnya.


Enzy terdiam memikirkan semua yang dikatakan Priska, ia dibuat penasaran dengan gadis tersebut, dan apa penyebab putusnya Khay dengan gadis yang bernama Sita itu, karena menurut cerita Priska yang ia dengar Khay sangat mencintainya, begitupun dengan Sita, tidak mungkin mereka saling berkhianat kan ? Pikir Enzy.


"Ayolah, kamu tak usah memikirkan itu, itu sudah menjadi masa lalu Khay, dan lebih penting sekarang kamu adalah milik Khay, begitupun sebaliknya Khay milikmu." Ujar Priska beranjak dari tempat duduknya.


"Oh iya, tapi jika kamu penasaran kamu bisa tanyakan langsung pada suamimu itu !" Seru Priska lagi sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Baru dua langkah Priska kembali menoleh menatap Enzy yang masih termenung dengan rasa penasarannya.


"Oh iya kamu jangan mengatakan kepada Khay kalau gue menceritakan ini kepadamu !" Ucapnya.


"Gue akan katakan kalau sahabatnya telah menjualnya, hanya demi mendapatkan baju yang dia inginkan." Ucap Enzy.


"Kapan gue minta itu kepadamu ?"

__ADS_1


"Bercanda, kamu tenang aja gue gak akan mengatakan itu padanya !" Seru Enzy sedikit tersenyum.


"Ok baiklah, makasih karena sudah mau membayar makanan ku." Ucapnya kemudian benar-benar pergi dari sana.


...----------------...


Di gedung Chanel Line, terlihat Kavi sedang berdiri di depan jendela besar yang ada diruangannya, dengan tangan satunya ia masukkan di saku celananya sambil menatap lurus menikmati pemandangan gedung-gedung bertingkat di kota tersebut, namun pikirannya bukan kepada pemandangan tersebut melainkan memikirkan keberadaan Kia, dimana lagi ia bisa mencarinya, sedangkan pertemuannya dengan Khay tadi, Kavi sengaja menanyakan keberadaan adiknya itu, namun Khay malah menjawab kalau Kia ada dirumah, hanya saja tak enak badan.


"Kamu kemana sih Ki, aku yakin kalau kamu gak dirumah seperti yang dikatakan Khay tadi." Gumam Kavi sambil memejamkan matanya.


"Tiba-tiba ponselnya yang ia letakkan dimeja kerjanya berdering, membuyarkan lamunannya, Kavi berjalan dengan langkah gontai, mengambil ponselnya, kemudian menjawabnya.


📞 "Apa sudah ada kabar, mengenai gadis itu ?" Tanya Kavi kepada salah satu orang suruhannya untuk mencari keberadaan Kia.


📞 "Saya belum bisa mengatakan kalau disana tempat nona itu berada tuan, hanya saja saya mendapat informasi kalau tuan Kenan mengeluarkan sebuah motor sport, dan mengirimnya ke kota Z." Jelas pria diseberang sana.


📞 "Ok baiklah, segera ikuti pengiriman tersebut, dan segera informasikan ke saya !" Seru Kavi sedikit lega mendapatkan sedikit titik terang.


Setelah mengatakan itu Kavi memutuskan sambungan telepon tersebut, kemudian mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya. Saat sedang bersandar sambil memejamkan matanya, Rio sahabatnya itu masuk, dan langsung memberikan beberapa dokumen yang harus ia kerjakan, sekalian memberitahukan kalau Kavi harus segera ke Thailand, karena ada sedikit masalah pekerjaan disana, dan itu harus Kavi yang turun tangan langsung.


"Astaga, apa harus saya yang kesana, apa kamu tidak bisa ?" Ucap Kavi prustasi mengusap wajahnya kasar.


"Kalaupun saya bisa, sudah bisa dipastikan saya yang kesana, karena kamu pasti menyuruhku kesana, tapi ini benar-benar tidak bisa diwakilkan." Jelas Rio jengah melihat sikap prustasi sahabatnya itu, hanya karena seorang gadis kecil.


"Tapi....akkhhb baiklah kapan saya akan berangkat ?" Ujar Kavi tak jadi melanjutkan ucapannya, kemudian beralih bertanya.


"Nanti malam !" Sahut Rio membuat Kavi membelalakkan matanya kaget.


"Semendadak itu ?" Kaget Kavi.


"Iya, lebih baik sekarang kamu pulang, beres-beres karena sebentar lagi kamu akan berangkat !" Seru Rio beranjak dari duduknya.


"Sebenarnya yang bos disisni siapa sih, saya atau kamu, hah ?" Ujar Kavi.


"Saya bosnya, kamu ada masalah ?" Tantang Rio.


"Bulan depan bonus kamu saya potong, karena sudah berani menantang ku seperti itu." Sahut Kavi datar membuat Rio diam menganga.


Bersambung.......


Jangan lupa LIKE KOMEN dan VOTE nya...


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2